MENGUBAH TAKDIR ARA'

MENGUBAH TAKDIR ARA'
EPISODE 10 MASIH MEMENDAM


__ADS_3

🌸🌸🌸🌸


Kring...kring....


Panggilan telpon dari Rendra.


“Assalamualaikum.”Ucap Rendra.


“Wa'alaikum salam.” Jawab Reza di seberang telpon.


“Udah bangun za.” Ucap Rendra.


“Dari tadi subuh.”Jawab reza.


“Wihhhh ada perubahan nih.” Goda Rendra.


“Yee... emang aku selalu bangun cepat.Ada apa telpon pagi-pagi begini.”Tanya Reza.


“Aku Cuma mau bilang hari ini Ara mau pulang.” Rendra memberitahu Reza agar mereka bisa menyelesaikan masalahnya sebelum Ara pulang.


“Apa?” bukannya besok?” Sontak Reza kaget mendengarnya.


Nggak tau,tiba-tiba mau pulang.Kalau nggak mau dia pergi lagi lebih baik kamu ke sini sekarang.” Saran Reza.


“Ok...aku ke sana sekarang.” Mematikan telpon lalu bersiap-siap menuju rumah Rendra.


Tanpa pikir panjang Reza menuju rumah rendra,tidak ingin kehilangan kesempatan untuk bertemu Ara dan tidak ingin Ara pergi tanpa ada penjelasan apa pun.


Tok...tok....tok....


“Siapa yang datang sepagi ini ?” Tanya Ara yang sedang berada di meja makan untuk sarapan.


“Nggak tau juga.”Jawab rika berpura-pura tidak tau.


“Biar aku buka.”Sambung rendra yang sengaja ingin memancing Ara untuk keluar.


“Nggak usah Ren,biar aku aja yang buka ini juga udah selesai sarapan,kamu lanjut makan aja.” Beranjak dari kursi menuju sumber suara.


“Re...reza,kok datang sepagi ini.”Ara kaget melihat orang yang datang itu Reza.


“Iya..emang kenapa kalau aku datang sepagi ini.” Ucap Reza masih datar,agar tidak ketahuan bahwa sebenarnya dia sudah tidak sabar untuk bertemu Ara.


“Hmmm nggak apa-apa,kamu masuk aja,Rendra lagi sarapan di dalam.” Balas Ara dengan muka datar.


“Aku nggak cari rendra.” Reza menatap ke arah Ara.

__ADS_1


“Terus cari siapa?” Ara membuang pandangannya,tidak mempedulikan Reza yang menatapnya sejak tadi.


“Yang sekarang berdiri di depan aku.” Masih menatap Ara.


“Aku...kenapa cari aku,ada urusan apa?.” Ara berjalan menuju kursi yang ada di ruang tamu.


“Ara.” Reza menarik tangan,tanpa sengaja mereka saling bertatapan.


“Ada apa?”Ara melotot pada Reza,berusaha tegas agar tidak terlihat grogi.


“Sampai kapan kamu menghindari aku Ra?” Tatap Reza.


“Menghindar,siapa yang menghindar bukannya biasanya kita memang seperti ini.” Ara melepaskan pegangan Reza lalu duduk di kursi.


“Azzahra widya putri,itu nama lengkap kamu kan.” mengikuti Ara duduk di hadapannya.


“Dari mana kamu tau?” Ara ingi tua penyebab Reza bisa menyadari kehadirannya.


“Foto yang ada di dompet kamu.” Tatap Reza.


“Kamu liat isi dompet aku,nggak sopan liat barang orang tanpa izin.” Ara merasa kesal dengan Reza.


“Aku nggak sengaja liat Ara,sebenarnya dari tadi kamu menghindari aku kan?” Tanya Reza lagi yang masih menatapnya.


“Nggak...perasaan kamu aja.” Ara masih berusaha menghindar.


“Ok...mau kamu apa sebenarnya,datang ke sini sepagi ini ketemu aku.” Ara mulai menatap mata Reza.


“Aku butuh penjelasan kamu,kenapa kamu tidak memberi tahu aku tentang siapa kamu dari awal.” Terlihat dari tatapannya Reza sangat merindukan Ara.


“Harusnya tanpa aku beritahu kamu sudah bisa mengenali aku dari awal.” Ara menatap penuh amarah.


“Bagaimana aku bisa mengenali kamu kalau kamu sudah banyak berubah?” Reza pun mulai kesal dengan Ara.


“Ok lah aku berubah dari segi penampilan tapi aku rasa sikapku yang dulu masih sama.” Ucap Ara.


“Iya aku sempat memikirkan itu makanya aku selalu menganggu kamu,tapi kalau di pikir-pikir lagi itu mungkin bukan kamu melihat kamu yang jutek sama aku."Ucap Reza membela diri.


“Kenapa bukan?” Tanya Ara.


“Karena memang beda Ra’,sekarang kamu itu jutek sama aku bahkan seperti tidak ingi melihat aku jadi bagaimana aku mau bilang sama kamu.” Ucap Reza lagi mencoba memberi pengertian pada Ara.


“Alasan.” Ara tidak ingin mendengar penjelasan Reza.


“Ra...sampai kapan kamu bersikap seperti ini sama aku.Sudah bertahun-tahun kita tidak ketemu dan sekarang kamu malah seperti ini.”Menatap dan memegang tangan Ara.

__ADS_1


“Apa bedanya kita ketemu dengan tidak ketemu Za ? toh kamu sekarang sudah bahagia.” Ara membalas menatap Reza,ada emosional di dalam dirinya yang tidak bisa di ungkapkan.


“Menurut kamu aku bahagia?” Tatap Reza swngan penuh arti.


“Iya,buktinya kamu begitu baik-baik saja dengan semua wanita yang kamu pacari itu.” Ara mulai emosional seolah ingin memberitahu perasaannya melihat sikap Reza saat awal bertemu dirinya.


“Aku tanya sekali lagi,apa kamu benar melihat aku bahagia.” Kali ini Reza menatap tajam ke arah Ara.


“Iya.” Ara membuang pandangannya,begitu kesal dengan Reza.


“Aku minta maaf Ra,kalau aku ada salah sama kamu.” Reza melepaskan genggamannya.


“Nggak ada yang perlu di maafkan,aku pikir kamu sudah melupakan aku Za?” Ucap Ara dengan sedikit menahan air matanya yang sedari tadi ingin iya tumpahkan di hadapan Reza.


“Sama sekali aku nggak pernah melupakan kamu Ra,malah sebaliknya aku selalu menunggu kabar dari kamu selama ini.” Reza mengungkapkan perasaannya selama dia tidak bertemu Ara lagi.


“Terus kenapa kamu nggak pernah ada kabar?” Ara pun ingin tau alasan Reza tidak ada kabar.


“karena saat itu di bandara kamu seperti tidak ingin aku menganggu kamu lagi.” Jelas Reza.


“Dan benar kamu tidak mengganggu aku.” Ucap Ara yang merasa Reza tidak pernah berusaha berjuang untuknya.


“Sebenarnya mau kamu apa sih Ra,aku bingung.” Reza tidak mengerti apa yang di inginkan Ara.


“Nggak perlu bingung,hari ini juga aku akan pulang.” Ara marah melihat Reza yang masih saja tidak bisa mengerti dirinya.


“Ra,setelah bertahun-tahun kita baru ketemu.Sekarang kamu mau pergi lagi,belum cukup beberapa tahun ini kamu menyiksa aku.” Wajah Reza berubah sedih,dia tidak ingin Ara meninggalkannya lagi.


“Menyiksa apa sih Za,bukannya semuanya baik-baik saja.” Ara pura-pura tidak mengerti maksud Reza.


“Tidak baik Ra karena selama ini aku selalu menunggu kamu untuk berdiri di depan aku seperti ini dan untuk semua perempuan yang aku pacari selama ini,itu hanya untuk mengisi ke kosongan aku saja,tidak lebih.” Reza masih menatap Ara dengan lembut dan penuh perasaan,hal yang tidak pernah dia lakukan pada perempuan lain yang selama ini di pacarinya.


“Terus sekarang?” Ara seakan menantang Reza.


“Aku akan meninggalkan mereka asalkan kamu mau jadi pacar aku satu-satunya.” Ucap Reza serius.


“Hahaha....bagaimana aku bisa percaya pada playboy seperti kamu.” Ucap Ara tertawa mendengar penuturan Reza.


“Aku serius Ra,aku akan buktikan itu.” Reza kembali menggenggam tangan Ara,menatap lekat perempuan yang ada di hadapannya itu.


“Kalau begitu buktikan Za,aku nggak butuh kata-kata." Sementara Ara hanya ingin Reza membuktikan ucapannya.


“Ok...kita liat nanti.” Reza mengucapkannya dengan penuh percaya diri.


Ara melihat ke arah jarum jam “Hmmmm udah siang aku mau ke bandara.” lalu ke kamar mengambil koper.

__ADS_1


‘Biar aku antar Ra.” Reza menawarkan diri sekaligus ingin menghabiskan waktu bersama Ara meski hanya sekedar ke bandara.


“Baiklah...anggap saja ini demi sahabatku.” Ara mulai kembali bersikap baik pada Reza.


__ADS_2