
🌸🌸🌸🌸
Dalam perjalanan,Ara terbayang dengan pertemuannya tadi dengan Reza yang tiba-tiba.Bukannya marah atau pun benci saat bertemu tapi Ara malah merasa jantungnya berdetak kencang apalagi saat Reza semakin dekat menatapnya,mungkin itulah ketulusan cinta meski di sakiti berkali-kali namun tetap memaafkan.
Ada harapan terbesit dalam hatinya jika kemungkinan mereka bisa bersama dengan berakhirnya hubungan antara Dara dan Reza tapi pikiran itu seketika di buang jauh-jauh oleh Ara karena buatnya bersama Reza seperti dulu meski sebagai sahabat itu sudah lebih dari cukup untuknya asalkan Reza bahagia.
Memang selama putus dari Reza,Ara tidak pernah lagi dekat dengan laki-lai karena buatnya melupakan dan menggantikan Reza itu tidak mudah dan butuh waktu.
“Aunty...aunty....”panggil Ardan pada Ara yang tidak sadar jika mereka sudah sampai.
“Eh....iya Ardan.Ada apa???” Ucap Ara yang belum sadar jika sudah di tempat tujuan.
“Kita udah sampai Aunty.”Ucap Ardan.
“Oh...ternyata udah sampai,ayo turun duluan biar aunty bayar dulu pak sopirnya.”Ucap Ara.
Di depan rumah, Maya (mami Ardan) sudah menunggu kedatangan mereka.”Mami...”Ucap Ardan berlari memeluk maminya.
“Hai.....sayang,anak mami.”Ucap Maya mengulurkan tangannya untuk memeluk anaknya.
“Mami baru sampai.”Tanya Ardan yang seakan sudah paham dengan kesibukan maminya.
“Hmmm dari tadi sayang makanya mami keluar untuk menunggu kamu soalnya mami kangen.”Maya melepas pelukannya,menatap lekat pada anak semata wayangnya itu.
Sementara Ara yang melihat anak dan ibu itu melepas Rindu hanya tersenyum menghampiri mereka.”Aduh yang sudah ketemu maminya,jadi lupa sama aunty Ara sekarang.”Ucap Ara tersenyum.
“Eh Ara...Ma kasih ya udah ajak ardan jalan-jalan.”Ucap Maya pada Ara.
“Santai aja kak,kan biasanya memang Ardan sama aku kalau kakak sibuk lagian aku juga tidak ada kesibukan jika hari libur begini.”
__ADS_1
“Ardan masuk duluan ya sayang,Mama mau bicara sama Aunty.”Ucap Maya.
“Iya mi...ardan masuk duluan ya aunty.”Ucap Ardan pada Ara.
“Iya sayang.”Ucap Ara yang memang sudah begitu akrab dengan Ardan.
“Hmmm...Ardan kalau dekat kamu pasti tenang jadinya aku juga tidak khawatir kalau ninggalin dia,oh ya Ra kok kamu naik taksi online.Mobil kamu mana???” Tanya Maya.
“Oh mobil aku lagi di bengkel kak jadi aku naik taksi online.”Ucap Ara.
“Terus kenapa nggak pakai mobil Ardan Aja kan sopirnya juga stay.”Usul Maya.
“Tidak apa-apa kak,biar pak sopirnya bisa sekalian libur hari ini.”Ara tersenyum kecil.
“Kamu ini Ra,meski sudah jadi CEO tapi masih saja merendah.Tapi kamu jangan langsung pamit ya,kita makan malam dulu soalnya udah lama juga kita tidak ngobrol-ngobrol nanti pulangnya di antar sopir aja.Mau ya...”Ajak maya yang terlihat memaksa.
“Ya udah deh kak kalau maksa.”Ara tertawa kecil.
Maya yang melihat ekspresi wajah Ara yang seakan penuh tanya berinisiatif untuk mengenalkan mereka,”Itu adik aku Ra,Namanya Mirza tadi ke sini bareng kami dan itu juga alasan kami tiba-tiba keluar kota.”Jelas maya.
“Oh adik kak maya soalnya aku baru liat makanya aku kaget.”Ucap Ara yang masih bingung dan penuh banyak tanya di kepalanya.
“Dia memang baru pulang dari luar negeri,baru lulus S2 di sana dan aku membujuknya untuk tinggal di sini biar bisa bantu aku di perusahaan.”Jelas maya.
“Oh begitu...”Ucap Ara yang sudah menegerti.
Tiba-tiba Ardan menghampiri maya dan Ara dengan pakaian yang sudah Rapi,”mami...Ardan mau ikut auncle ya ke mesjid.”pinta Ardan pada Maya.
“boleh sayang tapi auncle udah setuju nggak ???”Ucap Maya.
__ADS_1
Mirza mendekati mereka dengan tersenyum,”Ya boleh dong kak,justru bagus kalau ardan ikut biar bisa sekalian belajar.
“Ya udah,tapi sebelum pergi kakak mau kenalin kamu sama teman kakak namanya Ara.” Maya melirik ke arah Ara yang hanya menunduk semenjak mirza mendekati mereka.
“Oh ini Aunty kesayangannya Ardan,halo...salam kenal Ara.”Ucap mirza mengulurkan tangannya.
Ara sedikit mengangkat kepala membalas uluran tangan mirza,”salam kenal mirza.”Ara membalas tersenyum.
“Kalau begitu aku pergi dulu kak takutnya telat.”Pamit mirza.
“Tapi kamu langsung pulang ya biar kita bisa makan malam bareng.”Ucap Maya mengingatkan Mirza.
“Ok kak.”Teriak mirza yang masih bisa di dengar maya.
Melihat mirza dan Ardan yang sudah pergi,maya kembali menatap Ara yang menunduk tanpa berani manatap kepergian mirza.”Mereka udah pergi Ra.”
“Oh udah pergi ya kak.”Ara hanya tersenyum malu.
“Hmmm pantas aja kamu tidak ada pacar,tapi aku suka sih kalau kamu begitu jadinya laki-laki tidak berani mendekati.”Ucap Maya.
“Ya...kakak pasti tau juga aku kan.”Ucap Ara.
“Iya aku tau kamu sulit untuk percaya sama laki-laki dan tidak berani menatap mereka apalagi jika tidak kenal.”Ucap maya yang memang banyak tau tentang Ara itu sebabnya mereka jadi bestie meski jarak umur mereka sekitar 5 tahun.
“Itu tau.”Ucap Ara.
“Ya udah sana kamu bersih-bersih baru sholat setalah itu kita makan malam bersama setelah Mirza pulang dan seperti biasa semua pakaian dan kebutuhan kamu sudah ada di ruang tamu jadi silahkan.”dengan tersenyum maya mempersilahkan Ara ke kamar.
“Ok...aku ke kamar dulu kak nanti panggil aja kalau mirza sudah datang.”Ucap Ara.
__ADS_1
“Ok...”maya tersenyum.