MENGUBAH TAKDIR ARA'

MENGUBAH TAKDIR ARA'
EPISODE 31 LIBURAN KELUARGA


__ADS_3

Ara bersiap-siap untuk berangkat ke bandara membawa kopernya,tanpa sepengatahuan nya Mirza sudah menunggu di depan untuk menjemputnya,”Kak Mirza...kok kakak di sini bukannya kita ketemu di sana???” Tanya Ara yang kaget melihat Mirza di depan rumahnya.


“Iya...rencananya memang begitu tapi setelah aku pikir-pikir dari pada kamu bawa mobil sendiri ke bandara lebih baik aku yang jemput.”Senyum Mirza menghampiri Ara yang mengambil koper yang ada di tangannya lalu memasukkan ke dalam mobil.


Ara hanya terdiam,banyak tanya dalam hatinya tentang Mirza yang begitu baik dan perhatian tapi dia tidak ingin memikirkan hal yang lebih jauh yang menurutnya tidak mungkin.


“Kok diam aja,emang mau tinggal berdiri di situ terus ?” Reza berbalik ke tempat Ara berdiri.


“Eh,ti...tidak kak.” Ara berjalan mendahului Mirza masuk mobil dengan wajah menunduk dan malu.


Sepanjang perjalanan mereka hanya diam-diam,Ara yang masih malu hanya terus melihat ke luar jendela,”Hmmmm kenapa diam aja Ra,aku ada salah ya?” lirik Mirza.


Ara menatap Mirza,”kakak nggak punya salah,aku hanya bingung aja tiba-tiba kakak jemput aku.”


”Memang nggak boleh jemput kamu ?” Mirza tersenyum menatap Ara.


Ara mengalihkan pandangannya menjauhi tatapan Mirza,”boleh aja sih kak,akunya aja yang berlebihan menganggapinya.”


“Berlebihan,memangnya taggapan kamu bagaimana?” Tanya Mirza penasaran.


“Nggak ada apa-apa,eh kayaknya bentar lagi kita akan sampai kak.” Ucap Ara mengalihkna pembicaraan.


Sementara Mirza hanya diam,tidak ingin banyak bertanya dulu pada Ara,mengingat keadaannya belum tepat.Dia hanya terdiam membiarkan Ara sibuk sendiri dengan ponselnya.


Beberapa menit kemudian mereka telah sampai di bandara,Maya yang sudah menunggunya sejak tadi terlihat tersenyum melihat kedatangan Mirza dan Ara.”Akhirnya kalian sampai juga.”Ucap Maya merangkul Ara.


“Kak Maya ini,baru berapa hari nggak ketemu Ara sudah kayak setahun.giliran aku yang pergi jauh nggak di pedulikan.”Protes Mirza pada kakaknya.


“Ih kamu itu kan cowok jadi bisa jaga diri sendiri,beda sama Ara yang memang harus di jaga.”Ucap Maya

__ADS_1


“Iya deh,adik kak maya memang Cuma Ara.Mirza hanya di butuhkan saat ada perlunya aja.” Lirik Mirza tersenyum.


“Apaan sih Mirza.”Maya mencubit lengan Mirza.


Ara hanya tersenyum memperhatikan tingkah kakak adik itu yang membuatnya ikut senang melihatnya,berada di antara memberikan kebahagiaan sendiri untuk Ara.


KEDIAMAN MIRZA


“Wah...rumahnya lebih besar dari rumah kita ya Ma.”Ucap Ardan yang takjub melihat rumah yang baru saja di datanginya.


“Iya,rumah om Mirza memang lebih besar.”Maya tersenyum pada anaknya


“Hah...rumah kak Mirza bukannya kemarin-Kemarin kak Mirza di luar negeri ?” Ara pun ikut kaget.


“Iya...emang Mirza di luar negeri tapi dia punya usaha sendiri di sini yang sudah berjalan beberapa tahun.”Ucap Maya.


“Orang kepercayaan Mirza dan sekarang dia ada di dalam menunggu kita.”Maya menatap ke dalam rumah.


Mirza yang sudah turun sejak tadi membuka pintu mobil tempat Ara duduk,”Ayo turun Ra.”ajak Mirza.


Makin banyak pertanyaan dalam benak Ara tentang seorang Mirza yang menurutnya penuh kejutan.”Sebenarnya kak Mirza ini siapa sih,kok bisa punya rumah segede ini.”Batin Ara.


Tidak berhenti di situ,saat masuk ke dalam Ara makin takjub melihat rumah yang begitu megah.”Ada apa Ra ? dari tadi diam aja?” Tanya Mirza.


Ara tersenyum“Nggak apa-apa kak.”


“Kalau begitu aku antar kamu ke kamar kamu sekalian bawain koper kamu.”Mirza menarik Ara menuju kamarnya.


“Kakak nggak perlu repot-repot begitu membawa koper aku kan bisa aku bawa sendiri,nanti kakak capek harus bawa koper aku terus bawa koper kakak juga.”Ara merasa tidak enak.

__ADS_1


“Tenang,koper aku sudah di bawa.pasti udah beres di kamar jadi aku bantu kamu di sini.”Mirza tersenyum.


“Lah,koper kakak di bawain asisten sementara aku di bawain kakak kan makin nggak enak kak.”Ucap Ara.


“Nggak perlu merasa seperti itu,aku kan niatnya bantu kamu.”Mirza malah sibuk mempersiapkan keperluan Ara.


“Ma kasih kak,ini kan rumah kakak harusnya kakak nggak seperti ini.”


“Justru sebagai tuan rumah harus bersikap baik pada tamu,apa lagi itu tamu spesial.”Ucap Mirza yang sedang sibuk mengambil barang keperluan Ara.


“Tamu spesial ??? maksudnya....?” Tanya Ara.


Mirza menghentikan kegiatannya,”Iya,kamu kan tamu di sini jadi sebagai tamu pasti kamu spesial.”Jelas Mirza.


“Oh...biar aku aja kak yang siapkan kakak tinggal sebut aja di mana biar nanti aku ambil barangnya.”Ucap Ara tersenyum.


“Ya udah,kamu langsung istirahat ya kalau butuh barang kamu cari di lemari sana.”Tunjuk Mirza.


“Ok kak.” Senyum Ara.


“Kalau begitu aku ke kamar dulu dan kalau ada perlu apa-apa kamu tinggal telpon aku.”Ucap Mirza.


“Iya kak,selamat istirahat.”Ara menutup pintu.


Mirza terlihat begitu bahagia bisa melihat Ara sedekat itu,senyum di wajahnya terlihat begitu jelas bahwa dia begitu bahagia dan membuat orang yang melihatnya ikut bahagia kerena untuk pertama kalinya mereka bisa melihat Mirza bisa merasakan bahagia setelah kepergian orang tuanya.


“Senang ya Mas,melihat Mirza sebahagia itu.Ternyata kehadiran Ara bisa memberikan kebahagiaan yang hilang dari keluarga kita.”Ucap Maya yang tidak bisa membendung air matanya.


“Iya,kamu nggak salah jika Ara yang menjadi pendamping Mirza kelak karena mereka memang cocok dan sama-sama baik.”Ucap Rehan suami Maya.

__ADS_1


__ADS_2