Mengejar Cinta Savrinadeya dan Raveena

Mengejar Cinta Savrinadeya dan Raveena
Rencana Double Wedding


__ADS_3

Kediaman Keluarga Pandu Dewanata dan Reana O'Grady New York


"Jadi kamu mau melamar Raveena?" tanya Pandu kembali menegaskan.


"Iya Mr Dewanata. Saya... Malah Veena yang ajak menikah..." ucap Alexis pelan membuat Radeva menepuk jidatnya.


"Jadi Veena yang minta dinikahi kamu?" tanya Radeva. "Dad? Payah deh anak gadisnya Daddy itu! Yang benar saja!"


"Memang kenapa Veena minta dinikahi kamu? Apa kalian sudah macam-macam duluan?" pendelik Pandu mengingat dulu dirinya dan Reana nyaris kebablasan. ( ****Baca My Cold Chef Bonchap Reana dan Pandu**** ).


Alexis melongo. "Oh, saya tidak berani Mr Dewanata. Saya tidak mau merusak anak gadis anda, Sir. Lima tahun pacaran, kami pun jarang bertemu karena Veena pendidikan di Quantico."


"Kemarin di Turin? Kalian tidur sendiri - sendiri kan?" Pandu menyipitkan matanya.


"Sendiri-sendiri Sir. Veena malah tidur dengan bibi Lusia karena butuh teman akibat masih terkena jet lag" jawab Alexis tenang.


Radeva mengangguk ke arah Pandu. Sebagai saudara kembar, Radeva sangat tahu kebiasaan Raveena setiap usai perjalanan jauh, pasti minta ditemani tidurnya. Entah mengapa.


"Jadi kapan kamu hendak melamar Veena?" tanya Pandu.


"Sekarang."


"HAAAAAHHH?"


***


Raveena dan Reana menatap arah Alexis yang melakukan on bended knee saat melihat gadisnya berada di hadapannya.


"Al..." bisik Raveena saat melihat kotak berisikan cincin bermata safir dengan berlian kecil-kecil di sekitar lingkarannya.



"Raveena O'Grady Dewanata, will you marry me?"


Raveena menatap Alexis lalu bergantian ke arah Reana lalu Pandu dan Radeva di belakang pria yang sedang berlutut itu.


"Al... " senyum Raveena. "Of course I'll marry you! Kan aku sudah ajak nikah kamu!"


Radeva menepuk jidatnya lagi. Tobat deh!


Alexis lalu menyematkan cincin cantik itu di jari manis Raveena dan tanpa sungkan, justru Raveena yang mencium bibir Alexis di depan keluarganya.


Nyaris Pandu hendak menghajar Alexis jika tidak ditahan Radeva dan Reana. Usai berciuman, Raveena langsung memamerkan cincinnya ke Pandu dan Radeva.


"Akhirnya aku tunangan!" pekiknya bahagia.


"Astagaaa Veena!" gerutu Radeva yang kesal dengan kembarannya yang seenaknya sendiri.


***


RR's Meal Manhattan


Raveena dan Savrinadeya saling memamerkan cincin pertunangannya masing-masing, sedangkan Antonio dan Alexis kembali disidang oleh Pandu dan Rama.

__ADS_1


"Kalian berdua, sudah siap mental untuk menikah dengan putri kami?" tanya Rama.


"Bahkan sejak Deya awal masuk Gallaudet sudah siap Oom" jawab Antonio cuek membuat Rama melotot judes.


"Bagaimana denganmu Alexis?" tanya Pandu. "Kamu tahu kan bagaimana Raveena. Urakan, seenaknya sendiri."


"Saya kan tidak sebentar pacaran dengan Veena. Saya tahu Veena bagaimana, begitu pula dengan sebaliknya" jawab Alexis.


"Bro, bagaimana kalau kita adakan double wedding?" usul Pandu.


"Biar capeknya sekaligus ya?" senyum Rama. "Boleh."


"Double wedding?" seru Antonio dan Alexis berbarengan.


"Aku ada lowong Juni. Bagaimana dengan mu bro?" tanya Pandu sembari membuka kalender ponselnya.


"Juni boleh, Ndu. McC Custom tidak terlalu banyak pekerjaan" balas Rama. "Jadi Juni?"


"Juni saja." Pandu menatap Antonio dan Alexis. "Kalian berdua tidak usah memikirkan bagaimana, tinggal tahu beres."


"Tidak bisa begitu Oom Pandu. Tetap aku dan Alexis mengirimkan untuk biaya pernikahan. Lagipula, bisa bikin malu lah kalau aku hanya menggantungkan kepada mertua."


"Kalian itu! Apa sudah oke bulan Juni?" tanya Rama.


"Saya dan Alexis ikut saja. Pasti yang terbaik kalau Oom Rama dan Oom Pandu sudah memutuskan." Antonio menatap ke kedua ayah itu.


"Benar, Sir" timpal Alexis.


"Oom Ramaaaaa..." rengek Antonio.


"Ini kan bulan April akhir awal Mei. Tunggulah sebulan. Kalian bisa menunggu sekian tahun, masa nunggu sebulan tidak bisa?" seringai Rama yang membuat Antonio merasa kesal dengan calon mertuanya.


"Baiklah Oom... Tapi boleh kan kami disini dulu tiga hari bersama dengan Deya dan Veena?" pinta Antonio.


"Boleh tapi tidak boleh macam-macam!" Pandu menatap tajam ke Alexis.


***


Keesokan harinya di jam makan siang, para sepupu Deya dan Raveena berkumpul di restauran pizza Italia favorit Nadira dan Pedro. Sengaja pasangan suami istri itu datang demi melihat keempat calon pengantin itu.


Bayu, Radeva, Arkananta, Valentino, Arabella, Katya, Blaze, Samuel, Mamoru dan Giordano bahkan ikut bersama demi bisa berkumpul dengan para kakak sepupunya.


"Ya Ampun Moru, Gio, kenapa ikut?" celetuk Raveena.


"Mbak Vee apa lupa? Ini kan Sabtu, kita libur lah!" balas Mamoru yang sudah masuk SMP sedangkan Gio baru SD. "Lagipula mommy kasih ijin kok!" lanjut putra Alea Al Jordan Hamilton dan Chris Bradford.


"Daddy dan Eomma juga kasih ijin" sahut Giordano putra Benjiro Smith dan Jang Geun-moon. Mamoru dan Giordano tadi diantar oleh sopir Alea.


"Ya sudah, kita pesan pizza apa nih?" tanya Bayu.


"Half and Half tiga!" seru semua orang disana.


***

__ADS_1


Suasana restoran pizza tampak ramai apalagi putra pemilik restauran, Andriano, ikut bergabung semakin menambah seru suasana.


Andriano atau biasa dipanggil Andy, adalah salah satu sahabat Pedro dan mereka berkenalan sejak awal Pedro masuk FBI dan setelahnya menjadi sahabat.


"Ya ampun, kalian segini saja sudah ramai macam restauran aku kalian ambil alih" kekeh Andy yang tahu Pedro menikah dengan putri chef terkenal. Setelahnya Andy mulai berkenalan dengan sepupu ipar Pedro berkat promosi pizza nya ke keluarga Nadira di New York.


"Ini baru sebagian kecil, Andy" kekeh Bayu sambil memakan pizza-nya.


"Kalian kapan akan menikah?" tanya Andy ke Antonio dan Alexis setelah tadi Pedro dan Nadira bercerita mereka datang dalam rangka apa.


"Bulan Juni" jawab Antonio kalem.


"Double wedding" sambung Alexis.


"Wah seruuu!" ucap para sepupu Raveena dan Savrinadeya.


"Tunggu Antonio Bianchi, apakah kamu tidak terlalu tua untuk Deya?" goda Andy membuat Antonio cemberut.


"Untung kamu sama-sama orang Turin dan ini di New York. Di Turin, habis kau!" ancam Antonio.


"Seriously? Kamu akan membunuh aku?" kekeh Andy.


"Hohoho tidak. Terlalu mudah!"


"Lalu? Apa hukumanku?"


"Dihukum memanen anggur di kebun anggur ku" senyum Antonio.


"Ah, gampang lah...."


"Di musim dingin. Aku belum selesai, Andy" seringai Antonio.


"What the fu***! Kamu ingin aku kena hipotermia?" seru Andy.


"Bagus kan hukuman aku?" kekeh Antonio.


Nadira menowel Savrinadeya. Tunangannya kok makin kesini, makin lucu sih?


Savrinadeya tersenyum. Bang Tomat kan dari dulu memang sudah lucu mbak.


Nadira menggelengkan kepalanya. Tabah kan hatimu Deya, punya suami tua dan semakin lucu.


Savrinadeya terbahak.


***


Yuhuuuu Up Malam Yaaaa


Thank you for reading and support author


Don't forget to like vote and gift


Tararengkyu ❤️🙂❤️

__ADS_1


__ADS_2