
🌸🌸🌸🌸
Semakin hari Dara dan Tio semakin dekat,tidak lagi peduli jika Reza tidak memberi kabar karena kehadiran Tio sudah membuatnya bisa melupakan kesepiannya di cuekin oleh Reza.
Di tempat lain Reza merasa ada yang berubah dari Dara,yang dulunya cerewet ketika dirinya tidak ada kabar tapi ini sebaliknya.Dara selalu sibuk saat di hubungi oleh Reza,sehingga Reza memutuskan untuk diam-diam menemui Dara sekaligus memberi kejutan untuk pacarnya itu tapi bukannya Dara kaget malah sebaliknya Reza yang kaget melihat pacarnya itu sedang bermesraan dengan seorang laki-laki di depan rumahnya tanpa menyadari kehadiran Reza.
Dengan berat Reza melangkahkan kakinya menuju sepasang kekasih yang terlihat begitu bahagia untuk memastikan apa yang sedang iya lihat sekaligus memberi keputusan untuk hubungan mereka.
Dara akhirnya sadar dengan kedatangan Reza yang kini semakin dekat langkahnya,raut wajah Dara seketika berubah mengetahui dirinya sedang bermesraan dengan kekasih barunya.”Re....za.”Ucap Dara yang gugup melihat Reza.
“Iya,ini aku.Sebenarnya niat aku ingin memberi kamu kejutan dengan kedatanganku ke sini tapi ternyata sebaliknya justru aku yang kaget melihat kamu dengan dia.”Ucap Reza datar yang kini sudah berdiri tepat antara Dara dan Tio.
“Maksudnya,saya tidak mengerti.”Sela Tio yang terlihat bingung melihat Reza dan menatap Dara seakan meminta penjelasan.
“Oh berarti kamu tidak tau tapi itu sudah tidak penting buat aku saat ini,yang pasti melihat semua ini sudah jelas membuat saya mengerti bahwa Dara sudah memiliki orang lain di hatinya dan selamat untuk kalian,semoga bahagia selalu.”Reza berlalu pergi tanpa berbalik,dalam hatinya merasa sesak mendapatkan penghianatan dari kekasihnya.
Di dalam mobilnya,Reza merenung dan mengatur nafasnya yang seakan sesak melihat kejadian tadi.Sekilas terbayang wajah Ara yang membuat Reza merasa merindukan sahabatnya itu sekaligus merasa bersalah telah meninggalkan Ara yang baik hanya untuk Dara yang pada akhirnya menduakan nya.”MUNGKIN INILAH BALASAN KARENA AKU TELAH MENYAKITI ARA YANG BEGITU BAIK,MAAFKAN AKU ARA.”Ucapnya dalam hati.
Untuk menenangkan diri,Reza datang ke pantai.Jalan sendiri tanpa tujuan,pikirannya kalut.Ada rasa kecewa dan bersalah,yang seharusnya dari sejak tahun lalu dia menyadari itu tapi karena terpengaruh dengan Dara sehingga membuatnya acuh untuk itu.
Kini dia menyadari betapa pentingnya seorang Ara di hidupnya yang selalu saja berhasil membuatnya tersenyum saat dia ada masalah,Reza selalu tenang saat di dekat Ara.
__ADS_1
Dan hanya bayang-bayang Ara yang terlintas di pikirannya sampai dia pun melihat ada Ara di sekitarnya,”Aku begitu kangen kamu Ra sampai aku pun selalu melihat kamu di manapun termasuk saat ini.”batin Reza yang kemudian mencoba mengalihkan pandangannya.
Saat Reza menundukkan kepala untuk tidak melihat bayangan Ara,terdengar ada suara dari samping.”Uncle,itu ponselnya jatuh.”Ucap seorang Anak kecil umur 7 tahun.
Reza melihat ke arah ponsel yang tergeletak di pasir,”Oh iya,ini Ponsel saya.Terima kasih Ya.”Ucap Reza tersenyum.
“Sama-sama Uncle.”Bocah itu membalas tersenyum.
“Ardan...” Panggil seorang perempuan yang tidak asing bagi Reza.
“Eh...Aunty.” Ucap Ardan yang berlari menghampiri perempuan itu.
Dari kejauhan dengan jarak sekitar 4 meter,Reza melihat perempuan itu tersenyum sehingga tanpa sadar Reza pun ikut tersenyum melihatnya.
“Ardan ketemu siapa ???” Tanya Ara menunduk ke arah Ardan.
“Itu Aunty,Ardan lagi ngobrol sama Uncle Keren.”Tunjuk Ardan ke arah Reza yang di susul Ara,sehingga tanpa sengaja mata mereka saling bertemu karena ternyata Reza sudah memperhatikan mereka sejak tadi.
Ara kaget melihat Reza yang tiba-tiba berdiri di hadapannya,tidak terlihat lagi senyum di wajahnya menyadari perlakuan Reza sebelumnya dan agar dia tidak terpengaruh dengan perasaannya sendiri mengingat Reza yang sudah bersama Dara.
Berbeda dengan Reza yang justru begitu bahagia melihat Ara sehingga dia pun menghampiri Ara dengan senyuman di wajahnya yang membuat Ara kembali salah tingkah melihat senyuman itu.
__ADS_1
“Halo Ara,apa kabar?” Tanya Reza masih tersenyum.
“Baik.”Ucap Ara singkat,bukan karena marah tapi dia sedang mengontrol hatinya agar tidak terpengaruh dengan Reza karena sadar Reza punya Dara.
“Hmmmm....kamu masih marah Ya,maaf atas ....”belum selesai Ara langsung memotong.
“Hmmmm maaf Za,aku harus pergi.Udah sore takut Ardan di cari sama orang tuanya.”Ara berjalan menjauh dari Reza tapi Reza menghentikannya dengan menahan pergelangannya.
“Aku minta Maaf Ra.”Tatap Reza.
Ara menunduk tidak ingin memandang Reza,takut terlihat salah tingkah.”Kamu tidak perlu minta maaf karena aku sudah merelakan itu asal kamu bahagia dan aku tidak ingin mengganggu kebahagiaanmu jadi biarkan aku pergi.”Melepaskan tangannya dari pegangan Reza.
“Aku dan Dara sudah putus.”Ucap Reza.
Seketika Ara mengehentikan langkahnya,berbalik ke arah Reza.”Terus.”
Reza berbalik,”Aku hanya ingin kita seperti dulu sebagai seorang sahabat terlepas dari kesalahanku dulu,dan aku harap kamu tidak membenci aku.”
Ara menatap Reza lekat,”Aku tidak pernah membenci kamu,jika itu membuat kamu bahagia tapi aku benar-benar harus pulang.jika ingin bicara itu tidak di sini di depan Ardan dan aku rasa kamu tau harus bagaimana.”
“Ok...aku paham.”Reza tersenyum seakan mengerti maksud Ara,membiarkan Ara pergi.
__ADS_1