Mengejar Cinta Savrinadeya dan Raveena

Mengejar Cinta Savrinadeya dan Raveena
Recehnya Antonio


__ADS_3

Turin Italia, Mansion Bianchi


"Jadi Deya sudah keluar dari kamar itu? Kamar yang bersama cewek psycho?" tanya Antonio saat mendapatkan laporan dari Alexis dan Gemma.


"Sudah, bahkan Signor Rama McCloud sempat melihat Signora Savrinadeya hampir ditampar Yunita" lapor Gemma.


"Kok kamu tahu Gemma?" tanya Antonio dengan wajah geram. Tidak ada yang boleh menyakiti Deya-ku.


"Saya menyusupkan satu pengawal PRC Group yang bertugas membantu kepindahan Signora Savrinadeya jadi bisa merekam semuanya karena CCTV di kamar lama sudah diambil Signora."


"Apakah ini idemu?" tanya Antonio yang merasa tidak berguna sebagai kekasih Deya. Tunggu kapan aku menjadi kekasih Deya? Hiiihhhh gara-gara Leia kecelakaan jadinya aku harus fokus disini!!


"Ide Signor Accardi karena tahu Signor Bianchi harus mengurus Signora Bianchi."


Antonio mengangguk. "Terimakasih Gemma. Gara-gara Leia masuk rumah sakit dan aku harus menahan Oom Luca dan Luke datang, sampai-sampai aku melupakan Deya. Sekarang Deya sekamar dengan siapa?"


"Signora sekamar dengan Signora Linda."


Antonio menghembuskan nafas lega. "Setidaknya Linda lebih baik daripada wanita jadi-jadian itu!"


Alexis dan Gemma saling berpandangan. Wanita jadi-jadian? Valak gitu?


***


Gallaudet University, cafetaria


Savrinadeya dan Linda sedang menikmati makan siang ketika Yunita datang menghampiri mereka berdua.


Kamu memang keterlaluan Deya! Main pergi tanpa memberikan hadiah perpisahan!


Savrinadeya dan Linda melongo. Hadiah perpisahan apa? tanya Linda yang menatap Deya dan Yunita bergantian.


Iyalah! Kamu itu harus memberikan Antonio Bianchi padaku!


Savrinadeya memegang pelipisnya. Bukannya nomor ponsel bang Antonio sudah aku berikan? Bang Antonio bahkan sudah lama tidak menghubungi aku. Jadi kamu pikir saja sendiri!


Wajah kemenangan tampak di raut muka Yunita. Baguslah kalau bang Antonio sudah tidak mau berhubungan dengan kamu karena memang kamu cewek tidak ada harganya ! Usai mengucapkan itu Yunita menatap Savrinadeya dengan mata licik. Baru satu Deya, setelahnya ayah kamu. Lumayan kan aku punya banyak pria-pria kaya yang semuanya adalah milik kamu yang akan menjadi milikku. Aku maafkan karena bang Antonio sekarang menjadi milikku.


Yunita lalu berjalan meninggalkan Savrinadeya dan Linda yang hanya diam saja sambil memamerkan tas Hermès Birkin nya.


Deya, apa yang akan terjadi jika dia tahu kamu yang membelikan tas itu? Linda menatap cemas ke Savrinadeya.


Yang jelas, dia akan semakin parah bipolarnya. Savrinadeya tersenyum menenangkan Linda. Sudah, tidak apa-apa. Uangku juga tidak habis kok kalau hanya mengeluarkan biaya kemarin.


Linda cemberut. Deya, total kemarin itu sama saja biaya separo kuliah kita setahun! Dan aku mendapatkan baju banyak darimu!

__ADS_1


Savrinadeya tertawa. Sudah, pakai saja. Kalau ibumu bertanya, bilang saja bayaran membantu temanmu ini.


Linda hanya menggelengkan kepalanya. Aku tahu kamu anak Sultan tapi kok yaaa...


Savrinadeya terbahak. Sudah tenang saja!


***


Washington DC Dua Minggu Kemudian


Antonio sudah tidak sabar untuk menemui Savrinadeya setelah dirinya memilih pergi sejenak dari gegeran dengan Dante Mancini. Lama-lama aku tambah stress dengan Mancini tukang ngeyel itu!


Pria Italia itu sudah membaca semua chat antara Yunita dan Gemma dimana isinya semua menjelekkan Savrinadeya. Enak saja main jelek-jelekin gadisku yang cantiknya seperti itu!


Antonio sudah mengirimkan pesan ke Savrinadeya kalau dirinya berada di apartemen dekat dengan kampusnya dan meminta agar gadis itu datang kesana. Bisa berabe kalau aku datang ke kampus dan si cewek abal-abal itu melihat aku bersama Deya. Dia bisa melakukan apa saja ke gadis ku meskipun aku tahu Deya bisa menjaga diri.


Pria itu lalu mengambil sekaleng bir yang tersedia di kulkasnya. Tunggu, kalau aku memang serius dengan Deya... Berarti... Wajah Antonio memucat. Aku harus khitan?!


Habis dooongggg!


***


Kamar Savrinadeya dan Linda Asrama Gallaudet University


Savrinadeya tersenyum membaca pesan dari Antonio bahwa dirinya ada di gedung apartemen yang berada dekat dengan kampusnya. Pria itu meminta agar dirinya datang ke sana sore ini dan kemungkinan besar menginap di apartemen Antonio.


Gadis itu cekikikan membaca pesan dari pria yang usianya jauh diatasnya tapi kelakuan recehnya mirip dengan trio kampret.


📩 Bella Savrinadeya : Iya bang. Nanti aku nginap kan mumpung Sabtu.


📩 Bang Antonio : Terimakasih sayangku.


Savrinadeya hanya tersenyum geli membaca pesan receh plus gombalan Antonio. Meskipun dirinya merasa jauh gap usianya tapi entah kenapa Antonio Bianchi bisa mengimbangi perbedaan usia mereka. Malah bang Antonio lebih receh kayaknya.


Gadis itu lalu mengambil duffle bag Pradanya dan mulai memasukkan baju-bajunya. Dirinya merasa senang ada teman mengobrol karena Linda sedang pulang bertemu dengan ibunya di Virginia.


***


Yunita melihat Savrinadeya keluar gerbang kampus dengan membawa duffle bagnya. Apakah dia akan kembali ke New York? Entah kenapa Yunita ingin mengikuti gadis itu. Bergegas gadis itu memakai jaketnya dan menyambar dompet serta ponselnya. Dirinya tidak mau kehilangan jejak Savrinadeya.


Setibanya di gerbang kampus, Yunita kehilangan jejak Savrinadeya. Damn it! Yunita pun celingukan mencari tahu dimana gadis itu dengan bertanya ke beberapa mahasiswa disana.


Savrinadeya? Anak junior psikologi yang cantik itu? tanya seorang mahasiswa yang membuat Yunita cemberut karena Deya dibilang cantik. Tadi dia memesan Uber. Kalau kemana, aku tidak tahu.


Yunita menghentakkan kakinya pertanda dia kesal. Brengseeekkk!

__ADS_1


***


Apartemen Antonio Bianchi


Savrinadeya tiba di lantai dua apartemen Antonio Bianchi dan memencet bel apartemen pria itu.


Antonio membuka pintu dan tersenyum lebar ketika melihat siapa yang datang. "Masuk Deya."


Savrinadeya pun masuk ke dalam apartemen dua kamar yang tertata rapi. Khas maskulin tampak terlihat disana dan Antonio menunjukkan kamar tempat Deya akan menginap.


"Gimana? Suka kamarnya?" tanya Antonio saat membuka pintu kamar tidur tamunya.



Suka bang. Cantik sekali. Savrinadeya tersenyum senang melihat betapa ada iMac disana.


"Kalau kamu bosan di asrama, kamu boleh kok nginap sini. Nanti Abang kasih kunci dan kode password nya." Antonio menatap lembut ke Savrinadeya. "Makanya Abang mengajak kamu menginap disini, biar perkenalan dengan kamar kamu."


Savrinadeya tertawa mendengar ucapan Antonio yang terdengar receh.


"Kamu sudah makan? Kalau belum, kamu mau makan apa?" tanya Antonio.


Aku ingin Italian.


"Ya ampun Deya, apakah kamu lupa kalau abangmu ini orang Italiano? Sudah disana makanannya pasta, disini kamu mintanya makanan Italia pulak! Aku bosan Deya..." rengek Antonio dramatis.


Savrinadeya tertawa. Ya sudah, Chinese food ya? Aku ada langganan yang halal.


"Nah, much better..."


Atau masakan Melayu?


"Terserah, asal tidak Italiano lah!" ucap Antonio


Savrinadeya mengangguk lalu mengambil ponselnya untuk memesan makanan. Betapa terkejutnya gadis itu ketika membaca pesan dari Yunita.


📩 Yunita : Lihat aku bersama dengan siapa?


Kok bisa?


***


Yuhuuuu Up Siang Yaaaaa


Thank you for reading and support author

__ADS_1


Don't forget to like vote and gift


Tararengkyu ❤️🙂❤️


__ADS_2