
🌸🌸🌸🌸
Terasa sangat lelah seharian jalan,tak terasa sudah 3 hari liburan dan tinggal satu hari lagi lalu kami akan pulang.Aku langsung menuju kamar untuk istirahat melepas lelah.Reza dan rendra berbicara di perjalanan menuju kamar.
“Gimana Za,masih semangat jalan besok?” Ucap Rendra.
“Iya donk,kapan lagi jalan-jalan begini setidaknya bisa menghilangkan beban sejenak.” Senyum Reza yang senang beberapa hari ini.
“Terus bagaimana dengan dia??? Kamu nggak naksir???” Rendra ingin tau perkembangan Aku dan Reza.
“Hmmm gimana yaah,cantik sih tapi aku heran juga kenapa dia nggak suka sama aku ya malah sebaliknya terlihat kesal setiap kali ketemu aku,padahal cewek lain aja langsung naksir kalau liat aku.” Ucap Reza sambil memikirkan sikap Aku.
“Hehehe kepedean kamu,buktinya dia aja nggak naksir sama kamu.” Ucap Rendra.
“Liat aja ntar,aku buat dia jatuh cinta sama aku.” Ucap Reza yang begitu yakin mampu menaklukkan Ara.
“Janganlah mainin anak orang terus,sekali-kali serius kayak aku.Lagian dia itu beda Za,anaknya baik dan juga aku dengar dia nggak pernah pacaran.” Rendra berusaha menyatukan Ara dan Reza.
“Serius kaman Ren,masa seumuran dia nggak pernah pacaran?" Terlihat Reza tidak percaya.
“Kata Rika sih begitu,makanya aku saranin kalau kamu mau deketin dia,Jangan main-main lah sempat dia jodoh kamu.” Usul Rendra.
“Bisa aja kamu Ren.”Reza hanya tersenyum.
Rika sudah tidak sabar menunggu rendra di kamar,penasaran ingin mengetahui apa yang mereka bicarakan.
“Belum tidur sayang.” Ucap Rendra Menutup pintu.
“Belum,lagi nunggu kamu dari tadi.” Ucap Rika tersenyum ke arah suaminya.
“Kenapa nunggu aku kan bisa tidur duluan.” Ucap Rendra.
“Kamu bersih-bersih aja dulu,aku mau ngobrol sebentar.” Ucap Rendra.
“Mau bicara apa sih,jadi penasaran.” Tanya Rendra.
“Udah sana bersih-bersih.tapiii jangan lama yaah.” Ucap Rika yang makin tidak sabar ingin mendengar pembicaraan suaminya dengan Reza.
“Ok.”menuju kamar mandi.
Beberapa menit kemudian Rendra keluar dari kamar mandi,dengan semangat rika menyuruhnya duduk di sampingnya.
“Sini sayang duduk.” mempersilahkan suaminya duduk di kasur.
“Ada apa sih? Emang mau bicara apa.” Tanya suaminya penasaran.
“Sayang...” Ucap Rika manja.
“Iya...” Tatap Rendra dengan lembut pada istrinya.
“Tadi bicara sama Reza???.” Tanya Rika.
“Oh ternyata soal reza,kirain apa.” Rendra paham maksud pertanyaan istrinya.
“Iya,aku penasaran apa yang kalian bahas.” Ucap Rika.
“Biasa cowok,bahas cewek.” Ucap Rendra tersenyum.
“Siapa?” Tanya Rika penasaran.
“Siapa lagi sayang kalau bukan teman kamu Ara.” Ucap Rendra menatap lembut istrinya.
“Ada apa dengan Ara,Reza suka sama Ara.” Rika makin penasaran.
“Nggak tau juga sih,tapi katanya mau di deketin.” Ucap Rendra.
“Nggak perlu di deketin juga sudah deket dari dulu.” Ucap Rika.
“Maksudnya sayang?” Rendra sedikit bingung dengan ucapan istrinya.
“Jadi gini bang sebenarnya Reza dan Ara itu sudah lama kenal dari jaman SMP.” Cerita Rika.
__ADS_1
“Hha masa...tapi kok mereka kayak orang baru kenal.” Rendra semakin bingung.
“Ya...karena Reza nggak mengenali Ara jadi Ara juga pura-pura nggak kenal plus jengkel liat Reza yang nyebelin.” Ucap Rika melanjutkan ceritanya.
“Jadi mereka itu udah lama kenal,tapi kenapa Reza nggak mengenali Ara?” Tanya Rendra lagi yang berbalik penasaran dengan kisah Ara dan Reza.
“Karena Ara yang dulu beda dengan yang sekarang."Lanjut Rika.
“Maksudnya,aku jadi makin bingung.” Uacap Rendra.
“Dulu itu Ara penampilannya nggak seperti sekarang,dulu saat masih magang di kantor Reza bersama aku,penampilan Ara itu terlihat jadul/culun.Mungkin karena itu Reza tidak mengenali Ara yang sekarang melihat Ara yang sekarang semakin cantik dan stylish.Aku aja pertama kali ketemu kemarin kaget melihat perubahannya.”Jelas Rika.
“Ohhh jadi seperti itu, ribet juga yaah kisah mereka.” Ucap Rendra yang baru mengetahui kisah mereka.
“Iya...makanya itu,aku juga greget liat mereka yang tidak bisa saling terbuka satu sama lain.” Ucap Rika.
“Kenapa kamu nggak bilang ke Reza aja kalau dia itu Ara?.” Usul Rendra.
“Maunya sih sayang tapi Ara melarang.” Ucap Rika lagi.
“Ya sudah biarin aja mereka,nanti juga akan ketahuan sendiri.” Ucap Rendra yang bersiap-siap untuk tidur.
“Semoga aja sih secepatnya sebelum Ara pulang.”Harapan Rika.
“Udahh...dari pada kita sibuk urusin mereka mending kita tidur.Masih ada satu hari lagi kan jalan-jalan.” Ajak Rendra.
“Iya sih...semoga besok ada perubahan.”Rika ikut berbaring di samping suaminya.
Hari terakhir liburan,dengan semangat aku buka pintu kamar.secara bersamaan Reza juga membuka pintu kamarnya yang kebetulan berhadapan dengan kamarku.
Reza tiba-tiba terlihat senyum dan bersikap baik padaku,membuat aku berpikir ada yang aneh darinya yang tiba-tiba berubah.
“Selamat pagi cantik.”Sapa Reza sambil tersenyum.
“Cantik...nggak salah kamu bilang begitu.” Ucapku jutek.
“Nggak dong...kan kamu memang cantik.”Gombal Reza yang sudah memulai misinya untuk meluluhkan Ara.
“Ke sambet cinta kamu.”Makin gombal,memperlihatkan senyumnya yang sok manis itu.
“Aneh...” Meninggalkan Reza yang masih senyum-senyum sendiri.
“Eh tunggu... cantik.” Mengejar,mengikuti dari belakang.
“Aku itu punya nama bukan cantik.” Masih jutek.
“Aku panggil kamu cantik aja ya....” Terulang lagi,Reza hanya memanggil sesuai ke inginkan nya tanpa ingin tau nama ku yang sebenarnya.
“Terserah kamu.”Berjalan menuju parkiran.
“Ada apa sih ini,datang-datang kok cemberut.”Tanya rika.
“Tau tuh teman kamu ,sukanya marah-marah.”Ucap reza yang sedari tadi mengikuti dari belakang.
“Ya kamu sendiri tiba-tiba aneh.”Balasku.
“Aneh gimana.”Tanya Rika.
“Kamu liat kan kemarin dia itu jutek banget,tapi sekarang malah sok manis.” Ucapku makin jutek.
“Kamu harusnya senang dong itu berarti dia udah sadar .’' Goda Rika.
“Justru aku malah aneh liat dia seperti itu.” Terheran-heran dengan tingkah Reza.
“Mau sampai kapan berdebat di sini,kita nggak bakalan sampai kalau ngobrolnya terus,nggak berangkat-berangkat.”Sambung Rendra.
“Yaa udah ayo...malas juga liatin dia yang aneh.”Ajak ku masuk ke mobil.
Kali ini kami berkeliling berempat,menikmati pemandangan yang indah,dengan begitu semangat melihat di sekitar sampai Rika tidak sadar memanggil namaku.
“Ra,coba sini deh ?”Panggil Rika.
__ADS_1
“Ra....apa yang dimaksud rika itu Ara ?,tapi tidak mungkin.”Batin reza yang bingung mengartikannya.
“Kenapa melamun za?” tegur Rendra menepuk pundak Reza.
“Ini Ren,aku mau nanya.Tadi Rika panggil temannya dengan panggilan Ra,emang namanya siapa?”
“Bukannya kamu nggak mau tau namanya.”Goda Rendra tertawa kecil.
“Sebenarnya sih nggak terlalu mau tau Cuma aku penasaran dengan nama itu,seperti mengingatkan aku pada seseorang.” Ucap Reza sekilas terbayang sosok perempuan yang selalu ada di ingatannya.
“Jadi kamu benar ingin tau namanya.” Tanya Rendra memastikan.
“Iya Ren,cepetan kasi tau.” Reza tidak sabar.
“Namanya Ara.” Ucap Rendra.
“A...ara,beneran namanya Ara?” Mata Reza membulat,masih tidak percaya.
“Kamu kenapa? Kaget begitu,seakan baru dengar namanya saja.” Ucap Rendra.
“Bukan begitu Ren tapi nama itu memang tidak asing buat aku dan berkesan buat aku.” Ucap Rendra yang masih mencoba memastikan itu Ara yang sama atau berbeda.
“Berarti orangnya juga berkesan dong buat kamu.”Rendra ingin memastikan perasaan Reza,Penasaran dengan jawaban Reza.
“Kalau itu,aku nggak tau karena sampai saat ini aku nggak pernah tau kabar dia sejak 4 tahun lalu.” Ucap Reza.
“Lama juga ya,kenapa kamu nggak coba hubungi.” Tanya Rendra lagi yang lebih penasaran dari istrinya Rika.
“Percuma...dia juga udah lupa sama aku.” Ucap Reza dengan wajah lesu.
“Bagaimana kalau dia masih ingat sama kamu.” Rendra mencoba memancing Rendra agar Reza mengakui perasaannya.
“Itu nggak mungkin,buktinya dia tidak pernah menghubungi aku padahal kontak aku ada di ponselnya dan aku nggak pernah ganti nomer agar dia bisa hubungi aku.Tapi buktinya nggak pernah sekalipun dia ada kabar." Ucap Reza.
“Kamu duluan lah yang hubungi kan kamu cowok.” Usul Rendra.
“Kayaknya nggak perlu,mungkin dia sudah bahagia di sana.Tapi tunggu deh kok bisa sih namanya mirip banget sama teman aku itu.”Masih penasaran.
“Bagaimana kalau ternyata benar dia teman kamu.” Rendra mencoba memberi kode pada Reza tapi Reza tidak menyadari itu.
“Ya nggak lah,Ren.jauh benget perbedaannya.”Reza berusaha menepisnya dan yakin jika memang itu berbeda.
“Beda bagaimana?” Rendra ingin tau alasan Reza yang tidak mengenali Ara.
“Teman aku itu baik,tulus meskipun penampilannya agak jadul tapi buat aku dia istimewa.”Ucap Reza.
“Kalau Ara yang di depan kamu bagaimana?” Tanya Rendra lagi.
“Kalau ini sih...jutek,galak tapi ada sedikit persamaan sih kalau lagi marah.Sama-sama lucu kalau marah.Membuat aku suka liatnya.” Tanpa sadar Reza tersenyum saat memikirkan Ara.
“Bagaimana kalau ternyata Ara yang dulu itu sudah berubah,apa kamu masih bisa mengenalinya?”Masih mencoba menyadarkan Reza.
“Ya iyalah aku akan kenal kan dia sahabatku masa hanya berubah sedikit aku sampai nggak kenal,nggak mungkin dong.” Reza begitu yakin.
“Hehehe...lucu kalian.” Rendra hanya tertawa melihat temannya itu.
“Kamu kenapa ren ketawa? Aku nggak lagi ngelawak loh,aku serius cerita malah di ketawa ini.” Ucap Reza sedikit kesal.
“Nggak apa-apa,nanti kamu tau juga,ayo ke sana.”Menghampiri Ara dan rika.
Aku sibuk bermain dengan Rika sampai tidak sadar dompetku terjatuh dari tas,lalu Reza mengambilnya dan tanpa sengaja melihat ada foto di dalamnya.
Foto yang tidak asing baginya,yang pernah dia berikan kepada seseorang sebagai kenang-kenangan.Hal itu membuat Reza hanya terdiam sampai tidak sadar aku datang mengambil dompet yang sedang di pegang olehnya.
“Itu kan dompet aku,kenapa bisa sama kamu?”Mengambil dompet si tangan Reza lalu memasukkan ke dalam tas.
“Oh itu tadi terjatuh jadi aku ambil dan mau ku kembalikan sama kamu.” Reza hanya memperhatikan Ara.
“Oh terima kasih ya,aku nggak sadar kalau dompet aku jatuh,” Berbalik membelakangi Reza.
“Ara.”Panggil reza.
__ADS_1
“Iya.”Tanpa sadar aku berbalik ke arahnya,lalu terdiam.