Mengejar Cinta Savrinadeya dan Raveena

Mengejar Cinta Savrinadeya dan Raveena
After The Reception


__ADS_3

Ballroom Intercontinental Barclays Hotel Manhattan New York


Acara resepsi yang diadakan usai acara ijab tampak meriah apalagi para rekan bisnis Rama, Pandu dan Antonio hadir disana. Bahkan mereka berseloroh bahwa keluarga besar klan Pratomo sudah menguasai ballroom sendiri.


Antonio dengan bangga memamerkan istrinya, Savrinadeya, kepada para koleganya. Begitu juga dengan Alexis dan Raveena yang sama-sama mengenalkan kepada rekan bisnis, teman kuliah maupun kolega lainnya.


Tema pesta resepsi pernikahan keempatnya memang mengambil standing party tanpa ada pelaminan karena mereka


Raveena berpamitan pada Alexis untuk mengambil minum dan disaat suaminya menawarkan untuk mengambilkan, gadis itu menolak karena mereka sedang berbincang serius soal bisnis.


Gadis urakan tapi pemilik banyak properti itu mendatangi area minum untuk mengambil sparkling water namun mata hijaunya menatap ke arah Luke, Jayde dan Sadawira yang tampak serius berbicara bertiga. Raveena mengerenyitkan alisnya karena jarang sekali dua sepupunya itu berinteraksi hingga super serius seperti itu.


Memang ada apa sih mereka?


"Kamu kenapa?"


Raveena sedikit terkejut ketika saudara kembarnya menepuk bahunya. "Nggak papa, cuma bingung saja lihat bang Luke ngobrol serius dengan Wira dan Jayde."


Radeva melihat ke arah tiga orang yang disebut oleh Raveena. "Kayaknya bang Luke bertanya mengenai PRC Group Manchester..." .


"Apa urusannya? Bang Luke kan sudah pegang AJ - Bianchi Corp di Tokyo. AJ-BIANCHI tidak pernah ikut campur PRC Group."


"Mbok ya biarin saja. Kan mereka juga jarang bertemu jadi sambil bicara bisnis."


"Tapi Deva, bagaimana dengan Wira. Dia kan anak kedokteran. Apa hubungannya coba?" Raveena menatap Radeva dengan wajah penuh pertanyaan.


"Kan seperti tadi aku bilang, biarin saja. Sudah, mending kamu urus suamimu deh!" kekeh Radeva sambil mencium pipi Raveena.


Setelah Raveena pergi, Radeva menatap tajam ke arah tiga orang itu. Penjualan organ manusia? Dari Singapura ke Manchester? Kalian bertiga terlibat apa? Tidak ada yang tahu kalau Radeva mampu membaca bahasa bibir layaknya penderita tuna rungu. Selain Radeva, Shinichi dan Savrinadeya yang mampu membaca bahasa bibir.


Tiba-tiba Radeva merasa ketiga saudaranya dalam situasi tidak bagus. Aku harus cari tahu !


***


Antonio menatap Savrinadeya terus, mengacuhkan sekelilingnya membuat Leia dan Blaze sebal. Sepupu kandung Antonio itu langsung menjewer telinga pria jangkung itu.


"Astagaa! Reseh kalian berdua! Kenapa telinga aku kalian jewer? Sakit tahu!" hardik Antonio kesal.


"Lihatnya Deya biasa saja! Ingat, masih ada banyak tamu! Jangan bikin yang lain pada indekos, ngontrak dan numpang, Tomat!" balas Blaze galak.


"Yuk Deya, kita langsung ke Paris sekarang! Disini aku dinistakan terus bagaikan anak tiri..." keluh Antonio mendrama.


"Ya sudah sana ke Paris!" sahut Leia. "Kalau nggak mau kena pelotot Oom Rama."


Antonio manyun lalu melirik jam Hublot nya. "Sejam lagi aku dan Deya harus sudah pergi. Pesawat yang membawa kami akan terbang dua jam lagi."


"Kamu naik pesawat apa Tomat?" tanya Blaze.

__ADS_1


"Pesawat pribadi lah, sudah disewakan buat hadiah pernikahan" jawab Antonio jumawa.


"Lha? Siapa yang menyewakan?" tanya Leia.


"Oom Benjiro Smith."


***


Gasendra dan Gemma tampak semakin dekat seolah memproklamirkan hubungan mereka. Ayrton dan Mariana pun tampak menyukai gadis berdarah Italia itu, begitu juga dengan Sean dan Zinnia.


Eagle sendiri dengan telaten memperkenalkan Elane kepada para anggota keluarganya. Para opa dan Oma bahkan langsung auto setuju melihat calon yang dibawa oleh cicit Elang McCloud itu. Namun Eagle meminta agar mereka bersabar karena keduanya masih proses penjajakan.


Gemini dan Michel melihat bagaimana Gemintang menghampiri kedua orang tua dan opa Oma mereka bersama dengan Raj Rao. Setelah tampak berbicara sebentar, keenamnya masuk ke sebuah ruangan dan tampak akan melakukan pembicaraan penting disana.


"Semoga opa nggak kenapa-kenapa, Michel" ucap Gemini ke suaminya.


"Nggak papa. Kan mereka bisa melihat bagaimana Mintang tampak lebih cerah dan bahagia" jawab Michel.


"Iya sih, sudah kembali Mintang sebelum masuk kuliah Singapura dan di Australia."


"Kamu tenang saja. Aku yakin, kedua orang tuamu dan opa omamu lebih mementingkan kebahagiaan adikmu."


Gemini mengangguk.


***


Pasangan beda usia yang cukup jauh itu berpamitan kepada semua anggota keluarga, bahkan Devan sudah mengancam kakak iparnya untuk tidak macam-macam dengan kakak perempuannya.


Setelahnya, keduanya masuk ke dalam mobil yang akan membawa mereka ke bandara JFK dimana pesawat yang sudah disiapkan oleh Benjiro Smith, bersiap tinggal landas.


***


Di dalam pesawat yang membawa Antonio dan Savrinadeya ke Paris.


"Benar kan kataku Deya, kita harus segera kabur karena aku selalu dinistakan dan didurjanakan oleh semua sepupu serta papamu! Benar-benar deh Oom Rama tuh ya! Sudah tahu kamu itu istri aku jadi boleh lah cium bibir kamu, kok malah aku Dila..." suara Antonio menghilang ketika bibir Savrinadeya mencium bibirnya.


Bang Tomat terlalu cerewet!


Antonio mendelik. "Deya! Berani kamu memanggil aku Tomat? Teganya kamu sama suamimu sendiri!"


Savrinadeya tertawa. Kan lebih bagus daripada mie keriting?


"Astaghfirullah Savrinadeya, istriku yang cantik dan menggemaskan. Seriously, janganlah membuat aku semakin merana karena panggilan sesat itu..."


Savrinadeya tertawa geli. Tapi Deya tetap sayang bang Antonio meskipun panggilan sesatnya makanan semua.


"Iya ya... kenapa jadi makanan semua?" gumam Antonio.

__ADS_1


Savrinadeya meletakkan kepalanya di bahu Antonio yang merangkulnya lembut.


"I love you, Deya."


I love you too.


"Tidurlah dulu, kamu lelah kan?" Savrinadeya mengangguk. "Tidur saja, kan perjalanan butuh waktu tujuh jam. Lumayan kan bisa merem."


Savrinadeya pun memejamkan matanya dan tak lama suara nafas teratur terdengar di telinga Antonio. "Selamat tidur istriku."


***


Sore harinya, giliran Raveena dan Alexis yang berpamitan ke semua anggota keluarga Pratomo untuk pergi ke pondok milik gadis itu. Alexis pun tidak keberatan jika mereka menikmati acara honeymoon di sebuah tempat yang jauh dari keramaian.


Justru itu yang dicari.


Keduanya kini sudah masuk ke dalam mobil Range Rover milik Radeva yang dipinjamkan untuk mereka. Alexis yang menyetir dengan bantuan map dan arahan Raveena.


"Kamu nanti jangan kaget ya Veena kalau melihat rumah kita di Turin" ucap Alexis.


"Pasti khas Italia" kekeh Raveena.


"Iyalah, sangat khas Italia karena itu rumah warisan aku dan sekarang menjadi milik kamu karena sudah kujadikan mahar untuk mu."


Raveena terkejut karena tidak menyangka rumah warisan kedua orangtuanya Alexis diberikan padanya.


"Kamu kok nggak sayang memberikan rumah warisan kamu untuk aku?"


"Ngapain sayang, kan kita akan tinggal bersama di rumah itu. Jadi tidak lari kemana kan?" senyum Alexis.


Iya sih.


Satu jam kemudian mereka pun tiba di lokasi pondok milik Raveena. Alexis terpesona dengan suasananya yang sangat dekat dengan alam. "Veena, ini memang lair ( sarang / markas ) buat kita bikin anak."


Raveena memukul bahu suaminya.



Pondok Milik Raveena


***


Yuhuuuu Up Malam Yaaaa


Thank you for reading and support author


Don't forget to like vote and gift

__ADS_1


Tararengkyu ❤️🙂❤️


__ADS_2