MENGUBAH TAKDIR ARA'

MENGUBAH TAKDIR ARA'
EPISODE 41 RAHASIA MIRZA


__ADS_3

Kondisi Mirza masih sama,belum sadarkan diri dan kini sudah berada di kamar VVIP.Ara menemani Mirza di dalam menunggu Kak Maya datang,terlihat Ara begitu khawatir melihat Mirza terbaring tidak belum sadar.


“Ara.”Panggil Kak Maya yang memasuki kamar Mirza.


“Kak Maya.”Ara langsung memeluk Maya.


“Udah,kamu tenang ya.Kita tunggu Mirza siuman dulu.”Maya terlihat tenang sambil mengusap air mata Ara yang tidak bisa di bendung lagi.


“Memang Kak Maya nggak khawatir ?”Tatap Ara.


“Kakak khawatir Ra tapi tadi kakak udah hubungi dokter dan katanya Mirza baik-baik saja.”Maya masih tenang.


“Kalau baik-baik aja kenapa Kak Mirza lama bangunnya terus kak Maya juga terlihat tenang berarti ini bukan pertama kali kak Mirza pingsan.”Ara merasa ada aneh.


Maya menggiring Ara ke sofa untuk menenangkan Ara,”Mirza memang tiba-tiba pingsan seperti itu Ra tapi itu hanya saat dia kecapean aja jadi kamu nggak perlu khawatir ya.”


“Jadi seperti itu kak,syukurlah kak jika hanya kecapean.”Ara lalu menghapus air matanya lalu duduk di samping Mirza.


Maya mencoba menahan air matanya melihat adiknya terbaring sakit sekaligus bahagia melihat Ara yang begitu setia menemani Mirza dalam ke adaan sakit,bahkan tidak ingin jauh dari adiknya itu.”Kamu tidak salah de’ memilih Ara sebagai calon istri kamu.”Batin Maya.


Mirza mulai membuka matanya secara perlahan melirik Ara yang masih menemaninya,”Sayang.”panggil Mirza pada Ara yang sedang tertidur karena memang sudah jam 10.00 malam.


“Kak Mirza udah sadar.”Ara terlihat bahagia memegang tangan Mirza.


“Iya sayang,Kenapa tidur di sini ??? kan ada sofa di sana.” Ucap Mirza.


“Aku sengaja menunggu di sini agar saat kakak bangun aku bisa tau,seperti sekarang.”Mata Ara sudah berkaca-kaca.


“Loh kok nangis sih sayang.”Mirza menghapus air mata Ara.


“Aku khawatir kak,dari tadi kakak pingsan dan baru sadar sekarang.”Air mata Ara berhasil membasahi pipinya.


“Kamu tenang aja,kakak nggak apa-apa hanya kecapean aja.”Mirza mencoba menenangkan Ara meski kondisinya masih lemas.


“Tadi Kak Maya juga bilang kecapean tapi beneran kan kak,ini hanya kecapean bukan kerena yang lain.” Ara penasaran.


“Iya sayang,maaf ya udah merepotkan kamu sampai tidur di rumah sakit begini.”Ucap Mirza lembut.

__ADS_1


“Nggak ada yang direpotkan kak,memang seharusnya aku di sini menemani kakak.lebih baik kakak tidur lagi ya,banyakin istirahat biar nggak capek lagi.”Ara kembali tersenyum.


Mirza hanya tersenyum menatap Ara,”Ya,udah kakak tidur lagi tapi kamu juga tidur ya di sofa jangan di sini nanti kamu lagi yang sakit.


“Iya Kak,duluan aja tidurnya nanti aku tidur di sofa.”Ara menatap Mirza memejamkan matanya.


Mendengar Mirza sudah sadar Maya buru-buru berangkat ke rumah sakit sekaligus membawakan sarapan untuk Ara dan Mirza.


“Selamat pagi.” Dengan tersenyum Maya mendekati Ara dan Mirza.


“Hmmm kak Maya ini,coba nanti aja datangnya kan nggak bisa berdua sama Ara.”Ucap mirza.


“Kamu ini de’,Mentang-mentang sakit jadi mau di temani Ara terus.Kakak sengaja bawa sarapan ke sini agar Ara bisa makan soalnya dari kemarin dia nggak makan-makan.”


Mirza melirik Ara,”kamu bohong ya.”


Ara hanya menunduk tidak berani menatap Mirza,”Maaf kak,aku hanya tidak ingin kakak menghawatirkan aku.”


“Ya udah de’,mungkin Ara begitu karena mengkhawatirkan kamu kemarin tapi sekarang kakak udah bawain kalian sarapan jadi harus di makan ya.”Maya membuka makanan yang di bawanya.


“Monika,kok kamu tiba-tiba di sini.”Mirza segera melepas pelukan Monika mengingat Ara sedang ada di sampingnya.


“Aku khawatir mendengar kabar kakak pingsan dan di bawa ke rumah sakit makanya aku datang ke sini untuk memastikan sendiri.”Ucap Monika yang masih terisak.


“Aku baik-baik aja,lihat aja sekarang aku sudah membaik.lagian ada Ara dan kak Maya juga di sini jadi kamu tenang aja.”Mirza menenangkan Monika.


“Eh kak Maya...Ara,Maaf ya aku nggak sadar saking khawatirnya sama kak Mirza.”


Maya hanya tersenyum sementara Ara hanya diam,baru kemarin mereka berbaikan tapi sekarang terulang lagi.”Maaf kak Maya,sepertinya aku harus pulang dulu nanti ke sini lagi.”Ara meninggalkan Mirza tanpa pamit.


Merasa tidak enak,Monika mengejar Ara agar tidak sala paham.”Ara tunggu.”panggil Monika.


Ara menghentikan langkahnya berbalik pada Monika,”Ada Mon ???” Ucap Ara datar.


“Aku mau minta maaf soal tadi.”Ucap monika merasa tidak enak.


“Nggak perlu Mon,aku tau kalian itu sahabatan dari kecil jadi wajar jika kamu khawatir sampai jauh-jauh datang ke sini.aku harus bisa membiasakan diri dengan persahabatan kalian tapi kelihatannya kamu lebih khawatir dari aku dan kak Maya padahal Kak Mirza bilang hanya kecapean.”Ara terlihat cemburu tapi masih tenang dengan wajah datarnya.

__ADS_1


“Itu mungkin aku yang terlalu berlebihan sehingga pikiranku nggak tenang jadi langsung ke sini.”Ucap Monika.


“Kalau begitu kamu masuk aja temui kak Mirza soalnya aku mau pulang dulu.”Ara lalu pergi meninggalkan Monika.


Pikiran Ara tidak menentu,bayangan Monika saat memeluk Mirza di Bandara dan Rumah sakit membuatnya merasa tidak pernah di hargai oleh mereka.Ara tidak masalah dengan persahabatan mereka tapi harusnya mereka juga mengerti dengan perasaan Ara sebagai calon istrinya Mirza.


“Kenapa Monika begitu khawatir sama Mirza ya sampai jauh-jauh datang ke sini ? padahal kan Kak Mirza dan kak Maya bilang hanya kecapean atau kak Mirza dan Monika diam-diam ada sesuatu.Ah...kan jadinya aku berpikir aneh-aneh,sebenarnya ada apa sih ini.”Ara menggaruk kepalanya yang tidak gatal.


setelah lama merenung,Ara pun bangkit dari tempatnya untuk siap-siap berangkat ke rumah sakit.meski masih merasa kesal tapi dia juga tidak ingin membiarkan mereka berduaan terus di tambah kak Mirza masih sakit jadi dia ingin selalu berada di samping calon suaminya itu.


Monika terus menatap Mirza,”Ada apa Mon ??? kenapa menatap aku seperti itu ?” Lirik Mirza yang sedang asyik chat dengan Ara.


“Sampai kapan Kakak akan menutupi semua ini?” Tanya Monika.


“Menutupi apa sih Mon ?” Mirza masih sibuk chat.


“Tentang ke adaan kakak.”Monika menatap lekat pada Mirza.


Mirza meletakkan ponselnya,”Sebenarnya apa yang ingin kamu sampaikan Mon ? aku juga bingung dengan sikap kamu tadi yang tiba-tiba datang menangis memeluk aku seperti tadi.”Tatap Mirza.


“Kakak nggak perlu menyembunyikannya sama aku karena dokter kakak sendiri sudah cerita sama aku tentang penyakit kakak.”mendengar ucapan Monika,Mirza hanya bisa diam.


“Jadi kamu sudah tau semuanya.”Ucap Mirza.


“Iya karena itu aku langsung ke sini untuk memastikan ke adaan kakak langsung karena aku khawatir dan kaget saat mendengar percakapan kak Maya dan Dokter Seno di telpon.”Monika terisak lagi.


“Kamu nggak perlu khawatir Mon,aku baik-baik saja.”Mirza tidak ingin Monika terlalu mengkhawatirkannya.


“Lalu bagaimana dengan Ara kak,sebagai calon istri kakak.Aku rasa dia perlu tau dengan kondisi kakak sekarang.”Ucap Monika terisak.


“Untuk Ara,biarkan saja seperti ini.Aku tidak ingin dia khawatir.”Ucap mirza.


Mirza dan Monika tidak menyadari jika Ara sudah mendengarkan semuanya di balik pintu,Ara membuka pintu membuat Mirza kaget.”Ara.”


Baru update lagi nik kak,terus dukung karya author ya kak biar makin semangat nulisnya😊😊


SELAMAT MEMBACA

__ADS_1


__ADS_2