MENGUBAH TAKDIR ARA'

MENGUBAH TAKDIR ARA'
EPISODE 33 PENJELASAN MIRZA


__ADS_3

Sepanjang perjalanan Ara hanya diam membuat Mirza makin bersalah,dia malah bingung harus memulai dari mana menjelaskan pada Ara tentang pengakuannya tadi pada keluarganya dan tentang perasaannya sendiri yang sudah di pendam lama.


“Ara,boleh aku mengajak kamu keluar habis magrib ?” Lirik Reza yang mencoba membuka pembicaraan agar tidak hanya diam saja.


“Keluar...maksudnya sama kak Maya juga.”Tanya Ara balik.


Mirza hanya menggelengkan kepalanya menatap Ara sekilas.


“Jadi maksudnya hanya kita berdua.”Ucap Ara datar.


Mirza menghentikan mobilnya,”Iya,aku ingin menjelaskan tentang yang tadi sama kamu.


“Kenapa harus nanti malam kenapa nggak sekarang aja.”Cecar Ara.


“Ada hal lain yang ingin aku jelaskan sama kamu jadi sekalian aja.”Ucap Mirza lembut.


“Oh...ya udah,tapi janji harus jelaskan semuanya.”tatap Ara.


“Iya.”Mirza kini tersenyum melihat Ara yang mulai kembali baik.


Sementara itu Maya sudah menunggu kedatangan mereka,ingin mendengar langsung penjelasan dari dua orang itu yang membuatnya benar-benar kaget.


“Kenapa sih Mi,mondar-mandir begitu.”Tanya Ardan pada maminya.


“Ini Mami lagi nunggu Uncle kamu sama Ara tapi kok lama ya mereka baru sampai.”Maya makin gelisah.


“Mungkin mereka singgah di suatu tempat,di sini kan banyak tempat yang bagus jadi kamu sabar aja.”Ucap Rian suaminya.


“Tapi kan sayang,mereka itu benar-benar memberikan kabar tanpa memberitahu kita dulu,gimana aku nggak kaget.”Maya yang gelisah membuang tubuhnya di sofa.


Tidak lama terdengar suara mobil Mirza memasuki halaman Rumah,Maya bergegas keluar menghampiri mereka dengan tersenyum.Sementara hanya diam melihatnya dan sudah yakin maksud kak Maya.


“Akhirnya kalian sampai juga.”Maya menatap Ara dan Mirza,mengikuti mereka dari belakang memasuki rumah.


“Kak Maya,untuk yang tadi biar Mirza yang jelaskan.Untuk Ara biarkan dia istirahat pasti dia capek.”Ucap Mirza.


Maya malah menatap Mirza membiarkan Ara berlalu ke kamarnya,”Jadi ini hanya pengakuan kamu saja.”seakan Maya mengerti adiknya.


Mirza hanya menunduk mendengar kakaknya,mengakui kesalahannya tapi dia tidak menyesali itu.


“Terus Ara bilang apa???” Cecar Maya mengikuti adiknya duduk di sofa.


“Tadi sempat bingung dan meminta penjelasan tapi aku belum memberi penjelasan.”Jawab Mirza.


“Tapi kok Ara biasa aja dari tadi.”Maya masih penasaran.


“Aku meminta dia untuk keluar sebentar malam sekalian aku ingin jujur tentang semuanya.”tekad Mirza sudah bulat untuk jujur pada Ara tentang perasaannya.


“Apa nggak terlalu cepat dek,Ara sepertinya masih butuh waktu untuk menata hati.”Saran Maya.

__ADS_1


“Mungkin ini terlalu cepat untuk dia tapi semuanya sudah terlanjur dan aku sudah siap,apa pun nanti jawaban Ara.”Ucap Mirza pasrah.


“Ya udah,kamu lebih baik istirahat dulu biar bisa mengumpulkan kekuatan kalau-kalau nanti di tolak Ara.”Goda Maya.


HANYA BERDUA


“Ini tempat apa kak.”Ara masih bingung dengan tempat yang mereka tuju.


“Ini tempat aku saat sedang lagi ingin sendiri.”Ucap Mirza.


“Indah.”Hanya itu yang terucap dari bibir Ara.


“Kamu suka Ra,ini sengaja aku hias biar kamu suka.”


“Suka kak.”Wajah Ara terlihat kembali ceria membuat Mirza ikut senang.


“Baguslah kalau kamu suka.”Mirza tersenyum.


“Lalu....”Ucapan Ara terhenti menatap Mirza seakan menagih janji Mirza.


“Iya aku akan menjelaskan semuanya tapi aku harap kamu tidak akan marah setelah ini.”Tatap Mirza balik.


“U...untuk apa aku marah.”Ara segera menepis pandangannya merasa gugup di tatap Mirza.


Mereka lalu duduk di kursi panjang yang telah di siapkan Mirza sbelumnya agar mereka nyaman saat ngobrol.


“Jadi itu alasannya kakak memberikan pakaian yang senada dengan aku biar terlihat makin meyakinkan.”Tatap Ara balik tanpa ragu untuk memastikan semua tanya dalam hatinya.


“Iya,tapi kamu cantik tadi Ra dengan gaun itu.”Senyum Mirza.


“Tapi Monika lebih cantik.”Sesaat bayangan Monika muncul mengingat begitu akrabnya dia dengan Mirza membuatnya merasa sesak tadi.


“Loh,kok kamu malah bahas Monika kan aku lagi bahas kita.”Mirza bingung dengan sikap Ara.


“Iya,kenapa bukan Kakak nggak sama Monika aja kan dia juga cantik dan baik ?.”Ara malah balik bertanya.


Mirza hanya tertawa kecil,”Monika itu hanya aku anggap adik dari dulu hingga sekarang.” Ucap Reza lembut.


“Berarti aku sama dong kan seumuran sama aku.”Jawab Ara lagi yang sudah berani menatap Mirza.


“Maksudnya?” Tatap Mirza balik.


“Ya,maksudnya aku sama seperti Monika yang dianggap adik tapi kenapa tadi di kenalkan sebagai calon istri dan kalau kakak ingin minta tolong seperti tadi harusnya beritahu aku dulu biar bisa mempersiapkan diri.”Ara terlihat tersenyum.


“Jadi kamu nggak Marah Ra.”


“Awalnya aku marah dan kaget tapi setelah lama berpikir dan mendengar penjelasan kakak tadi aku jadi paham.Maaf ya kak tadi aku sempat marah.”Ara mulai menetralkan perasaannya dan tidak berpikir terlalu jauh tentang Mirza sementara dia sendiri belum mengerti tentang dirinya yang tiba-tiba merasa sesak melihat Mirza dekat dengan Monika.


“Ma kasih ya Ra,kamu mau mengerti.”Mirza kembali tersenyum.

__ADS_1


“Selama ini Kak Mirza juga baik sama aku jadi tidak ada salahnya jika aku membantu kak Mirza juga.”Senyum Ara.


Tiba-tiba suasana terasa hening,”Ehm...sebenarnya ada satu hal lagi yang ingin aku katakan.”Mirza mencoba memberanikan diri.


“Apa.” Tanya Ara singkat yang masih sibuk memandangi langit malam yang begitu indah.


Mirza tiba-tiba menggenggam tangannya sehingga dia hanya bisa terdiam,ingin melihat apa yang ingin di katakan Mirza.


“AKU SEBENARNYA SUDAH LAMA SUKA SAMA KAMU ARA.” Ucap Mirza menatap Ara.


Sontak Ara kaget mendengar pengakuan Mirza,”Hah...kok bisa ??? sejak kapan ???” Makin bertambah daftar pertanyaan Ara untuk Mirza.


“Aku juga nggak tau Ra tapi yang aku tau sejak Ardan sering memperlihatkan kebersamaan kalian dan aku mengenal kamu hingga saat ini membuat aku makin yakin tentang perasaan aku sama kamu.” Jelas Mirza.


“Jadi itu sebabnya sikap kak Mirza selalu aneh,ternyata ini alasannya.”Ara hanya menunduk.


“Memang kamu nggak sadar ya Ra kalau selama ini aku suka sama kamu.”Tanya Mirza ingin tau.


“Sebenarnya aku sempat berpikir sih kak tapi aku tepis semua itu karena aku pikir itu tidak mungkin karena kita itu beda jauh.Aku sadar lah kak dengan hal itu,apalagi ternyata kak Mirza itu orang terkenal dengan usahanya yang sukses.


“Itu bukanlah hal yang harus di permasalahkan Ra.Yang terpenting di sini tentang perasaan kamu sendiri untuk aku itu bagaimana.”Tanya Mirza.


Ara hanya diam,melihat itu Mirza sudah paham dan sudah mempersiapkan diri dengan jawaban Ara menurutnya diamnya Ara itu adalah pertanda penolakan untuknya.


“Aku paham Ra,nggak apa-apa kalau kamu tidak bisa jawab.Aku juga sudah tau dan mempersiapkan diri untuk ini.lebih baik kita pulang saja takut di cari kak Maya jika kita terlalu lama pulangnya.”Mirza beranjak dari kursi,baru ingin melangkah lalu di hentikan oleh Ara.


“Tunggu kak,sebenarannya bukannya aku nggak mau jawab tapi aku bingung.bagaimana cara jawabnya???” Ucap Ara.


Mirza kembali duduk di samping Ara,”Kenapa bingung,kan aku hanya ingin tau tentang perasaan kamu sama aku.”Ucap Mirza.


“Hmmmm untuk perasaan sebenarnya aku sendiri belum tau kak,Jujur tadi saat melihat kak Mirza dan Monika pelukan,aku merasa sesak tapi aku sendiri tidak mengerti itu apa jadi aku belum tau kak.”Ara hanya menunduk.


Mirza tersenyum mendengar perkataan Ara seakan ada harapan untuk dia bisa bersama Ara,”Aku tidak akan memaksa kamu Ra,jika kamu memang belum siap membuka hati untuk aku tapi jika sudah waktunya kamu membuka hati izinkan aku untuk membahagiakan kamu Ra.”


“Dengan Cara???.”Ara mulai memancing keseriusan Mirza.


“Aku ingin menikah sama kamu Ra dan menjadikan lamu calon istriku yang sebenarnya bukan pura-pura ”Ucap Mirza tulus menatap Ara lagi.


“Apa kakak sudah yakin kan kita juga baru kenal beberapa bulan.”Tanya Ara memastikan.


“Aku yakin dan sangat yakin,kamu orang baik Ra dan kamu pantas bahagia.”Tatap Mirza.


Mata Ara berkaca-kaca mendengar ucapan Mirza,”Ma kasih kak untuk pertama kalinya aku merasa ada seseorang yang tulus dengan perasaannya,kakak juga baik dan pantas mendapatkan yang lebih baik.”Ara mengulum senyum membuat Mirza merasa bahagia.


“Lalu...”Tanya Mirza memastikan.


“Ehm kasi aku waktu satu minggu kak untuk menjawab ini biar keputusan ini nggak terkesan terburu-buru dan sesaat.”Ara mengulum senyum.


“Emmmm ok,aku setuju berarti seminggu lagi kita ke sini dan aku tunggu jawaban kamu.”Wajah Mirza kembali ceria melihat Ara yang terlihat tenang mendengar pengakuannya.

__ADS_1


__ADS_2