MENGUBAH TAKDIR ARA'

MENGUBAH TAKDIR ARA'
BAB 19 DI ANTARA DUA PRIA


__ADS_3

🌸🌸🌸🌸


Reza yang sejak tadi memperhatikan mobil yang sedang berhenti,merasa penasaran namun tidak jelas terlihat orang di dalamnya sampai akhirnya melihat Ara turun dari mobil membuatnya mengulur senyum sebab orang yang sejak tadi iya tunggu kini sudah datang.


Namun saat melihat sosok laki-laki yang ikut turun bersamanya membuat senyuman di bibirnya berubah,”Kenapa Ara pulang bersama laki-laki ? apa itu pacar barunya?” Ucap Reza dalam hati yang begitu penasaran dengan pria yang sedang berjalan bersama Ara menghampirinya.


Sementara Ara yang sejak tadi sudah melihat Reza di mobil,berjalan sambil tersenyum ke arahnya di ikuti Mirza di belakangnya.”Kamu udah dari tadi Za ???” Tanya Ara.


“Ya....lumayan lah sekitar 1 jam.”Ucap Reza tersenyum.


“Ya maaf udah buat kamu menunggu,tapi kenapa nggak telpon dulu kalau mau ke sini ???” Ucap Ara.


“Hmmmm aku sengaja biar kasi kejutan tapi ternyata justru aku yang di kasi kejutan sama kamu.”Reza melirik ke arah Mirza.


Ara yang mengerti maksud Reza lalu mengenalkan Mirza,”Oh iya sampai lupa,perkenalkan ini Mirza.Om nya anak laki-laki yang aku temani di pantai tadi saat kita bertemu dan Mirza perkenalkan ini Reza sahabat aku yang baru datang dari luar kota.”


Reza dan Mirza pun saling bersalaman dengan tatapan yang berbeda dan tanda tanya di antara mereka.


“Hmmmm kayaknya lebih baik kalau kita bicara di dalam saja,ayo silahkan masuk.” Ara Membuka pintu menuju ruang tamu di ikuti Mirza dan Reza.


Mereka duduk berhadapan dengan tatapan yang masih sama,saling menatap tapi tidak terlihat senyum di bibir mereka sementara Ara yang melihat ada ke canggungan di antara mereka mencoba mencairkan suasana.”Kalian mau minum apa biar aku buatin dulu.”Ucap Ara yang di abaikan oleh dua pria itu.


“Reza...Mirza...kalian ???” tiba-tiba mereka berbalik.


“Iya Ra.”Ucap mereka bersamaan.


“Hmmmm kalian ini kenapa sih ???” Ara merasa kesal di abaikan.


“Nggak apa-apa Ra,maaf ya aku mengganggu kamu seandainya aku tau kamu sibuk sama dia.Mungkin aku menghubungi kamu dulu baru datang.”Reza melirik sinis ke arah Mirza.


Ara melihat tingkah Reza yang aneh jadi bingung,”Kamu kenapa melirik Mirza seperti itu ? jangan mikir yang aneh-aneh ya.”Ucap Ara tidak suka melihat Reza.


“Aku hanya menyimpulkan Ra,takutnya dia marah kalau aku datang ke sini.”Reza makin memperlihatkan cemburunya.

__ADS_1


Mirza yang mendengarkan ucapan Reza hanya tersenyum,”Maaf Ra,kalau dia tidak suka aku di sini lebih baik aku pulang saja.”Ucap Mirza.


“Loh ini sebenarnya kalian ini kenapa sih ??? padahal baru ketemu tapi seperti ini ???” Ucap Ara yang malah semakin bingung dengan dua pria ini.


“Maaf Ra,tapi sepertinya sahabat kamu ini tidak suka jika saya di sini.”Ucap Mirza lagi melirik Reza yang hanya acuh dengan Mirza.


“Ya nggak lah Mirza,kamu di sini aja dulu lagian mba baru buat minum untuk kalian.”Ucap Ara yang masih belum sadar pertengkaran batin ke dua pria ini.


“Nggak perlu Mirza,kalau kamu nggak suka biar aku aja yang pulang nanti kalian marahan lagi kalau aku terus di sini.”Ucap Reza.


“Hah..marah maksudnya?” Ara masih nggak mengerti dan memang tidak menyadari.


Mirza kembali tersenyum melihat Ara yang begitu polos,tidak memahami tingkah Reza dan dirinya,”Sahabat kamu itu mengira kita ada hubungan Ara jadi dia bersikap dingin seperti itu padahal....hmmm lebih baik kamu yang menjelaskan pada sahabat kamu itu.”Mirza masih terlihat dewasa menghadapi sikap Reza.


“Hahaha...ternyata itu yang kalian bahas sejak tadi,pantas situasinya tidak enak sejak tadi.”Ucap Ara tertawa yang baru sadar.


“Terus aku harus menyimpulkan apa Ra,jika perempuan di antar cowok malam-malam yaah kemungkinan itu mereka pacaran.”Ucap Reza Jujur.


“Hahaha...reza...reza...kamu itu sukanya menyimpulkan tanpa bertanya dulu.


“Oh begitu.”Terlihat senyum kembali di bibir Reza.


“Sepertinya ada yang bahagia nih.”Lirik Mirza pada Reza.


Ara pun ikut melirik mereka yang sadar jika Mirza pun salah paham dengan Reza,”Hmmm Reza itu sahabat aku dari dulu,selama kenal memang dia tidak pernah melihat aku bersama laki-laki. Mungkin itu sebabnya dia menyimpulkan seperti itu.”


“Oh....jadi kamu nggak pernah pacaran Ara?” Tanya Mirza penasaran.


Ara sejenak,mengambil napas lalu menghembuskan secara perlahan,”Pernah dekat dengan seseorang dengan niat serius tapi hanya sebentar karena dia pergi bersama perempuan lain.”Ucap Ara menunduk,tidak ingin melihat Reza.


“Terus sekarang.” Tanya Mirza makin penasaran.


“Yaaaa masih seperti ini...sendiri.”Ucap Ara menaikkan kedua pundaknya.

__ADS_1


Reza dan Mirza mengulum senyum di bibirnya seakan masih ada kesempatan untuk mendekati Ara yang masih sendiri tapi Reza hanya memilih diam dan mendengarkan pembicaraan keduanya karena sadar bahwa orang yang di maksud Ara adalah dirinya.


“Kenapa masih sendiri ???” Tanya Mirza yang terkesan kepo dengan Ara karena memang sejak awal dia sudah penasaran dengan perempuan yang ada di depannya itu.


“Hmmmm aku malas aja,lebih bagus sendiri dan dari sejak awal aku tidak ingin pacara.Lebih baik langsung serius.”ucap Ara.


“Lebih baik seperti itu sih dari pada pacaran tapi tidak pasti.”Ucap Mirza.


“Kamu sendiri,memang pacar kamu tidak marah kalau kamu mengantar Ara pulang begini ?” celetuk Reza.


“Hmmmm aku nggak punya pacar.”Ucap Mirza singkat.


“Maksudnya kamu baru putus ???” Tanya Reza yang justru penasaran dengan Mirza.


“Kok kamu yang kepo sih Za,bukannya kamu yang baru putus sama Dara.” Gantian Ara yang menyindir Reza.


“Nggak apa-apa Ra,mungkin itu bentuk perkenalan Reza.”Ucap Mirza tersenyum dan terlihat santai menanggapi Reza.


“Bukannya begitu Ra,aku Cuma nggak mau nanti pacarnya mengamuk sama kamu karena cemburu jika tau pacarnya mengantar perempuan lain.Aku hanya peduli sama kamu.” Ucap Reza yang makin terlihat tidak suka dengan Mirza.


“Hmmmm ma kasih udah peduli tapi lebih baik kamu urus diri kamu aja dulu yang masih galau habis putus.”Ara terlihat kesal melihat perlakuan Reza pada Mirza,meskipun mereka baru bertemu tapi sikap mereka masih sama seperti dulu seakan Ara tidak pernah kecewa karena Reza dan mereka tidak pernah ada hubungan.Hanya mengalir selayaknya sahabat pada umumnya.


Mirza yang melihat tingkah dua sahabat itu hanya tersenyum,sambil sesekali menatap Ara dengan penuh kagum.Meski baru mengenal kedua orang yang ada di depannya tapi Mirza merasa senang mengenal mereka,selain itu sikap tenang dan dewasa Mirza membuatnya mampu berbaur akrab dengan mereka.


Mirza memang memiliki pemikiran yang dewasa dan matang jadi saat menghadapi Reza yang masih sedikit labil itu bukanlah hal yang sulit,berbalik dengan Reza yang apa adanya saat ingin mengutarakan yang ada dalam pikirannya.


Beberapa menit kemudian setelah berbincang lama,pada akhirnya Reza dan Mirza pamit pulang,”Kami pamit pulang dulu ya Ra soalnya jam bertamu udah hampir lewat.”Ucap Mirza melirik ke arah jam yang melingkar di tangannya.


“Loh kok kita sih,kan kamu yang mau pulang.”Ucap Reza yang tidak terima.


“Maaf kalau saya mendahului tapi lebih baik kita pulang biar Ara bisa istirahat,besok dia mau kerja loh.”Ucap Mirza dengan tenang yang membuatnya terlihat keren di mata Ara.


“Ya udah deh,aku juga pulang Ra.Besok kita ketemu lagi.”Pamit Reza yang kemudian beranjak menuju ruang depan.

__ADS_1


“Kalian hati-hati ya.”Ucap Ara tersenyum di depan pintu menunggu dua pria itu pergi.


__ADS_2