
🌸🌸🌸🌸
Mirza dan Ara meninggalkan parkiran kantor menuju ke sebuah Mall,Mirza ingin mengajak Ara berkeliling tapi pada akhirnya berhenti di sebuah restoran karena Ara tidak begitu tertarik jika di ajak ke Mall.Ara bukan tipe perempuan yang gila akan shopping jadi jika di ajak belanja pasti Ara lebih memilih untuk pergi makan.
“Kenapa malah ke sini,tadi kan aku bawa kamu ke sini untuk belanja sesuka kamu.”Ucap Mirza.
“Maaf kak tapi kalau belanja,aku nggak begitu tertarik dan aku nggak terbiasa belanja menggunakan uang orang lain.”Ucap Ara yang sudah duduk di depan Mirza.
“Itu kan aku yang mau Ra,jadi kamu bisa beli yang kamu mau.”Ucap Mirza.
“Nggak usah deh kak,dari pada uang kakak habis aku pake belanja lebih baik habis di makanan aja.”Ucap Ara tertawa kecil.
“Kamu ini Ra,kalau cewek lain pasti sudah belanja sesukanya tapi kamu malah menolak.”Ucap Mirza menatap Ara.
“Itu kan mereka kak,bukan Ara.”Ucap Ara tersenyum.
“Ya udah kamu pesan apa pun yang kamu mau,biar aku yang teraktir tapi kali ini kamu nggak boleh nolak ya.”Ucap Mirza.
“Iya deh.”Ucap Ara melihat menu yang ada di tangannya.
Mirza terus menatap Ara dengan penuh kagum,perasaannya makin dalam melihat Ara yang begitu penuh kejutan dengan kesederhanaannya itu.”Aku semakin suka sama kamu Ra,entah bagaimana aku menghilangkan perasaan ini jika semakin aku tau kamu malah aku semakin jatuh cinta.”Batin Mirza.
“Kak mau pesan apa.”Tanya Ara.
Mirza yang tidak ingin Ara tau jika sejak tadi dia menatapnya lalu membuang pandangannya berpura-pura melihat sekeliling tapi pandangannya berhenti pada sepasang ke kasih yang terlihat begitu bahagia,”Itu kan Reza,tapi kok sama perempuan lain.”Ucap Mirza lalu melirik Ara.
Ara menghentikan kegitannya menatap Mirza,”Kak Mirza melihat Reza.”Ucap Ara singkat yang sudah tau jika pasti itu bersama Dara.
“Iya,itu di sana tapi dia sama...”Ucapan Mirza terhenti saat melihat Ara terdiam melihat Reza dan Dara.
“Iya itu Dara,mereka balikan.”Ara hanya terdiam,senyumnya tiba-tiba hilang.
“Kamu tau mereka balikan,terus kamu sendiri.”Tanya Mirza.
__ADS_1
“Aku dan Reza hanya sahabat kak jadi nggak ada yang perlu di bahas.”Ucap Ara.
“Tapi kamu tiba-tiba diam begini padahal tadi senang-senang aja,apa kita pindah aja.”Usul Mirza.
Ara menggeleng,”Nggak perlu kak,kita makan di sini saja.biarkan mereka bahagia,abaikan saja toh ada kak Mirza yang menghibur aku.”Ucap Ara memaksa tersenyum.
“Ya udah,kita makan setelah itu kita pulang.”Ucap Mirza.
Reza yang selesai membayar makanan melihat Mirza yang menuju meja kasir,”Eh Mirza,kamu juga di sini.Sama siapa,pacar ya ???”Ucap Reza tersenyum.
“Itu sama dia.”Mirza hanya menunjuk dengan ekor matanya di ikuti Reza.
“Ara...” Reza hanya terdiam melihat Ara.
“Iya,aku mengajak dia jalan-jalan.awalnya aku ragu untuk mengajak dia jalan,takut kamu cemburu lagi tapi melihat kamu di sini bersama perempuan lain membuat aku yakin untuk selalu berada di sisi Ara dan tidak menyia-nyiakan dia seperti yang kamu lakukan dengan dia saat ini.”Ucap Mirza ketus.
Reza hanya diam mengingat yang di katakan mIrza itu memang benar,”Kamu benar,aku bodoh telah menyia-nyiakan Ara yang begitu baik tapi semua sudah terjadi dan aku tidak ingin Ara terluka terlalu lama,tapi kali ini aku ingin bicara sama Ara.”Reza berjalan menuju tempat Ara duduk.
“Ara...”Ucap Reza.
“Aku di sini mau minta maaf Ra sekaligus ingin bilang kalau Mirza itu orang baik dan aku yakin kamu bisa bahagia bersama dia dari pada bersama aku yang hanya akan terus menyakiti kamu.”Ucap Reza menundukkan wajahnya dengan penuh rasa bersalah.
Ara hanya terdiam,tanpa sadar bulir bening membasahi pipihnya,”Nggak ada yang perlu di maafkan Za,dari awal kita memang hanya bersahabat dan kamu telah kembali pada wanita yanh kamu cinta.Itu sudah cukup buat aku,semoga kamu selalu bahagia Za.”Ucap Ara tanpa berani menatap Reza.
Mirza hanya memperhatikan mereka,membiarkan mereka mengeluarkan apa yang ingin di bicarakan.sementara dari kejauhan Dara melihat Reza menghampiri Ara,merasa tidak terima Reza melakukan itu.Dara menghampiri mereka dengan raut wajah yang sudah terlihat emosi,:Dasar perempuan perusak hubungan orang.”Dara langsung menampar Ara.
“Dara...”Reza berteriak pada Dara.
“Kenapa ? kamu masih ada perasaan sama perempuan perebut ini,sehingga kamu berteriak seperti itu saat aku menampar dia.”Ucap Dara yang tidak kalah emosi dari Reza.
Mirza mulai emosi melihat Ara di tampar,”Cukup...Reza lebih baik kamu bawa pulang pacar kamu ini sebelum aku pun ikut emosi melihat dia memperlakukan Ara seperti ini.”Ucap Reza.
Bukannya takut,Dara semakin menjadi-jadi.”Oh jadi sekarang udah ada pacar baru,cepat juga move on nya tapi harusnya kalau udah punya pacar,jangan ganggu pacar orang lain lagi dong.”Ucap Dara yang masih terus memojokkan Ara.
__ADS_1
“Bukannya kamu yang seperti itu.”Ara beranjak dari kursi menatap Dara.
“Maksud kamu.”Wajah Dara berubah seketika.
“Dara cukup,lebih baik kita pulang.”Teriak Reza.
“Jadi kamu masih membela dia Za,masih suka kamu sama perempuan ini.Andai aku tau sejak awal akan seperti ini,aku tidak akan mau pacaran sama kamu yang lebih mementingkan dia dari pada aku dari sejak awal dan kamu Ra,harusnya kamu merelakan Reza bersama aku bukan malah seperti ini.Apa susahnya sih menerima kenyataan bahwa Reza itu sudah jadi milik aku sekarang.”Dara terlihat sedih di bentak Reza.
“Sepertinya tidak perlu aku jelaskan,semua juga tau siapa yang menjadi orang ketiga setelah mendengar pernyataan kamu tadi.”Ucap Ara tenang melirik Dara yang semakin terpancing emosinya.
“Jadi kamu mau bilang kalau aku yang merebut Reza dari kamu.”Ucap Dara makin kesal.
“Ehmm itu kamu yang bilang,bukan aku.”Ara hanya menanggapi Dara santai yang justru semakin membuat Dara terpancing emosinya.
Mirza yang sempat emosi,kini tersenyum melihat Dara yang malu sendiri dan Ara yang begitu tenang membalas Dara.
“Dara...lebih baik kamu diam,semakin kamu banyak bicara akan semakin membuat kamu malu sendiri.”Ucap Reza yang mulai tenang.
“Lebih baik aku yang pergi dan Reza,aku harap ini yang terakhir kalinya kita ketemu.semoga kamu selalu bahagia dan untuk kamu Dara,sebelum kamu menuduh orang lain harusnya kamu tanyakan dulu sama diri kamu sendiri biar kata-kata yang kamu ucapkan itu tidak berbalik pada diri kamu sendiri.”Ara berlalu pergi meninggalkan Reza yang hanya terdiam.
“Kamu baik-baik aja kan Ra.”Tanya Mirza menatap Ara.
“Iya aku baik-baik saja kak.”Ara hanya menunduk agar tidak terlihat oleh Mirza jika dia sedang menangis.
“Kalau memang menangis membuat kamu bisa tenang,ya menangis aja.”Ucap Mirza.
“Kelihatan ya kak,padahal aku sudah berusaha agar tidak kelihatan sama kak Mirza.”Ucap Ara yang masih bisa bercanda.
“Ara..ara..masih sedih aja kamu masih bisa melucu seperti ini.”Mirza tertawa melihat tingkah lucu Ara.
“Ihhh kak Mirza,orang lagi sedih malah ketawa.”Ucap Ara manja.
“Maaf Ra,habis kamu lucu sih jadinya akau malah ketawa melihat kamu lucu seperti itu.”Mirza memberanikan diri menghapus air mata Ara sehingga mata mereka saling bertatapan untuk beberapa menit.
__ADS_1
Ara lalu membuang pandangannya,”kalau begitu aku turun dulu ya kak,ma kasih udah menghibur aku.”Ucap Ara turun dari mobil.
Mirza terlihat salah tingkah,merasa kesadarannya belum sepenuhnya pulih tapi harus merespon Ara agar tidak terlihat begitu tegang,”Iya,sama-sama Ra.Kamu langsung istirahat ya.” Mirza menyalakan mobil lalu pergi.