MENGUBAH TAKDIR ARA'

MENGUBAH TAKDIR ARA'
EPISODE 14 KEBAHAGIAAN REZA DAN DARA


__ADS_3

🌸🌸🌸🌸


Memutuskan bersama Dara membuat Reza melupakan semua tentang Ara’,sementara Ara’ hanya bisa merenungi setiap hal yang pernah terjadi di antara mereka,baru saja merasa bahagia bersama orang yang di cintai kini telah bersama orang lain.


Mereka selalu meluangkan waktu untuk jalan bersama layaknya pasangan yang sedang di mabuk asmara, tanpa rasa bersalah Reza menjalani hari bahagianya bersama Dara,terlihat mereka sangat bahagia.


“Ada telpon sayang dari rendra.”Ucap dara.


“Terus dia bilang apa?” Ucap Reza Datar.


“Katanya mau ketemu kamu soalnya udah lama nggak pernah ketemu.” Dara kesal melihat Reza yang begitu datar padanya.


“Oh iya,nanti aku hubungi balik.” Masih datar.


“Aku baru tau kamu punya teman namanya Rendra,kok kamu nggak pernah cerita.” Dara masih menatap Reza yang masih cuek dengannya sejak tadi.


“Aku nggak sempat cerita sayang,lagian istrinya itu teman baiknya Ara’.”Jawab Reza tanpa berpikir jika itu akan membuat Dara kesal.


“Terusss...karena kamu takut Ara’ tau jadi tidak memberitahu mereka.” Dara makin kesal dan cemburu.


“Nggak juga sayang,lagian nggak perlu di bahas nanti juga aku kenalkan sama mereka.” Ucap Reza yang masih sibuk dengan pekerjaannya.


“Memang harus,kalau nggak kamu kenalin berarti kamu memang masih menyimpan perasaan sama Ara’.” Ucap Dara menekan Reza.


“Ya nggak lah kan udah ada kamu lagian ara’ itu hanya masa lalu.” Masih datar.


“Bener ya,hanya masa lalu.” Menekan lagi.


“Iya.” Sekilas melirik Dara lalu fokus kembali.


"Semoga Ara’ juga menemukan kebahagiaannya seperti yang aku rasakan sekarang tapi kenapa aku justru merasa bersalah setelah menyakiti Ara’,bukannya ini yang aku mau agar dia juga merasakan apa yang aku rasakan dulu. Tapi kenapa harus ada perasaan seperti ini."Batin Reza.


Di tempat lain Dara sudah bersiap-siap dinner bersama Reza di rumah Rendra,atas permintaannya yang ingin di kenalkan oleh semua teman Reza jadi dara di ajak dinner bersama meski sebenarnya Rendra tidak mengundangnya.


Tok...tokkk.tokk...


“Assalamualaikum.” Ucap Reza di luar.


“Wa'alaikum salam,silahkan masuk Za.” Rendra kaget melihat Dara tapi tetap mempersilahkan masuk.


“Iya,udah lama ya kita nggak ketemu seperti ini.” Ucap Reza yang kini sudah duduk di kursi ruang tamu.


“Iya,mungkin karena kamu terlalu sibuk.” Lirik Rendra.


“Begitulah mas orang sibuk,oh iya yang di samping kamu siapa???.”Sambung Rika berpura-pura tidak mengetahui tentang mereka.


“Oh kenalin ini Dara pacar aku.” Ucap Reza.


“Oh ini orangnya.” Lirik Rika ada Dara.

__ADS_1


“Perkenalkan saya dara.” mengulurkan tangannya pada Rika.


“Saya Rika dan ini suami saya Mendra.”Membalas tangan Dara.


“Senang bertemu kalian.” Dara tersenyum.


“Oh iya silahkan langsung ke meja makan.” Rika menuntun mereka ke meja makan.


“Ngomong-ngomong udah berapa lama kalian kenal.”Tanya rendra.


“Baru beberapa bulan.”Jawab Dara.


“Masih baru ya.”Sambung Rika,terlihat Rika tidak menyukai Dara.Apalagi karena dia,hubungan sahabatnya jadi berakhir.


“Iya mba tapi kalau udah cinta kan nggak butuh waktu lama untuk mengenal.” Ucap Dara penuh percaya diri seakan Reza begitu mencintainya.


“Secepat itu ya.” Lirik Rika pada Reza yang membuat Reza tidak berani untuk menatapnya karena tau maksud dari ucapan Rika itu.


"Maksud mba?” Tanya dara yang wajahnya sudah berubah saat melihat Rika melirik Reza.


“Maksud saya,secepat itu kalian pacaran padahal baru beberapa bulan jadian padahal kenal lama belum tentu cocok.” Rika berusaha lembut meski dalam hatinya sudah geram dengan mereka.


“Itulah mba,kembali lagi soal perasaan.” Dara seakan tidak ingin kalah dengan Rika.


“Iya juga sih,semoga langgeng ya.” Rika berusaha tersenyum pada mereka.


“Emang siapa yang mengundang kamu makan malam di sini,orang Cuma Reza yang aku undang,kamu nya aja yang mau ikut terus sama Reza.”Batin rika.


“Nggak,Ara bukan orang seperti itu jadi santai aja.”Sambung Rendra.


“Kayaknya mas juga sangat kenal Ara’,memang sebegitu dekatnya ya."Hati-hati loh mba,Dara mencoba menghasut Rika agar suaminya tidak terlalu akrab pada sahabatnya.


“Hahaha...nggak ada yang perlu di takutkan lagian Ara’ itu bukan tipe orang seperti itu,kalaupun mas Rendra bilang begitu itu karena dia tau Ara’ orangnya baik.” Ucap Rika mendengar ucapakan Dara.


“Iya,memang Ara’ itu orangnya baik banget dan sabar makanya aku berani bilang seperti itu meski baru beberapa kali ketemu.” Sambung Rendra.


“Memang Ara’ orangnya baik mas,orang yang baru liat dia aja udah bisa langsung tau kalau dia baik.Hanya orang yang tidak bisa melihat kebaikannya saja yang tidak melihat seberapa berartinya Ara’ itu.”Sambung Rika membenarkan ucapan suaminya,melirik Reza agar dia sadar.


“Uhuk...uhuk...”Reza tersedak mendengar ucapan Rika.


“Makanya kamu hati-hati dong sayang.” Ucap Dara mengusap pundak Reza.


“Iya Za,hati-hati dong.”Sambung rika tersenyum melihat Reza.


“Lebih baik di lanjut makannya dan jangan bicara lagi biar tidak tersedak seperti Reza.”Saran Rendra.


Mendadak suasana di meja makan tidak bersuara,semua fokus pada makanan yang ada di hadapannya.


“Terima kasih Rendra atas makan malamnya.”Ucap Reza yang sudah kembali duduk di ruang tamu.

__ADS_1


“Iya sama-sama,jadi kamu langsung mau pulang ?” Tanya Rendra.


“Iya soalnya aku sekalian antar Dara pulang.” Melirik pacarnya itu lalu beranjak dari kursi.


“Ok hati-hati di jalan,tapi lain kali nggak usah bawa dia ya soalnya Rika kelihatan tidak suka melihat dia.”Bisik Rendra.


“Iya,aku pulang ya.” Mereka sudah di luar di depan mobil.


“Hati-hati di jalan.”Sambung rika.


Dalam perjalan pulang,Dara merasa tidak tenang melihat sikap Rendra dan Rika yang terus membela Ara’.


Di tengah keheningan,Dara mencoba mengadu pada Reza.


“Sayang.” Ucap Dara memulai pembicaraan.


“Iya sayang.”Melirik ke arah Dara.


“Teman kamu tadi itu nggak menghargai perasaan aku banget sih.” Curhat Dara.


“Loh emang kenapa?” Respon Reza datar,sedang fokus menyetir.


“Masa mereka begitu membela Ara’ di depan aku sampai menyindir begitu.” Dara mengeluarkan keluhannya.


“Perasaan kamu aja itu sayang.” Ucap Reza datar.


“Bukan sayang,memang mereka senagaja menyindir aku tadi.” Dara makin kesal dengan ekspresi Reza yang tidak membelanya.


“Nggak usah di masukin ke hati sayang,mungkin mereka Cuma bercanda.” Reza masih fokus menyetir tidak memperhatikan wajah Dara yang maki mereka karena amara.


“Ihhh kamu tuh,nggak peka banget sih malah belain mereka.” Dara makin kesal.


“Nggak gitu sayang,lagian kan yang mereka bilang itu memang benar.” Reza mencoba membujuk Dara,sesekali melirik ke arah pacarnya itu.


“Oh jadi kamu mendukung mereka juga.” Dara makin marah dan cemberut.


“Bukan membela sayang,memang Ara’ itu baik,dari awal ketemu kamu juga dia baik kan.Bahkan pas dia tau aku selingkuh sama kamu dia diam dan menerima semuanya.” Reza pun seakan membela Ara sehingga Dara makin emosi.


“Oh jadi kamu merasa bersalah meninggalkan dia lalu memilih aku.” Dara makin marah.


“Sayang,udah deh nggak usah bahas itu lagi.Nanti kita bertengkar lagi Cuma gara-gara ini.” Reza malas jika harus bertengkar dengan Dara,malas jika harus membujuk Dara yang sedang marah.


“Lagian kamu kok kayak masih peduli begitu sama Ara’ padahal kan kalian udah putus.” Ucap Dara yang makin menekan Reza.


“Ok,kita nggak usah bahas itu lagi.Maaf ya..sayang.” Pada akhirnya Reza mengalah agar masalahnya tidak panjang,Memandang lurus ke depan sambil menyetir mobil.


"Janji ya sayang,kamu nggak akan meninggalkan aku seperti kamu meninggalkan Ara’.” Dara kembali tersenyum meski di balik itu dia pun merasa takut jika Reza melakukan Hal yang sama seperti yang di lakukan saat ini dengan Ara.


“Iya.” Ucap Reza malas tapi tetap berusaha membuat Dara senang.

__ADS_1


__ADS_2