MENGUBAH TAKDIR ARA'

MENGUBAH TAKDIR ARA'
EPISODE 24 DUA PRIA BAIK UNTUK ARA


__ADS_3

🌸🌸🌸🌸


Reza berjalan begitu terburu-buru untuk ke rumah sakit, menjemput Ara yang sudah sembuh dan di izinkan pulang.langkahnya terhenti di depan pintu ketika melihat Maya dan Mirza sudah di kamar Ara,merapikan pakaiannya.


Reza memutar badan ingin pergi namun terdengar suara Ara memanggilnya,”Reza.”Panggil Ara.


“Iya.”Reza berbalik kembali menatap Ara dari kejauhan memasang senyum seakan terpaksa.


“Kenapa tidak masuk.”Tanya Ara.


“Ini mau masuk.” Ucap Reza melangkah masuk ke kamar.


“Terima kasih Za udah mau datang menjemput aku juga.”Ucap Ara tersenyum senang melihat Reza.


“Iya,Ra.tadinya aku pikir tidak ada yang jemput jadi aku datang tapi ternyata kak Maya dan Mirza sudah di sini.”Ucap Reza kikuk.


Maya hanya tersenyum melihat Reza sekilas melirik Mirza,maya melihat perasaan Reza dan Mirza begitu besar pada Ara.”kalau begitu kita bareng aja ke rumah Ara,biar nanti Reza yang jaga di rumah karena kami ada urusan sebentar.Tidak masalah kan Reza ???” Ucap Maya.


“Tidak masalah kak kebetulan aku juga masih free.”Reza tersenyum.


“Ok semuanya sudah beres ayo kita pulang.”Ucap Maya.


DI RUMAH ARA


Mobil Mirza berhenti di depan Rumah Ara sementara Reza langsung menjemput Ara turun dari mobil Mirza.”Maaf ya Ra kami hanya bisa antar sampai di sini soalnya mendadak ada urusan.”Ucap Maya.


“Iya kak,justru aku terima kasih udah di antar pulang.”Ucap Ara tersenyum.


“Ya udah kakak dan Mirza pamit nanti ke sini lagi.”Ucap Maya melambaikan tangan.


Ara membalas lambaian maya sambil tersenyum,”Ayo Ra kita masuk,agar kamu bisa istirahat.”Ucap Reza.


“Ayo.”Melangkah masuk rumah.


Membiarkan Ara istirahat di kamar,Reza menunggu di ruang keluarga sambil mengecek pekerjaannya,sejenak dia terdiam membayangkan kembali saat Kak Maya dan Mirza menjemput Ara.Tidak bisa di pungkiri bahwa sebenarnya Reza cemburu melihat Mirza begitu perhatian pada Ara tapi dia tidak bisa melarang itu karena sadar dia bukan siapa-siapa Ara lagi.Dia hanya perlu untuk selalu ada di samping Ara dan memastikan Ara bahagia.


“Reza.”Panggil Ara,membuat Reza tersadar dari lamunannya.


“Iya Ra,kamu perlu apa biar aku ambilkan.”Ucap Reza hendak berdiri namun di tahan oleh Ara.

__ADS_1


“Nggak perlu,aku hanya ingin duduk di sini banyak hal yang ingin aku bicarakan sama kamu apalagi kita sudah lama nggak ada komunikasi pasti banyak hal yang terjadi dengan kamu termasuk....”Ucapan Ara terhenti.


“Termasuk aku sama Dara.”Ucap Reza melanjutkan perkataan Ara.


“Iya.”Ara mengangguk.


“Hmmmm soal Dara kami putus karena dia memilih laki-laki lain yang bisa membuatnya bahagia,itu terjadi setelah dia di pindahkan ke sini dan aku yang sangat sibuk sehingga membuat Dara selalu protes ketika aku tidak ada kabar.Aku pikir awalnya tidak masalah tapi ternyata makin ke sini Dara semakin memperlihatkan sikap tidak sukanya dan memutuskan menerima laki-laki itu padahal kami masih pacaran.”Jelas Reza.


“Terus kenapa kamu bisa ada di sini sekarang???” Tanya Ara.


“Karena ingin memberi kejutan pada Dara tapi ternyata aku yang kaget dengan kejutan Dara yang melihat dia sedang bermesraan di depan rumahnya.”Ucap Reza.


“Kamu yang sabar ya Za,aku akan menghibur kamu agar nggak galau terus.”Ucap Ara tersenyum menggenggam tangan Reza.


“Ma kasih Ra,kamu selalu ada di saat aku butuh kamu.”Ucap Reza membalas genggaman tangan Ara.


“Itulah gunanya sahabat Za.”Ara tersenyum.


“Apa hanya sebatas shabat,tidak akan lebih.”Ucap Reza menatap Ara.


“Hmmmm aku tidak tau tapi buat aku kamu itu sahabatku dan aku sangat tau bahwa saat ini kamu masih belum bisa melupakan Dara sepenuhnya.”Ucap Ara menunduk.


“Aku sahabat kamu dan aku sangat kenal tentang kamu termasuk perasaan kamu itu.”Ucap Ara menatap Reza.


“Maaf Ra,aku hanya butuh waktu untuk menghilangkan sakit hatiku terhadap Dara.”Ucap Reza.


“Itu bukan sekedar sakit hati tapi memang perasaan kamu yang masih begitu besar untuk Dia Za.”Ucap Ara.


Reza hanya terdiam mendengarkan ucapan Ara karena memang semua ucapannya itu benar,”Semua yang kamu katakan benar Ra,maaf.”Ucap Reza tertunduk.


“Nggak perlu minta maaf,aku paham dan aku tau kamu Za.”Ara tersenyum.


“Tapi aku juga nggak bisa bohong Ra kalau aku selalu nyaman sama kamu dan saat aku tau Dara selingkuh,kamu orang pertama yang aku ingat karena hanya kamu yang mampu mengerti aku tanpa harus aku jelaskan.”Ucap Reza tertunduk malu.


“Itu karena hanya aku sahabat kamu yang paling baik.”Ucap Ara tersenyum mencoba mencairkan suasana.


“Dan juga kamu spesial untuk aku,jujur meski ada Dara tapi aku tidak pernah berhenti memikirkan kamu Ra hanya saja karena aku malu jadi aku tidak menghubungi kamu lagi dan aku pikir kamu sudah bahagia dengan pengganti aku.”Ucap Reza kembali menggenggam tangan Ara.


“Hmmmm tapi kenyataan tidak seperti itu karena pada kenyataannya kamu sudah bahagia melupakan aku sementara aku di sini masih berusaha untuk melupakan kamu.”Ucap Ara datar.

__ADS_1


“Malam itu aku pikir kamu benar-benar pacaran dengan Mirza itu sebabnya aku bersikap acuh,apalagi aku melihat Mirza itu begitu baik dan dewasa.Melihat kalian berjalan bersama menuju ke arahku membuat aku makin tidak sesak Ra,soalnya kalian terlihat serasi .”Ucap Reza.


Ara tertawa keras,”Hahaha...jadi karena itu kamu bersikap aneh seperti anak kecil.”Ucap Ara.


“Iya...puas kamu menertawakan aku.”Ucap Reza cemberut.


Tanpa sadar Mirza sudah berdiri di depan pintu mendengarkan percakapan mereka,melihat Ara yang begitu bahagia bersama Reza membuatnya berkecil hati dan merasa tidak akan ada harapan untuknya mengingat Reza adalah orang spesial untuk Ara yang membuatnya belum bisa membuka hati untuk siapa pun.Tidak menutup kemungkinan mereka akan kembali mengingat Reza baru saja putus dari pacarnya membuatnya akan sulit untuk benar-benar bisa masuk di hidup Ara sebagai orang spesial tapi kembali lagi Mirza hanya ingin melihat Ara bahagia jadi dengan siapa pun Ara nanti,tidak akan membuatnya berhenti peduli dengan Ara.


Pada akhirnya Mirza memberanikan Diri untuk masuk,”Sepertinya lagi seru nih.”Ucap Mirza yang sudah melangkah masuk.


“Eh Kak Mirza,Udah pulang kantor.”Ucap Ara.


“Iya,pekerjaannya udah selesai.”Ucap Mirza.


“Ini kan belum jam pulang kantor.”Ucap Reza melirik jam yang melingkar di tangannya.


“Hmmmm memang belum tapi aku sudah bosan jadi pulang.”Ucap Mirza santai.


“Iya deh pak bos,mau pulang kapan saja bebas.”Ucap Ara tersenyum.


“Iya pengen ketemu kamu sekaligus memastikan ke adaan kamu.”Ucap Mirza yang semakin memperlihatkan perasaannya,membuat wajah Ara seketika berubah.


“Kan tadi udah ketemu dan udah ada Reza juga kak jadi nggak usah khawatir.”Ucap Ara.


“Aku tau tapi aku juga ingin memastikan sendiri,tidak masalah kan.”Ucap Mirza.


“Ya...nggak apa-apa.”Jawab Ara kikuk.


“Hmmmm sepertinya aku di sini sudah cukup buat Ara jadi nggak perlu repot-repot.”Ucap Reza.


“Oh nggak repot sama sekali justru aku senang bisa menemani Ara.”Ucap Mirza.


Terlihat mulai ada perdebatan di antara mereka sehingga Ara harus bertindak agar tidak semakin melebar,”Cukup.”Teriak Ara.


“Tapi kan Ra...”Ucap Reza.


“Hmmmm sepertinya aku ingin istirahat,dari pada kalian hanya ribut di sini lebih baik kalian pulang dan tidak perlu khawatir tentang aku karena aku sudah baik-baik saja,sebentar lagi kak Maya ke sini untuk menemani aku jadi tolong...”Ara memegang kepalanya yang masih pusing.


“Kamu kenapa Ra.”Ucap Reza dan Mirza bersamaan.

__ADS_1


“Aku ingin istirahat jadi kalian pulang aja.”Ara beranjak menuju kamar tanpa mempedulikan Reza dan Mirza.


__ADS_2