
🌸🌸🌸🌸
SATU BULAN YANG LALU
Sebelum meninggalkan kafe Dara sempat berbicara pada Reza bahwa dirinya telah putus dengan Tio,namun hal itu di abaikan Reza karena terlalu fokus pada Ara dan Mirza.
Awalnya Dara merasa kesal namun Dara tau bahwa Reza masih memiliki perasaan padanya sehingga Dara terus berusaha mendekati Reza agar mereka bisa balikan,”Za aku minta maaf karena telah menyakiti kamu kemarin tapi sekarang aku sadar bahwa kamu itu tulus sayang sama aku.”Rayu Dara yang duduk di depan meja  dengan memegang tangan Reza.
Reza hanya terdiam melihat tingkah Dara yang mulai merayunya tapi sakit yang Reza rasakan saat Dara mengkhianatinya membuat semua itu tidak mudah,”Oh jadi karena Tio sudah mengkhianati kamu jadi kamu ingin kembali sama aku.”Ucap Reza  menyunggingkan bibirnya.
“Nggak Za,aku benar sayang sama kamu dan aku sadar bahwa bersama Tio itu adalah kesalahan.”Tatap Dara dengan wajah sedikit memelas berharap Reza akan percaya pada bujukannya itu.
“Lebih baik kamu keluar Dar,aku malas membahas ini kantor dan masih banyak yang harus aku urus.”Ucap Reza berlalu pergi meninggalkan Dara.
Dara hanya terdiam melihat punggung Reza dari jauh,”Hmmmm kali ini kamu masih bisa cuekin aku Za tapi aku yakin pasti bisa menaklukkan hati kamu lagi.”Batin Dara.
Reza yang suntuk dan lelah mencoba menenangkan diri sendiri di atap kantor,memikirkan tentang perasaannya yang memang masih ada untuk Dara tapi penghianatan Dara membuatnya sulit untuk menerima Dara kembali selain itu bayangan wajah Ara yang selalu muncul di pikirannya.Ada rasa takut jika Ara benar-benar bersama Mirza karena Reza sangat yakin jika mereka bersama pasti Ara akan bahagia maka Reza pun sudah tidak ada harapan bersama Ara.“Aaaaaahhh...kenapa harus seperti ini.”Reza mengacak-acak rambutnya.
Tidak lama masuk chat dari Ara,”Za,kamu baik-baik aja kan soalnya belakangan ini kamu seperti banyak pikiran.”
__ADS_1
Reza makin merasa bersalah pada Ara yang benar-benar bisa mengrti dan paham tentang ke adaan nya tanpa harus di berbicara.”Aku baik Ra,kamu nggak perlu menghawatirkan aku.”Balas Reza.
“Ok...tapi kamu jaga kesehatan ya,maaf belakangan ini aku sibuk jadi nggak sempat hubungi kamu.”Balas Ara.
“Iya,ma kasih Ra.”Balas Reza.
“Aku harus bagaimana Ra,kamu begitu tau dan mengerti aku tanpa harus aku bilang sama kamu,hanya kamu yang bisa mengerti aku Ra tapi aku masih seperti ini Ra.belum bisa membahagiakan kamu dengan masih menghadirkan Dara di hati aku Ra,semoga saat semuanya bisa aku selesaikan masih ada kesempatan untuk kita bersama Ra.”Batin Reza.
DUA MINGGU KEMUDIAN
Reza kini berhasil menyelesaikan permasalahan di kantor,untuk merayakan keberhasilannya Reza mengadakan pesta dan mengundang semua karyawan untuk datang ke rumahnya termasuk Dara.
Dara yang memperhatikan Reza sejak tadi senyum-senyum sendiri sudah paham bahwa yang sedang chat dengan Reza itu pasti Ara,”Kamu boleh tersenyum sekarang Za dan Ara masih bisa menghubungi kamu tapi saat kamu kembali sama aku,semua itu tidak akan terjadi.”Batin Dara menyunggingkan bibirnya.
Ternyata Dara sudah menyiapkan rencana untuk menjebak Reza agar kembali padanya,melirik kanan kiri untuk memastikan tidak ada yang melihatnya lalu dengan cepat dia memasukkan obat kedalam minuman Reza.
Sambil tersenyum Dara berjalan ke arah Reza memberikan minuman yang sudah di persiapkan sejak tadi,”Ini minumannya Za.”Ucap Dara.
“Iya ma kasih Dar.”Ucap Reza tersenyum.
__ADS_1
Sementara Dara terus memperhatikan Reza dengan minumannya sampai minuman itu habis,sesuai rencana Dara.Beberapa saat setelah Reza mengabiskan minumannya,semua karyawan mulai berpamitan pulang.
Terlihat Reza mulai memegangi kepalanya,merasakan pusing.Dara yang sudah mengetahuinya bersiap membantunnya masuk ke dalam kamar dan membaringkannya di kasur.Melihat Reza yang sudah tidak sadarkan diri membuat Dara lebih mudah melancarkan aksinya untuk menjebak Reza.
Menjelang pagi Dara sudah terbangun dengan tersenyum lalu melirik ke arah Reza yang masih tertidur.melihat ada pergerakan dari Reza membuat Dara memutuskan berpura-pura tidur.
Reza yang baru bangun dan merasa pegal melirik ke arah Dara dan kaget,”Dara...kok kamu bisa di sini? Tanya Reza memperhatikan Dara yang seperti tanpa busana tapi dia tidak bisa mengingat apa pun.
Dara membuka matanya berpura-pura tidak tau apa-apa,”Reza,apa yang kamu lakukan sama aku.Kenapa aku bisa sama kamu di sini.”Ucap Dara berpura-pura menangis melihat tubuhnya yang seakan tanpa busana tapi sebenarnya hanya pakaian luarnya saja yang terbuka.
“Dara...kamu jangan menangis,lebih baik kamu pakai baju kamu di dalam nanti kita bicara sekalian kamu bersih-bersih dulu.”Ucap Reza beranjak keluar dari kamar.
Merasa sudah aman dan memastikan Reza sudah keluar,Dara lalu melompat kegirangan karena Rencananya berhasil,”Akhirnya kamu jadi milik aku Za dan kali ini kamu tidak akan mengelak,aku sangat tau pasti kamu akan merasa bersalah dan akan bertanggung jawab meskipun kamu tidak sadar apa yang sebenarnya terjadi di antara kita.”Batin Dara.
Reza yang pusing dan mencoba mengingat-ingat apa yang terjadi tapi tetap saja dia tidak menemukan jawabannya,sekali lagi bayangan wajah Ara terbayang di pikirannya namun dia tidak bisa lari dari kenyataan bahwa dia dan Dara sudah tidur bersama sehingga dia harus bertanggung jawab.”Hmmmm  jika memang ini sudah jalannya maka aku harus tanggung jawab,mungkin tidak ada salahnya karena aku juga masih ada perasaan dengan Dara.maafkan aku Ra.”Batin Reza.
Berawal dari kejadian itu sehingga Reza menerima Dara kembali,mereka terlihat bahagia membuat Reza melupakan Ara dan memberi jarak di antara mereka karena sepertinya Dara sangat tidak suka melihat Reza komunikasi dengan Ara.Â
Reza menuruti keinginan Dara tapi tidak sepenuhnya karena saat tidak bersama Dara,dia masih menghubungi Ara secara diam-diam.meski begitu Reza tidak bisa membohongi Ara karena seperti biasanya Ara akan sadar tanpa harus dia bilang.
__ADS_1
Â