MENGUBAH TAKDIR ARA'

MENGUBAH TAKDIR ARA'
EPISODE 32 DI ANTARA KELUARGA MIRZA ALEXANDER


__ADS_3

Seperti pada rencana awal,sebelum memulai liburan Maya dan Mirza sekaligus ingin menghadiri acara keluarganya di sana dan tentu Ara pun harus ikut.Meski ingin menolak tapi dia tidak memiliki pilihan lain selain ikut dengan mereka.


Sementara Mirza yang tau pasti akan di tanya tentang pasangan sudah mempersiapkan diri untuk mengenalkan Ara sebagai calonnya,tentu itu tanpa sepengetahuan Ara takutnya Ara malah tidak akan datang jika tau itu.


“Kamu sudah siap Ra ?” Maya membuka pintu kamar Ara lalu tersenyum melihat penampilan Ara yang terlihat cantik menggunakan gaun darinya tapi pilihan Mirza yang sengaja di samakan dengan bajunya agar semakin terlihat meyakinkan saat nanti di perkenalkan pada keluarganya.


“Kak Maya kok diam ??? ada yang salah dengan ini kak ?” Ara malah merasa aneh melihat Maya yang hanya diam saja.


“Ah...tidak Ra,aku hanya pangling melihat kamu seperti ini.cantik dan cocok.”Maya tersenyum.


“Masa sih kak padahal aku udah nggak pede loh pakai ini,nggak terbiasa pakai gaun mahal begini kak.”Ara manyun.


“Loh kenapa nggak pede justru kamu cantik Ra,ayo kiya turun pasti Mirza dan yang lain sudah menunggu kita di bawah.


Mirza yang sudah tidak sabar melihat Ara dengan gaun pilihannya hanya terdiam melihat Ara yang bejalan ke arahnya,sesuai ekpektasinya pasti Ara akan terlihat cantik dan teryata benar.”CANTIK.”Batin Mirza yang terus menatap Ara.


Ara yang sudah sejak tadi melihat Mirza dari jauh malah bingung melihat warna baju Mirza senada dengan gaunnya,”Kok warna baju kak Mirza dengan gaun ini sama ya,maksudnya apa???” Ara yang polos hanya berbicara dalam hatinya yang tentu membuat dia bingung sendiri.


Lagi....


Ara di kejutkan dengan sikap Mirza yang seperti memperlakukannya sebagai pasangannya tanpa merasa malu pada sekitarnya,membuka kan pintu mobil pada Ara dan benar-benar aneh tapi Ara hanya diam,menyimpan semua pertanyaan itu sampai saatnya nanti dia akan memperjelas semua ini.


KEDIAMAN KELUARGA MIRZA


Ara melihat keluar tapi masih berada di dalam mobil,memperhatikan begitu banyak orang di sana yang membuat Ara merasa tidak nyaman karena dia bukan tipe orang yang suka berinteraksi dengan banyak orang.


“Ara.” Panggil Mirza di sampingnya.


“Iya Kak.” Jawab Ara.

__ADS_1


“Kamu kenapa terlihat begitu pucat ? kayak mau ketemu calon mertua aja.”Canda kak Mirza.


“Ih kak Mirza.”Ara kesal dengan Mirza.


“Terus kenapa diam aja ???” Tanya Mirza lagi dengan tatapan serius.


“Se...sebenarnya aku tidak terbiasa bertemu dengan orang banyak yang apalagi pertama kali ketemu.”Ara hanya memainkan jari-jarinya untuk menetralkan perasaannya agar tidak terus dalam ketakutan.


“Tenang ya Ra,aku akan terus berada di samping kamu.”Mirza menggenggam tangan Ara menatap dengan lembut.


Melihat tatapan Mirza perasaan Ara mulai tenang dan mereka pun turun dari mobil di sambut oleh kak Maya juga keluarga lainnya,seperti janjinya Mirza selalu berada di samping Ara.


Seorang gadis cantik tiba-tiba datang memeluk Mirza yang membuatnya kaget sekaligus bahagia setelah mendengar suaranya,”Monika.”Mirza tersenyum membalas pelukan Monika tanpa sadar Ara telah memperhatikan mereka dengan penuh tanya.


“Ternyata itu pacar kak Mirza,aku pikir dia masih sendiri ternyata.”Batin Ara yang merasa ada perasaan tidak suka melihat mereka tapi dia menepisnya.


“Oh kenalkan ini Ara temannya kak Maya dan sepertinya kalian seumuran.”Mirza yang baru sadar Ara dari tadi di sampingnya mencoba mengenalkan mereka.


“Oh ya.”Lirik Monika yang begitu riang.


Ara hanya tersenyum pada Monika,”Hmmm temannya kak maya,kok aku malah nggak terima ya di kenalkan seperti itu tapiii kalau di pikir-pikir yang di katakan kak Mirza juga nggak salah.”Batin Ara.


“Ara ini Monika teman masa kecil aku yang sudah aku anggap sebagai adik sendiri.”Jelas Mirza.


“Iya Ra,aku dan Mirza hanya sebatas sahabat.Nggak lebih.”Monika makin menekankan.


“Oh jadi sahabat dari kecil.”Batin Ara lagi.


“Tunggu deh,bukannya kemarin kamu udah janji untuk mengenalkan calon kamu sama aku.”Cecar Monika.

__ADS_1


Mirza hanya tersenyum lalu melirik Ara memberi kode pada Monika yang jelas saja Monika langsung mengerti maksud Mirza.


“Jadi dia calon kak Mirza.”Monika langsung memeluk Ara dan tentu saja Ara kaget mendengar itu dan tidak sadar Mirza sempat meliriknya.


“Ini apa lagi maksudnya ? kenapa tiba-tiba Monika bilang seperti itu ?” Batin Ara yang semakin bingung sementara Mirza hanya diam di sampingnya.


Kini Ara yang balik membulatkan matanya menatap Mirza meminta penjelasan padanya tapi Mirza masih saja diam dan hanya mengangkat ke dua pundaknya seakan tidak tau apa-apa.


Mendengar ucapan Monika,seluruh keluarga Mirza langsung mendatangi mereka memastikan kabar yang memang sudah sejak lama mereka tunggu.Mengingat Mirza yang tak pernah ada teman perempuan selain Monika.


“Benar Mirza,dia calon istri kamu ???” Tanya tante-tante Mirza bergantian.


Belum sempat Mirza jawab,Kak Maya tiba-tiba datang dengan ekspresi yang tidak kalah kagetnya dengan yang lain.”Aku nggak salah dengar dek,sejak kapan ???” Maya bergantian melirik Mirza dan Ara yang hanya diam.


“Sebenarnya....”Ucapan Ara tiba-tiba di potong Mirza.


“Sebenarnya kami baru mau bilang tapi masih tunggu waktu yang tepat biar jadi kejutan untuk kak Maya.” Jelas Mirza kikuk yang takut jika Ara jujur tentang hal itu tapi justru makin membuat Ara bingung menatap Mirza.


“Bagus dong,aku malah bahagia mendengar ini.akhirnya adik aku ini laku juga.” Goda Maya pada adiknya.


“Hmmmm kan udah aku kenalin jadi bisa kan acaranya di lanjut biar Ara juga bisa duduk tenang.”Ucap Mirza yang sudah tau Ara sudah menyimpan banyak pertanyaan untuknya tapi dalam hatinya dia bahagia memperkenalkan Ara sebagai calon istrinya meski dia sendiri belum tau jawaban Ara tapi buatnya itu sudah cukup dan untuk masalah nanti Ara akan menerima atau menolaknya,Mirza sudah mempersiapkan semuanya.


Mirza mendatangi Ara yang masih duduk sendiri menyaksikan acara yang sedang berlangsung,”Ehm....nanti aku jelaskan.”kikuk Mirza.


“Memang harus kak,biar semuanya jelas.”Ara hanya melirik sekilas lalu kembali menatap ke depan.


“A...aku harap kamu nggak marah.”Mirza merasa gugup takut Ara akan marah dan malah menjauh meski sudah mempersiapkan diri untuk di tolak tapi untuk saat ini dia ingin bersama Ara.


“Hmmmm nanti aja di bahas kak,kita jalani saja apa yang kakak bilang tadi.”Ara sudah mengerti dan menerima maksud Mirza untuk pura-pura jadi calon istrinya karena setelah di pikir-pikir mungkin Mirza mempunyai alasan tersendiri untuk itu.

__ADS_1


__ADS_2