MENGUBAH TAKDIR ARA'

MENGUBAH TAKDIR ARA'
EPISODE 38 MEMANG SEHARUSNYA KAMU BAHAGIA


__ADS_3

Mirza menuruni tangga menuju meja makan dengan raut wajah bahagia yang di lihat oleh Maya ,”Kamu kenapa de’ ? kayaknya bahagia banget ?” lirik Maya.


Mirza hanya tersenyum memandang kakaknya lalu beralih pada Ara sehingga mereka saling memandang,melihat itu Maya sudah mengerti.”sepertinya ada sesuatu nih di antara mereka.”Batin Maya.


“Habis sarapan Mirza akan jelaskan sama kakak.”Mirza hanya tersenyum.


“Ternyata Kak Mirza keren juga ya apalagi kalau tersenyum begitu.”Batin Ara yang terus memandang Mirza.


“Aunty kenapa hanya diam,sarapannya nggak di habiskan ???.”Tanya Ardan membuat Ara kaget dan salah tingkah,buru-buru menyantap makanannya agar Mirza tidak melihat Ara menatapnya.


Mirza menghampiri Maya yang sedang asyik bersama Ardan dan suaminya,duduk di samping Maya.Menarik nafas panjang lalu menghembuskan nya,”Mirza ingin cerita kak.”


“Memang seharusnya begitu.”Tatap Maya.


“Hmmm tadi malam Mirza sudah melamar Ara.”Ucap Mirza


“Apa???” Maya kaget.Kenapa kamu nggak bilang sama kakak dulu ? terus bagaimana? “ Tanya Maya


Dengan tersenyum Mirza menjawab,”menurut Kakak ???”


Melihat senyum adiknya itu membuat Maya menegerti tanpa harus di jelaskan,”Jadi Ara menerima lamaran kamu.”


Mirza mengangguk,”Iya Kak makanya aku meminta izin sama kakak agar semuanya berjalan dengan lancar.”


“Kakak pasti kan selalu mendukung kamu apalagi ini dengan Ara yang memang kakak ingin jodohkan sama kamu.”Maya tersenyum.


“Hmmm baiklah kak,Mirza ketemu Ara dulu untuk membicarakan rencana kedepannya.”Mirza meninggalkan Maya menuju tempat Ara.


Dalam hening Ara melamun memikirkan semua yang telah terjadi hingga akhirnya kini bisa bersama Mirza,cintanya yang dulu begitu kuat pada Reza kini terbagi pada Mirza dan mungkin saja akan sepenuhnya pada Mirza.

__ADS_1


”Semoga kamu selalu bahagia pada Dara Za seperti aku yang sekarang sudah menemukan kebahagiaanku bersama kak Mirza,aku harap setelah ini perasaanku pada kak Mirza akn sepenuhnya dan benar-benar melupakan kamu.”Batin Ara.


“Kok diam aja Ra,ada apa ? seketika suara itu membuyarkan lamunan Ara dan tanpa di sadari orang itu sudah berada di sampingnya,menatapnya penuh cinta.


“Kak Mirza...bikin kaget aja.”


“Maaf Ra,habisnya kamu melamun dari tadi.”Mirza tersenyum melihat ekspresi calon istrinya.


“Kak Mirza bukannya lagi ngobrol sama kak Maya ???” Tanya Ara.


“Udah Kok.”


“Terus ???” Tanya Ara singkat.


“Kak Maya kaget tapi tenang dia setuju kok malah senang mendengarnya.”Jelas Mirza.


“Kelihatannya kamu nggak senang Ra,ada apa?”


“Maaf kak aku hanya merasa jahat aja sama Monika karena menyarankan dia mengungkapkan perasaannya tapi justru membuat aku jadi cemburu sendiri.”Ara menunduk memainkan jemarinya.


“Kamu nggak jahat,kemarin kakak dan Monika sudah bahas semuanya malah Monika ingin berterima kasih karena dengan mengungkapkan perasaannya membuat dia tenang sehingga tidak ada lagi yang di tutupi.Tapi apa hanya itu yang kamu pikirkan bukan hal yang lain?”


“Maksud kakak ?” Tatap Ara.


Mirza memegang tangan Ara,”Hmmm aku tau Ra,ini semua terlalu cepat buat kamu bahkan luka sekaligus perasaan kamu untuk Reza pun masih ada tapi aku tidak mempermasalahkan itu karena memang semua itu butuh waktu.Aku paham Ra dan aku akan sabar menunggu saat dimana kamu bisa menerima akau sepenuhnya,setidaknya kita mencoba untuk saling memahami satu sama lain.”Tatap Mirza.


“Terima kasih kak,aku minta maaf kak tapi aku yakin jika bersama kak Mirza nantinya aku akan bisa melupakan Reza.Apalagi kak Mirza baik jadi pastinya aku akan bahagia.”Ara tersenyum.


“Memang sudah seharusnya kamu bahagia Ra.”Mirza menatap Ara lembut penuh ketulusan.

__ADS_1


“Hmmm sepertinya aku akan menjadi perempuan paling bahagia jika nanti jadi istri kakak.”Goda Ara.


“Kenapa begitu.”Mirza mengerutkan keningnya.


“Karena kakak mencintai aku dengan tulus sangat aku bisa merasakan itu.”Ara tersenyum menggoda Mirza.


“Sejak kapan kamu pintar gombal begini,siapa yang ajarin.”Lirik Mirza tersenyum.


“Nggak ada,kayaknya dari hati deh.”Ara tertawa kecil.


Mirza hanya diam memandangi Ara yang terlihat bahagia,”Aku bahagia Ra,melihat kamu tersenyum seperti ini.Aku harap bisa selalu melihat senyum itu selamanya.”


Seketika wajah Ara merona mendengar kata-kata Mirza,”Tidak ada perempuan yang tidak bahagia jika mendapatkan suami yang tulus seperti kakak.”


“Terima kasih sayang.”Kini Mirza yang kembali menggoda Ara membuatnya makin malu.”Kak Mirza.”Ucap Ara manja.


“Loh kenapa ? harus di biasakan dong sayang.”Goda Mirza lagi merasa senang melihat wajah Ara.


“Iya deh,yang penting kak Mirza bahagia.”


“Aku akan selalu bahagia jika bersama kamu sayang.”Mirza makin menggoda Ara.


“Udah ih kak,nanti ada yang dengar loh.”Ara makin salah tingkah.


Mirza makin gemes melihat tingkah calon istrinya itu,serasa ingin terus tertawa melihat Ara.


Baru update lagi nik kak,terus dukung karya author ya kak biar makin semangat nulisnya😊😊


SELAMAT MEMBACA

__ADS_1


__ADS_2