Mengejar Cinta Savrinadeya dan Raveena

Mengejar Cinta Savrinadeya dan Raveena
Sosiopat


__ADS_3

Bistro dekat Gallaudet University


Linda dan Yunita kini sudah berada di sebuah bistro yang termasuk high end dan banyak anak-anak berduit disana. Di dalam ruang private, Linda banyak mengobservasi Yunita. Semakin dalam Linda menggali, semakin merinding dirinya karena Yunita adalah tipe yang bisa melakukan apa saja demi keinginannya terwujud.


Kamu tahu Linda, temanmu itu benar-benar tidak sopan! Masa aku baru baca novelnya sedikit sudah diminta? Katanya anak orang kaya, sultan tapi tidak ada manner at all!


Linda yang sudah diceritakan oleh Deya, hanya bisa manggut-manggut. Memang novelnya bagus?


Yunita berdecih. Hanya novel Harlequin picisan begitu tapi macam aku merebut apaan.


Linda masih mencatat beberapa clue yang diberikan oleh dosen pengampu tentang kondisi jiwa seseorang. Gadis itu hanya bisa mengelus dadanya karena semua tendensi gabungan bipolar, sociopath dan anxiety campur aduk disana.


Tapi kamu tetap baca juga kan?


Yunita tertawa. Tentu saja. Aku hanya ingin membuat Deya stress dan kesal padaku.


Linda hanya menggelengkan kepalanya. Padahal setauku, Deya bukan tipe anak aneh-aneh deh dan humble deh!


Yunita menatap marah ke Linda. Humble apanya? Sok kecantikan! Tidak mau berbagi denganku! Dia tidak mau memberikan nomor kontak keluarga nya yang tampan itu! Dasar pelit ! Memang kenapa kalau aku minta? Kan aku sekamar dengan dia jadi kalau ada urgent, aku bisa hubungi keluarga dia dong!


Linda menyesap minumannya. Apa bukan kamu ingin menguasai semua milik Deya?


Yunita tertawa yang menurut Linda sangat menyeramkan. Duh Deya kok tabah punya roomate macam cewek psycho ini - batin Linda.


Justru itu yang aku inginkan. Semua milik Deya, harus menjadi milikku karena aku sudah pernah melakukannya dan berhasil beberapa kali, jadi kenapa tidak aku ulangi lagi? Mana Deya kan juga kaya bisa aku ambil sedikit demi sedikit dan abangnya pengusaha anggur, daddynya yang katanya Daddy kandung itu juga hot... Aku hanya senang mendapatkan semuanya...


Linda menatap datar ke Yunita meskipun hatinya ketar ketir. Ya ampun Deya, jangan lama-lama kamu bermainnya dengan cewek sinting ini! Aku takut terjadi apa-apa padamu! - batin Linda.


***


Mansion Bianchi, Turin Italia


Gemma merasa berat badan dirinya semakin turun banyak akibat harus berhubungan dengan gadis tidak jelas dan makin kemari semakin menunjukkan ketidakberesan pada pola pikirnya. Terkadang jadi anak manis, terkadang menjadi emosional bahkan bisa mengatakan akan menyingkirkan siapa saja yang menghalangi dirinya, terkadang bisa dramatis menangis.


"Signor Accardi..." panggil Gemma ke Alexis yang baru saja masuk ke ruang kerjanya.


"Kenapa Gemma?"

__ADS_1


"Tampaknya Signora Savrinadeya dalam bahaya."


Mata biru Alexis melotot. "Apa?"


"Baca ini Signor. Tampak gadis bernama Yunita ini semakin insane dan ada satu kalimat akan menyingkirkan Signora Savrinadeya jika tetap tidak mau menuruti kemauannya." Gemma memperlihatkan chat itu ke Alexis.


Alexis membaca chat itu dan hatinya langsung khawatir dengan keselamatan Savrinadeya. Asisten Antonio Bianchi itu langsung mengirimkan pesan ke Savrinadeya beserta screenshot chat Yunita.


***


Perpustakaan Gallaudet University Washington DC


Savrinadeya sedang membuat tugas bersama dengan Linda, ketika mendengar suara getar ponselnya. Gadis itu lalu membuka pesan dari Alexis Accardi itu dan tampak terkejut membaca screenshot percakapan Yunita dengan 'Antonio Bianchi'.


Astaghfirullah Al Adzim. Savrinadeya hanya bisa beristighfar karena ini sudah melewati batas bahkan cenderung membuat tindakan kriminal.


Linda yang melihat temannya tampak shock, langsung merangkul Savrinadeya. Apa yang akan kamu lakukan ? Aku tidak mau kamu kenapa-kenapa Deya. Ini sudah sick, dia sudah cenderung kriminal!


Savrinadeya mengangguk. Biar aku urusnya.


***


Asrama Gallaudet University Washington DC


Hasil nya seperti yang sudah diduga, Yunita ada tendensi untuk melakukan kriminal membuat Savrinadeya harus lebih waspada lagi.


Lihat! Apa yang teman kamu berikan padaku! Hermès! Hermès Birkin dan asli! Tidak seperti kamu yang pelit!


Savrinadeya hanya tersenyum tipis. Selamat mendapatkan Birkin.


Yunita menyipitkan matanya. Kamu pasti iri kan? Aku mendapatkan tas $7,000? Pasti orang tua kamu tidak mau membelikan untukmu! Memang kamu itu anak tidak ada artinya!


Savrinadeya hanya bisa mengelus dadanya meskipun hatinya dongkol mendengar ucapan menyebalkan dan membuatnya ingin menghajar nya.


Kamu salah Yunita. Keluarga aku adalah orang yang paling compassion yang pernah aku tahu, begitu juga dengan keluarga besar aku. - batin Savrinadeya.


Putri Rama McCloud itu hanya mengacuhkan ucapan Yunita yang bagi orang tidak kuat mental, bisa mempengaruhi bagaimana pola pikir apalagi secara terus menerus didoktrin akan membuat orang mulai mempertanyakan kewarasannya. Yunita adalah tipe manipulator yang sedikit frontal dengan mengatakan kamu adalah orang yang tidak berguna, tidak pantas di dunia ini, hanya dia yang berguna, hanya dia yang superior.

__ADS_1


Sangat khas sosiopat yang cenderung psikopat. Savrinadeya memilih duduk di tempat tidur bersandar tembok dan membuka MacBook nya untuk mempelajari korban-korban Yunita jaman junior high school dan high school.


Yunita yang harus ikut pindah-pindah kedua orangtuanya, merasa dirinya orang paling segalanya. Bahkan menjadi tuna rungu, digunakan sebagai senjata playing victim. Saat Yunita junior high school di Kuala Lumpur, dia berhasil mempengaruhi temannya untuk melakukan bunuh diri jatuh dari lantai dua sekolahnya. Beruntung siswa itu selamat meskipun harus mengalami patah tulang. Semuanya diselesaikan dengan uang karena Yunita adalah cucu seorang pengusaha di Jakarta yang keluarga klan Pratomo tahu.


Di Tokyo bahkan Yunita bisa mempengaruhi beberapa anak tuna rungu teman sekelasnya untuk melakukan hal yang sama, bunuh diri. Apalagi di Jepang, dengan angka bunuh diri yang tinggi, mempermudah semuanya. Hingga salah satu benar-benar meninggal di dalam mobil orang tuanya keracunan karbondioksida.


Yunita dituntut pembunuhan secara tidak langsung tapi sang kakek menyewa pengacara dari kantor Blair and Blair hingga bisa membebaskan dirinya.


Astaghfirullah! My roomate memang menyeramkan! Savrinadeya merasa ini sudah keterlaluan dan waktunya melaporkan pada Rama.


***


Asrama Gallaudet University Washington DC Dua hari kemudian


Yunita melongo ketika hari ini sepulang kuliah ada para petugas kebersihan membereskan semua barang - barang Savrinadeya.


Kalian bawa kemana ini semua? tanya Yunita bingung.


"Nona Savrinadeya McCloud akan pindah kamar, nona. Jadi saya harap anda jangan mengganggu pekerjaan kami" ucap salah seorang petugas kebersihan itu.


Rahang Yunita mengeras. Beraninya kamu pergi dari aku Deya. Aku bahkan belum sempat mengambil semuanya darimu. Yunita segera mengambil ponselnya dan menghubungi Antonio. Sayangnya, ponsel Antonio tidak aktif, dan pesan yang dikirimkan Yunita hanya centang satu.


Brengseeekkk!


Yunita menatap semua petugas itu memasukkan semua barang-barang Savrinadeya. Mata Yunita melihat sebuah foto yang terjatuh dan gadis itu meremasnya.


Aku tidak suka melihat kamu bahagia!!


***


Yuhuuuu Up Pagi Yaaaa


Sorry isinya orang psycho tidak jelas ( nggak tahu lagi pengen buat cerita begini ).


Thank you for reading and support author


Don't forget to like vote and gift

__ADS_1


Tararengkyu ❤️🙂❤️


__ADS_2