
Ara masih berdiri mematung memperhatikan Mirza dan Monika”Ada yang biasa kalian jelaskan ? kak Mirza sebenarnya masih menganggap aku ada atau bagaimana ? jika kalian ingin seperti ini dan tetap menjadikan aku sebagai orang yang tidak perlu tau apa-apa,silahkan lanjutkan.”Ara kemudian meninggalkan kamar mirza dengan perasaan kecewa.
Tanpa memikirkan kesehatannya Mirza lalu mengejar Ara tapi karena kecewa dengan Mirza membuatnya enggan untuk berbalik,”Ara tolong berhenti sayang,aku minta maaf.”Terdengar suara Mirza dari kejauhan yang masih bisa terdengar oleh Ara tapi Ara masih saja mengabaikannya.
“Maaf kak tapi kali ini aku benar-benar kecewa,aku butuh sendiri.”Batin Ara sambil terus berjalan tanpa memperdulikan Mirza yang sudah tergeletak di lantai karena kelelahan mengejar Ara,sempat ada rasa khawatir dalam diri Ara mengingat Mirza yang masih sakit tapi mengingat Monika masih di sana membuat dia memilih pergi untuk menenangkan diri.
Maya yang baru datang menghampiri Ara yang sedang berdiam diri di dalam mobilnya,”Ara buka.”Ucap Maya sambil mengetuk kaca mobil Ara.
Bergegas Ara menghapus air matanya agar tidak terlihat oleh Maya,”Kak Maya.”Ara tersenyum sambil menurunkan kaca mobilnya.
“Kok di mobil aja,kenapa nggak langsung ke dalam?” Tanya Maya.
“Ehm udah masuk tadi kak.”Jawab Ara kikuk.
“Kok keluar ?” Selidik Maya merasa ada sesuatu antara Mirza dan Ara.
“Ehm ada yang ketinggalan kak.”Ara masih berusaha menutupinya dari Maya tapi tidak berhasil,”Kamu lagi marahan sama Mirza ?” Lirik Maya.
“Ti...tidak kok kak.”Ara yang tidak terbiasa berbohong pada Maya terlihat gugup.
“Jujur aja Ra,nggak perlu menutupinya karena kakak juga pasti akan tau setelah masuk ke dalam.”Senyum Maya.
“Hmmm memang pada akhirnya kak Maya pasti akan tau.”terlihat wajah Ara sangat sedih.
“Tuh kan,tebakan kakak benar.kalau begitu kita ke taman aja biar enak ngobrolnya.”Maya masuk ke dalam mobil Ara.
Sekita sepuluh menit mereka sampai di taman,mencari tempat duduk yang nyaman untuk ngobrol.”Sebenarnya ada apa Ra?”Maya memulai pembicaraan.
“Ehm...melihat ekspresi kakak kemari tentang kak Mirza,sepertinya kak juga sudah tau begitupun Monika.”Wajah Ara terlihat sedih mengetahui semua orang menutupi kebenarannya.
__ADS_1
“Maksud kamu tentang Mirza yang sedang sakit.”Tanya Maya ulang dengan masih tenang.
Ara hanya menganggukkan kepalanya,”Kenapa harus di tutupi sih kak ? bukannya aku ini calon istrinya kak Mirza ? lalu kenapa hanya aku yang nggak tau tentang kak Mirza dan kenapa hanya Monika yang harus tau ? “akhirnya Ara menatap Maya.
“Kakak Minta maaf ya Ra,sebenarnya kakak ingin memberi tahu kamu tapi Mirza melarang kakak katanya nanti dia akan jujur sendiri sama kamu setelah dia siap makanya kakak diam.”Jelas Maya mencoba menenangkan Ara.
“Tapi sampai kapan kak ? Monika aja udah tau.”Ara masih terlihat kesal.
Maya tersenyum melihat Ara,”Sepertinya bukan hanya karena penyakit Mirza ya tapi karena Monika juga.”Goda Maya.
“Semuanya lah kak,aku kesal dengan kak Mirza yang nggak jujur dan kak Mirza yang terlihat begitu dekat dengan Monika bahkan di saat aku ada di sampingnya mereka masih tetap dekat seakan tidak mempedulikan perasaan aku sementara aku harus memahami mereka yang sudah sahabatan dari kecil.”Ucap Ara dengan penuh emosi.
“Sabar Ra,ehm...jujur untuk Monika yang tau tentang penyakit Mirza setau kakak itu nggak ada yang tau selain keluarga, kalau Monika sudah mengetahui penyakit Mirza kakak juga nggak tau dia taunya dari mana.” Sambil berpikir Maya berusaha mengingat-ingat tentang semua orang yang sudah tau tentang penyakit Mirza.
“Kalau boleh tau,sebenarnya kak Mirza sakit apa kak ???”Lirik Ara.
“Sepertinya akan lebih baik jika yang mengatakannya langsung ini Mirza,bukan kakak.”Tatap Maya.
“Agar kamu jug tau alasan yang sebenarnya dari orangnya langsung.”Ucap Kak Maya.
“Tapi sepertinya aku masih butuh waktu kak,apalagi Monika masih di sana.Mungkin lebih baik jika Monika saja yang menemani Kak Mirza dulu.”
“Ra,menurut kakak yang di butuhkan Mirza saat ini hanya kamu karena selama ini hanya kamu yang membuat dia begitu bersemangat.Monika memang sahabat Mirza tapi hanya sebatas itu sementara kamu adalah calon istrinya,jadi kakak mohon agar kali ini kamu coba dengarkan kata-kata Mirza dulu dan bicara dari hati ke hati.”Maya menatap Ara lekat.
“Hmmm ya udah deh kak,aku coba untuk mengerti apalagi kak Mirza masih sakit.Ma kasih ya Kak,untung ada kakak.”Ara kembali tersenyum lalu memeluk Maya.
“Sama-sama calon adik ipar ku.”Senyum Maya membalas pelukan Ara.
“Oh iya kak,aku lupa.kayaknya kita harus ke rumah sakit sekarang.”Ara menarik Maya ke mobil membuat Maya bingung sendri.“Ada apa sih Ra,tadi nggak mau ke rumah sakit tapi sekarang malah buru-buru begini.”
__ADS_1
“Itu Kak Mirza kayaknya tadi jatuh deh pas kejar aku.”Lirik Ara cengengesan.
“Terus sekarang bagaimana ke adaan nya ?” Tanya Maya kaget.
“Tenang Kak,sebenarnya tadi aku sempat berbalik melihat kak Mirza tapi karena aku liat Monika ada di sana menolongnya jadi aku biarkan saja.”
“Oh...syukurlah,kakak pikir kamu setega itu sama adik kakak ternyata masih peduli juga.”Tawa Maya.
“Ya nggak lah kak,biarpun aku marah tapi aku masih peduli. apalagi kak Mirza lagi sakit.” Ucap Ara yang sedang menyetir.
“Tapi...kakak harap apa pun ke adaan nya nanti,kamu tetap berada di samping adik kakak ya.”Lirik Maya.
“Iya kak,tenang aja.pasti kakak juga udah tau aku kan jadi nggak perlu khawatir.”Ara hanya tersenyum.
Ceklek...
Saat ingin masuk Monika keluar sehingga mereka berpapasan di depan pintu,”Eh kak Maya dan Ara.”senyum Monika.
“Kenapa keluar Mon ???” Tanya Maya.
“Aku ada urusan sebentar kak di luar kebetulan kak Mirza juga sedang tidur kayaknya kecapean habis kejar Ara tadi.”Monika melirik Ara sementara orang yang di lirik hanya diam saja.
“Ya udah,kakak sama Ara masuk dulu.Kamu bisa keluar sekarang biar kakak yang jaga Mirza.”Maya dan Ara masuk ke kamar Mirza.
Tidak lama di dalam Mirza terlihat kejang-kejang membuat Maya dan Ara panik,”Kak Mirza kenapa begini kak .”Tanya Ara yang sudah menangis melihat Mirza.
“Kamu jaga Mirza dulu,biar aku panggil dokter.”Maya berlari keluar memanggil dokter.
Baru update lagi nik kak,terus dukung karya author ya kak biar makin semangat nulisnya😊😊
__ADS_1
SELAMAT MEMBACA