
Beberapa menit mereka hanya berdiri saling pandang hingga pada akhirnya Mirza pun berbalik badan melangkah menuju kamarnya tanpa berkata apa pun pada ke duanya,Ara kelihatan panik tapi Monika hanya santai memperhatikan Mirza pergi.
“Apa Mirza marah Mon sama kita setelah mendengar obrolan kita tadi ?” Tanya Ara panik.
“Hmmm biasanya kak Mirza kalau ada pikiran memang begitu tapi hanya sebentar,nanti kalau sudah menangkan diri juga udah baik sendiri.lebih baik kita ketemu kak Maya,biarin aja dulu kak Mirza.”Monika menarik tangan Ara.
Dari jauh kak Maya sudah kelihatan sibuk di dapur,”Wah kayaknya enak nih kak.”Monika merasa lapar melihat kue buatan kak Maya.
“Eh kalian,dari mana aja sih.Dari tadi Mirza cari kalian loh ?” Ucap Kak Maya yang masih sibuk dengan kuenya.
“Dari taman belakang kak.”Ucap Ara.
Maya melirik Ara,”Kamu kenapa Ra,kayak panik begitu ?”
“Itu kak,tadi Kak Mirza kayaknya dengar obrolan kami tapi pas ketemu dia langsung masuk kamar aja tanpa ngomong apa-apa jadi Ara merasa nggak enak.”Sambung monika.
“Oh...biarin aja Ra,nanti dia juga keluar.”Maya seakan begitu tau tentang kebiasaan adiknya itu.
“Semoga aja yah kak.”Ara masih kepikiran karena baru pertama kalinya dia melihat Mirza tanpa ekspresi saat melihatnya.
“Santai aja Ra.”Maya dan Monika hanya tersenyum melihat tingkah polos Ara.
“Hmmmm ini kuenya bisa langsung di makan kan kak kayaknya udah nggak tahan pengen nyobain kue kakak.”Ara beralih pada kue buatan Maya.
“Boleh dong,biar lebih enak kita duduk di sana ya agar ngobrolnya makin seru.”Maya mengajak duduk di area ruang keluarga.
“Kayaknya enak nih .”Ucap Mirza yang berdiri di belakang Ara.
“Eh...kak Mirza,sini gabung biar makin ramai.”panggil Monika.
Sementara Ara masih diam masih merasa bersalah dan takut jika Mirza akan marah mendengar obrolannya dengan Monika tapi melihat Mirza tiba-tiba keluar kamar dan tersenyum sedikit membuat Ara tenang.
“Kenapa Ra ???” Sapa Mirza.
__ADS_1
“Nggak kok kak.” Mendadak Ara menggelengkan kepalanya.
“Tuh kan Ra,kakak bilang juga apa.Mirza itu hanya sebentar kalau ngambek.”Goda Maya.
“Siapa ngambek ?” elak Mirza.
“Tuh tadi langsung masuk kamar,biasanya kan gitu kalau ngambek.”Lanjut Monika.
“Hmmmm bukan ngambek Mon hanya menenangkan diri sejenak.” Mirza tersenyum.
“Terus solusinya gimana???.” Monika yang sudah sangat paham tentang Mirza tidak perlu lagi menjelaskan maksudnya karena dia yakin Mirza sudah mendengar semuanya tadi.
“Sebentar malam kita dinner,biar lebih bebas ngobrolnya.
Mendadak mata Ara membulat mendengar ucapan Mirza,” Mereka ingin dinner berdua ??? itu berarti ada kemungkinan mereka memang saling suka selama ini tapi saling memendam.tapi... kalau seperti itu kenapa kak Mirza bilang suka sama aku dan mau menikah sama aku.Apa mungkin aku hanya pelarian dia dari Monika dan setelah tau monika juga suka jadi dia ingin jujur pada Monika.” Batin Ara yang begitu menyimpan banyak pertanyaan.
“Ada apa Ra,kok tiba-tiba diam begitu.” Tanya Maya.
Mirza hanya melirik sekilas lalu melanjutkan makan kuenya,”Kuenya enak kak.”menyantap kuenya.
“Iya sih.”Mirza hanya tersenyum.
DINNER
Ara terlihat gelisah di kamarnya,duduk di tepi kasur membayangkan dinner Mirza dan Monika nantinya.Hatinya tidak tenang jika tidak mendengar langsung obrolan mereka tapi tidak mungkin juga untuk dia ikut sementara tidak di ajak,”Aahhh...kenapa aku harus seperti ini sih,lagian kalau kak Mirza dan Monika nantinya sama-sama kan juga nggak masalah.”Ara mencoba menenangkan dirinya tapi tetap saja bayangan Mirza dan Monika tetap menghantuinya.
Pada akhirnya Ara memutuskan untuk duduk di taman depan memastikan sendiri saat dua orang itu pergi,berpura-pura sibuk dengan ponselnya sambil sesekali melirik.
Mirza hanya tersenyum melihat tingkah Ara menyambut Monika datang dan turun dari mobil.Monika melirik Ara,”Ara...kamu ngapain di situ ???”
“Eh...monika,kamu sudah datang.”Jawab Ara,pura-pura tidak tau Monika sudah datang padahal sudah sadar sejak tadi.
“Ini baru datang tapi tunggu kak Mirza ambil kunci mobil di dalam.”Ucap Monika.
__ADS_1
“Oh udah mau berangkat.”Ara terlihat santai.
“Iya Ra.”Monika tersenyum bahagia di ajak dinner oleh Mirza.
Mirza keluar dengan raut wajah bahagia membuat Ara merasa sesak,ada banyak pertanyaan di dalam hatinya tapi tidak bisa di ungkapkan karena bukan haknya untuk itu dan semua itu terjadi atas sarannya sendiri.
“Ayo Mon.”Ajak Mirza menuju mobilnya tanpa mempedulikan Ara yang di samping Ara.
Mobil mirza berlalu di depannya tapi Ara masih diam menatapnya hingga tak terlihat lagi,tanpa Monika sadar Mirza melirik Ara dari kaca mobil sambil tersenyum.
Dunia Ara seakan berubah,yang dulunya selalu melihat Mirza tersenyum padanya kini terlihat datar dan dingin,”Apa kak Mirza marah ya sama aku,kok nggak ada sedikitpun melirik atau tersenyum tadi padahal aku kan ada di sana ???” Batin Ara yang masih terlihat bingung sendiri di ruang tamu.
Saat hendak beranjak dari kursi,datang asisten Mirza.”Mba Ara,ini titipan pak Mirza dan mba di minta untuk segera berangkat.”Ucap Reno Asisten Mirza.
Ara yang masih bingung terlihat diam memandangi barang yang di berikan oleh asisten Mirza,”Ini untuk apa dan berangkat kemana kan kak Mirza lagi keluar bersama Monika?”
“Sebaiknya Mba siap-siap dulu,gunakan ini sesuai permintaan pak Mirza.”Jelas Reno.
“Hmmm kak Mirza ini bikin bingung aja,sebentar ya kak.Aku ganti di kamar dulu.”berlalu menuju kamar.
“Baik mba.”Angguk Reno.
Beberapa menit kemudian,Ara keluar dari kamar menggunakan gaun pemberian Mirza berjalan menuju tempat Reno berdiri.”Waahhh...ternyata mba Ara ini memang cantik,selain cantik juga baik pantas aja pak bos suka sama dia dan mengabaikan Monika.”Batin Reno.
“Kak Reno...kak Reno.”Ara melambaikan tangannya pada Reno yang sedang melamun.
“Eh mba Ara udah siap,maaf ya mba saya ngga sadar.ayo mba kita ke mobil.”Reno menggaruk kepalanya mengikuti Ara yang berjalan di depannya.
“Tunggu deh,sebenarnya kita mau kemana sih kak.”Ara berhenti di samping pintu mobil terlihat masih bingung.
“Saya juga nggak tau mba,dimana soalnya pak bos Cuma meminta saya mengantar mba ke sana.”Jawab Mirza.
“Hmmmm ya udah deh kak kalau kak reno sendiri nggak tau.”Ara pun pasrah,mengikuti permintaan Mirza.
__ADS_1
Baru update lagi nik kak,terus dukung karya author ya kak biar makin semangat nulisnya😊😊
SELAMAT MEMBACA