
🌸🌸🌸🌸
Kring...kring...kring...
Telpon dari Reza.
“Halo Ra,kamu udah siap?” Ucap Reza di seberang telpon.
“Siap?,emang mau kemana??” Tanya Ara yang ternyata lupa jika ada janji dengan Reza hari ini.
“Kan kemarin kita udah janjian mau keluar jalan-jalan.” Ucap Reza.
“Oh iya...maaf Za,aku lupa soalnya kalau hari libur begini aku tidur jadi lupa.hehe.”
“Hmmm buruan sana siap-siap,aku tunggu.” Reza memaklumi Ara yang lupa dengan janjinya.
Dengan terburu-buru Ar langsung menuju kamar mandi,tanpa menutup telpon.Satu jam kemudian Ara kembali ke kasur mengambil ponsel,Ara baru sadar ternyata ponselnya masih menyala dan masih terhubung ke Reza.
“Halo...kamu masih si sana Za ???” Ucap Ara,ingin memastikan Reza masih mendengarnya.
“Iya..baru selesai ?” Tanya Reza yang dari tadi masih stay dengan ponselnya.
“Hehe..baru nih,kenapa telponnya nggak dimatikan?” Ara hanya tertawa kecil.
“Kamu sendiri nggak sopan main pergi aja,tidak menutup telpon.” Ucap Reza terdengar kesal tapi tidak di permasalahkan olehnya.
“Kan aku buru-buru Za,harusnya kamu matikan aja tadi.” Alasan Ara.
“Kalau aku nggak mau,gimana?” Goda Reza.
“Hmmm nggak usah debat deh,makin lama lagi jalannya,aku berangkat ke sana sekarang.” Ucap Ara yang sudah siap untuk berangkat.
“Tidak pakai lama yaah.” Ucap Reza.
“Iya....” Ara lalu berjalan menuju mobilnya.
Beberapa menit kemudian mereka sudah sampai di pantai,tempat yang di pilih Reza untuk jalan-jalan.Sekaligus tempat yang sudah lama ingin ia datangi tapi baru kesampaian.
“Akhirnya aku ke sini juga.” Terlihat senyum bahagia di bibir Reza.
“Emang nggak pernah ke sini?” Tanya Ara.
“Nggak...” Reza terlalu fokus melihat sekeliling sampai tidak fokus pada Ara.
“Aku sih bosan selalu ke sini.” Dengan wajah datar.
“Ya.... kamu kan asli sini,pasti lah sering ke sini,eh tapi tunggu,kalau kamu sering ke sini biasanya sama siapa?” Reza penasaran.
“Sama teman kantor.” Ucap Ara Santai tapi berbeda dengan Reza yang justru berpikir lain.
__ADS_1
“Oh kirain sama gebetan.” Reza bernapas lega saat mendengar ucapan Ara,itu artinya Ara masih sendiri.
“Kan aku udah bilang,nggak mau pacaran,lebih bagus sendiri seperti ini.” Terbiasa sendiri membuat Ara untuk tidak ingin berpacaran,meski sekarang penampilannya sudah berubah tapi buat Ara pacaran itu sudah tidak penting lagi,apalagi untuk mengenal laki-laki lain yang akan hadir di hidupnya membuatnya malas untuk itu,selain itu perasaannya dari sejak dulu hingga saat ini hanya ada untuk satu orang dan itu adalah Reza tapi Ara memilih untuk memendamnya agar tidak terluka melihat Reza yang seperti tidak mengharapkannya lagi.
“Hmmmm tapi kalau langsung di ajak nikah mau kan?” Celetuk Reza.
“Yaaa tergantung....” Ara menghentikan Ucapannya.
Tergantung apa?” Reza melirik penasaran.
“Orangnya itu meyakinkan atau hanya ingin main-main saja.” Ucap Ara asal,hanya sekedar ingin menggoda Reza sekaligus ingin melihat reaksi Reza.
“Kita buktikan saja nanti.” Tatap Reza dengan wajah serius.
“Apaan sih Za,jangan bercanda deh.” Ara kesal,mengira Reza hanya menggodanya.
“Siapa yang bercanda,orang aku serius.” Tatap Reza lagi.
“Udah..nggak usah bahas itu lagi.” Ara beranjak dari tempat mereka duduk lalu berjalan tanpa mempedulikan Reza.
Reza mengikuti Ara dari belakang lalu menghadang Ara tiba-tiba sehingga Ara yang sejak tadi menunduk tanpa sengaja menabrak dada bidang Reza,membuat Ara kaget lalu mencoba mengangkat kepalanya memperhatikan orang yang sudah dia tabrak.Tanpa sengaja mereka saling bertatapan,dalam tatapan penuh makna itu Reza mengajak Ara untuk bertemu keluarganya."Nanti aku kenalin dengan keluarga aku."
“Terserah kamu aja Za.” Ara membuang pandangannya lalu kembali berjalan,menghindari Reza.
Sementara Reza masih berusaha meyakinkan Ara,“Tapi harus siap ya?”
“Iya,Za aku boleh nanya nggak?” Ara bersikap santai pada Reza Karena dia tidak ingin menyimpan harapan yang akan membuat dia terluka nantinya.
“Kok kamu bisa putus dengan fira bukannya kamu serius sama dia?” Tanya Ara yang memang masih penasaran dengan kisah antara Reza dan Fira.
“Aku memang serius tapi dia yang tidak yakin dengan aku.” Reza kemudian duduk menatap lurus ke pantai seakan bayangan masa lalunya kembali terngiang saat Ara mempertanyakan soal Fira.
“Kenapa nggak yakin?” Ara menyusul Reza duduk,ingin mendengar lebih detail yang sebenarnya terjadi di antara mereka.
“Aku juga nggak tau,tiba-tiba dia berubah.Menjauhi aku dan memang sih dari dulu orang tuanya tidak pernah merestui kami jadi mungkin itu penyebabnya dia memilih orang lain apa lagi kita kan LDR.” Ucap Reza melanjutkan ceritanya.
“Oh jadi seperti itu ceritanya,aku pikir gara-gara kamu yang nggak berubah jadi Fira meninggalkan kamu.” Ara mengangguk dan sudah paham alasan perpisahan mereka.
“Aku serius dengan fira saat itu dan meninggalkan semua perempuan yang aku dekati demi dia tapi setelah fira meninggalkan aku,di tambah kamu juga nggak pernah ada kabar jadi aku kembali seperti dulu.” Ucap Reza kembali menatap Ara penuh makna.
“Terus sekarang kamu masih ingin seperti itu.” Ucap Ara yang membalas tatapan Reza.
“Aku akan meninggalkan mereka semua,aku capek hanya bermain-main.” Reza membuang pandangannya ke arah pantai.
“Ternyata tobat juga kamu.hahaha.” Ara pun ikut memandang ke arah pantai.
“Asal kamu mau terima aku seperti ini.” Ucap Reza dengan wajah serius yang masih menatap pantai.
“Seperti ini gimana?” Sekilas Ara melirik Reza.
__ADS_1
“Ya dengan masa laluku yang dulu.” Reza masih memandang ke depan.
“Hm.... nggalak tau deh.” Ara tidak menanggapi serius ucapan Reza mengingat dia itu jago menggombal.
“Ra, aku serius sama kamu.Aku sengaja datang jauh-jauh demi kamu dan membuktikan sama kamu kalau aku benar-benar serius dengan ucapan aku kemarin.”Reza memegang tangan,menatap dengan wajah serius.
“Aku nggak tau harus percaya atau tidak Za.” Ara kelihatan Ragu.
“Kamu nggak perlu percaya sekarang Ra,cukup kamu kasi aku kesempatan untuk membuktikan semua ini.” Reza berusaha meyakinkan Ara.
“Mmm ok,aku kasi kamu waktu satu bulan untuk membuktikan semuanya tapi jika dalam waktu satu bulan kamu tidak dapat membuktikannya maka kesempatan itu berakhir.” Ucap Ara tegas menatap Reza.
“Aku pasti akan menemui membuktikannya,kita tunggu aja waktunya.” Kali ini Reza terlihat sangat serius,untuk pertama kalinya dia terlihat serius pada seorang perempuan.“Tapi boleh aku bertanya sama kamu?” Tanya Reza.
“Apa?” Ucap Ara menatap Reza.
“Kamu suka sama aku?” Reza masih menatap Ara sehingga mereka saling bertatapan.
“Suka,kan kamu teman aku.” Ucap Ara tersenyum.
“Hmmm maksudnya itu sayang Ara’.”Reza terlihat kesal dengan ucapan Ara.
“Kayaknya nanti aja aku jawabnya setelah satu bulan.”Ara sengaja tidak ingin menjawab ucapan Reza karena dia ingin melihat usahanya.
“Itu kan lama Ara’.” Reza tidak sabar dengan jawaban Ara.
“Jadi kamu nggak mau menunggu?” Tatap Ara sehingga Reza mengurungkan niatnya untuk bertanya kembali.
“Iya deh aku mengalah,demi kamu.” Entah kenapa,Reza begitu penurut dengan Ara padahal sebelumnya dia tidak pernah seperti itu pada perempuan lain,malah sebaliknya Reza lah yang membuat semua perempuan menunduk.
“Kalau begitu aku boleh tanya balik?” Tanya Ara balik.
“Tanya apa?” Ucap Reza.
“Kamu sendiri sayang sama aku?” Sejujurnya Ara pun sudah lama ingin mempertanyakan tentang itu tapi baru ada kesempatan saat inim
“Kamu mau aku jujur?” Tatap Reza tersenyum.
“Iya lah Za,masa bohong sih.” Ara terlihat merona dengan tatapan Reza.
“Aku sayang sama kamu Ra.” Tatap Reza.
“Sejak kapan?” Ara membalas tatapan Reza.
“Sejak aku mengungkapkan perasaanku sama kamu pas SMP dan sampai sekarang perasaan itu masih sama.” Ucap Reza jujur.
“Kan sebelumnya ada fira.” Ara masih tidak mengerti karena sebelumnya Reza pernah serius dengan Fira.
“Kamu memliki tempat tersendiri di hati aku Ra’,nggak ada yang bisa menggantikan itu dan jujur dari dulu aku selalu merindukan kamu berharap suatu saat bisa ketemu kamu agar aku bisa mengungkapkan perasaan ini yang sudah lama terpendam,makanya aku tidak ingin menyianyiakan kesempatan ini.” Tatap Reza membuat Ara semakin merona.
__ADS_1
“Aku harap itu benar,tapi kayaknya udah sore nih..kita pulang aja yaah,nanti keluarga kamu nyariin.” Ara mengalihkan pandangannya.