
🌸🌸🌸🌸
Kondisi Ara sudah sembuh total,saatnya kembali pada aktivitas kantor.Saat membuka pintu,Ara kaget melihat Reza yang sudah berdiri di depannya.”Eh Reza,kok kamu udah di sini mana udah rapi begini.”Ucap Ara.
“Selamat pagi Ara,hari ini aku ingin mengantar kamu ke kantor sekaligus aku juga ingin ke kantor.”Ucap Reza tersenyum.
“Ke kantor,bukannya kantor kamu di luar kota dan kamu masih cuti.”Ucap Ara bingung.
“Hmmm hari ini dan entah sampai kapan aku di tempatkan di kantor cabang di sini karena ada hal yang harus aku selesaikan.”Ucap Reza.
“Oh...berarti ketemu dara dong.”Ucap Ara.
“Ya...bisa iya bisa juga tidak,kamu cemburu ya.”Goda Reza.
“Cemburu,ya nggak lah.Ngapain juga harus cemburu.”Wajah Ara merona.
“Jujur aja Ra,aku malah senang kalau kamu cemburu.”Goda Reza lagi.
“Nggak dan tidak penting,lebih baik kita berangkat.”Ara berusaha mengalihkan pembahasan mereka.
“Ya udah kita berangkat tapi kamu senyum dulu biar nggak kelihatan cemburunya.”Goda Reza.
“Za....aku nggak jadi nih ikut kamu.”ancam Ara.
“Ok...ok,aku nggak akan bahas lagi tapi kamu jangan turun ya dari mobil.”Ucap Reza.
Dari kejauhan Mirza sudah memperhatikan mereka yang niat awalnya ingin menjemput Ara terpaksa harus batal karena Reza sudah mendahuluinya,ketika mobil Reza keluar dari rumah Ara.Mirza hanya mengikuti dari belakang untuk memastikan Ara sampai dengan selamat,setelah itu menuju kantornya.
Sejak sampai di kantor,Mirza hanya terdiam.Semakin hari perasaannya pada Ara makin sulit untuk di kendalikan tapi dia tidak bisa melakukan apa-apa karena Reza selalu maju selangkah darinya membuat dia sulit untuk mendekati Ara.”Sebaiknya aku telpon Ara biar sedikit tenang.”Batin Mirza.
Kring...Kring....
Ara melirik ponselnya,terlihat di layar nama Kak Mirza dengan senang Ara mengangkatnya,”Assalamualaikum kak Mirza.”Ucap Ara.
“Wa’alaikum salam,sudah sehat Ra.”Tanya Mirza padahal dia sudah melihatnya tadi.
“Udah kak,ini lagi di kantor.”Ucap Ara.
“Oh...alhamdulillah kalau begitu.”Ucap Mirza.
“Iya kak,hmmm tumben kakak menelpon pagi-pagi begini,ada apa kak???” Tanya Ara.
“Oh..aku hanya ingin memastikan ke adaan kamu saja tapi syukurlah karena sudah membaik.”Ucap Mirza terdengar salah tingkah di seberang telpon.
__ADS_1
“Oh...aku pikir ada sesuatu.”Ucap Ara.
“Hmmm hanya itu Ra tapi kamu harus jaga kesehatan ya dan jangan telat makan biar sakitnya nggak kambuh.”Ucap Mirza.
“Iya Kak,terima kasih.”Ucap Ara.
“Untuk apa ?” Tanya Mirza.
“Untuk peduli sama aku.”Ucap Ara.
“Sudah seharusnya Ra...eh.”Ucapan Mirza terhenti.
“Seharusnya Gimana kak?”Tanya Ara penasaran.
“Hmmm itu seperti kamu bilang sudah seharusnya aku peduli karena kamu sudah di anggap adik oleh kak Maya jadi aku pun begitu.”Mirza mencari alasan agar Ara tidak curiga.
“Apa pun itu,terima kasih Kak.”Ucap Ara.
“Iya Ra,kamu jaga kesehatan ya.Aku tutup dulu telponnya.”Ucap Reza segera ingin mengakhiri pembicaraan mereka agar tidak keceplosan lagi.
“Iya Kak.”Ara menutup telponnya sambil tersenyum.
Semakin hari Ara dan Reza semakin akrab dan sering menghabiskan waktu bersama,”Ingin Rasanya aku seperti ini terus Ra.”Ucap Reza di sela kebersamaan mereka.
“Kenapa Dara ??? yang aku bahas kan kita Ra.”Protes Reza.
“Karena menurut aku ada kemungkinan kamu dan Dara akan kembali bersama apalagi kalian satu kantor lagi.”Ucap Ara.
“Dara kan punya pacar Ra,lagian aku hanya sementara karena setelah ini aku akan kembali ke kantor pusat.”Ucap Reza.
“Tapi kalau dara tidak punya pacar pasti kalian balikan kan apalagi kamu masih mencintai Dara.”Ucap Ara.
“Apaan sih Ra,yang aku bahas kan kita kenapa harus Dara.”Reza mulai kesal.
“Aku hanya menyimpulkan dari semua yang kamu ceritakan selama ini Za dan aku masih melihat perasaan kamu yang begitu besar untuk dia jadi kamu jujur saja Za,aku paham kok.”Ucap Ara.
“Hmmmm sebenarnya kamu bilang seperti ini untuk menutupi kedekatan kamu dengan Mirza kan.”Ucap Reza yang mulai Emosi.
“Hah Mirza,kamu ini Za malah menyalahkan aku sam kak Mirza.Memang apa hubungannya dengan kak Mirza ???”Ara malah bingung.
“Memang kamu nggak sadar Ra selama ini ?” Tanya Reza.
“Sadar apa sih Za,aku makin tidak mengerti.”Ucap Ara.
__ADS_1
“Mirza itu suka sama kamu Ra dan kamu bilang seperti itu tadi agar aku tidak berharap sama kamu jadi kamu bisa bersama Mirza.”Ucap Reza.
“Apaan sih Za,kak Mirza itu hanya menganggap aku adiknya dan dia bilang itu sama aku jadi kamu jangan asal bicara.”Ucap Ara yang memang tidak menyadari perasaan Mirza.
“Masa kamu tidak paham sih Ra,bentuk perhatian Mirza selama ini padahal sudah jelas terlihat tapi kamu tidak menyadari itu.”Ucap Reza.
“Itu bukan hal yang harus kita bahas karena aku sendiri tidak tau itu dan kak Mirza sendiri tidak pernah bilang jadi stop bahas lagi.”Ucap Ara.
“Tapi seandainya Mirza menyatakan perasaannya,apa akan kamu terima ???” Tanya Reza.
“Hmmmm makin nggak masuk akal pertanyaan kamu Za,jelas-jelas kak Mirza nggak ada perasaan sama aku tapi kamu malah bilang seperti itu.”Ucap Ara kesal.
“Sebagai laki-laki aku bisa melihat perhatian Mirza itu karena ada perasaan sama kamu Ra.”Ucap Reza meyakinkan Ara.
“Perasaan kamu aja Za,mungkin kamu cemburu jadi seperti itu.”Jawab Ara asal.
“Memang aku cemburu Ra dan aku takut kamu melupakan tentang kita hanya karena Mirza.”Ucap Reza.
“Cukup Za,lebih baik aku pergi dari pada harus berdebat tidak penting seperti ini.Ingat kita hanya sahabat dan di hati kamu hanya ada Dara bukan aku.”Ara meninggalkan Reza sendiri.
Mirza yang ingin masuk ke kafe tiba-tiba berhenti melihat Ara keluar dari sana,”’Ara...kamu di sini juga.”Ucap Mirza menghampiri Ara.
“Eh Kak Mirza,kok bisa di sini.”Ucap Ara.
“Oh...aku suntuk aja di rumah jadi jalan-jalan ke sini,kamu sendiri sama siapa ke sini ?” Tanya Mirza.
“Itu sama Reza tadi tapi sekarang akau mau pulang.”Ucap Ara melirik ke arah Reza yang ternyata sedang berbicara dengan Dara.
“Loh kok Reza sama perempuan,terus dia nggak mengantar kamu pulang ?”Tanya Mirza penasaran.
“Itu mantannya Reza namanya Dara,biarin aja kak siapa tau mereka ingin balikan.”Ucap Mirza.
“Terus kalau mereka balikan,kamu sendiri.Emang nggak cemburu.”Ucap Mirza.
“Aku nggak ada hak untuk cemburu karena kami tidak ada hubungan apa-apa hanya sebatas sahabat.”Ucap Ara.
“Tapi kalian kan dekat dan sering bersama.”Ucap Mirza.
“Bersama bukan berarti kembali kak.”Ucap Ara tersenyum pasrah.
“Ok aku mengerti sekarang,kalau begitu biar aku antar pulang ya.”Ajak Mirza.
“Ya udah.”Ucap Ara menuju mobil Mirza.
__ADS_1
Reza yang ingin bangkit dari kursi mengejar Ara,berhenti saat Dara menghampirinya tapi Reza mengabaikannya dan masih ingin mengejar Ara namun kembali duduk setelah melihat Ara bersama Mirza.Dengan terpaksa dia harus duduk bersama Dara membiarkan Ara pergi bersama Mirza sekaligus untuk membiarkan Ara sendiri,setelah Ara pergi barulah Reza bangkit dan pergi menyusul Ara dari belakang tanpa mempedulikan Dara.