
Inter Continental Barclays Hotel Manhattan New York Bulan Juni, two days before double wedding day
Antonio dan Alexis sudah tiba di kamar yang disiapkan untuk mereka sebelum acara ijab qobul. Keduanya pun ditemani oleh Luke Bianchi, Dante Mancini dan Michel de Luca. Para pria keturunan Italia itu tampak asyik berghibah di ruang tamu suite kamar Antonio.
"Udah siap lu Tomat?" tanya Luke dengan wajah licik. "Udah hapal nama lengkap Deya? Nama lengkap Oom Rama?"
"Insyaallah hapal. Bisa auto disuruh mundur gue nikah nya nanti..." ucap Antonio sambil manyun.
"Kayaknya bagus nih kalau si Oom-oom satu ini disuruh mundur nikahnya..." kekeh Dante.
"Brengseeekkk kau Mancini! Apa kamu lupa hampir tidak diijinkan nikahi Leia?" Mata coklat Antonio menatap tajam ke mata biru Dante Mancini.
"Al, kamu besok masih tinggal di Mansion Bianchi kalau sudah menikah?" tanya Michel de Luca, si calon Daddy.
"Nope, aku dan Raveena akan tinggal di rumahku" jawab Alexis.
"Rumahmu? Rumah yang mana?" tanya Luke.
"Rumah milik saya pribadi, Luke. Dekat dengan mansion" jawab Alexis.
"Wah alamat Tomat bakalan kehilangan asisten macam kamu. Sudah ditinggal Gemma, sekarang elu keluar dari mansion" kekeh Luke.
"Serius Gemma dengan Gasendra?" tanya Dante.
"Kayaknya sih begitu. Bayu ribut lagi cari sekretaris baru yang sama kemampuannya dengan Gemma. Kan susah itu" jawab Antonio.
__ADS_1
"Bayu itu lebih riwil dari aku dan Antonio" sahut Alexis.
"Betul!" celetuk Luke dan Antonio.
"Macam Sergio tampaknya" gumam Dante. "Dia juga capable apapun."
"Kalian bulan madu kemana?" tanya Michel.
"Aku dan Deya sih memilih jalan-jalan ke Paris atau ke Milan" jawab Antonio.
"Raveena ogah bulan madu. Katanya sudah kemana-mana jadi bosan" sahut Alexis dengan geleng-geleng kepala. "Katanya ingin menikmati Turin."
"Dasar anak itu!" umpat Luke. "Dia paling malas bepergian kalau tidak ada tujuan. Gini saja Al, kamu ajak kemana yang ada properti dijual dengan harga miring tapi nantinya bisa profit. Yakin deh dia bakalan mau!"
"Raveena memang punya properti banyak Luke?" tanya Michel.
"Benar-benar darah bisnis di Raveena" puji Antonio. "Wah, Al, kamu kalah deh duitnya."
"Tidak apa-apa. Anggap saja itu celengan Veena."
***
Kamar Penthouse Raveena
Para wanita cicit klan Pratomo tampak heboh dengan kehamilan Gemini yang sudah masuk tujuh bulan dan kehamilan Juliet yang tidak diduga. Istri Romeo itu sedang hamil muda sekitar empat bulan membuat banyak orang mengucapkan selamat ke adik Valentino itu.
__ADS_1
"Jadinya batal menunda Jules?" tanya Leia.
"Iya mbak. Aku lupa ganti patch dan malah jadi deh. Nggak apa, lumayan kami kosong disaat Rombeng sedang pusing-pusingnya jadi resident apalagi bedah jantung kan delicate operasi nya" jawab Juliet.
"Raveena, Deya, kalian akan menunda kehamilan macam Jules kah?" tanya Nadira ke kedua adiknya yang sedang asyik menggoda keponakannya.
"Insyaallah nggak sih aku. Soalnya pak tua dan aku ingin segera punya anak" jawab Raveena cuek sembari menggoda Hyde.
"Pak Tua?" seru para sepupunya.
"Lho kan Alexis jauh lebih tua jadi wajar kan dipanggil pak tua" jawab Raveena polos.
"Oh astagaaa. Terus kalau Deya ke Tomat, apaan?" tanya Blaze gemas.
"Pakdhe!" celetuk Sakura membuat semua menoleh kearahnya.
"HAAAAAHHH?"
***
Yuhuuuu Up Malam Yaaaa
Sorry pendek soalnya aku sudah gak kuku
Thank you for reading and support author
__ADS_1
Don't forget to like vote and gift
Tararengkyu ❤️🙂❤️