MENGUBAH TAKDIR ARA'

MENGUBAH TAKDIR ARA'
EPISODE 40 SEHARIAN


__ADS_3

Mobil Mirza sudah terparkir di depan rumah Ara,sebelum Mirza ingin turun.Ara sudah turun terlebih dahulu lalu berjalan masuk tanpa sepatah kata pun.Mirza mengikuti dari belakang,ingin menjelaskan pada Ara tapi langkahnya terhenti saat melihat Ara berada di hadapannya,”Nggak perlu di ikuti kak,lebih baik kakak pulang dan istirahat.Aku juga capek ingin langsung istirahat,sampai di sini aja udah cukup.”Lalu Ara kembali masuk ke rumah Tidak mengizinkan tanpa berbalik,menutup pintu begitu keras.


Mirza yang ingin mengajak Ara bicara kini hanya bisa berbalik menuju mobilnya dengan wajah lesu,”Seperti inikah jika perempuan cemburu,susah di tebak.lagian Monika kenapa juga memeluk aku tadi kan jadinya Ara marah.”Mirza mengacak-acak rambutnya.


Tidak ingin menyerah Mirza tidak langsung pulang,dia tetap menunggu di depan rumah berharap Ara akan turun menemuinya tapi tetap saja Ara tidak turun,hingga pada akhirnya Mirza pun menyerah dan pulang.


Paginya,Ara mengintip di jendala memastikan Mirza masih di sana atau tidak tapi ternyata sudah pergi,”Ternyata usahanya hanya sampai di situ.”Batin Ara,sedikit kecewa tapi mencoba memahami ke adaan Mirza dengan Monika kemarin.Perasaannya pun sudah membaik hanya saja dia tidak ingin Mirza semudah itu mendapatkan maaf darinya sekaligus ingin melihat usaha calon suaminya itu.


Saat memasuki ruang kerjanya,Ara kaget melihat runagannya telah di penuhi banyak bunga di sertai ucapan permintaan maaf.Seketika raut senyum terlihat di wajah Ara, Dalam hati Ara sudah bisa menebak jika itu perbuatan Mirza yang ingin meminta maaf padanya namun senyum itu kembali hilang saat mendengar suara dari belakangnya,”Aku minta maaf Ra,aku ...”Ucapan Mirza terhenti melihat Ara berbalik menatapnya.


“Aku sudah melupakan kejadian kemarin.” Ucap Ara datar.


“Kalau sudah di maafkan kenapa mukanya masih di tekuk begitu ???” Tatap Mirza.


“Hmmmm perasaan kakak aja.”Ara masih datar.


“Udah dong marahnya sayang,nggak tau liat kamu ngambek gitu.”Gombal Mirza.


Ara kini tersenyum mendengar ucapan Mirza,”Kak Mirza udah mulai pintar gombal ya,belajar dari mana ?”


“Nggak perlu belajar tapi itu dari hati.”Tatap Mirza.

__ADS_1


“Iya deh kak,aku maafiin yang kemarin asal jangan di ulang lagi.”Ucap Ara tersenyum.


“Iya sayang,kakak janji.”Mirza senang Ara sudah tidak marah lagi.


“Aku tidak melarang kakak untuk ketemu Monika tapi tolong jangan seperti kemarin,jujur kak kemarin aku merasa bukanlah siapa-siapa kakak malah yang terlihat seperti calon istri kakak itu Monika bukan aku.”Ucap Ara.


“Maaf ya Ra,aku tidak sadar kalau kamu marah kemarin.Aku hanya memikirkan permintaan Monika yang ingin mengucapkan perpisahan.”Mirza merasa bersalah.


“Iya kak,masalah yang kemarin lupain aja.Mmm kakak nggak ke kantor ?” Tatap Ara.


“Hari ini aku masih libur,ingin meluangkan waktu sama kamu hari ini.”Senyum Mirza.


“Tapi aku mau kerja,gimana dong.”


“Ya udah kalau begitu aku mau kerja dulu.” Tangan Ara di tarik oleh Mirza yang tanpa sengaja jatuh di sofa sehingga mereka saling bertatapan.”Aku mau bicara sesuatu Ra.”Ucap Mirza di sela tatapan mereka.


“Mau bicara apa kak.”Ara menjauhkan diri dari Mirza memperbaiki posisi duduknya.


“Kapan kakak bisa ketemu orang tua kamu ?” lirik Mirza.


“Hhaaa...kakak serius???”

__ADS_1


“Aku serius Ra,dari awal aku bilang ingin menikah sama kamu atau jangan-jangan kamu yang belum siap ??” Tanya Mirza balik.


“Bu...bukan begitu kak.Aku....” Ara gugup.


Mirza memegang tangan Ara,”Aku serius dan aku ingin segera menikah sama kamu,makanya kakak ingin segera bertemu orang tuamu.”


Ara mengulum senyum,”Mmmm aku tanya mereka dulu kak,nanti aku kabari kalau mereka sudah siap.”


“Ma kasih sayang kamu sudah memberikan aku kesempatan untuk membahagiakan kamu,semoga kakak bisa selalu membahagiakanmu seperti ini.”Mirza terlihat murung.


“Kenapa kakak bilang seperti itu ? kayak mau kemana aja ?” Canda Ara.


“Aku hanya takut kehilangan kamu sayang.”Mirza kembali tersenyum.


“Kan aku calon istri kakak,jadi akan sama kakak terus dong.”Goda Ara.


“Iya calon istriku.”


Seharian Mirza menemani Ara bekerja,sesekali mengecek pekerjaannya lewat ponsel.Namun saat Mirza ingin berjalan menuju meja tiba-tiba kepalanya pusing dan jatuh ke lantai.


Baru update lagi nik kak,terus dukung karya author ya kak biar makin semangat nulisnya😊😊

__ADS_1


SELAMAT MEMBACA


__ADS_2