
Taman Kota Washington DC
Savrinadeya memilih berjalan-jalan di Southwest Waterfront Park untuk menikmati hari karena hari ini tidak ada perkuliahan. Beberapa dosennya harus menghadiri pertemuan di White House membuat dirinya menikmati keindahan taman kota.
Gadis itu juga sudah memberikan pesan kepada Bayu O'Grady, sang kakak dimana dirinya sekarang. Dan sang kakak memintanya untuk berhati-hati.
Savrinadeya memilih duduk di kursi taman sambil membuka MacBook nya untuk mencari tahu siapa Yunita dan latar belakangnya. Gadis itu memilih untuk mencari tahu di luaran.
📩 Oom Benjiro Smith : apa kamu yakin mau cari tahu?
Sebuah pesan masuk ke ponselnya membuat Savrinadeya tersenyum.
📩 Savrinadeya McCloud : Yakin Oom.
📩 Oom Benjiro Smith : Oom cari tahu yang kamu belum tahu saja ya
📩 Savrinadeya McCloud : Iya Oom.
Savrinadeya memulai membuka latar belakang Yunita. Nama lengkapnya Yunita Endah, putri dari Budi Laksono dan Nurul Asih yang bekerja sebagai pegawai kedutaan Indonesia dan sekarang bertugas di Washington DC. Anak tunggal dan menderita tuna rungu sejak lahir. Sebelumnya mereka berpindah-pindah tugas keliling Melbourne, Kuala Lumpur, Paris dan sekarang disini, di Washington DC.
Harusnya kan tidak ada masalah dengan kepribadiannya tapi kenapa Yunita seperti itu ya. Savrinadeya tampak berpikir. Kalau aku lihat dari kedua orangtuanya, mereka tampak sayang dengan Yunita, bahkan uang jajannya juga banyak mengingat barang-barangnya branded semua.
Savrinadeya dan Devan terbiasa mendapatkan uang jajan secukupnya dari Astuti dan Rama meskipun mereka juga mendapatkan tabungan yang menjadi hak mereka sejak lahir. Apalagi Arjuna dan Sekar sudah mengalokasikan kekayaan mereka untuk keempat cucu mereka dan baru bisa diakses di usia mereka ke 21.
Gadis itu memiliki barang branded juga karena suka tapi juga tidak gegabah untuk khilaf belanja. Savrinadeya meniru cara kakaknya Nadira yang memilih membeli jika perlu dan baru ganti jika sudah rusak. Begitu juga dengan mommynya Astuti yang dikenal sangat perhitungan dengan pengelolaan keuangan meskipun mereka keluarga Sultan.
Savrinadeya mengikuti motto Nadira 'Jika ada yang lebih murah tapi kelihatan mahal, why not, yang penting kan fungsinya sebagai apa'. Jadi meskipun Savrinadeya memiliki barang-barang branded, rata-rata usianya sudah setahun lebih.
Tapi kenapa harus iri? Toh aku lebih suka belanja barang diskon dan itu pun kalau ingin. Savrinadeya kembali berselancar mencari siapa Yunita melalui akun media sosialnya. Seperti para anggota keluarga Pratomo lainnya, Savrinadeya hanya menggunakan akun sosial media Instagram dan isinya hanya foto-foto dengan keluarganya.
"Deya" panggil Bayu yang datang menyusul adiknya.
Savrinadeya menoleh dan tersenyum melihat sang kakak.
Kok keluar? Katanya masih konferensi?
Bayu duduk di sebelah adiknya. "Kabur!"
__ADS_1
Savrinadeya mendelik. Kabur?
"Bosan, Deya jadi aku suruh sekretaris aku lah yang disana. Aku bilang perutku bermasalah jadi harus istirahat daripada bolak balik buang air besar kan?" cengir Bayu ke adiknya membuat Savrinadeya menggelengkan kepalanya.
Ya ampun mas. Kasihan dong sekretaris kamu.
"Lho dia digaji tinggi kan memang untuk acara begini kan? Mas Bayu sih lebih suka menemani adik mas yang cantiknya seperti ini" kekeh Bayu sambil merangkul bahu Savrinadeya dan mencium pelipisnya.
Mas Bayu nakal! Aku bilang ke Oom Abi lho!
"Bilangin saja sono... Paling mas Bayu dijewer."
Savrinadeya menggelengkan kepalanya. Kakaknya satu ini bagaikan gabungan antara Luke dan trio kampret.
"Kamu lagi asyik ngapain?" Bayu melongok ke layar MacBook Savrinadeya. "Kamu mencari tahu siapa itu teman sekamarmu?"
Savrinadeya mengangguk. Dia tipe labil macam anak SMP tapi juga ada tendensi sociopath.
"Are you sure Deya? Eh tapi mas Bayu lupa kalau kamu anak psikologi ya."
Savrinadeya tersenyum manis.
Sosiopat merupakan jenis gangguan kepribadian yang membuat pengidapnya bersikap acuh tak acuh. Umumnya, seorang sosiopat cenderung mempunyai pikiran yang sulit diprediksi dan tidak logis. Lantaran fokus pada diri sendiri, sosiopat sering mengabaikan sekitarnya
Savrinadeya mengangguk. Tanda-tanda seseorang itu tendensi sosiopat bisa didapat jika tiga dari tanda ini termasuk di dalammya.
Tandanya adalah Tidak mempertimbangkan keselamatan diri sendiri atau keselamatan orang lain. Tidak memiliki rasa tanggung jawab pribadi atau profesional, misalnya tidak membayar tagihan tepat waktu atau kesulitan bertahan dalam suatu pekerjaan. Tidak merasa bersalah atau menyesal telah menyakiti orang lain, menunjukkan perilaku agresif dan Tidak menghormati norma atau hukum sosial, sehingga secara konsisten melanggar hukum atau melampaui batas sosial.
"Dan temanmu itu sudah ada tanda disana, tidak merasa bersalah, sedikit agresi ke kamu saat tidak mau memberikan nomor kontak Antonio tapi masih bisa menahannya, tidak langsung frontal yang ngamuk sedemikian rupa dan tidak menghormati norma dengan membuka barang-barang pribadi kamu."
Itulah mas.
"Kamu berhati-hatilah, Deya. Kita tidak bisa memprediksi apa langkah yang akan diambil seseorang jika sudah nekad."
Iya mas.
Sebuah notifikasi email masuk membuat Bayu dan Savrinadeya kembali melihat layar MacBook. Gadis itu lalu mengklik email dari Benjiro Smith dan keduanya tampak terkejut melihat apa yang berhasil diperoleh oleh Oom mereka.
"Astaghfirullah!" ucap keduanya.
__ADS_1
***
Asrama Gallaudet University Washington DC
Savrinadeya masuk ke dalam kamarnya menjelang pukul sepuluh malam setelah sebelumnya menghabiskan waktu bersama Bayu untuk makan malam dan menonton film.
Yunita tampak tidak senang melihat wajah Savrinadeya tampak bahagia, langsung memborbardir dengan berbagai pertanyaan.
Kamu kemana saja? Pergi seharian! Pasti pergi dengan pria kan? Kamu itu memang teman yang tidak mengenakan, Deya. Kenapa tidak mengajak aku sekalian? Hah?
Savrinadeya hanya tersenyum manis. Maaf, tapi kemana, dengan siapa dan ngapain, itu kan hak aku bukan untuk bercerita padamu atau tidak. Gadis itu sedang melepas sepatunya.
Yunita menatap jengkel. Kamu tahu selama kita menjadi roommate, belum pernah kita pergi berdua! Kenapa sih kamu jadi teman yang tidak menyenangkan?!
Savrinadeya meletakkan sepatunya di tempat sepatu. Kalau aku tidak menyenangkan, kamu bisa kok meminta ganti roommate yang lebih menyenangkan daripada aku.
Yunita mendelik. Aku hanya ingin kita bisa akrab tapi kamu yang membuat keadaan tidak nyaman!
Savrinadeya menatap polos ke Yunita. Aku? Aku yang membuat keadaan tidak nyaman?
Yunita mengangguk tegas. Kita sama-sama anak tinggal di asrama. Harusnya senang sedih kita hadapi bersama. Kalau kamu sedang senang, berbagilah dengan ku! Tapi kamu aku minta kontak sepupu mu saja tidak kamu berikan.
Savrinadeya hanya mengangguk. Apa kamu ingin tahu kontak bang Antonio?
"Iyalah!" jawab Yunita gemas. Bukankah itu yang aku minta dari kemarin!
Savrinadeya mengambil ponselnya dan mengirimkan nomor kontak Antonio ke ponsel Yunita yang langsung tersenyum puas.
Kenapa nggak dari kemarin sih? Kalau begini kan enak.
Savrinadeya tersenyum. Aku kan harus meminta ijin ke pemilik nomornya.
Yunita sendiri tanpa membuang waktu langsung mengirimkan pesan ke Antonio.
***
Yuhuuuu Up Sore Yaaaa
Thank you for reading and support author
__ADS_1
Don't forget to like vote and gift
Tararengkyu ❤️🙂❤️