
🌸🌸🌸🌸
Semenjak Reza dan Dara bersama,Ara benar-benar menjauh dan tidak ingin tau lagi tentang Reza.Bukan karena benci tapi karena ingin membiarkan sahabatnya bahagia,hanya sekali-kali memperhatikannya lewat akun medsos nya,sesungguhnya Ara memiliki ketulusan pada Reza bahkan meski di sakiti tapi tetap masih memikirkan perasaan Reza.
Hanya saja Reza tidak dapat melihat itu,mungkin dia merasakannya tapi tidak menyadarinya karena di dalam hatinya hanya ada dendam yang ingin di balas kan.
Satu tahun hubungan Dara dan Reza,mulai ada jarak di antara mereka semenjak Dara di pindahkan ke kota Asalnya tapi masih cabang perusahaan Reza.
Jarak yang jauh membuat Dara kesepian,apalagi Reza terlalu sibuk dengan pekerjaan.Sulit untuk di hubungi,berbeda saat mereka berada di kantor yang sama selalu ada waktu untuk bersama.
Dara yang kesal dengan Reza memutuskan untuk jalan sendiri mencari hiburan saat jam pulang kantor.
Sementara sibuk dengan ponselnya,seseorang menghampirinya."Hai Dara,ini beneran Dara."Ucap teman lama Dara yang seakan tidak percaya jika orang yang di depannya adalah Dara teman lamanya dulu."
"Eh...Dini,apa kabar ???" Tanya Dara tersenyum melihat teman lamanya itu.
"Baik,udah lama ya kita nggak ketemu pas ketemu eh kamu udah banyak berubah terlihat makin cantik." Ucap Sahabatnya itu.
"Kamu bisa aja Din,Eh silahkan duduk biar lebih enak ngobrolnya." Mengarahkan temannya untuk duduk si kursi depan mejanya.
"Iya Dara,hmmm...kok sendiri aja,pacarnya nggak ada yang menemani ??? " Tanya Dini.
Sejenak Dara berpikir."Hmmm aku nggak punya."Dengan tenang mengatakan bahwa dirinya nggak punya pacar mengingat Reza yang jauh dan kadang tidak ada kabar.
"Masa sih kamu nggak punya pacar Ra,padahal kamu cantik loh." Ucap Dini yang sibuk dengan ponselnya.
"Kemarin sih ada tapi udah putus." Dara begitu tenang seakan benar dia tidak ada pacar.
"Ya udah sih Dar,nanti aku kenalin sama teman pacar aku kebetulan ada yang jomblo,siapa tau kalian cocok." Dini tersenyum melirik ke arah Dara.
__ADS_1
"Nggak perlu lah Din,biar nanti aku cari aja." Dara mencari alasan mengingat dirinya dan Reza belum ada kata putus tapi dalam hatinya dia pun ingin mencoba,"Tapi nggak ada salahnya kalau aku hanya sekedar kenal sebagai pengisi waktu toh Reza juga jauh."Batin Dara.
"Tapi nggak apa-apa kan kalau cuma sekedar kenal,sebagai teman aja dulu nanti kalau cocok bisa lanjut ke pacaran.
" Hmmm...liat nanti aja ya Din." Dara terlihat tidak tertarik.
"Kamu kenalan aja dulu Dar,kebetulan kami janjian ketemu di sini.Udah dekat katanya,jadi tunggu sebentar lagi baru datang." Ucap Dini yang masih memegang ponselnya.
"Loh kok langsung di ajak ke sini Din kan aku belum siap." Ucap Dara panik.
"Aku nggak ngajak Dar tapi memang pacar aku,Dion pacarku,dan Tio udah janjian di sini." Dini tertawa melihat Dara yang salah tingkah.
"Oh gitu,tapi Tio ini bukan cowok yang..." Raut wajah Dara seakan menunjukkan tidak suka,mengingat Tipe cowok Dara itu sangat tinggi.
Dini yang sangat tau tentang temannya itu langsung mengerti maksudnya,"Tenang aja Dar,cowok ini baik,keren dan pastinya tajir jadi tenang aja.Aku kan tau tipe kamu seperti apa jadi nggak mungkin aku asal kenalin cowok."
"Hmmm....ternyata kamu masih ingat Din." Dara tersenyum pada temannya itu.
"Iya...kalau orang itu menyebalkan pasti aku semprot." Dara tertawa.
"Eh itu mereka sudah sampai." Dini melambaikan tangan pada Dion dan Tio.
Tio dan Dion berjalan ke arah Dara dan Dini,sementara Dara hanya terdiam di tempat duduknya.Tidak ingin berbalik melihat ke arah dua laki-laki itu karena tau pada akhirnya mereka juga akan bertemu,itu salah satu trik Dara ketika ingi menarik perhatian pria.
"Hai sayang,maaf lama ya soalnya ada urusan sebentar tadi." Ucap Dion pada Dini yang masih berdiri.
"Nggak apa-apa sayang,lagian aku juga nggak sendiri.Eh iya sayang,kenalkan ini teman kuliah aku dulu,namanya Dara dan Dara kenalkan ini Dion pacar Aku kalau yang di sampingnya itu Tio." Ucap Dini.
Dara,dion dan Tio saling menatap lalu Dara mengulurkan tangan untuk berkenalan dengan mereka."Aku Dara."
__ADS_1
Tio dan Dion membalas uluran tangan Dara bergantian.
"Silahkan duduk." Ucap Dara.
"Terima kasih." Ucap Tio melirik ke arah Dara.
"Hhmm...Jangan di pandang terus Tio nanti suka loh." Goda Dini yang memperhatikan tingkah Tio sejak tadi.
"Nggak tau nih Din,kayak pengen memandang teman kamu terus." Ucap Tio yang makin menatap Dara.
Dara hanya tersenyum mendengar ucapan Tio,dalam hatinya pun merasa terpesona dengan Tio."Ternyata ini cowok keren juga,nggak beda jauh lah dari Reza kayaknya nggak ada salahnya kalau kenalan."Batin Dara yang melirik Tio dari ekor matanya.
"Kalau begitu bagus dong,kebetulan Dara itu lagi sendiri." Sambung Dini.
"Masa sih,cewek secantik Dara masih sendiri.Kayaknya nggak mungkin deh." Gombal Tio melirik Dara.
Dara mulai merona mendengar ucapan Tio,"Kamu bisa aja Tio."
"Kalau begitu boleh dong aku minta nomor telponnya siapa tau kita bisa jadi teman." Ucap Tio menyodorkan ponselnya.
Dara pura-pura berpikir,"Hmmm...ya udah deh kalau hanya jadi teman."Dara lalu menyimpan nomor telponnya di ponsel Tio.
Sementara Dion Dan Dini hanya memperhatikan dua orang di depannya itu yang tengah asyik ngobrol seakan tidak ada orang lain di depannya.
"Hm...hm...asyik berdua nih,kayaknya lupa kalau ada orang di depannya." Ucap Dion melirik ke arah dua orang ini.
"Eh...maaf ya,soalnya baru perkenalan jadi lupa." Tawa Tio.
"Nggak apa-apa Tio,di lanjut aja.Anggap kita nggak ada." Sambung Dini tersenyum senang melihat Dara dan Tio ternyata cocok tanpa harus Dini ikut campur di dalamnya.
__ADS_1
Dara yang sudah asyik ngobrol dengan Tio,sudah lupa pada Reza padahal sebelumnya sangat kesal.Perasaannya pun seakan terbagi,melihat Tio yang keren dan sesuai dengan kriterianya.