
Tanpa menjawab,Reno hanya meletakkan ponsel lalu memutar rekaman suara yang selama ini dia rekam.”Saya Rasa rekaman ini sudah jelas dan kamu tau apa yang harus kamu lakukan.”Ucap Reno.
“Jadi,tadi itu salah paham.Ara ternyata belum menikah.”Mirza lalu beranjak dari kursi ingin segera pergi tapi di hentikan oleh Reno,”Mau kemana ??? duduk aja dulu,Aku belum selesai. Dengan santainya Reno duduk di sofa.
“Aku mau ke rumah Ara.”Ucap Mirza yang masih kekeh ingin pergi.
“Ini sudah malam Mirza,dia pasti sudah tidur.”Reno berusaha menyadarkan Mirza.
“Oh iya ya.”Mirza hanya tersenyum menyadari kebodohannya yang tidak tau waktu karena ingin bertemu Ara.
“Begini nih kalau ketemu orang yang bucin,baru pertama kali jatuh cinta jadi lupa segalanya.”Goda Reno.
“Emang kamu yang menebar pesona dimana-mana dan kali ini sepertinya Monika yang jadi korban kamu juga.”
“Eits kali ini beda dong,kalau sama Monika aku sudah serius dan kami sudah memutuskan untuk kejenjang yang lebih serius.Itu pun kalau kamu nggak cemburu ?” Goda Reno.
“Ngapain aku cemburu,Ara sudah segalanya buat aku.”Ucap Mirza.
__ADS_1
“Kalau begini terus kayaknya lebih baik aku duluan aja deh sama Monika,bosen nunggu kamu sama Ara yang nggak jelas.”Lirik Reno.
“Setelah ini,semua akan jelas Ren dan aku sudah bulat untuk segera melamar Ara secara resmi.”Mirza tidak ingin kalah dari Reno.
“Nah gitu dong,jadi laki-laki itu harus tegas jangan mudah goyah.Baru liat Ara sama laki-laki lain aja udah mewek gimana nggak salah paham terus untung aku sigap.”Lirik Reno lagi.
“Iya,aku mengaku salah tapi kali ini aku terima kasih banyak Ren karena membuat aku sadar bahwa cemburu tanpa mendengar penjelasan pasangan itu tidak baik bahkan akan merusak hubungan.”Mirza mengakui kesalahannya.
“Baguslah kalau kamu sadar,sekarang kamu sadar kan bagaimana perasaan Ara saat melihat kamu bersama Monika begitupun dengan Ara dulu jadi aku harap kamu sudah paham dengan sikap Ara sama kamu.”Reno mencoba menasehati sahabatnya itu.
“Tapi untung sekarang Monika sudah sama aku jadi aku rasa itu tidak akan terjadi dan semoga kamu nggak mengulangi itu lagi di depan aku dan Ara.” Reno masih menggoda Mirza.
“Tapi kayaknya di depan kamu nggak apa-apa deh,soalnya kamu kan sudah terbiasa melihat aku sama Monika.”Giliran Mirza yang menantang Reno.
“Awas aja yah,kalau sampai itu terjadi maka lihat saja nanti aku akan balas kamu dan jangan salahkan aku kalau Ara jadi sasarannya.”Balas Reno.
“Berani kamu mendekati Ara,maka akan terjadi perang di antara kita.”Tatap Mirza.
__ADS_1
“Santai bro,aku hanya bercanda.Takut amat tunangannya di ambil,makanya di nikahin.”Ucap Reno.
“Tunggu aja kabar baiknya.”Mirza lalu meninggalkan Reno,masuk ke kamar yang ada di kantornya untuk merebahkan diri dan tidak lama terlelap tanpa beban lagi.
Reno hanya memperhatikan sahabatnya yang sudah tertidur pulas,”Hmmm sekarang aja udah bisa tidur nyeyak,coba tidak aku bawa rekaman tadi pasti masih galau.”Batin Reno lalu menutup Pintu kamar.
Masih pukul tujuh pagi,Mirza sudah siap-siap untuk menemui Ara tapi karena tidak memiliki baju ganti jadi harus mengganggu Reno dulu,”Bawakan baju ganti aku sekarang.”isi pesan Mirza untuk Reno.
Masih setengah sadar Reno membuka pesan dari bosnya,”Mirza ini kalau sudah bucin pasti tidak ingat waktu.”Batin Reno yang sudah tau pasti Mirza ingin menemui Ara.
Tidak lama Reno sudah sampai di kantor membawakan pakaian bosnya sekaligus untuknya yang tidak sempat siap-siap karena terus di hubungi oleh bosnya itu,“Hari ini kamu yang handle kantor,anggap saja aku libur hari ini.”Mirza lalu pergi meninggalkan Reno dengan penampilan masih berantakan.
“Hmmm beginilah resiko punya bos bucin,sudahlah lebih baik aku siap-siap dulu.Liat aja kali ini aku bakal acak-acak kantornya.”Batin Reno.
Baru update lagi nik kak,terus dukung karya author ya kak biar makin semangat nulisnya😊😊
SELAMAT MEMBACA
__ADS_1