MENGUBAH TAKDIR ARA'

MENGUBAH TAKDIR ARA'
EPISODE 11 KEDATANGANNYA YANG TIBA-TIBA


__ADS_3

🌸🌸🌸🌸


Kembali Ara di sibukkan degan rutinitas kantor,berhadapan dengan laptop dan berkas-berkas.


Tok..tok...tok...


“Iya Rin,ada apa?”Ucap Ara pada sekretarisnya


“Ada yang mencari ibu di bawah.” Ucap Rina lembut.


“Siapa?,perasaan saya nggak ada janji hari ini.” Masih sibuk dengan pekerjaan.


“Kurang tau bu’,dia Cuma bilang teman ibu tapi tidak bilang siapa namanya.” Ucap Rina lagi.


“Ok ,bentar lagi aku turun di loby.” Merapikan berkas.


“Baik bu.”Menutup pintu.


Ara membereskan berkas,berjalan menuju loby sambil bertanya-tanya siapa orang yang mencarinya .Pas sampai di loby,dia kaget dan tidak percaya dia datang ke kantor.


“Reza...” Sapa Ara menghampiri Reza


“Iya Ra’.”Jawabnya santai.


“Kok kamu bisa di sini,tau dari mana?.” Ara masih bingung,melihat Reza tiba-tiba sudah ada di kantornya.


“Kamu nggak perlu tau itu,yang pasti sekarang aku sudah di depan kamu.” Reza tersenyum manis di hadapan Ara.


“Ngapain ke sini?” Tanya Ara penasaran.


“Ya...mau ketemu kamu lah.” Ucap Reza santai.


“Ada urusan apa?” Ara masih penasaran.


“Masalah perasaan,kamu tuh.Orang baru sampai bukannya di persilahkan duduk atau di kasi minum malah banyak tanya.” Reza masih bercanda pada Ara,mencoba mencairkan suasana melihat ekspresi wajah Ara yang sejak tadi kebingungan dan serius.


“Oh iya lupa,silahkan duduk Reza.” Ara baru sadar,tidak mempersiapkan apa-apa.


“Gitu dong,kaget yaah aku bisa di sini.” Goda Reza.


“Kamu nggak liat ekspresi ku dari tadi,masih nanya lagi.” Ucap Ara cemberut.


“Santai ra’.bisa nggak kamu itu lembut sedikit aja sama aku.Emang kamu nggak kangen sama aku?” Goda Reza lagi dengan senyuman manisnya membuat Ara sedikit salah tingkah.


“Emang kamu siapa mau di kangenin.” Ara berusaha jutek agar tidak terlihat salah tingkah.


“Padahal aku dari bandara langsung ke sini,tapi malah di sambut seperti ini.”Pasang muka sedih.


“Maaf,nggak bermaksud begitu Cuma nggak nyangka aja kamu bisa ke sini.” Nada bicara Ara terdengar manja,mencoba membujuk Reza agar tidak ngambek.


“Ini semua itu demi kamu,demi membuktikan kata-kata ku sama kamu.” Reza mulai serius.


“Terus kamu tinggal dimana???,katanya langsung ke sini tapi kopernya nggak kelihatan?” Ara mulai santai.


“Langsung aku suruh sopir bawa ke rumah.” Jawab Reza.


“Oh....tapi maaf Za aku masih kerjaan di atas jadi nggak bisa lama-lama.” Ucap Ara merasa tidak enak padahal Reza datang jauh-jauh menemuinya.


“Oh nggak apa-apa,aku bisa menunggu kamu selesai kerja.” Ucap Reza.


“Bener mau menunggu?” Tanya Ara memastikan.


“Iya...” Reza terlihat serius.


“Kalau begitu kamu ikut ke ruangan aku aja,biar bisa istirahat sekalian di atas.” Ajak Ara.


“Emang nggak apa-apa.” Tanya Reza


“Nggak...kamu ikut aja.” Mereka lalu bergegas ke ruangan Ara.

__ADS_1


Semua karyawan menatap ke arah Reza,melihat laki-laki pertama yang datang ke kantor tanpa urusan pekerjaan.


“Semua karyawan mu menatap aku seperti itu Ra,ada yang aneh sama aku.” Ucap Reza memperhatikan kembali penampilannya.


“Nggak ada yang aneh,tapi memang kamu laki-laki pertama yang datang ke kantor tanpa urusan pekerjaan.” Ucap Ara santai.


“Oh...pantas tatapan mereka seperti itu.” Ucap Reza yang tersenyum mendengar penuturan Ara.


“Nah...udah sampai,silahkan masuk.” Mempersilahkan Reza memasuki ruangan.


“Wah...ruangan kamu besar dan nyaman juga.Kamu benar-benar sudah berhasil Ra.” Ucap Reza yang begitu mengagumi apa yang ada di dalam ruangan itu sekaligus pemiliknya.


“Biasa aja Za,ini nggak ada apa-apanya di banding perusahaan kamu.” Ara masih merendah.


“Ini nggak biasa Ra,aku makin bangga sama kamu.” Reza makin kagum pada sosok Ara.


“Nggak usah di lebih-lebihkan kan kamu juga CEO yang banyak di incar perempuan di luar sana.” Goda Ara tersenyum.


“Kecuali kamu Ra.” Reza kembali menatap Ara.


“Kok aku?”Ara membuang pandangannya.


“Iya,kamu yang dari dulu tau aku tapi tidak pernah memanfaatkan aku tapi malah sebaliknya menjauhi aku karena itu.” Ucap Reza.


“Dari mana kamu tau semaunya.” Ara kaget mendengar Reza mengetahui semuanya.


“Aku mengetahuinya dari sumber yang terpercaya.” Reza tersenyum pada Ara.


“Hmmm aku tau,pasti dari Rika kan?” Ara asal menebak tapi ternyata tebakannya benar.


“Hehehe...” Reza hanya tertawa kecil seakan mengiyakan tebakan Ara.


“Aku lanjut kerja dulu,kamu istirahat saja dulu.” Menuju meja kerjanya.


“Iya,di lanjut aja kerjanya.Aku santai kok tapi boleh aku keliling liat-liat?” Reza keluar melihat sekeliling kantor.


“Boleh,silahkan.” Ucap Ara mengizinkan.


Panggilan telpon dari Rendra


“Assalamualaikum Za.” Ucap Rendra di seberang telpon.


“Wa'alaikum salam.” jawab Reza.


“Kamu di mana?” Tanya Rendra yang ingin mengajaknya nongkrong.


“Di kantor Ara’.” Ucap Reza santai.


“Hhaa..kamu serius menyusul Ara’?” Rendra kaget mendengar Reza yang begitu nekat menyusul Ara.


“Untuk apa aku bercanda rendra ,memang sekarang aku di kantor Ara.” Reza masih santai menjawab Rendra.


“Terus Ara di mana?” Tanya Rendra ingin memastikan,Reza tidak membohonginya.


“Lagi di ruangannya,aku lagi jalan-jalan di sekitar kantornya.” Ucap Reza.


“Reaksi ara gimana?” Rendra penasaran.


“Awalnya sih kaget dan masih jutek tapi lama-lama dia mulai lembut.” Reza tersenyum.


“Baguslah,semoga sukses mengejar cintanya Ara’.” Rendra menyemangati temannya itu.


“Harus dong.” Reza begitu optimis.


“Ok..kamu lanjut aja jalan-jalannya aku juga mau pulang ke rumah.” menutup Telpon.


REZA


"Untuk pertama kalinya setelah berpisah dengan Fira,aku memberanikan diri untuk memperjuangkan seseorang perempuan yang memang sudah sejak lama aku tunggu kabarnya dan sekarang,aku tidak ingin membiarkan dia pergi lagi." Ucap Reza dalam lamunannya.

__ADS_1


“Udah kelilingnya Za?” Tanya Ara yang tiba-tiba sudah berada di hadapannya.


“Eh Ara’,kamu ngagetin aku aja.” Ara kaget melihat Ara tiba-tiba sudah di depannya.


“Lagian kamu melamun dari tadi,melamun apa?” Tanya Ara penasaran.


“Nggak ada,kamu udah mau pulang.” Tanya Reza mengalihkan pembicaraan.


“Kan memang udah jam pulang Za.” Ara menatap Reza yang tidak fokus sejak tadi.


“Iya yaaa,udah sore.Biar aku antar Ra.” Ucap Reza


“Hmmm kayaknya kebalik deh Za,harusnya aku yang antar kamu.” Ara tersenyum melihat tingkah aneh Reza.


“Kok kamu,kan aku laki-laki yaah harusnya aku yang antar dong.” Reza antusias ingin mengantar Ara,dia tidak menyadari bahwa sekarang sedang berada si kota orang lain.


“Emang kamu tau jalan daerah sini.” Ara mengingatkan Reza.


“Hehe...nggak.” Menggeleng.


“Ya udah makanya aku yang antar.” Ara berjalan mendahului Reza.


“lah..kok malah kebalik sih Ra.”Mengejar Ara.


“Biarin aja kan kamu nggak tau daerah sini.ayoooo” Ara mempercepat langkahnya menuju parkiran.


“Kamu banyak berubah sekarang Ra,benar-benar sudah mandiri.” Reza makin kagum.


“Aku belajar dari masa lalu Za,nggak boleh terlalu berharap pada orang lain.Selama kamu masih bisa berjalan di atas kaki kamu sendiri yaah kamu harus terus berjalan.” Ucap Ara tersenyum.


“Makin dewasa juga nih sahabatku yang satu ini.” Goda Reza.


“Kan emang dewasa dari dulu.” Ara tersenyum melirik Reza.


“Iya sih.” Reza menatap Ara,masih kagum.


“Berapa lama kamu di sini Za???” Tanya Ara yang sedang fokus menyetir.


“Nggak tau juga tapi paling 2 minggu.” Jawab Reza santai.


“Lumayan juga,terus kantor gimana?” Tanya Ara lagi,sekilas melirik Reza.


“Kan ada asisten.” Reza fokus menatap jalanan.


“Oh...terus mau ngapain di sini selama itu.” Tanya Ara lagi.


“Mau jalan-jalan tapi di temani sama kamu.” Reza melirik Ara yang masih serius menyetir.


“Gimana aku temani kan aku ke kantor.” Ucap Ara lurus ke depan.


“Biar aku yang ke kantor kamu.” Lirik Reza.


“Hmmm terserah kamu aja.” Lirik Ara sekilas.


“Tapi besok bisa temani aku kan?” Tanya Reza.


“Boleh...” Ucap Ara.


Mobil berhenti di depan perumahan elit tempat keluarga Reza berkumpul,aku memutuskan untuk langsung pulang ke rumah,tidak ingin mengganggu acara kumpul keluarga yang baru saja bertemu.


“Kamu nggak masuk.” Tanya Reza.


“Nggak deh Za,aku langsung pulang aja.” Ucap Ara yang belum siap bertemu keluarga Reza.


“Kan aku mau kenalin sama keluarga di dalam.” Mengajak Ara untuk masuk.


“Nggak usah Za,lain kali aja yaah.” Ara masih berusaha menolak.


“Ya udah,kamu hati-hati nyetirnya.Sampai ketemu besok.” Reza mengalah,sambil mencari waktu untuk bisa mempertemukan Ara dengan keluarganya.

__ADS_1


“Ok...”melambaikan tangan.


__ADS_2