MENGUBAH TAKDIR ARA'

MENGUBAH TAKDIR ARA'
EPISODE 21 TENTANG MIRZA


__ADS_3

🌸🌸🌸🌸


Hari pertama Mirza masuk kantor untuk menggantikan kakaknya Maya,keluarganya memiliki bisnis properti terbesar tapi meski begitu Mirza bukanlah tipe yang suka mengandalkan kemewahan keluarga hanya saja atas permintaan kakaknya sehingga dia memutuskan untuk mengelola bisnis mereka.


“Sudah siap dek ?” Tanya Maya yang melihat Mirza keluar kamar.


“Sudah kak.”Ayo berangkat.


Mobil mereka melaju menuju kantor,selang beberapa menit mobil mereka sudah terlihat di depan kantor yang begitu megah.


Dengan santai Mirza dan Maya berjalan menuju ruangan,wajah tampan Mirza mampu menarik banyak perhatian dari para karyawan yang melihatnya.memang mereka belum tau tentang Mirza karena memang pergantian CEO Baru belum di sampaikan kepada para karyawannya mengingat Mirza datang tiba-tiba tentu atas permintaan Maya.


Tidak lama semua karyawan di kumpulkan di lobi sebagai bentuk perkenalan Mirza sebagai CEO baru pengganti Maya,”Ok...selamat pagi semua.Tujuan saya mengumpulkan kalian semua di sini tentunya ingin memberi informasi kepada kalian bahwa hari ini saya sudah tidak jadi CEO di kantor ini lagi dan akan di gantikan oleh adik saya Mirza.”Maya tersenyum menatap Mirza.


“Iya..seperti yang kalian dengar,hari ini saya yang akan menggantikan kak Maya dan saya harap kerjasama dari kalian semua agar perusahaan kita semakin lebih baik kedepannya atas ke pemimpinan saya.”Ucap Mirza tersenyum.


“Hanya itu yang ingin saya sampaikan,jadi kalian bisa kembali bekerja.”


Semua kembali bekerja begitu pun dengan Mirza,di dalam ruangan Maya menjelaskan semuanya termasuk jadwal meeting nya saat itu.”Dek,siang ini kamu ada meeting dengan Ara.”Ucap Maya.


“Ara...oh iya aku belum tau kabar dia hari ini.”Ucap Mirza.


“Dia lagi sibuk pastinya dan masalah tempat kalian meeting nanti kakak udah atur tinggal kamu datang saja ke sana dan aku juga sudah memberitahu Ara,tapi sepertinya agar kamu lebih mudah komunikasi lebih baik nomornya di save kali aja nanti bisa di hubungi kapan waktu.”Maya mengambil ponselnya tersenyum melirik ke adiknya.


Mirza hanya tersenyum,”Kakak memang paling mengerti maksud adiknya tanpa harus bilang dulu.”


“Iya dong,kan kakak juga pernah muda.”Maya tersenyum.

__ADS_1


Waktu meeting masih lama,masih banyak beberapa pekerjaan yang harus Mirza selesaikan dan pelajari membuatnya lupa jika sudah masuk jam istirahat.”Kamu nggak istirahat dek,kalau kerja teru itu tidak akan ada habisnya.”lirik Maya.


“Nanggung Kak,biar di selesaikan sekalian.”Mirza hanya fokus pada pekerjaannya.


“Jangan lupa sebentar untuk meeting dengan Ara.”Ucap Maya mengingatkan.


“Iya Kak,aku nggak lupa.”Mirza masih sibuk.


“Memang kamu nggak ada niatan untuk menjemput Ara biar sekalian ke sana.”Ucap Maya yang membuat Mirza menghentikan kegiatannya.


Sejenak terdiam,”Hmmmm...kayaknya nggak deh kak,Ara bukan tipe orang yang ingin merepotkan orang lain jadi pasti kalau aku jemput pasti dia tidak enak.”


“Setidaknya kan kamu usaha dek,bukannya kamu suka tapi kenapa terlihat cuek.Nanti di ambil orang baru nyesel kamu.” Ucap Maya.


Mirza tertawa kecil,”Aku yakin Ara bukan tipe orang yang mudah untuk menerima orang lain begitu saja.”


“Hmmm aku tau tapi aku punya cara sendiri untuk mendekati Ara,entah nanti dia menerima aku atau tidak yang pasti aku ingin selalu berada di samping Ara dan pelan-pelan aku akan mendekatinya tanpa dia harus tau tentang perasaanku dulu.”Ucap Mirza membayangkan tentang Ara.


Maya mendekati adiknya,”itu serius yang kamu katakan tadi dek,belum pernah kakak melihat kamu memiliki perasaan seperti ini pada perempuan dan perasaan kamu itu terlihat begitu besar pada Ara padahal kalian baru ketemu kemarin.”Ucap Maya.


“Aku serius kak,semalam aku sudah memikirkan itu dan aku rasa Ara pantas untuk di cintai dan di lindungi.”Ucap Mirza masih membayangkan pertemuan pertama mereka.


“Hmmm kakak nggak bisa melarang kamu,apa pun itu kakak akan selalu dukung dan Ara memang pantas untuk mendapatkan kebahagiaan,kakak juga percaya kalau kamu bisa membuat Ara bahagia.”Maya tersenyum.


“Kalau begitu aku sekalian selesaikan ini dulu,terus berangkat ke tempat meeting sekalian aku antar kakak pulang.”Ucap Mirza tersenyum.


“Ya udah,kakak tunggu kamu.”Maya kembali ke kursi mengambil ponselnya lalu memainkannya.

__ADS_1


DI RUMAH ARA


Ara baru keluar dari rumah dengan terburu-buru untuk berangkat ke kantor tapi langkahnya terhenti saat melihat seseorang telah berdiri di depannya.”Loh Za,ngapain kamu pagi-pagi sudah di sini.”Tanya Ara.


“Ingin antar kamu ke kantor,kan mobil kamu masih di bengkel.”Reza tersenyum pada Ara.


“Iya sih...Kan aku bisa naik taksi online Za,nggak perlu repot-repot ke sini.”Ucap Ara.


“Nggak perlu banyak mikir lebih baik kita berangkat,nanti kamu telat kelamaan mikir.”Reza menarik lengan Ara untuk masuk ke mobil.


Ara hanya terdiam,”Kamu kenapa diam Ra,nggak suka aku jemput???” Tanya Reza.


“Nggak sih Za,Cuma aku kaget aja kamu tiba-tiba datang terus antar aku ke kantor.Memang kamu nggak ada kerjaan.”Ucap Ara.


“Kan aku lagi cuti,kalau kerjaan sebenarnya banyak tapi aku malas ke kantor di sini soalnya malas untuk ketemu Dara jadi lebih baik aku manfaatkan waktu cuti ku untuk ketemu kamu.”Reza tersenyum melirik Ara.


“Hmmmm...terserah kamu aja Za.”Ara menyandarkan badannya di jok mobil.


“Kamu kenapa Ra,masih marah sama aku ??? kelihatannya nggak senang begitu aku jemput.”Ucap Reza melirik ke arah Ara.


“Nggak apa-apa Za,lebih baik kamu fokus nyetir.”Memandang lurus ke depan.


“Siap bos.”Ucap Reza tersenyum sekilas melirik Ara.


...“Aku tau Ra,tidak mudah untuk kamu melupakan tentang aku yang pernah mengecewakanmu tapi aku akan selalu berusaha untuk selalu berada di sampingmu,jika memang tidak sebagai orang spesial setidaknya aku masih bisa menjadi sahabatmu.”Batin Reza....


Sementara Ara hanya terus diam dalam perjalanan bukan karena marah pada Reza tapi karena dia sedang tidak enak badan dan tidak ingin membuat Reza khawatir jadi dia hanya banyak diam.

__ADS_1


__ADS_2