
Kamar Antonio Bianchi ...
Sudah tiga hari usai Antonio ikut rombongan khitan massal bersama dengan Alexis Accardi dan Dante Mancini. Dokter mengatakan agar mereka harus menjaga luka di bagian masa depan kering selama dua Minggu minimal.
Antonio langsung mendelik judes ke Leia yang memberikan banyak sarung agar selama proses penyembuhan lebih nyaman.
"Aku macam orang Melayu yang di Malaysia dan Indonesia" sungut Antonio yang sampai harus diajarkan Leia cara memakai sarung agar tidak melorot.
"Daripada aku memberikan kamu kilt?" balas Leia sebal mendengar Omelan sepupunya.
"Harusnya pakai itu ( kilt - rok pria Skotlandia ) biar aku gaya sedikit..." ucap Antonio sambil melirik Alexis yang datang dengan mengenakan kilt. "Lihat! Alexis pakai kilt! Kan lebih keren!"
Alexis yang memakai kemeja hitam dan kilt warna hijau kotak-kotak itu, tampak bingung dengan tatapan tajam bossnya. "Saya kan ada darah Skotlandia jadi saya berhak dong pakai kilt. Anda kan tidak ada keturunan Skotlandia jadi tidak boleh."
Antonio memicingkan matanya ke arah asistennya yang hari ini tampak menyebalkan. "Mentang-mentang kamu sudah mencium Raveena jadi kamu seenaknya saja sama Boss kamu? Asal kamu tahu ya, aku sudah mencium Deya!" ucap Antonio jumawa membuat Leia dan Alexis melongo.
"APAAA?" Leia langsung menjewer telinga sepupunya dengan gemas. "DEYA MASIH BAYI!"
"Addduuuhhh duh duh ... Lele! Sakit !" rengek Antonio memelas ke Leia.
"Kamu itu! Pedofil tahu nggak!" bentak Leia gemas. "Kalau Oom Rama tahu, habis kau!"
"Paling disuruh nikah... Aaadduuuuhhhh!" telinga Antonio pun menjadi sasaran capit kepiting Leia lagi.
"DEYA MASIH BAYI! Aku harus mengulangi nya berapa kali sih!" pekik Leia kesal.
Antonio mengusap telinganya. "Sakit ih! Dante kok betah sama cewek bar-bar macam kamu sih Lele!"
"Kamu pilih aku jewer atau aku sentil yang bekas sunat?" pendelik Leia galak.
__ADS_1
Reflek Antonio menutupi bagian tengah miliknya yang masih dalam kondisi harus bertapa dan beristirahat sampai sembuh. "Jahatnya kamu tuh sama saudara sendiri..."
"Biarin! Cowok pedofil macam kamu itu memang harus digalaki!" balas Leia sambil bersedekap.
Alexis hanya bisa melongo melihat keributan Antonio dan Leia. Astagaaa! Bisa habis Signor Antonio oleh Signor Rama McCloud!
***
Sebulan Kemudian di Tokyo , acara pernikahan Leia dan Dante, Kediaman Keluarga Takara
"Jadi kamu sudah berani mencium Deya?" Rama menatap tajam ke Antonio yang tampak tenang menghadapi calon mertuanya ( menurut versi Antonio ).
"Iya Oom. Dan saya berani bertanggung jawab akan hal itu. Dinikahkan juga saya siap..." jawab Antonio membuat Rama dan Devan, adik Savrinadeya yang berusia 14 tahun itu melongo.
PLAK!
"Iya saya tahu Oom, maka dari itu saya bilang sama Oom Rama saya berani bertanggung jawab atas semua perbuatan saya. Tenang Oom, saya hanya berani sebatas mencium Deya, tidak lebih. Saya tidak mau merusak Deya dan asal Oom tahu, saya sudah bilang sama Deya kalau saya akan melamarnya secara resmi saat usianya 20 tahun..."
"Apa bang Tonio serius sama mbak Deya? Mbak Deya terkadang masih childish lho... dan apa Oom tidak memikirkan disaat mbak Deya masih cantik, bang Tonio udah tampak tuwir?" goda Devan yang sebenarnya agak tidak suka kakaknya bersama dengan pria yang jauh lebih tua tapi kalau Deya nyaman dan mereka tahu bagaimana Antonio, mau bilang apa.
"Sangat serius, Dev. Kakakmu itu pola pikirnya dewasa lho, jangan salah!" jawab Antonio tegas.
"Baiklah, Oom ijinkan kamu berhubungan dengan Deya..." akhirnya Rama membuat keputusan karena dia tidak mau semakin dilarang, semakin nekad pria satu ini.
"Oom merestui saya dan Deya?" Mata coklat Antonio tampak berbinar.
"No, baru mengijinkan, belum merestui!! Beda konteks, Tomat!" sergah Rama. "Restu itu baru diberikan kalau memang kalian sudah serius dan akan memasuki jenjang pernikahan! Ini baru ijin pacaran dan saya tidak mau kamu main cium-cium putri saya! Paham?" Mata abu-abu milik Rama menatap tajam ke arah kepala keluarga Bianchi di Turin.
"Paham Oom. Oh, doakan saya dan Alexis, yang celakanya jatuh cinta dengan sepupu Lele dan Lukie, agar kami sembari jalan, bisa menjadi calon imam yang baik bagi Deya maupun Raveena" ucap Antonio.
__ADS_1
"Good. Dan jika Oom tahu kamu berbuat aneh-aneh dengan Deya, Oom akan bawa Deya pergi dan kamu tidak akan bisa menemukannya!" Rama menatap mata coklat Antonio tajam.
Antonio dengan agak susah payah menelan salivanya, akhirnya mengangguk. "Iya Oom Rama." Mending aku berhadapan dengan lawan bisnis daripada dengan calon mertua. Resiko mu Tomat, jatuh cinta dengan gadis limited edition keluarga Pratomo. Tidak semudah itu Férguso!
***
"Apa kamu tahu Raveena masih ingin masuk Quantico?" tanya Pandu Dewanata yang juga ayah Raveena dengan didampingi oleh Radeva, saudara kembarnya.
"Tahu Signor Pandu. Saya tidak melarang Veena masuk ke Quantico meskipun saya sedikit keberatan karena saya ingin segera menghalalkan Veena. Tapi yang jadi prioritas saya adalah apa keinginan Veena yang menjadi kebahagiaannya." Alexis menjawab lugas pertanyaan Pandu.
"Apa kamu bisa tahan ditinggal Veena lama dan kalian long distance relationship yang mana apapun bisa terjadi?" tanya Radeva. "Hei, aku mencoba realistis, pak Pandu. Bukannya aku menakut-nakuti Alexis tapi kita tahu LDR itu tidak enak!" Pandu hanya memegang pelipisnya mendengar kata putranya yang sama saja dengan trio kampret memanggil ayahnya seenaknya.
"Radeva benar, Alexis. Saya dan Reana tidak mempermasalahkan kamu sebagai asisten Antonio yang penting kamu memiliki pekerjaan bukan seorang pengangguran karena meskipun kami keluarga Sultan, kami lebih menghargai orang yang memiliki pekerjaan asalkan halal. Kamu tahu sendiri kan, semua generasi keenam yang sudah lulus semuanya bekerja. Kami sendiri masih bekerja, dan tentu saja kami tidak mau menerima seorang benalu!" ucap Pandu tegas.
Pandu berdehem lagi. "Saya sendiri dulu adalah bawahan ibu mertua saya dan sekarang pun posisinya di struktur perusahaan masih di bawah Reana tapi kami saling menghormati satu sama lain. Di rumah, Reana tetap bersikap sebagai seorang istri, ibu dan partner dalam berumah tangga. Intinya adalah Al, saya tidak melarang kalian berpacaran tapi saling lah menghormati keinginan masing-masing. Jika Raveena belum siap berumah tangga karena masih ingin mengejar keinginannya bekerja di FBI, kamu berikan kesempatan karena di saat itu, Veena akan bisa memilih, mana yang akan jadi prioritas dalam hidupnya, karier atau rumah tangga."
"Dan jika Veena memilih karier, kamu pun harus siap untuk diduakan" sambung Radeva.
Alexis menatap ke arah ayah dan anak itu dengan perasaan berkecamuk di dadanya. Apakah hubungan kami akan sampai disini jika Veena memilih menjadi agen FBI?
***
Yuhuuuu Up Siang Yaaaaa
Thank you for reading and support author
Don't forget to like vote and gift
Tararengkyu ❤️🙂❤️
__ADS_1