
🌸🌸🌸🌸
Di tempat lain Maya sudah menunggu Mirza sejak tadi tapi belum datang-datang juga,begitu penasaran ingin mengetahui perkembangan adiknya dengan Ara samapi Rela menunggu di ruang tamu.
Tidak lama terdengar suara mobil Mirza membuat maya segera beranjak dari kursi untuk membukakan pintu pada adiknya itu.
Ceklekkk...
“Loh kok lama sih dek ???” Tanya Maya yang membukakan pintu pada adiknya itu.
“Eh kakak...bikin kaget aja.Tumben belum tidur.”Ucap Mirza kaget melihat Maya tiba-tiba membuka pintu.
“Belum ngantuk...kamu belum jawab pertanyaan kakak tadi,kenapa lama???” Tanya Maya penasaran.
“Itu kak,aku mampir sebentar di panggil Ara masuk jadi kita ngobrol dulu.”Mirza menyandarkan tubuhnya di sofa.
“Loh bagus dong...tapi kok wajahnya lesu begitu.”Tanya Maya yang ikut duduk di samping Mirza.
“Bagus apanya sih kak,orang aku bicaranya bersama sahabatnya Ara juga yang baru datang dari luar kota.”Mirza masih murung seakan unek-uneknya yang sejak tadi di tahan kini baru dia keluarkan.
“Sahabatnya Ara yang dari luar kota.” Maya menaikkan ke dua alisnya mencoba mengingat siapa yang di maksud dengan Mirza itu.
“Iya sahabatnya,namanya Reza.”Ucap Mirza datar.
“Hah Reza...kok bisa ???” Maya kaget mendengar nama itu karena terakhir dia mendengar itu hanya setahun yang lalu.
“Kakak kenapa kaget begitu ? memang kakak kenal dengan Reza???” Kini Mirza yang kembali menatap kakanya serius,ingin tau lebih jauh tentang Reza.
“Kakak sih nggak kenal sama Reza hanya tau namanya saja,itu pun dulu saat Ara cerita tentang dia.”Ucap Maya yang kembali mengingat pertemuannya dengan Ara.
“Memang Reza ini siapa sih sebenarnya karena kalau aku lihat,dia itu bukan sekedar sahabat karena sepertinya dia cemburu saat melihat aku bersama Ara turun dari mobil,yaah meski pada akhirnya Ara menjelaskannya pada kami.”Ucap Mirza.
__ADS_1
“Oh ya...terus sikap Ara pada Reza bagaimana ???” Kini Maya penasaran.
“Ya selaknya sahabat seperti biasanya,akrab dan sesekali bertengkar lucu.Memang kenapa sih kak,aku jadi penasaran melihat ekspresi kakak seperti itu.”Tatap Mirza kakaknya itu.
“Hmmm ceritanya panjang Mirza tapi mendengar Ara yang biasa saja dan tetap baik pada Reza membuat kakak makin kagum dengan kebaikan dia yang tidak menyimpan dendam sedikitpun pada Reza tapi justru sebaliknya.”Maya tersenyum.
Mirza menaikkan alisnya,”Maksud kakak,Reza dan Ara itu bukan hanya sekedar sahabat atau...? karena yang aku liat sepertinya Reza tidak sekedar memandang Ara sebagai sahabat.
“Hmmmm kakak akan cerita tapi setelah ini kakak mau tau tentang perasaan kamu sama Ara.”Maya tersenyum menatap adiknya.
“Iya,apa pun akan aku jawab asal kakak cerita dulu.”
🌸🌸🌸🌸
Flashback
Setahun yang lalu saat kakak ada di parkiran mall bersama Ardan,tanpa sengaja kakak melihat Ara yang terlihat pusing lalu pingsan.Melihat Ara yang tidak sadar,akhirnya aku membawanya ke rumah sakit dan menemaninya di sana karena tidak ada keluarga yang bisa aku hubungi saat itu.
Sebagai orang yang bertanggung jawab atas dia saat itu maka dokter memberitahu kakak bahwa Asam lambung Ara kambuh,mungkin Ara telat makan atau banyak pikiran sehingga dia bisa tiba-tiba pingsan.
Aku inisiatip bertanya tentang keluarganya agar ada yang bisa menggantikan tapi ternyata keluarga Ara semua di kampung sementara dia hanya tinggal sendiri,jadi aku memutuskan untuk menemani Ara selama di rumah sakit karena aku kasihan melihat dia sendiri tanpa siapa pun.
Meski kakak ikhlas membantunya tapi Ara selalu merasa tidak enak dan minta maaf,dari situ kakak bisa melihat bahwa Ara ini anak yang baik dan tidak banyak mengeluh.Terlihat begitu sabar menghadapi sakitnya,makanya kakak mulai respect sama dia.
Berawal dari pertemuan itu sampai akhirnya Ara keluar rumah sakit,kami sering ketemu hingga memutuskan untuk kerja sama sehingga hubungan kami berlanjut sampai sekarang,tapi yang membuat kakak begitu yakin pada Ara.Pada saat kakak tiba-tiba harus menemani kamu yang sedang sakit.
Kakak benar-benar bingung karena kamu sedang sakit sendiri sementara aku tidak semudah itu percaya pada orang lain untuk menitipkan Ardan dan kamu tau Ardan tidak mudah untuk akrab pada orang lain,tapi Ara yang baru beberapa bulan kakak kenal datang meyakinkan kakak untuk mempercayakan dia menjaga Ardan selama kakak pergi.
Sampai pada akhirnya aku menitipkan Ardan pada Ara dan ternyata benar Ardan yang selama ini rewel jika bersama orang lain justru sangat senang saat bersama Ara,itulah sebabnya Ara dan Ardan selalu pergi bersama saat kakak keluar kota atau keluar negeri karena aku pikir hanya Ara orang yang tepat.
Mungkin karena Ara itu orangnya tulus dan sabar sehingga orang-orang yang ada di dekatnya itu merasa nyaman tapi sayang untuk masalah percintaan Ara tidak seberuntung itu padahal dia begitu baik tapi menurut kakak laki-laki itu yang bodoh meninggalkan perempuan sebaik Ara.
__ADS_1
Laki-laki pertama yang membuat Ara jatuh cinta tapi malah di tinggal dan dia adalah Reza,sahabatnya yang kamu temui tadi.
Itu sebabnya kakak kaget saat mendengar Ara yang masih baik padahal sudah di sakiti oleh Reza sampai masuk Rumah sakit.
Setelah di kecewakan oleh Reza,sampai saat ini Ara masih sendiri.Setiap ada yang ingin mendekati Ara malah cuek,terlihat masih trauma dengan masa lalunya dengan Reza.
Untuk menghibur diri,Ara selalu mengajak Ardan keluar bermain.seperti yang kamu lihat tadi dan setelah kakak pikir-pikir sepertinya Kamu dan Ara cocok,”Ucap Maya menggoda Mirza.
Wajah Mirza merona,terlihat salah tingkah.”Itu menurut kakak,belum tentu menurut Ara.”Ucap Mirza malu-malu.
“Berarti kamu setuju kalau kakak menjodohkan kamu dengan Ara,kali ini kakak nggak akan salah deh.Ara itu sangat cocok untuk di jadikan istri bukan untuk di permainkan yaah.”Ucap Maya pada adiknya itu.
“Hmmmm kalau di lihat sih,Dia itu memang baik,perhatian,tulus dan sayang sama anak kecil.”Ucap Ardan sekilas membayangkan tentang Ara.
“Tumben kali ini kamu sepemikiran dengan kakak.”Goda Maya lagi.
Mirza melirik kakaknya,”Pilihan kakak kali ini sudah benar.”ucap Mirza tersenyum.
“Jangan bilang kalau kamu sudah jatuh cinta dengan Ara karena yang kakak lihat tadi kamu juga seperti salah tingkah di dekat Ara.”Tanya Maya penasaran.
“Sepertinya itu tidak perlu Mirza jawab,kakak udah tau jawabannya.”Mirza tersenyum.
“Sejak kapan???.”Tatap maya penasaran.
Mirza terdiam sejenak lalu menarik napas lalu menghembuskan secara kasar,” Sejak Kakak datang menemani aku saat sakit dan kakak Vidio call dengan Ardan,lalu tanpa senagaja aku melihat Ara.Meski hanya sekilas tapi kesederhanaan Ara membuat aku kagum makanya aku pura-pura bertanya sama kakak waktu itu tentang orang yang menemani Ardan saat kakak bersama aku.”Ucap Mirza mengakui perasaannya.
“Jadi...sudah selama itu kamu suka sama Ara dan hanya memendamnya tanpa memberitahu kakak.”Mata maya membulat,merasa tidak percaya jika adiknya kini menyukai Ara yang sudah dia anggap adik sendiri.
“Iya...tapi kakak jangan bilang dulu sama Ara,biarkan ini jadi rahasia dan biarkan Mirza yang usaha untuk mendapatkan Ara tanpa bantuan siapa pun.”Ucap Mirza.
“Ok..kakak akan diam dan akan selalu mendukung kamu.Kalau begitu kakak masuk dulu yaah,kamu juga masuk kamar.Besok kan hari pertama kamu masuk kantor.”Ucap Maya.
__ADS_1
“Iya kakak duluan aja,sebentar lagi aku masuk.”Ucap Mirza.
“Ya udah...cepat masuk.”Maya berlalu pergi ke kamarnya.