Mengejar Cinta Savrinadeya dan Raveena

Mengejar Cinta Savrinadeya dan Raveena
Oom Rama = Scar atau Hades


__ADS_3

Asrama Gallaudet University Washington DC


Savrinadeya tersenyum geli setelah melakukan panggilan video dengan Antonio Bianchi. Sebenarnya dirinya juga sangat terkejut melihat sepupu Leia Bianchi itu mau mempelajari bahasa isyarat dan bilang kalau dia suka padanya.


Bang Antonio kan tampan dan dewasa. Kenapa suka sama aku ya? Tapi Daddy juga tampan dan jauh bisa mendapatkan wanita manapun ... Hanya saja Daddy jatuh cinta dengan mommy. Kata Oma, cuma mommy yang membuat Daddy hilang kebiasaan malas mandinya meskipun sampai sekarang masih suka sembarangan taruh barang dan membuat mommy marah-marah. Savrinadeya tiba-tiba kangen dengan kedua orangtuanya lalu melakukan panggilan video ke Astuti.


Tak lama wajah cantik sang ibu pun muncul di layar MacBook gadis itu.


Assalamualaikum mommy sapa Savrinadeya.


Wa'alaikum salam. Gimana kabar kamu anak cantik? Balas Astuti dengan menggunakan bahasa isyarat.


*Alhamdulillah baik. Daddy kemana mom?


Daddy dan Devan pergi ke RR's Meal. Oom Jendra sedang galau memilih tanaman hias untuk RR's Meal Soho*.


Savrinadeya mengangguk karena tahu Rama dan Devan sama-sama pecinta tanaman dan di waktu senggang, mereka memilih di rumah sambil mencangkok atau membuat varian baru tanaman hias. Tak jarang keluarganya di New York meminta keduanya untuk meminjamkan koleksi tanaman mereka untuk mempercantik ruang kerja maupun gedung - gedung perusahaan keluarga.


Semenjak memiliki Savrinadeya, Rama dan Astuti memilih pindah ke Queens Long Island pinggiran kota New York dan memiliki rumah disana yang cukup luas untuk menampung rumah kaca tanaman Rama. Pria tampan yang wajahnya mirip opanya Elang McCloud, mencintai tanaman karena baginya obat stress dengan padatnya pekerjaan di McC Customs.


Daddy dan Devan kalau sudah soal tanaman, sudah deh! Savrinadeya tersenyum maklum mengingat adiknya, Devan, pun sama saja.


Memang berdua itu paling semangat. Astuti tertawa dengan wajah penuh cinta ke dua pria kesayangannya. Gimana kuliah kamu?


Savrinadeya manyun. Sepertinya aku harus banyak bertanya dengan mbak Zee mom. Kan mbak Zee psikolog anak.


Astuti mengangguk karena meskipun dirinya juga seorang sarjana psikologi tapi memilih bidang pendidikan khusus. Kamu tanya saja sama Zee yang kamu kurang mengerti sebab semakin kemari, jurnal psikologi dan kasus makin berkembang.


Iya mommy. Nanti Deya akan tanya ke mbak Zee.


Astuti melihat di belakang Savrinadeya yang tampak Yunita sedang asyik membuat desain. Bagaimana teman sekamar kamu?


Savrinadeya menoleh ke belakang sebentar lalu kembali ke Astuti. So far fine - fine saja.


Astuti mengangguk. Just be careful karena Daddy mu tampangnya aneh sepulang dari sana.


Savrinadeya tertawa. Daddy kan semua orang dicurigai.


Astuti mengedikkan bahunya sembari tersenyum smirk. Seperti kamu tidak mengenal daddymu saja.

__ADS_1


Savrinadeya tersenyum manis.


***


Mansion Bianchi Turin Italia


Antonio berjalan masuk ke dalam dapur sambil bersiul-siul dengan wajah senang. Percakapannya dengan Savrinadeya memang membuat mood tersendiri hingga sore ini dirinya tampak cerah setelah sebelumnya tampak mendung.


"Bahagia tampak" goda Leia yang sedang membuat juice buah naga saat melihat sepupunya datang.


"Bahagia lah!" balas Antonio.


"Yakin nih si Oom serius dengan Deya?"


"Yakin lah!" jawab Antonio tegas.


"Dengar ya Tomat, untuk bisa masuk ke keluarga Deya itu ada syaratnya."


"Pindah kan?"


"Bukan itu saja Tomat. Kamu memang anggota keluarga Bianchi yang membuat keluarga tidak perlu melakukan screening apalagi semua orang tahu siapa kamu. Dan yang paling berat adalah, menghadapi Oom Rama. Kalau aku melihat, Tante Astuti bukan masalah karena bagi Tante, putrinya mendapatkan pasangan yang mencintai dengan tulus dan menerima keadaan Deya."


"Aku tidak bakalan meragukan keberanian kamu, Tomat. Tapi disini, kita melihat dari sisi kamu dan Oom Rama. Kamu dan Deya memiliki selisih usia yang jauh membuat Oom Rama pasti berpikir banyak tentang hubungan kalian. Gap yang jauh bisa membuat komunikasi kalian kacau. Deya memang bukan tipe cewek yang senang hura-hura atau manja seperti hal anak remaja umumnya tapi dia tetap masih remaja, masih ingin senang-senang. Aku yakin Deya ingin bekerja juga dan kamu tidak bisa menghalangi kecuali memang Deya memilih menjadi ibu rumahtangga."


"Leia, kamu mikirnya kejauhan."


Leia menuangkan juice buah naganya ke dalam gelas. "Setidaknya aku berpikir panjang, Tomat. Kamu kan ingin bersama Deya jadi mulai sekarang, persiapkan mental kamu."


Antonio terdiam mendengarkan ucapan gadis berdarah Jepang, Italia, Jawa dan Korea itu. Masa iya sih Oom Rama segalak itu? Eh tapi biasanya kalau soal anak perempuan, seorang ayah bisa jadi Scar di Lion King atau Hades di Hercules. Antonio menggelengkan kepalanya. Kenapa jadi kebayang film Disney sih?


***


RR's Meal Soho


Rama merasakan hawa dingin melewati tengkuknya yang membuat dirinya sedikt merinding. Siapa ini yang batin aku?


"Elu kenapa bro?" tanya Rajendra yang melihat adiknya tampak aneh.


"Kayaknya ada yang batin gue deh!" gumam Rama ke arah kakaknya.

__ADS_1


"Siapa yang batin elu lagi dik. Paling juga Astuti dan Savrinadeya sedang ngobrolin kamu. Bukannya biasanya weekend begini mereka saling video call?" kekeh Rajendra yang merupakan kakak tiri Rama karena lahir dari beda ibu meskipun kembar.


Ibu Rajendra adalah Lily saudara kembar Sekar ibu Rama. Arjuna, ayah Rajendra dan Rama memang ada cerita tersendiri kenapa bisa bersama dengan dua wanita kembar itu. ( Baca Elang Untuk Rain, Bonchap Arjuna Samudera McCloud ).


"Tapi ini beda mas. Ada yang lain..." eyel Rama.


"Perasaan kamu saja. So, menurut mu bagusnya tanaman yang mana nih untuk tema Minggu ini?" Rajendra pun mengembalikan tujuan utama Rama datang ke restauran milik kakaknya.


"Mungkin. Memangnya tema Minggu ini apa?"


Rajendra dan Rama pun asyik berdiskusi berbagai jenis tanaman hias yang dimiliki Rama untuk ditempatkan sebagai interior ruang makan dan ruang VIP.


***


Devan dan Eagle tampak asyik mengobrol melalui panggilan video di ponsel masing-masing. Kedua saudara sepupu itu memang dekat satu sama lain meskipun jarak usianya agak jauh.


"Gimana Deya tinggal di asrama? Betah kah?" tanya Eagle yang memilih tinggal di London untuk menemani opa dan Omanya.


"Mbak Deya tampaknya betah-betah saja. Cuma mas Eagle tahu sendiri kan kalau Daddy selalu anxiety memikirkan mbakku itu padahal Daddy tidak tahu saja kalau mbak Deya itu kuat sebenarnya di balik casing sok halus gitu" kekeh Devan yang tahu kakaknya sangat jago bela diri dan menembak seperti Omanya, Rain. Bahkan sifatnya pun hampir sama.


"Dev, namanya juga bapak. Memangnya Daddy nggak gitu meskipun mbak Dira sudah dewasa? Kemarin saja mas Pedro ngapelin mbak Dira, Daddy julidnya minta ampun!" gelak Eagle.


"Waduh! Padahal mas Pedro kan jelas-jelas orang baik..." kekeh Devan.


"Tetap saja, Dev."


Devan mencubit dagunya. Alamat siapa yang akan mendekati mbak Deya, harus lewatin syarat dari Daddy berlapis-lapis dah!



Introducing Devan Reeves McCloud dewasa


***


Yuhuuuu Up Pagi Yaaaa


Thank you for reading and support author


Don't forget to like vote and gift

__ADS_1


Tararengkyu ❤️🙂❤️


__ADS_2