
Mobil Reno berhenti di depan hotel mewah membuat Ara makin bertanya-tanya dan berpikir aneh-aneh,”Tunggu deh kak,ini beneran di suruh kak Mirza di sini ???”
Reno hanya tersenyum,paham maksud arah pikiran Ara.”Iya Mba tapi tenang aja,di dalam udah ada kak Mirza dan Monika menunggu mba.”
“Loh...ini kenapa lagi sebenarnya,katanya mau dinner sama monika biar bisa bebas ngobrol tapi sekarang malah meminta aku datang ke sini.aneh nih kak Mirza lama-lama.”Ara berbicara sendiri membuat Reno tertawa melihatnya.
“Ayo mba kita langsung masuk aja.”Melangkah masuk ke dalam hotel.
Ara memperhatikan sekitar sampai mereka tiba di lantai tempat Mirza dan Monika berada,kemudian Monika menghampirinya dan tersenyum padanya membuat Ara makin yakin jika mereka ada sesuatu sebelum Ara datang.”Ara...akhirnya kamu datang juga,ayo duduk.”Ajak Monika.
Ara hanya diam menyimpulkan pemikirinnya sendiri,”Monika terlihat sangat bahagia,kayaknya mereka sudah jadian.”Batin Ara.
“Kenapa diam aja Ra ??? Mirza mulai membuka pembicaraan.
“Nggak apa-apa kak.”Ara kembali diam.
“Terus...kenapa diam aja dari tadi.”Tanya Mirza lagi.
“Maaf kak,tapi kan tadi kakak ingin dinner berdua aja bersama Monika terus kenapa aku harus ada di sini ???” Ara mulai tidak bisa menahan diri.
“Memang..tapi udah selesai.”Mirza tersenyum.
“Terus...???” Ucap Ara singkat.
“Aku ingin kamu di sini jadi saksi dari hasil kesepakatan kami.”Mirza kembali tersenyum.
“Loh...kenapa mesti aku sih kak kan bisa kak Reno aja.”Ara mulai tidak bisa menahan sesak di dadanya.
“Ini kan seperti yang kamu bilang tadi siang,ingin menemani Monika untuk mengatakan perasaannya.”Ucap Mirza lagi.
“Iya Ra,kan tadi kamu janji ingin temani aku jadi kamu harus ikut jadi saksinya di sini.”Monika ikut tersenyum.
“Kayaknya nggak perlu deh kak,kan janjinya hanya menemani saat Monika ingin mengatakan perasaannya tapi kan tadi udah jadi untuk apalagi aku di sini.’Ara beranjak dari kursi lalu pergi.
Mirza langsung mengejar Ara yang belum jauh,”Ara tunggu dulu.”Teriak Mirza yang masih bisa di dengar tapi tidak di pedulikan oleh Ara dan kini langkahnya makin di percepat seakan ingin secepatnya menjauh dari Mirza.
Namun pada akhirnya Mirza berhasil menghentikannya,”Ara...kamu kenapa tiba-tiba pergi ??? tanya Mirza yang masih berusaha mengatur nafasnya.
“Memang kenapa kak kalau aku pergi,lagian untuk apa aku di sana menyaksikan kakak bersama Monika.”Ucap Ara menunduk menahan air matanya.
__ADS_1
“Bukannya tadi kamu yang bilang sendiri tapi kenapa sekarang malah marah.”Mirza masih bingung.
“Iya,memang tadi aku bilang begitu tapi ternyata ucapan itu tidak selamanya sama dengan kata hati.”Ucap Ara dengan nada kesal.
“Maksudnya Ra ???.”Mirza mencoba mencerna ucapan Ara.
“Aku pikir dengan membiarkan kak Mirza bersama Monika nantinya itu akan membuat semuanya baik-baik saj tapi ternyata...” Ara menghentikan ucapannya.
“Ternyata apa Ra ?’’ Mirza makin penasaran.
“Aku nggak bisa.” Ucap Ara singkat.
“Nggak bisa apa Ra ???.” Mirza masih mencoba meminta penjelasan Ara.
“Nggak bisa melihat Kak Mirza bersama Monika dan nggak bisa melihat kak Mirza yang cuek sama aku tidak seperti biasanya.”Ara tidak bisa lagi membendung perasaannya.
“Jadi kamu...”Mirza menatap Ara.
“Iya..sepertinya aku suka sama kak Mirza.”Ara makin tidak bisa membendungnya sehingga tidak sadar mengakui perasaannya pada Mirza.
“Kamu serius Ra ???”Tanya Mirza memastikan.
Mirza tersenyum menatap Ara,”Terima ksih Ra,kamu sudah jujur.”
“Tapi aku malu kak,harusnya aku nggak bilang seperti ini di saat kakak dan Monika sudah sama-sama.”Ucap Ara menunduk.
“Kenapa malu ! justru ini yang aku tunggu.” Tatap Mirza.
“Maksud kakak.”Ara mengangkat wajahnya.
“Hmmm lebih baik kita kembali ke tempat tadi biar kakak dan Monika menyelesaikan obrolan kita tadi.”Mirza menarik tangan Ara menuju tempat Monika berada.
Monika masih asyik berbicara dengan Reno tanpa sadar Mirza dan Monika sudah berdiri di belakangnya,”Kayaknya akan ada yang berpindah ke lain hati nih.”Ucap Mirza.
“Eh...kalina udah di sini,lama juga ya membujuk Ara.”Monika tersenyum melirik Ara.
“Iya nih,ternyata lama juga kalau ngambek.”Mirza masih asyik memegang tangan Ara.
“Tapi kayaknya udah luluh tuh.”Monika melirik tangan Mirza dan Ara yang masih berpegangan.
__ADS_1
Ara masih diam mendengarkan percakapan Monika dan mirza,tidak ingin menyimpulkan lagi sehingga membuatnya cemburu dan marah sendiri.
“Ayo duduk Ra.”Ajak Mirza menarik kursi untuknya.
“Hmmmm sepertinya rencana kak Mirza berhasil nih.”Monika tersenyum pada Mirza.
“Rencana? Maksudnya apa ?” Ara penasaran maksud dari kata-kata Monika.
“Biar kak Mirza yang jelasin deh.”Ucap Monika.
Ara lalu menatap Mirza meminta penjelasan,”Jelasin apa kak ?”
Flashback
“Tadi siang saat aku di kamar,pikiranku benar-benar tidak tenang Ra.Mendengar Monika ada perasaan sama aku di tambah kamu yang mengusulkan agar Monika mengungkapkan perasaannya seakan kamu memang ingin aku dan Monika bersama padahal kamu tau sendiri bahwa aku suka sama kamu dan ingin serius sama kamu.
Jujur Ra,saat mendengar itu.aku merasa kamu memang tidak pernah ada perasaan sama aku itu sebabnya kamu ingin melihat aku bersama Monika jadi untuk menenangkan pikiran aku hanya diam dan masuk kamar.
Tidak lama,Monika chat aku menjelaskan semuanya dann mengatakan kamu kelihatan takut melihat aku diam saja.Jadi aku mengatakan yang sebenarnya pada Monika,tentang perasaan aku sama kamu.
Untungnya Monika bisa memahami itu dan menerimanya jadi pada akhirnya aku minta tolong pada dia untuk membantu aku.
Setelah itu aku keluar kamar,mengajak Monika dinner dan mengabaikan kamu sekaligus ingin melihat sikap kamu saat aku cuekin dan ternyata tidak sia-sia aku sewa tempat semahal ini untuk mendapatkan pengakuan kamu.”
“jadi ini semua rencana kalian.”Ara terlihat marah tapi tidak marah seperti tadi.
“Iya Ra,kita sengaja biar bisa bantu kak Mirza habis kalau nggak kayak gini.Mana kak Mirza tau tentang perasaan kamu dan satu lagi,coba kamu balik lihat ke sana.”Tunjuk Monika pada kejutan yang sudah di siapkan Mirza untuknya.
Terlihat senyuman bahagian di wajah Ara mendapatkan kejutan,dari belakang Mirza sudah mempersiapkan cincin untuk di berikan pada Ara dan ketika Ara berbalik ke arahnya cincin itu sudah berada di depan Ara,”Will you merry me Az-Zahra Widya Putri ?”
Ara hanya terdiam menahan air matanya yang sejak tadi sudah berkaca-kaca,”Aku nggak bisa terima kakak...”seketika raut wajah Mirza
berubah.“Kenapa Ra,bukannya tadi kamu bilang suka sama aku.”
“Bukan begitu kak,maksudnya aku nggak bisa kak terima cincinnya sebelum Kakak datang menemui orang tua aku.”Mirza lalu tersenyum bahagia mendengar ucapan Ara.
“Setelah ini,aku akan menemui orang tua kamu Ra tapi cincinnya di pakai dulu ya.”Mirza memasangkan cincin di tangan Ara.
Baru update lagi nik kak,terus dukung karya author ya kak biar makin semangat nulisnya😊😊
__ADS_1
SELAMAT MEMBACA