MENGUBAH TAKDIR ARA'

MENGUBAH TAKDIR ARA'
EPISODE 39 PERPISAHAN


__ADS_3

Keluarga Mirza bersiap untuk kembali ke kota asal memulai aktivitas.”Udah selesai packing nya Kak ?” Monika berjalan masuk ke kamar


Mirza.


“Monika...tinggal dikit lagi,kamu jadi antar ke bandara ???” Mirza masih sibuk merapikan barangnya.


“Jadi dong kak makanya aku datang cepat.”Senyum Monika.


“Ma kasih ya udah mau antar kami sampai bela-belain nggak masuk kantor.”Senyum Mirza.


“Kan yang punya papa aku jadi bisa izin kapan pun.”Senyum Monika lagi.


“Iya deh anak papa.”Canda Mirza.


“Jadi kita berpisah lagi dong kak.”Monika mengerucutkan bibirnya.


“Kan kalau kamu kangen bisa datang Mon.”Ucap Mirza melirik Monika.


“Tapi tetap aja jauh kak.”Manja Monika.


“Makanya nikah biar ada temannya.”Goda Mirza.


“Gimana mau nikah kalau calonnya aja suka sama yang lain.”Lirik Monika.


“Mon...jangan mulai deh.”Mirza menatap tajam pada Monika.


“Iya...deh kak,aku hanya bercanda.”


Ara sudah berdiri di depan pintu mendengar semua percakapan mereka,” Ada Monika juga di sini ?” senyum Ara menghampiri mereka seolah tidak mendengar apa-apa.


“Iya Ra,udah beres packing nya ?” senyum Monika.

__ADS_1


“Udah di mobil,tinggal tunggu kak Mirza aja.soalnya udah di tunggu sama yang lain di luar.”


“Tunggu di luar aja Ra,bentar lagi aku keluar.”Ucap mirza.


“Ya udah kak,aku keluar dulu.Aku ke depan dulu ya Monika.”Ara berjalan keluar Kamar.


Dalam perjalanan ke bandara,Ara hanya terdiam memandang ke luar jendela.Tatapannya kosong dan pikirannya tak menentu saat tadi melihat Mirza berangkat ke bandara hanya berdua dengan Monika sementara Ara bersama Maya.


“Aku harus percaya pada mereka,lagian wajar jika mereka ingin mengucap perpisahan untuk terakhir kalinya.”Batin Ara yang berusaha membuang rasa cemburunya.


“Kamu kenapa Ra,diam aja dari tadi.Apa ada masalah ???”Tanya Maya.


“Nggak apa-apa kak.”Ara hanya melirik lalu bersandar di kursi mobil.


“Kamu memikirkan Mirza ya.”Tatap Maya.


“Nggak kok Kak.”Jawab Ara datar.


“Iya Kak.”Jawab Ara singkat.


“Tapi kamu yakin kan sama Mirza ?” Maya ingin memastikan langsung perasaan Ara pada Mirza.


“Maksud kakak ?” Tanya Ara balik.


“Kamu yakin ingin menikah sama Mirza ?” Tanya Maya lagi.


“Hmmm aku yakin kak,kenapa kakak bertanya seperti itu?” tatap Ara balik.


“Nggak,kakak hanya ingin dengar aja langsung dari kamu.takutnya hanya Mirza yang kepedean.”Tawa Maya.


“Kak Maya ih...adik sendiri di ledekin nanti di dengar kak Mirza ngambek loh.”Ara pun ikut tertawa.

__ADS_1


“Kan kakak tau,kamu itu nggak semudah itu membuka hati makanya saat kakak dengar kamu menerima lamaran Mirza.Kakak langsung kaget,nggak percaya aja.”Ucap Maya.


“Aku juga nggak tau kak sejak kapan tapi yang jelas saat aku dengar Kak Mirza ingin dinner berdua dengan Monika perasaan aneh itu muncul,rasanya tidak rela melihat kak Mirza bersama orang lain.”Ucap Ara.


“Tapi wajar sih Ra,kan adik kakak itu keren.selain itu baik dan nggak buaya kayak Reza.”Maya tertawa.


“Kak Maya ini,tadi ledekin adiknya sekarang muji.”Ara ikut tertawa.


“Hmmm tapi kakak bahagia loh melihat kamu mau membuka hati di tambah lagi kamu akan jadi adik ipar aku.”Senyum Maya.


“Ma kasih ya kak,untuk selalu ada di saat aku sedih dan galau.”Ara memeluk Maya.


“Iya Ra,lagian aku sudah menganggap kamu sebagai adik aku sendiri makanya aku nggak rela kalau ada yang nyakitin kamu.”Maya membalas pelukan Ara.


Mirza sudah samapi bandara lebih awal,tidak ingin kehilangan momen Monika terus menggandeng Mirza.Meski Ara sudah berada di depannya tapi Monika tidak peduli sementara Mirza hanya sibuk dengan ponselnya.Ara menatap ke arah mereka sebagai tanda bahwa dia tidak suka melihat mereka bergandengan,akhirnya Monika pun melepasnya.”Kenapa lama Ra ?” Monika yang mengerti maksud dari tatapan Ara mencoba mengalihkannya.


“Oh tadi macet jadi agak lama.”Ara ingin segera pergi dari tempat itu tapi di tahan oleh Mirza.


“Kita bareng ya masuknya,aku pamit sama Monika dulu.”Mirza masih santai,belum menyadari bahwa Ara cemburu.


‘Oh...aku tunggu di dalam aja kak,di lanjut aja perpisahannya.”Ara meninggalkan Mirza dan Monika.


“Ya udah kak,lebih baik di kejar calon istrinya kayaknya dia cemburu.”Senyum Monika yang sudah paham dengan sikap Ara.


“Kalau begitu kakak pamit dulu ya,kamu hati-hati di sini dan kalau sudah ada calonnya segera hubungi kakak.”Ucap Mirza tersenyum.


“Iya Kak.”Monika hanya tersenyum berusaha menahan air matanya yang sudah berkaca-kaca dari tadi.


“Udah...jangan nangis gitu kayak nggak akan ketemu lagi aja.”Mirza menghapus air mata Monika yang kini telah berhasil membasahi pipinya dan itu membuat Monika tidak bisa menahan diri lalu memeluk Mirza.”Udah,kalau kamu kangen kan bisa datang kapan-kapan.Nggak enak nih di lihat orang orang.”Mirza melepas pelukannya dan itu di lihat oleh Ara.


Baru update lagi nik kak,terus dukung karya author ya kak biar makin semangat nulisnya😊😊

__ADS_1


SELAMAT MEMBACA


__ADS_2