
Paris Perancis
Savrinadeya terbangun ketika terdengar suara klakson mobil ramai di jalan. Meskipun apartemen Antonio termasuk kedap suara, tapi semalam mereka memutuskan untuk membuka jendela agar udara Paris masuk ke dalam kamar. Akibatnya, keramaian lalu lintas mulai terdengar di hari Minggu ini.
Ketika dirinya hendak bangun, sebuah tangan kekar memeluk tubuhnya membuat Savrinadeya hampir saja menjerit ketakutan tapi setelahnya melihat wajah Antonio yang tidur nyenyak, baru dia sadar kalau dia sudah menikah.
Hampir saja aku macam mbak Bee jotos mas Sammy. Savrinadeya cekikikan teringat cerita Bayu yang bilang wajah Sammy langsung membiru kena jotos terniat Blaze.
Savrinadeya menatap wajah suaminya yang tampak damai tidurnya, membuat dirinya tidak tahan untuk tidak mengelus rahang tegas itu. Seumur hidup Savrinadeya terbiasa melihat Daddynya Rama McCloud brewokan jadi dirinya tidak geli melihat Antonio juga sama dengan daddynya.
Bahkan kakak iparku yang cowok-cowok juga kebanyakan brewokan. Bang Dante, Bang Pedro, Bang Michel ... Mas Bayu juga kadang brewokan kalau nggak kena omel Tante Gandari suruh cukur.
"Kamu melamun soal apa Deya?" gumam Antonio dengan suara serak baru bangun tidur.
Soal brewokan.
Mata coklat Antonio terbuka dan langsung menatap wajah istrinya yang masih tersenyum manis. "Kenapa soal brewokan?" Pria itu mencium bibir Savrinadeya lembut. "Morning kiss."
Bang Antonio! Deya belum sikat gigi! Pendelik Savrinadeya kesal.
"Lho sama! Jadi saling berbagi jigong lah!" kekeh Antonio tanpa beban. "Addduuuhhh!" Pria berusia 35 tahun itu menjerit kesakitan saat Savrinadeya mencubit pinggangnya.
"Bang Antonio jorok!" pekik Savrinadeya sebal.
"Lho kalau sudah suami istri, mana ada yang jorok Deyaaa... kan sudah jadi satu, partner in crime, partner semuanya..." senyum Antonio yang bangun dengan hanya mengenakan boxer lalu menuju jendela yang dibukanya semalam kemudian dia tutup dan menyalakan AC.
"Bagaimana rasanya bangun pertama di Paris dengan suami yang tampannya seperti ini?" goda Antonio yang menuju pantry untuk membuat kopi dan memasak air di teko elektrik.
Savrinadeya melongo. Bang Tomat narsis nya kok makin menjadi sih?
"Deya sayang, narsis sama istri sendiri itu wajib hukumnya. Narsis sama perempuan lain, aku bakalan disunat dua kali!"
Savrinadeya tertawa. Abang tuh lho!
"Kamu tahu nggak alasan Abang jadi receh begunj kalau bersama kamu dan keluargamu? Karena Abang tidak mau terlihat tua. Kita beda usia cukup jauh Deya, 15 tahun dan Abang tidak mau kita terlihat signifikan perbedaannya. Jadi daripada kamu yang menuakan diri, lebih baik aku yang memudakan diri dengan selalu receh." Antonio mengambil dua cangkir dan membuatkan kopi.
Savrinadeya pun bangun untuk mengambil dua gelas yang diisi air putih. Minum air putih dulu bang, sebelum minum kopi. Mengkonsumsi air putih saat bangun tidur dapat menstabilkan sistem limfantik yang berpengaruh untuk imunitas tubuh karena daya tahan tubuh yang bagus dapat menghalang serangan penyakit yang akan masuk ke dalam tubuh kita. Putri Rama McCloud itu menyerahkan segelas air putih ke Antonio.
Antonio tersenyum. "Inilah nikmatnya punya istri yang pengertian dan sayang sama suami" ucap Antonio sambil minum air putih yang diberikan oleh Savrinadeya.
__ADS_1
Setelahnya Savrinadeya menuju kamar mandi untuk bersih-bersih dan sikat gigi.
"Deyaaa, nggak usah mandi!" teriak Antonio.
Savrinadeya yang sudah selesai dari kamar mandi menatap Antonio bingung. Kenapa?
"Mandinya nanti sekalian. Kan kita mau berduaan?"
Ih mandi lah bang ...
"Nggak usah" rayu Antonio yang langsung menghampiri Savrinadeya dan langsung menggendong nya. "Mandinya nanti bareng-bareng kalau sudah selesai unboxing."
Mata coklat Savrinadeya mendelik. Sekarang?
"Sekarang, sayang..." jawab Antonio sambil meletakkan tubuh langsing istrinya. Pria itu mencium bibir istrinya lembut dan setelahnya mulai memanas sedangkan Savrinadeya hanya bisa mencengkram bahu suaminya.
Dan entah bagaimana, Antonio dengan ahlinya melepaskan semua pakaian Savrinadeya. Antonio tahu istrinya masih muda dan berbeda dengan dirinya yang sudah berpengalaman. Pria itu dengan lembut mencum*Bu istrinya hingga benar - benar relaks dan siap menerima dirinya.
Savrinadeya sedikit tersentak ketika Antonio berhasil mendapatkan miliknya yang dijaga selama ini dan dirinya sangat bersyukur suaminya begitu lembut karena dari omongan teman-teman kuliahnya yang sudah terbiasa hidup bebas, pria Italia sangatlah panas.
Antonio menatap wajah istrinya yang tampak sayu tapi tetap membuat dirinya panas. Pria itu sebenarnya lebih suka bercin*ta yang panas dan menggebu tapi mengingat siapa istrinya, dirinya harus menahan dirinya.
"Bang..."
"Lepaskan saja Deya..." ucap Antonio di sela-sela kegiatan panas mereka.
Kuku Savrinadeya mencengkram bahu Antonio saat mendapatkan pelepasannya yang pertama. Antonio mencium kening dan wajah Deya.
"Sakit?"
Savrinadeya menggelengkan kepalanya. Abang belum keluar ya?
"Bentar lagi." Antonio membalikkan tubuh Savrinadeya dan mulai memacu gerakannya membuat Savrinadeya merasa sensasi yang berbeda.
Setelahnya keduanya pun ambruk usai mendapatkan puncaknya. Antonio berada diatas punggung istrinya.
"Terima kasih Deya..." bisik Antonio sambil mencium pipi istrinya.
"Bang..."
__ADS_1
"Ya?"
"Berat!"
"Oh, maaf... maaf..." Antonio pun berguling di sebelah istrinya yang menatapnya sambil tengkurap.
"Capek?" tanya Antonio yang dijawab anggukan Savrinadeya.
"Istirahat dulu baru setelah nya kita berendam air hangat berdua."
Berendam saja kan?
Mata coklat Antonio menatap usil. "Belum tahu..."
Savrinadeya mendelik judes.
***
Pondok Milik Raveena di New York
Alexis terbangun setelah merasakan sesuatu menyentuh miliknya dan tampak sebuah kaki jenjang mulus menindih tubuhnya. Pria itu menoleh dan kepala istrinya berada di dadanya yang tanpa pakaian. Keduanya memang dalam keadaan polos membuat milik Alexis dalam kondisi rentan dengan segala sentuhan yang bisa membuat kekacauan di pagi ini.
Pria itu tersenyum mengingat kegiatan semalam yang membuatnya semakin jatuh cinta dengan istrinya. Raveena adalah wanita yang urakan tapi Alexis salut dengan prinsipnya untuk tetap menjaga miliknya yang paling berharga hingga menikah.
Dan aku adalah pria yang paling beruntung di dunia mendapatkan istri seperti Raveena. Benar kata Luke dan Antonio, gadis-gadis keluarga Pratomo itu limited edition.
Alexis mengambil jam Patek Philippe nya dan melihat baru jam enam pagi. Melihat wajah Raveena yang masih terlelap karena kegiatan panas semalam, membuat Alexis tidak tega membangunkannya.
"Kayaknya aku tidur lagi saja..." Alexis membenarkan posisi tidur istrinya dan mendekapnya erat. "Love you so much Veena."
***
Yuhuuuu Up Siang Yaaaaaa
Deya dan Veena hari ini tamat yaaaa
Thank you for reading and support author
Don't forget to like vote and gift
__ADS_1
Tararengkyu ❤️🙂❤️