Mengejar Cinta Savrinadeya dan Raveena

Mengejar Cinta Savrinadeya dan Raveena
Social Chameleon


__ADS_3

Ruang Wawancara Polisi Kampus Gallaudet University


Nelson, Astuti, Linda dan deputi disana melongo tidak percaya mendengar ucapan dari Nurul Asih. Astuti lalu menatap suaminya yang tampak tenang dan tidak terkejut, lalu ke putrinya yang juga sama.


Mas Rama, apa mas Rama sudah tahu sebelumnya? tanya Astuti ke suaminya yang kemudian merangkul bahu istrinya.


"Iya, aku sudah tahu. Deya juga sudah tahu dari Benji."


"Astagaaa! Oom, berarti Yunita itu adik tiri Nurul Asih kan?" celetuk Nelson.


"Bukan. Yunita adalah adik tiri Budi Laksono. Ayah Budi Laksono, yang seorang pengusaha itu memang nakal. Dari simpanannya, dia mendapatkan Yunita tapi karena dia tuna rungu, si simpanan tidak mau merawatnya. Untuk menghindari skandal yang sebenarnya semua pengusaha tahu, Budi dan Nurul yang tidak memiliki anak, mengadopsi adik tiri itu." Rama menjelaskan kepada semua orang.


"Tapi sing ditulung malah mentung!" komentar Nelson.


"Ya begitulah..." ucap Rama.


Deya, apa kamu sudah tahu? Linda bertanya pada sahabatnya dan dijawab anggukan Savrinadeya. Astagaaa! Astagaaa! Linda menepuk-nepuk dadanya untuk menenangkan hatinya.


***


Yunita menatap Nurul Asih dengan wajah terkejut yang tidak disembunyikan. Apa maksud mama? Aku anak opa? Aku adik papa?


"Adik tiri! Anak haram! Kamu memang bad seed! Bibit jelek itu ya kamu! Kami selalu berusaha permisif atas semua kenakalan dan kejahatan kamu karena semua permintaan Opa yang merasa bersalah tapi kamu semakin menjadi! Dasar psycho! Kamu sudah terdeteksi bipolar dan sosiopat tapi tetap tidak mau berobat! Pak Letnan, saya dan suami saya sudah tidak mau urusan dengan anak ini! Mr Blair, mumpung anda disini, bisakah anda membuat surat pemutusan hubungan orang tua dan anak? Lagian hanya sekedar hubungan darah tapi dia berdarah haram!" tuding Nurul Asih ke Yunita. Semua orang di sana bisa melihat bagaimana emosi yang selama ini dipendamnya, mencapai puncaknya.


"Maksud nyonya Laksono?" tanya Travis.


"Saya dan mas Budi, sudah lelah Mr Blair. Anak ini adalah pembunuh berdarah dingin, psikopat sejati! Dan sejujurnya saya dan mas Budi sudah meminta kepolisian Tokyo dan Kuala Lumpur untuk membuka kembali kasus Yunita. Saya tahu tidak ada batasan dalam kasus pembunuhan dan percobaan pembunuhan. Jadi saya dan mas Budi sudah menghubungi masing-masing jaksa disana untuk membuka kembali kasus Yunita." Tampak wajah Nurul Asih yang memerah menahan amarah.


Mama ! Kamu tidak berhak melakukan ini! Aku akan menelpon Opa!


"Telpon saja kalau bisa! Opa sudah tidak mau berurusan dengan mu apalagi kamu berusaha memukul Savrinadeya yang merupakan cucu Arjuna McCloud. Apa kamu tahu, Arjuna McCloud adalah rekan bisnis keluarga Laksono! Tentu saja mengorbankan satu hama lebih baik daripada semua anggota keluarga kena dampaknya!" Nurul Asih menatap tajam ke Yunita.

__ADS_1


"Lagipula, meskipun kamu adik tiri ku, tapi kamu anak wanita lenjeh dan tidak heran jika kamu mirip ibumu!" Kali ini Budi yang membuka suara. Kariernya di departemen luar negeri dalam kondisi berbahaya akibat ulah Yunita.


Yunita yang tidak terima dikata-katain seperti itu langsung menyerang Nurul membabi buta hingga harus ditarik anggota kepolisian agar tidak mencelakai Nurul lebih parah lagi.


"Dasar wanita sundal! Kamu harusnya mati saja! Biar aku mendapatkan semua warisan!" teriak Yunita yang membuat semua orang melongo karena lafalnya sangat sempurna dan normal.


"Ya ampun! Dia normal?" celetuk Nelson yang tidak habis pikir dengan psikopat nya Yunita. "Dia mengerikan!"


"Bawa miss Yunita ke tahanan! Awasi dengan ketat agar tidak ada tendensi bunuh diri!" perintah Letnan Brandon yang sudah menguasai rasa terkejutnya.


Yunita yang masih berteriak-teriak memaki dan mengumpat dengan kata-kata kasar diseret empat orang anggota kepolisian ke dalam ruang tahanan.


Travis Blair lalu memeriksa Nurul Asih dan memanggil ambulans karena wajah babak belur bekas pukulan dan cakaran Yunita. Budi Laksono menatap Travis. "Apa selanjutnya Mr Blair?"


"Tinggal mengekstradisi kemana dulu, Kuala Lumpur atau Tokyo" jawab Travis tenang.


***


Suasana di balik ruang wawancara tampak shock terutama Astuti, Savrinadeya dan Linda yang tidak menyangka bagaimana ahlinya Yunita berperan sebagai wanita tuna rungu dan berbaur dengan para mahasiswa di Gallaudet.


Savrinadeya menggelengkan kepalanya di pelukan Nelson. "Aku tidak tahu yang ini mas."


Pria berwajah dingin itu memeluk erat adiknya, bersyukur selama tinggal sekamar dengan Yunita tidak mengalami apapun karena bisa saja nyawa Savrinadeya melayang saat tidur.


***


Gallaudet University Washington DC, dua Minggu kemudian...


"Social chameleon."


"Apa?" seru semua orang di ruang dekan fakultas psikologi.

__ADS_1


"Social chameleon adalah kemampuan bunglon ini dijadikan sebagai gambaran seseorang yang mempunyai kemampuan untuk berkamuflase menyesuaikan tempat ketika dia berinteraksi. Maksudnya, social chamelon itu adalah orang-orang yang dapat mengubah sifat dan perilakunya tergantung dimana dan dengan siapa dia berinteraksi" ucap Profesor Christina Reynolds.


"Tapi tidak semua orang bisa seperti itu" gumam Rama. "Apakah semacam aktor berakting?"


Kini semua anggota keluarga McCloud dan Blair berada di ruang dekan Christina Reynolds.


"Mirip tapi dalam hal ini lebih menjurus bisa mendapatkan tujuannya. Dan saya akui, IQ Yunita memamg tinggi ditambah dia seorang sosiopat, bipolar dan psikopat hingga mampu berkamuflase dengan hanya mengamati dan mempelajari dalam waktu singkat."


"Apakah Yunita memang tuna rungu?" tanya Travis ke Letnan Brandon.


"Rupanya dia hanya mengalami gangguan pendengaran tapi tidak tuli total dan dia sebenarnya bisa berbicara normal" jawab Letnan Brandon.


"Wow! Untuk pertama kalinya aku kagum dengan penjahat!" kekeh Nelson. "Bukankah dengan begitu dia akan kelelahan menjadi seseorang yang bukan dirinya?"


"Sebenarnya Mr Blair, akibat dari jiwa sosiopat nya justru menjadi sebuah adrenalin tersendiri. Hasil wawancara saya, Yunita memang social chameleon tapi dia tidak menghilangkan jati dirinya hanya saja dorongan untuk mencelakakan orang yang dia tidak sukai dan memanipulasi sangatlah tinggi. Beruntung Savrinadeya tidak terpengaruh dengan segala manipulasi yang dibuatnya." Profesor Christina Reynolds menatap bangga ke Savrinadeya.


"Lalu apa yang akan terjadi selanjutnya?" tanya Rama ke Letnan Brandon.


"Proses Ekstradisi sedang diurus dan kemungkinan besar Yunita akan disidang di Kuala Lumpur dulu baru ke Tokyo. Tapi jika sudah putusan di KL hukumannya ringan, maka akan dibawa ke Tokyo karena membuat korban melakukan bunuh diri karena bujukan dan manipulasi nya" papar Letnan Brandon.


"Vis, apakah Budi Laksono melepas semuanya yang berhubungan dengan Yunita?" tanya Rama ke Travis.


"Oh yeah. Dia dan Nurul Asih malah tidak mau tahu tentang Yunita. Intinya gadis itu sendirian tanpa ada yang membelanya. Semua keluarga Laksono tidak ada yang peduli."


Savrinadeya hanya bisa termangu. Sayang kamu cerdas tapi tidak mau berobat. Jika mau berobat, pasti tidak akan seperti ini jadinya.


***


Yuhuuuu Up Malam Yaaaa


Thank you for reading and support author

__ADS_1


Don't forget to like vote and gift


Tararengkyu ❤️🙂❤️


__ADS_2