MENGUBAH TAKDIR ARA'

MENGUBAH TAKDIR ARA'
EPISODE 43 ANTARA SAHABAT DAN CALON ISTRI


__ADS_3

Melihat Mirza yang tadi kejang-kejang membuat Ara semakin tidak ingin jaug-jauh lagi dari Mirza,”Aku minta maaf ya kak,aku janji tidak akan meninggalkan kakak seperti tadi.”Ucap Ara sambil terisak memegang tangan Mirza.


Tangan Mirza terlihat bergerak,”Kak Mirza sadar.”Teriak Ara senang melihat tangan Mirza bergerak.


“Kamu sudah sadar de’.”Maya lalu mendekati Mirza yang mulai membuka matanya.


“Kak Maya.”Ucap Mirza.


Maya hanya mengangguk sambil menahan air matanya,”tadi kakak khawatir de’ tapi syukurlah kamu sekarang sudah sadar.”


“Ara...dimana dia kak ?” Mirza belum menyadari kehadiran Ara.


Maya menatap ke arah Ara,”Di samping kamu de.”


Mirza melirik Ara,”Kamu ada di sini sayang.’Ucap Mirza tersenyum sementara Ara hanya diam lalu memeluk Mirza,”Kakak nggak boleh begini lagi ya,kakak harus kuat.meski aku tidak tau penyakit kakak tapi aku yakin kakak kuat jadi jangan di ulangi lagi ya kak.”Ara sudah tidak bisa membendung air matanya.


“Kamu sudah nggak marah sayang.”Mirza merasa senang Ara memeluknya.


“Aku akan berhenti marah kalau kak Mirza jujur tentang penyakit kakak sebenarnya?”Ara melepaskan pelukannya.


“Iya sayang,aku akan menjelaskan semuanya tapi nanti ya saat kakak keluar dari sini.Nggak apa-apa kan ?” Tatap Mirza.


“Iya..nggak apa-apa yang penting kak Mirza sehat dulu.”Senyum mulai terlihat dari bibir Ara.


“Ma kasih sayang,melihat kamu nggak marah lagi seperti ini membuat kakak jadi cepat sembuh nantinya.”Goda Mirza.


“Kak Mirza ih,ada kak Maya loh di sini.”Ucap Ara malu-malu.


“Nggak apa-apa Ra,justru kakak senang kalau Mirza seperti ini dari pada seperti tadi.”Sambung Maya tersenyum.


“Tuh kak Maya aja nggak keberatan.”Goda Mirza lagi.


Semakin hari kesehatan Mirza makin membaik sehingga di izinkan untuk pulang ke rumah,”Sudah siap semuanya kak.”Ucap Ara menghampiri maya yang tengah mempersiapkan pakaian Mirza sesekali melirik Monika yang tengah duduk di samping Mirza.”Duduk di sini aja Ra,biar aku tunggu di depan aja.”Seketika Monika beranjak dari samping Mirza berjalan ke luar.


*****


Mobil Maya sudah masuk di halaman rumah,dari jauh sudah terlihat Ardan yang menunggu kedatangan uncle nya.”Yee..akhirnya uncle pulang.”Ardan berlari memeluk Mirza.

__ADS_1


“Sayang,pelan-pelan.Uncle baru pulang loh.”Ucap Maya lembut.


“Iya mami,Ardan hanya kangen sama uncle.”


“Lebih baik kita masuk agar Mirza bisa istirahat.”Ajak Maya.


Langkah Ara terhenti saat berada di depan kamar Mirza.”Kenapa Ra.”Tanya Maya.


“Emmm kayaknya aku antar sampai di sini aja kak,biar kak Maya aja yang masuk.”Ucap Ara.


“Loh kenapa???” Tanya maya bingung.


“Maaf kak tapi aku rasa nggak baik kalau aku masuk di kamar laki-laki.”Ucap Ara.


“Loh kenapa ??? kan Mirza itu calon suami kamu.”Ucap Monika yang sudah berada di dalam kamar terlebih dahulu.


“Maaf tapi itu sudah menjadi kebiasaan aku Mon,untuk saat ini kami masih bukan muhrim.”Ucap Ara.


“Ya sudah kak,biar kak Maya saja yang masuk.Aku sama Ara menunggu di bawah saja.”Monika langsung keluar dari kamar Mirza setelah mendengar ucapan Ara.


Mirza hanya tersenyum melihatnya,dalam hatinya makin merasa kagum dan tidak salah memilih calon istri.


“Mirza nggak salah kan kak milih calon istri.”Mirza tersenyum.


“Iya kali ini kamu nggak salah sampai Monika jadi salah tingkah tadi mendengar ucapan Ara.”Maya ikut tersenyum.


“Sepertinya Ara sudah tau cara membuat Monika sadar tanpa harus memperlihatkan rasa cemburunya.”Ucap Mirza lagi.


“Tapi menurut kakak memang sudah seharusnya kamu menjaga jarak dengan Monika,tidak baik apalagi sebentar lagi kamu akan menikah.Bukan Ara yang yang harus selalu memahami persahabatan kalian tapi kamu juga yang harus menyadari bahwa persahabatan kalian yang dulu itu sudah berbeda.boleh...kalian bersahabat tapi batasi jarak kalian apalagi kamu sudah tau kalau monika ada perasaaan sama kamu agar Monika pun sadar tentang hubungan kamu dengan Ara.”Nasehat Maya.


“Iya kak.Ma kasih kak udah mengingatkan Mirza.Saat ini Mirza juga sedang berusaha memberi pengertian pada Monika tentang persahabatan kami yang sudah berbeda.”Ucap Mirza.


Sementara di ruang tamu Monika penasaran maksud ucapan Ara tadi yang membuatnya harus keluar dari kamar Mirza,”Maksud kamu tadi apa Ra,bilang nggak biasa masuk ke kamar laki-laki ? kamu sengaja menyindir aku Ra karena sudah melihat aku masuk duluan di kamar Mirza.”Cecar Monika.


Ara terlihat santai menanggapi ucapan Monika,”jadi kamu merasa tersindir Mon makanya tadi langsung keluar dari kamar kak Mirza,padahal benar loh Mon.Tadi yang aku bilang itu benar,nggak berniat menyindir siapa pun.”Ara tersenyum.


Monika makin merasa tersudutkan sehingga memancing amarahnya,”Kalau cemburu bilang aja Ra,nggak perlu nyindir kayak tadi di tambah sok tenang seperti ini.”Tatap Monika.

__ADS_1


“Loh kok ngegas sih Mon kan aku dari tadi jawabnya tenang .”Ara masih tenang menghadapi Monika.


“Kamu ini makin ke sini makin terlihat ya sikapnya yang suka pencitraan,sok baik padahal dalamnya nggak bisa di tebak.”Monika bangkit dari kursi berteriak ke arah Ara.


Ara hanya diam,tidak ingin menanggapi Monika tapi dari jauh kak Maya berteriak pada Monika,”Cukup Mon,kamu yang keterlaluan.seharusnya Ara yang marah bukan kamu.Selama ini saya lihat Ara sudah begitu ramah, baik dan memaklumi sikap kamu pada Mirza tapi kenapa justru kamu yang marah sekarang.Justru kamu harus sadar bahwa Mirza itu sebentar lagi akan menikah dengan Ara dan yang berhak atas dia itu hanya istrinya bukan kamu yang sekedar sahabatnya,maaf ya Mon bukannya kakak nggak menghargai persahabatan kalian tapi kamu juga harus tau batas.”Maya yang sudah sejak tadi memperhatikan mereka di tangga sudah tidak tahan melihat Monika jadi langsung menghampiri mereka.


“Ada apa ini kak?” Kok ribut-ribut begini ” Mirza yang ingin istirahat ikut turun mendengar suara gaduh dari atas.


“Ini sahabat kamu yang sok merasa memiliki hak atas kamu jadi memarahi Ara yang jelas calon istri kamu.lagian kakak heran dengan sikap mereka,yang harusnya marah kan Ara sebagai calon istri kamu karena Monika selalu menempel sama kamu tapi malah sebaliknya Monika yang marah merasa tersindir oleh Ara.”Maya makin emosi.


“Tenang kak,lebih baik kita duduk dulu.biar semuanya bisa di bicarakan.”Mirza menenangkan kakaknya.


“Nggak perlu kak,aku udah mau pulang sekarang.Maaf sudah ganggu kakak dan calon istrinya.”Monika mengambil kunci mobilnya lalu pergi.


Mirza hanya menatap dari kejauhan punggung Monika yang semakin tidak terlihat,”Tumben nggak di kejar de’,biasanya di bujuk.”Sindir Maya.


“Nanti juga baik sendiri kak,lagian kalau di bujuk dia akan terbiasa dan makin nggak bisa jauh sama aku.”Ucap Mirza tenang lalu menatap calon istrinya.


“Oh terbiasa di bujuk,pantas aja nggak bisa jauh-jauh.”Lirik Ara.


“Bukan begitu sayang,itu karena aku sudah menganggap dia adik aku sendiri makanya aku selalu membujuk dia saat sedih atau ngambek.”Jelas Mirza.


“Sekarang kalian selesaikan urusan kalian,kakak mau istirahat.”Maya berlalu pergi.


Ara menunggu kak Maya menjauh,”Lebih baik kakak istirahat saja,aku juga mau pulang.”


Langkahnya di hentikan Mirza,”Aku belum selesai sayang,dengarkan kakak dulu.”


“Maaf kak,bukannya aku tidak ingin mendengar penjelasan kakak tapi karena memang nggak ada yang harus di jelaskan.Selama ini aku sudah berusaha memahami kalian tapi selalu salah jadi lebih baik kakak istirahat dulu nanti kita bahas lagi.”Ara ingin pergi tapi masih di tahan oleh Mirza.


“Tapi kamu terlihat marah sayang.”Tatap Mirza.


“Nggak kok kak,hanya saja untuk saat ini lebih baik kakak fokus pada kesehatan kakak dan selesaikan urusan kakak dengan Monika,jika sudah waktunya kakak ingin cerita tentang penyakit kakak maka hubungi aku tapi untuk saat ini kita masing-masing dulu kak,biar bisa masing-masing introspeksi diri.”


“Maksud kamu apa Ra ???” belum di jawab Ara sudah pergi.


Baru update lagi nik kak,terus dukung karya author ya kak biar makin semangat nulisnya😊😊

__ADS_1


SELAMAT MEMBACA


__ADS_2