
Restauran Pizza New York
Raveena tersenyum ke arah Alexis yang masih tampak kikuk bersama dengan para sepupunya. Gadis cantik itu memegang lengan tunangannya sembari mengerjap-ngerjapkan matanya.
"Apa Veena?" tanya Akexis.
"Manggilnya jangan pakai Signor dan Signora ya? Kan sudah mau jadi ipar. Macam Gabriel dong manggilnya sudah nama."
Alexis tersenyum lembut ke Raveena. "Iya. Suka cincinnya?"
Raveena mengangguk sambil tersenyum. "Warnanya sama dengan warna matamu..."
"Sengaja, biar selalu ingat warna mata ku..." Alexis menoleh bersama dengan Raveena melihat para sepupunya memperhatikan interaksi mereka.
"Seriously, apa perlu besok Juni kita lanjutkan acara penggagalan unboxing?" goda Bayu ke arah sepupunya yang lain.
"Wajib lah itu mas!" seru Arkananta dan Valentino semangat.
"Kalian berdua itu kalau mau uwu-uwu, jangan disini! Masih ada banyak orang!" omel Arabella kesal.
"Memang kenapa? Ara kan ada Arka. Sudah sana uwu-uwu sama dia" balas Raveena judes.
"Lu orang ya, mau nikah makin lebay!" balas Arabella.
"Suruh tuh Arka lamar kamu!" sarkasme Raveena.
"Lu kan yang duluan nodong Bang Alexis suruh nikahin elu karena elu dah cabut dari FBI!"
Dua gadis bar-bar itu saling berpandangan judes membuat para pria disana hanya bisa menggelengkan kepalanya.
"Ara... " panggil Arkananta.
"Mas Arka! Lihat Veena !" rengek Arabella.
"Veena baik-baik saja kok" balas Arkananta santai.
"Idiihhhh! Yang bilang Veena kenapa - kenapa itu siapaaa! Lihat, mukanya njelehi!" Arabella menarik lengan baju Arkananta.
"Dari dulu kan mukanya Veena memang njelehi, masa kamu nggak hapal" kekeh Arkananta membuat Raveena menatap judes ke putra Bima Baskara dan Arimbi Giandra itu.
Antonio yang melihat keributan keluarga Savrinadeya dan tampaknya para anggota keluarga lain pun tidak ada mau memisahkan, hanya bisa menggelengkan kepalanya. Benar-benar keluarga kacau tapi saling sayang.
Savrinadeya menatap Antonio yang tampak tersenyum sambil meminum coke nya. Abang kenapa?
Antonio menoleh saat Savrinadeya mengajaknya berbicara dengan bahasa isyarat. Abang tidak apa-apa, hanya geli saja lihat mereka ribut.
__ADS_1
Savrinadeya tersenyum. Kan Abang sudah lihat di acara pernikahan yang selalu rusuh.
"Kamu benar Deya" ucapnya sambil mengelus kepala gadis itu.
"Ya elah, ini lagi!" gerutu Devan.
"Nggak usah ngiri Dev, nganan saja" timpal Valentino.
"Dih! Mas Valentino sukanya begitu!" cebik Devan, adik Savrinadeya.
"Rencana bulan Juni. Mau dimana?" tanya Bayu untuk mengurangi kerusuhan.
"Tergantung Oom Rama dan Oom Pandu. Aku sama Alexis tinggal transfer" jawab Antonio songong membuat Bayu, Valentino, Arka, Devan, dan Andy ingin menjitak kepala keluarga Bianchi Turin itu.
"Deya, apa kamu yakin mau menikah dengan Oom - oom lucu ini? Stress kamu lama-lama" bujuk Bayu yang membuat Savrinadeya cekikikan.
"Setidaknya tho Bay, ada yang bisa ngerem Tomat" timpal Nadira.
"Maksudnya apa Dira?"
"Tomat nggak bakalan berani macam-macam, soalnya Deya bisa ninggalin dia, secara kan dia masih muda sedangkan Tomat sudah berumur se mas Pedro..." cengir Nadira ke arah Antonio yang manyun.
"Benar tuh Dira. Aku bisa lho membujuk Deya pergi dan akan aku kenalin ke dokter-dokter muda tampan" timpal Blaze.
"Beneran ya, sepupunya Leia dan Luke itu, durjana semua padaku! Sebenarnya aku tuh salah apa sih?" protes Antonio.
"Sebenarnya intinya, elu memang enak dinistakan" cengir Blaze.
"Gue yakin, anak lu akan lebih bar-bar dari Eli Bee!" cebik Antonio ke sepupu kandungnya.
"Kalau itu tidak perlu diragukan" jawab Samuel kalem.
"Deya, besok anak kita jangan bar-bar ya?" pinta Antonio ke Savrinadeya.
"Kalau soal gen, aku tidak yakin. Ingat Deya keturunan Elang McCloud dan Rain Reeves, Mommynya waktu hamil dia, banting bokapnya Shinchan... Jadi, keinginan kamu tidak mungkin terkabul..." kekeh Bayu. ( Baca Love and Revenge of Mr Mafia ).
"Kalau Raveena sama Alexis, yakin anaknya bakalan kuat gen Blair dan O'Grady nya. Oom Pandu itu kalem tapi ingat Tante Reana keturunan siapa" timpal Valentino.
"Yup perpaduan Ogan dan Opa julid, Abimanyu Giandra dan Edward Blair ditambah pasangan mereka Adara Utari dan Yuna Pratomo. Wis... Bubrah! Omanya saja Kaia Blair yang bikin gosong orang... harafiah!" sambung Arkananta yang masih sepupu kandung dengan Raveena, Bayu dan Radeva.
"Bikin gosong orang? Serius?" seru Antonio, Alexis, Katya dan Andy. ( Baca My Rey Edisi Bonchap ).
"Serius! Ada semua di jurnal keluarga" jawab Arabella.
"Gimana ceritanya?" tanya Pedro.
__ADS_1
Arkananta, Arabella, Valentino, Raveena dan Radeva bergantian bercerita membuat anggota keluarga lainnya melongo tidak percaya. Mereka juga menceritakan bagaimana generasi keempat lainnya mengobrak Abrik Dubai. ( Baca My Cold Chef ).
"Astagaaa... keluarga kalian itu! Lebih mafia rupanya!" celetuk Andy.
"Tapi kami tidak bertindak jika tidak disenggol duluan. Kalian kan tahu kami keluarga bagaimana" senyum Bayu.
"Eh Bay, kata Garvita, Gemma sama Gasendra ya?" celetuk Nadira.
"Iya tuh! Reseh Sendra, sekretaris ku diambil!" sungut Bayu. "Untuk kali ini, salah Sendra pokoknya! Padahal Gemma itu sudah sesuai dengan kriteria sekretaris yang aku cari... tapi ya namanya mereka saling suka, masa aku halangi?"
"Semoga kamu dapat gantinya yang jauh lebih kompeten dari Gemma" ucap Blaze.
"Thanks Bee."
***
Dua hari terakhir digunakan Antonio dan Savrinadeya untuk menghabiskan waktu bersama di rumah sakit. Pria itu melihat bagaimana gadisnya bekerja sebagai konselor anak-anak berkebutuhan khusus. Antonio sedikit tidak enak pada Savrinadeya yang harus meninggalkan pekerjaan yang disukainya.
Siang ini Antonio dan Savrinadeya makan siang di kantin rumah sakit. Pria itu menatap serius ke tunangannya.
"Deya, apa kamu tidak apa-apa meninggalkan pekerjaan yang kamu sukai disini?" tanya Antonio.
Tidak apa-apa bang. Mbak Leia bilang ada lowongan di rumah sakit internasional Turin, info dari bang Dante. Dan aku akan mencoba melamar disana. Tapi kalau aku tidak keterima, ya aku bantu Abang di perusahaan anggur. Kan aku anaknya pak Rama, keponakannya Pak Rajendra pemilik RR's Meal yang sudah tahu soal anggur dari kecil. Savrinadeya menatap lembut ke Antonio membuat pria itu tampak terharu mendengar penjelasan gadisnya.
"Ya ampun Deya, Abang jadi pengen nangis saking terharunya..." Antonio mengusap air matanya yang menitik.
Savrinadeya melongo. "Bang..."
"Apa Deya..."
"Kok Abang makin lucu sih?" kekeh Savrinadeya.
"Haaaaahhh?"
Abang semakin menggemaskan!
"Kan Abang menyesuaikan diri dengan kamu, biar awet muda, Abang harus lucu lah!" jawab Antonio jumawa.
Savrinadeya tertawa geli.
***
Yuhuuuu Up Siang Yaaaa
Thank you for reading and support author
__ADS_1
Don't forget to like vote and gift
Tararengkyu ❤️🙂❤️