MENGUBAH TAKDIR ARA'

MENGUBAH TAKDIR ARA'
EPISODE 28 MENATA HATI LAGI


__ADS_3

🌸🌸🌸🌸


Hari-hari Ara kembali sepih tanpa Reza tapi dia sadar bahwa jika terus larut dalam kesedihan itu tidak akan ada gunanya mengingat Reza yang kembali bahagia dengan wanita yang sama,jadi dia pun harus bangkit dan kali ini harus benar-benar melupakan Reza.


Tempat Ara mencurahkan segala perasaannya hanya dengan Maya kakak Mirza tapi Mirza sendiri belum tau tentang itu.


Drrrt...drtttt....


Lamunan Ara terhenti saat notifikasi pesan masuk di ponselnya,”Kak Maya chat.”Ucap Ara mengambil ponsel lalu membaca pesannya.


“Aku tau sekarang kamu pasti masih memikirkan Reza makanya aku ingin mengajak kamu liburan untuk beberapa hari di luar kota,mau kan ? “Isi pesan Maya.


“Mau sih kak tapi kok keluar kan bisa di sini?” Balas Ara.


“Kebetulan kakak ada acara keluarga juga di sana jadinya kita sekalian liburan ke sana.” Balas Maya.


“Malu ah kak kalau aku ikut di acara kelurga kakak.”Balas Ara.


“Nggak perlu malu Ra,kan ada Mirza juga.Anggap aja kamu pasangannya Mirza mumpung adik aku itu masih sendiri.”Goda Maya.


“Ihhhh kak Maya mau menjodohkan aku sama kak Mirza ya.”Balas Ara.


“Kalau kamu mau,nanti comblangin.Hehehe.”Balas Maya.


“Nggak ah kak,nanti kak Mirza terpaksa lagi.”Balas Ara.


“Kalau nggak dipaksa kamu mau.”Goda maya lagi.


“Ihhh kak Maya,pengen banget ya aku jadi adik iparnya.”Balas Ara.


“Ehmm jujur sih pengen tapi itu tergantung kamu.”Balas maya.


“Udah ah kak,bahasnya itu terus nanti aku bilang iya loh....hahaha.”Balas Ara.


“Ya udah,nanti aku kabari lagi ya.”Balas Maya.

__ADS_1


“Ok kak.”Balas Ara.


Sejenak Ara terdiam memikirkan perkataan Maya,”Kalau di pikir-pikir kak Maya itu kadang ada benarnya juga,tidak ada salahnya kalau aku sama kak Mirza apalagi kak Mirza itu baik dan soleh.Tapi... nggak mungkin kak Mirza suka sama aku dan aku juga tidak ingin menjadikan dia pelarian setelah di sakiti sekian kali oleh Reza,ah sudahlah.”Ara berbicara sendiri.


DI KANTOR MIRZA


Mirza yang sejak tadi kepikiran dengan Ara,tidak bisa fokus pada pekerjaannya.wajah Ara selalu terbayang-bayang ,pikirannya semakin kacau ketika dia ingin mendekati Ara tapi dia juga harus menjaga jarak agar Ara bisa bahagia bersama Reza.”Ahhhhh...kenapa susah ya melupakan Ara,semakin aku ingin menjauh malah semakin ingin terus ketemu dia.Araaaaa...aku bingung Ra,kenapa sesulit ini melupakan kamu.”Ucap Mirza sendiri mengacak rambutnya.


Tidak ingin terus menyiksa diri membutnya memutuskan menelpon Ara,menganbil ponselnya di meja lalu menekan kontak Ara.


Kring...kring...


Ara melihat layar ponselnya,terlihat nama Kak Mirza di layar,”Hmmm tadi kakaknya dan sekarang adiknya,kompak juga.”Batin Ara lalu menggeser tombol hijau.


“Assalamualaiku.”Ucap Ara.


“Wa’alaikumsalam,aku ganggu nggak ???” Ucap Mirza.


“Nggak kok,lagian kan ini juga udah sore sebentar lagi jam pulang kantor jadi kerjaan tinggal sedikit,ada apa kak???” Ucap Ara.


“Nggak apa-apa Cuma mau menelpon kamu aja.”Ucap Mirza.


“Memang nggak boleh ???” Tanya Mirza.


“Oh nggak gitu kak,kan biasanya kak Mirza menelpon jika ada urusan pekerjaan tapi ini beda.”Ucap Ara.


“Tapi kamu nggak keberatan kan kalau aku telpon kamu begini,nggak ada yang marah kan.”Ucap Mirza memastikan yang memang belum tau tentang hubungan Reza dan Ara.


“Nggak apa-apa kak,lagian siapa juga yang akan marah.”Ucap Ara membuat Mirza tersenyum sendiri di seberang telpon.


“Nanti Reza cemburu lagi seperti waktu aku antar kamu pulang itu.”Ucap Mirza.


“Hmmm Reza lagi...aku sama Reza hanya sahabatan kak jadi tidak usah memikirkan dia.”Ucap Ara terdengar ketus.


“Kalian marahan ya,kok kamu seperti marah saat membahas Reza.”Tanya Mirza.

__ADS_1


“Nggak kok tapi malsa aja bahas dia.”Ucap Ara.


“Ya udah kita bahas yang lain aja.”bujuk Mirza.


“Oh iya kak,kata kak Maya kalian ingin liburan keluar kota.”Ucap Ara.


“Iya,rencananya sih begitu sekalian katanya ada urusan kelurga di sana.Terus kak Maya bilang apa lagi ???” Tanya Mirza penasaran.


“Nggak banyak sih Cuma aku di ajak sekalian liburan ke sana sama...”Ucapan Ara terpotong oleh Mirza.


“Oh ya,kamu juga ikut ke sana.Bagus dong,terus tadi kamu mau bilang apa lagi ?”Mirza kini terdengar bersemangat mendengar Ara akan ikut.


“Nggak jadi deh kak,sepertinya kakak terlalu semangat untuk liburannya.”Ucap Ara bingung.


“Bu..bukan begitu Ra,aku tadi hanya reflek aja mendengar kamu juga ikut.”Ucap Mirza terdengar gugup.


“Oh...tapi sebenarnya aku nggak enak kak kalau harus ikut di acara keluarga kalian sementara aku kan orang luar.”Ucap Ara ragu.


“Kenapa malu,anggap saja kamu datang sebagai pasangan aku nanti jadi nggak ada yang bakalan tanya-tanya.”Ucap Mirza asal.


“Kok bisa sama sih kak sama yang kak maya bilang.”Ucap Ara.


“Hah..kak maya juga bilang begitu tapi aku nggak janjian loh Ra,ini aja aku baru tau kalau kamu mau ikut.”Ucap Mirza.


“Iya,wajar kalian kompak kan kalian adik kakak,ini aja kak Maya baru telpon aku unutuk bahas itu.”Ucap Ara.


“Oh gitu tapi ini nggak janjian loh,sekali lagi aku bilang nanti kamu pikir kami janjian.”Ucap Mirza.


“Iya kak,aku percaya dan aku akan ikut.”Ucap Ara.


“Ok kalau begitu aku tutup dulu ya biar kamu bisa selesaikan pekerjaan kamu.Oh ya Ra,apa boleh aku antar kamu pulang ??” Ucap Mirza.


“Ehm tapi kan aku bawa mobil kak.”Ucap Ara.


“Kan bisa di simpan dulu Ra di kantor nanti di ambil sekalian aku juga ingin mengajak kamu keluar,itu kalau kamu mengizinkan.”Ucap Mirza.

__ADS_1


Ara terdiam sejenak,”Boleh deh,kebetulan aku juga suntuk,sekali-kali keluar sepertinya nggak ada masalah.”Ucap Ara.


“Ya udah,pulang kantor aku jemput.Assalamulaikum.”Menutup telpon.


__ADS_2