MENGUBAH TAKDIR ARA'

MENGUBAH TAKDIR ARA'
EPISODE 18 MAKAN MALAM


__ADS_3

🌸🌸🌸🌸


Beberapa menit kemudian Mirza sudah datang tapi Ara masih di kamar,”Wihhhh...udah siap nih makan malamnya.”Ucap Mirza menghampiri maya yang sedang sibuk di meja makan.


“Iya...kamu ganti baju dulu habis itu turun ke sini,kita makan bareng.”Ucap Maya yang masih sibuk.


Mata Mirza sibuk mencari sosok yang sempat berkenalan dengannya tapi tidak dia temukan di manapun,”Hmmm...terus aunty nya Ardan udah pulang.”Ucap Mirza pelan agar tidak ketahuan sedang mencari Ara.


Maya tersenyum melirik adiknya yang tidak seperti biasanya,”Ara lagi di kamar tamu,paling bersih-bersih lalu sholat makanya kamu ganti baju dulu terus panggil Ara.”


“Oh...aku ganti baju dulu.”Mirza berlalu menuju lantai 2.


Ara yang sudah selesai segera keluar kamar untuk membantu Maya karena memang setiap makan malam Ara selalu melakukan itu.


“Eh Ara,kamu sudah selesai.Padahal tadi baru aku minta tolong Mirza panggil kamu.”Ucap Maya.


“Tidak perlu kak,mau di bantu apa lagi nih.”Ucap Ara.


“Eh nggak usah,sudah beres semua kok tinggal makan aja jadi kamu duduk aja bentar lagi juga Mirza turun.


Mirza yang sudah selesai dari tadi ternyata memperhatikan Ara dan kakaknya di tangga,setiap melihat Ara perasaannya seperti nyaman dan selalu ingin tersenyum.Saat masih di luar tadi di depan rumah,diam-diam Mirza memperhatikan Ara dari jendela kamarnya.


Sebenarnya itu bukan pertama kalinya Mirza melihat Ara tapi sudah sejak satu tahun semenjak kakaknya menjadi BESTie Ara,bukan karena mereka pernah ketemu sebelumnya tapi Ardan yang selalu memperlihatkan foto-foto kebersamaan mereka dengan Uncle nya itu.


Saat itu pula Mirza tertarik dengan sosok Ara ini sehingga dia mengikuti saran kakaknya untuk tinggal bersama mengurus perusahaan keluarga.


Mirza lalu bergabung dengan keluarga untuk makan malam,setelah selesai mereka berkumpul di ruang keluarga untuk ngobrol.


“Mirza,kakak minta tolong kamu antar Ara pulang ya sebentar soalnya dia nggak bawa mobil.Tidak baik juga kan kalau perempuan pulang sendirian malam begini.”Ucap Maya yang sengaja meminta Mirza yang antar padahal ada sopir.


Dengan senang hati Mirza mengangguk,”Iya kak tapi habis sholat isya ya,”Ucap Mirza.


“Iya,biasanya memang Ara pulang setelah sholat dulu tapi kamu tidak keberatan kan Ara???” Lirik Maya pada Ara.


“Tidak apa-apa kak.”Dengan malu-malu Ara menjawab.


Sementara Mirza dari tadi melirik Ara tapi sekilas seakan sibuk dengan ponselnya,Maya menyadari itu lalu berinisiatif menggoda adiknya yang memang selama ini pun tidak pernah memperkenalkan siapa pun kepadanya.


”Dek,kakak mau nanya ???” Maya mendekati mirza.


“Mau tanya apa kak ???” Mirza meletakkan ponselnya lalu menatap kakaknya.

__ADS_1


“Emang kamu nggak punya pacar ???” Tanya maya lagi.


Mirza kembali sibuk dengan ponselnya,”Nggak ada kak,memang kenapa tiba-tiba langsung tanya pacar lagian umur ku sekarang kan sudah tidak untuk pacaran.”Jawab Mirza santai.


“Oh pantas aja kamu nggak pernah kenalin kakak ternyata jomblo toh.”Goda Maya.


Ara yang dari tadi sibuk bersama Ardan ikut tersenyum melihat tingkah adik kakak itu yang kebetulan berada di kursi samping tempat Maya dan Mirza duduk.


“Terus kalau akau jomblo kakak mau menjodohkan aku lagi???” Ucap Mirza yang sedikit kesal dengan kakaknya yang selalu menjodohkannya hingga saat ketemu Ara,Maya pun berhenti karena sibuk dengan Ara.


“Kali ini kakak nggak akan menjodohkan kamu tapi kamu sendiri yang harus berusaha jika memang kamu suka.”Maya melirik Ara.


Mirza yang mengerti maksud kakaknya lalu menghentikan kegiatannya,”Kak Maya....”Tatap Mirza pada Maya yang hanya mereka berdua yang tau maksud pembahasan itu.


“Iya...kakak ta....”langsung di jeda oleh Mirza.


“Kak....kali ini biar Mirza yang handle.”Mirza mendekap mulut kakaknya agar tidak banyak bicara dan tidak ingin Ara tau.


“Mami sama Uncle kenapa seperti itu ???” Tanya Ardan yang bingung melihat tingkah om dan maminya.


“Nggak apa-apa sayang,mami hanya melepas rindu dengan uncle kamu.”Ucap Maya tersenyum.


Ara hanya tersenyum seakan mengerti dengan cara kakak adik itu melepas rindu karena memang sudah lama mereka tidak ketemu meski caranya sedikit aneh.


“Iya kak,memang kenapa ? apa ada masalah ?” Tanya Ara.


“Oh nggak ada masalah sama sekali tapi sepertinya urusan ini akan kakak limpahkan pada Mirza karena mulai besok dia yang akan menggantikan aku di kantor sementara itu aku hanya mengawasi dia saja.


“Oh begitu kak,aku pikir kenapa.Terus kakak tidak ke kantor lagi ?” Ucap Ara.


“Hmmm kakak mau fokus sama Ardan aja soalnya Ardan sering protes kalau papi dan mami mya sibuk tapi sekali-kali aku ke kantor untuk awasi Mirza.”Jelas Maya.


“Yaaa...jarang ketemu lagi dong.”Ucap Ara.


“Kan ketemu Mirza.”Lirik maya pada Mirza.


“Kak...”Ucap Mirza cemberut.


“Iya...maksud kakak kalau kamu kangen ya langsung ke rumah aja sekalian ketemu Ardan dan ada mirza juga.”Jelas maya.


“Iya deh kak.”Ucap Ara.

__ADS_1


Setelah sholat Ara pamit pulang yang diantar oleh Mirza sesuai dengan permintaan Maya,dalam perjalanan Ara hanya diam sesekali melihat keluar jendela.


“Hmmmm...kata-kata kak maya jangan diambil hati ya,dia memang suka bercanda.”Ucap Mirza memulai pembicaraan.


“Yang mana?” Ara mencoba mengingat-ingat.


“Itu yang bilang kan bisa ketemu aku.”Ucap Mirza yang takut jika Ara salah paham.


“Oh itu...aku tau kok kalau kak maya hanya bercanda jadi kamu santai aja.”Ucap Ara santai.


“Kalau boleh tau kenapa kamu dan kak Maya bisa akrab karena setau aku kak maya itu tidak mudah untuk akrab dengan orang lain.”Tanya Mirza.


“Oh itu ceritanya panjang,lebih baik kamu tanya sama kak Maya aja soalnya aku nggak bisa cerita.”Wajah Ara seketika murung.


“Oh ok...aku mengerti,sepertinya ini ada hubungannya dengan seseorang jadi kamu nggak mau cerita.Nanti aku tanya kak Maya aja kalau begitu.”Mirza seperti langsung mengerti Ara meski hanya melihat ekspresi wajahnya padahal mereka baru bertemu.


Dalam hati Mirza makin merasa penasaran dan kagum melihat sosok Ara secara langsung dan dekat,bukan hanya cantik tapi dia juga sederhana tanpa banyak embel-embelnya.Tapi meski memiliki perasaan itu,dia tetap terlihat santai agar tidak terlihat menyukai Ara.


“Aku dengar kesuksesan kamu sekarang itu hasil dari kerja kerasmu sendiri.”Tanya Mirza.


“Hasil dari kerja tim dan usaha bersama.”Ucap Ara yang masih merendah melirik ke arah Mirza.


“Benar kata kak Maya kalau kamu itu memang sederhana,pantas kak maya suka sama kamu.”Ucap Mirza melirik Ara sekilas.


“Memang kak Maya bilang apa???” Ara melirik Mirza sehingga Mirza salah tingkah.


“Emmm itu hanya cerita yang baik-baik aja.”Mirza terlihat kikuk saat di lirik Ara.


“Oh...kirain bahas apa.”Ara kembali menatap ke depan.


Beberapa menit kemudian mereka sudah sampai di rumah Ara dan ternyata sudah Ada Reza yang menunggunya sejak tadi,Mirza yang penasaran akhirnya bertanya pada Ara.”Sepertinya kamu ada tamu Ra.”Ucap Mirza.


Ara yang masih sibuk mengambil barangnya di jok belakang tidak menyadari kehadiran Reza,”Tamu,siapa???” lalu melihat ke depan rumah.


“Itu di sana,sepertinya melihat ke arah kita.”Tunjuk Mirza.


“Oh itu Reza,sahabat aku dari luar kota.”Ucap Ara santai.


“Reza...” Ada banyak pertanyaan di benak Mirza tentang Reza sahabat Ara itu tapi dia tidak ingin banyak bertanya agar Ara tidak curiga jika dia merasa sesak melihat Reza.


“Iya,kamu mau turun biar aku kenalkan sekalian atau mau langsung pulang.”Ajak Ara.

__ADS_1


Tentu Mirza sangat ingin bertemu langsung sekaligus ingin tau tentang Reza ini,”boleh aku ikut turun???”


“Boleh kan tadi aku ajak.”Ara masih santai tanpa menyadari jika Mirza cemburu melihat Reza.


__ADS_2