
Ballroom Intercontinental Barclays Hotel Manhattan New York
Pagi ini semua anggota keluarga besar Pratomo berkumpul di ballroom yang sudah disetting menjadi tempat ijab qobul dua pasang calon pengantin dari dua keluarga besar, keturunan Blair dan McCloud.
Para tetua yang tidak bisa ikut hadir ke New York dan memilih untuk tinggal di negara masing-masing, masih bisa melihat dari live streaming yang selalu disiapkan setiap ada acara seperti ini.
Karena dari silsilah Savrinadeya lebih tua awunya dari Raveena ( Ryu Reeves kakak sepupu Yuna Pratomo ), maka pasangan beda usia cukup jauh ini yang akan memulai ijab qobul terlebih dahulu.
Rama McCloud bertindak sebagai wali nikah bersama dengan imam mesjid New York sebagai penghulu, didampingi Rajendra dan Arjuna McCloud sebagai saksi dari pihak Deya. Antonio sendiri karena sudah tidak memiliki orang tua, sebagai saksi adalah Joey Bianchi dan salah seorang pamannya yang tinggal di New York.
Pria berambut ikal itu tampak gugup saat duduk di depan meja ijab membuat Joey ingin menggodanya.
"Sudah, biasa saja. Deya nggak bakalan datang..." kekeh Joey membuat Rama mendelik.
"Paman Joey yang terhormat, janganlah membuat aku deg-degan hampir kena serangan jantung" rengek Antonio resah.
"Tenang dokter banyak disini. Rumah sakit juga dekat. Ada apa-apa tinggal panggil 911" balas Joey cuek membuat Arjuna dan Rajendra tersenyum smirk.
Antonio menatap judes ke Oomnya, kesal dirinya menjadi bulan-bulanan baik dari sepupunya maupun pamannya.
Tak lama suara riuh terdengar dan tampak Savrinadeya masuk ke dalam ballroom dengan diapit Astuti dan Sekar. Antonio menoleh dan mulutnya menganga melihat betapa cantiknya calon istrinya.
Savrinadeya pun duduk di sebelah Antonio yang masih saja terkagum-kagum dengan wajah cantiknya.
Bang Tomat
Neng Deya
"Bisa kita mulai?" tanya imam mesjid setelah tahu sudah siap calon pengantinnya.
"Bisa Sir."
Imam mesjid seperti biasa memberikan wejangannya kepada calon pengantin dan Antonio mendengarkan dengan serius karena baginya penting dia simak agar tidak terjadi kesalahan suatu saat nanti untuk menjalani rumah tangga dengan Deya menurut hukum Islam.
"Paham ya Mr Bianchi?" tanya Imam mesjid itu.
"Paham Signor" senyum Antonio.
"Baik. Mr McCloud, silahkan" ucap Imam mesjid mempersilahkan Rama untuk melakukan ijab.
"Terimakasih Sir. Antonio, siap?"
"Insyaallah Oom Rama... eh Daddy..." jawab Antonio gugup membuat para sepupu Savrinadeya tertawa.
__ADS_1
Rama hanya tersenyum, mengingat saat dulu dirinya juga mengalami hal yang sama dan kini dia di posisi almarhum ayah mertuanya.
"Antonio" panggil Rama sambil mengulurkan tangannya yang disambut Antonio. "Ya ampun Tomat! Tanganmu dingin sekali!"
Para keluarga disana tertawa mendengar komentar Rama yang membuat Antonio manyun.
"Dih, Daddy kok pakai acara diomongin sih!" gerutu Antonio sebal. Mau ijab aja masih saja digojlok? Seriously? Sabar Tomat, sabaaarr!
Savrinadeya yang mendengar kericuhan kecil itu hanya tersenyum kecil.
"Oke, serius sekarang" kekeh Rama usil.
"Please Rama, jangan buat anak itu jadi panik" kekeh Arjuna. Rama hanya tersenyum.
"Oke kita mulai. Antonio Bianchi son of Frederico Bianchi, I marry off my daughter, Savrinadeya Aisyahzaara McCloud to you with the mahr a house in Turin and jewelry, agreed upon."
"I accept marrying your daughter, Savrinadeya Aisyahzaara McCloud with the mahr agreed upon."
"Bagiamana? Sah?"
"SAH!"
Antonio menghembuskan nafas lega karena tidak salah menyebutkan nama lengkap Savrinadeya. Bisa digantung di Empire State Building nanti aku kalau sampai salah!
"Alhamdulillah..." ucap semua orang disana.
Setelahnya keduanya menandatangani surat nikah dan berkas-berkas lainnya. Lalu Antonio menyelipkan cincin nikah yang sederhana sesuai permintaan Savrinadeya karena cincin pertunangannya sudah sangat cantik. Antonio mencium kening Savrinadeya dan jari tangannya yang tersemat dua cincin pemberiannya.
Ya ampun Daddy mertua kok ya masih posesif sih! Ini Deya sudah resmi jadi istri akuuu!! Tapi yang keluar dari mulut Antonio berbeda dengan isi hatinya. "Iya Daddy. Nanti saja kalau berduaan."
Tentu saja keributan mertua dan menantu itu menjadi kelucuan tersendiri di keluarga gesrek itu.
"Sudah gantian" celetuk Joey.
Pasangan pengantin baru itu memeluk Arjuna, Sekar, Rama dan Astuti bergantian baru ke Rajendra dan Aruna.
Setelahnya giliran Pandu Dewanata yang didampingi Abiyasa O'Grady dan Rhett O'Grady sebagai saksi. Alexis yang sama dengan Antonio, sudah yatim piatu, didampingi oleh Luca dan Luke Bianchi.
Alexis pun duduk di kursi yang sebelumnya digunakan oleh Antonio Bianchi. Pria itu tampak tampan dengan tuxedo suit hitam putih dan tampak tidak ada keraguan serta gugup disana. Mungkin terbiasa menjadi asisten Antonio membuat Alexis bisa mengontrol emosinya.
"Sudah siap kamu, Al?" tanya Luke.
"Insyaallah..." senyum pria blasteran Italia Inggris itu.
Tak lama Raveena datang bersama dengan Reana dan Gandari, tidak bersama Kaia karena kaki Oma badass itu tidak bisa terlalu banyak berdiri.
Alexis menoleh dan tersenyum melihat dandanan Raveena yang sederhana tapi tetap menunjukkan wajah cantiknya. Raveena mengenakan gaun pengantin model Sabrina dan tidak terlalu memakai banyak perhiasan mewah, hanya anting-anting dan gelang berlian saja.
__ADS_1
Raveena lalu duduk di sebelah Alexis yang berbisik "You're so beautiful."
Wajah Raveena sedikit memerah mendengar pujian calon suaminya.
"Ehem!" tegur Pandu membuat para saksi tersenyum dan Alexis tampak tersenyum kikuk. "Sudah siap Al?"
"Insyaallah siap Daddy."
Seperti halnya Antonio, imam mesjid pun memberikan wejangan pada Alexis dan Raveena. Pasangan calon pengantin itu pun mendengarkan dengan seksama.
"Baik Mr Dewanata, bisa kita laksanakan ijab nya" ucap imam mesjid itu.
"Baik. Alexis..."
"Yes Sir..." Alexis menjabat tangan Pandu.
"Saya nikahkan dan saya kawinkan engkau saudara Alexis Maxwell Accardi dengan anak saya yang bernama Raveena Blair O'Grady Dewanata dengan maskawinnya berupa sebuah rumah di Turin, satu set perhiasan dan uang senilai $100,000, tunai.”
Semua orang di sana terkejut karena Pandu memilih mengucapkan ijab dengan bahasa Indonesia.
Alexis tersenyum. "Saya terima nikahnya dan kawinnya Raveena Blair O'Grady Dewanata binti Pandu Dewanata dengan maskawinnya yang tersebut, tunai.”
"Bagaimana?"
"SAH!"
"Silahkan Mr dan Mrs Accardi menandatangani berkas dan surat nikah lalu saling tukar cincin" ucap imam mesjid.
Keduanya pun saling bertukar cincin dan Alexis mencium kening Raveena lembut. Tapi setelahnya Raveena lah yang mencium bibir suaminya tanpa malu di depan orang banyak.
"Astaghfirullah! Raveena!"
Bang Alexis
Neng Raveena yang urakan
***
Yuhuuuu Up Malam Yaaaa
Deya dan Raveena sebentar lagi end karena memang tidak panjang - panjang chapter nya.
Thank you for reading and support author
__ADS_1
Don't forget to like vote and gift
Tararengkyu ❤️🙂❤️