
🌸🌸🌸🌸
Tiba di komplek perumahan mewah,Ara hanya duduk terdiam di dalam mobil sementara Reza sudah turun,menunggu Ara untuk turun.
“Ra,ayo turun.” Ajak Reza yang melihat Ara hanya terdiam sejak tadi.
“Aku malu Za.” Ara enggan keluar karena malu.
“Ngapain malu,ayo masuk.Biar aku kenalin sama orang rumah.” Reza membuka pintu mobil,berusaha membujuk Ara untuk masuk.
“Mama papa kamu juga ada di dalam?” Tanya Ara yang masih ragu untuk masuk.
“Iya tapi santai aja,mereka baik kok.” Reza menarik tangan Ara untuk masuk ke dalam,memperkenalkannya pada keluarga besar.
Di luar sudah terdengar dari dalam suara kelurganya Reza,membuat Ara merasa sedikit gugup untuk bertemu pertama kalinya dengan keluarganya.
“Assalamualaikum.” Ucap Reza dari luar pintu.
“Wa'alaikum salam.” Serentak,keluarga Reza menjawab dari dalam.
“Eh kak Reza baru pulang,itu siapa kak.?” Melihat ke arah Ara yang tangannya di genggam oleh Reza.
“Teman kakak.” Ucap Reza melepaskan genggaman tangannya.
“Tumben bawa teman cewek biasanya pacar kakak nggak pernah di kenalin.” Ucap Sepupunya yang masih tidak percaya Kakak sepupunya itu memperkenalkan perempuan pada keluarganya.
“Perkenalkan semua,ini Ara’?” Ucap Reza kepada keluarganya yang masih berdiri di samping Ara.
“Oh ini yang di bilang Ara’?” Tanya ibu sambung Reza.
“Kok tante tau.” Tanya Ara.
“Tau lah,kan Reza sering cerita tentang Ara’.” Ucap ibu sambung Reza tersenyum pada Ara.
“Sssst...ma jangan bongkar rahasia dong.” Reza terlihat malu saat ibu sambungnya mengatakan hal itu.
“Tuh kan dia malu sendiri.” Goda ibunya itu.
“Oh jadi ini perempuan yang ingin kamu temui sampai jauh-jauh ke sini.”Sambung papa Reza.
“Iya pah,demi dia aku rela ke sini.” Melirik ke arah Ara.
“Berarti sekarang udah serius dong.”Sambung mama Reza.
“Ara maunya di seriusin Ma’.” Lirik Reza pada Ara yang membuat Ara makin malu.
“Bagus dong,kan memang harus seperti itu jangan hanya pacaran.” Mama Reza mendukung mereka.
“Kita nggak pacaran tante hanya teman.” Ara mempertegas,tidak ingin salah menanggapi sikap Reza.
“Iya ma,kita nggak pacaran tapi menuju ke arah yang lebih serius.” Reza masih berucap semaunya tanpa memikirkan Ara yang maki malu dan merona.
“Kalau nenek sih,ikut kalian aja.Kalau memang serius lebih baik di segerakan agar masih bisa liat cucu,hehehe.” Ucap Nenek Reza tertawa.
“Tuh udah dapat restu dari nenek.”Sambung Ayu sepupu Reza,seakan semua sudah mendukung mereka.
“Do’a kan saja yang terbaik.” Ucap Ara.
Tok...tokkk..tokkk...
“Assalamualaikum.” Ucap Seorang perempuan di luar pintu.
“Wa'alaikum salam,eh dara.” Sambut Ayu pada temannya.
“Siapa dara?” Tanya Reza.
“Kenalin kak ini teman aku Dara.”Ucap sepupu Reza.
“Oh Dara,salam kenal.” Reza melambaikan tangan.
Seperti itulah awal pertemuan antara Ara,Reza dan Dara.Dari sejak awal bertemu Dara begitu baik dan sopan.Setiap Ara datang ke rumah keluarga Reza,Dara menyambut dengan baik sehingga kami terlihat begitu akrab.
Acara keluarga Reza sudah selesai,keluarganya pun sudah mulai kembali ke aktivitas masing-masing,Reza yang sudah satu minggu di kota ini pun harus kembali pada rutinitasnya yang mengharuskan dia untuk kembali.
“Kamu pulang jam berapa besok Za ?” Ucap Ara saat duduk di taman depan Rumah bersama Reza.
“Aku berangkat malam.” Reza yang sejak tadi sibuk menatap layar ponsel,meletakkan ponselnya lalu menatap ada Ara,“Kenapa?”
“Nggak,Cuma nanya aja.” Ucap Ara yang tidak menyadari tatapan Reza.
“Kamu di sini baik-baik ya,jangan dekat-dekat sama cowok lain.” Ucap Reza yang masih menatap Ara.
__ADS_1
“Emang kenapa?” Ara masih menatap ke depan,sibuk dengan pikirannya sehingga tidak menyadari tatapan Reza.
“Kan kamu sekarang sudah jadi milik aku.” Reza tersenyum memandang Ara yang membuatnya begitu jatuh cinta.
“Aku masih milik orang tuaku.” Ara masih sibuk dengan pikirannya,begitu banyak yang di khawatirkan sehingga tidak menanggapi serius ucapan Reza.
“Iya,tapi nanti sepenuhnya kamu akan jadi milik aku.” Tatap Reza.
“Hmmm entah lah.” Ara menunduk.
“Masih nggak percaya,biarin deh yang penting sekarang kita udah sama-sama tinggal menunggu waktu untuk membuktikan ucapan ku ini.” Ucap Reza.
“Makanya buktikan,ehh aku dengar Dara juga mau ikut kamu.” Setelah lama berpikir,Ara lalu berani membahasnya dengan cara yang lembut.
“Iya,katanya sih dara mau kerja di sana.” Ucap Reza datar.
“Terus dia tinggal dimana?” Ara makin penasaran.
“Untuk sementara dia tinggal di rumah,nanti kalau udah ada kerjaan baru cari kontrakan.” Reza menanggapinya biasa saja.
“Oh....” Dalam hati Ara sebenarnya sudah merasa tidak enak,takut terjadi sesuatu antara Reza dan Dara saat mereka di sana tapi Ara mencoba menepisnya mengingat Dara itu orang baik.
“kenapa? Kok oh...” Reza merasa ada yang aneh dengan sikap Ara.
“Nggak sih,kayak nggak enak aja pas kamu bilang Dara akan ikut bersama kamu apalagi akan tingga di rumah,entah kenapa aku merasa seakan kita itu akan ada sesuatu karena Dara tapi itu nggak mungkin sih kan dara orangnya baik.” Ada akhirnya Ara jujur tentang ke khawatirannya itu.
“Iya,aku janji deh akan selalu ada kabar dan tidak akan mengecewakan kamu.” Janji Reza.
“Janji yaah.” Ara meyakinkan Reza.
“Iya,kalau begitu aku pulang dulu ya.” Reza pamit pulang.
“Iya,hati-hati.mmm besok aku antar ke bandara.” Ucap Ara.
“Ok,sayang.” spontan Reza mengucapkan itu membuat Ara malu sendiri.
🌸🌸🌸🌸
Semenjak Reza kembali ke kotanya Ara kembali kesepian dan hanya sibuk dengan pekerjaaan,meski Reza selalu memberi kabar tapi tetap saja dia tidak selalu ada saat Ara butuh dia di sampingnya.
Kring...kringgg...kringgg....
“Assalamualaikum sayang.”Salam Reza.
“Iya nih,tiba-tiba kangen kamu.”hahaha. Reza tidak malu-malu lagi mengucapkan perasaannya pada Ara karena dia sendiri sudah yakin pada Ara.
“Hmmm nggak percaya.” Ara sengaja agar Reza membujuknya.
“Beneran Ra aku kangen sama kamu.” Reza benar-benar membujuk Ara.
“Tapi kok kayak bercanda begitu.” Ara masih pura-pura.
“Ok aku serius sekarang,aku kangen kamu Ara.” Tingkah Reza seperti anak kecil jika bersama Ara.
“Oh...” Di seberang telpon Ara tersenyum mendengar Reza,membayangkan tingkah Reza saat sedang seperti itu.
“Cuma itu?” Reza makin kesal.
“Iya,terus aku harus bilang apa.” Ara hanya tersenyum.
“Ya balas dong sayang.” Terdengar suara manja Reza,jika bersama Ara selalu lembut dan manja.
“Iya,eh itu bukannya itu suara Dara.” Ara teringat dengan Ara.
“Oh iya,aku lupa bilang kalau dara udah kerja di kantor dan jadi sekretaris Aku.” Ucap Reza.
“Oh,makin sering ketemu nih.” Entah kenapa,Ara merasa bahwa semua akan berubah karena Dara tapi dia masih berusaha menepisnya mengingat Reza masih sama.
“Ih....cemburu yaah.” Reza menggoda Ara.
“Nggak,biasa aja.” Ara tidak ingin Reza tau.
“Entar aku telpon lagi ya sayang,aku lagi ada kerjaan.”Menutup telpon.
Kehadiran Dara membuat Ara merasa gelisah,seakan Reza akan berpaling dan memilih Dara tapi kembali lagi Ara percaya bahwa Dara itu orang yang baik.
“Habis telponan sama Ara’ ?” Tanya Dara yang sedang merapikan berkas.
“Iya.” Reza tersenyum.
“Beruntung ya Ara punya kamu,yang baik dan ganteng.” Terdengar Dara Iri pada Ara.
__ADS_1
“Biasa aja,justru aku beruntung bisa sama ara sekarang.” Reza memang merasa bahagia saat ini bersama Ara.
“Semoga kalian selalu bahagia.” Ucap Dara.
“Sebenarnya kamu juga baik Dara,beruntung laki-laki yang akan bersama kamu nanti.” Ucap Reza meyakinkan Dara agar percaya diri.
“Sayangnya belum ada sampai saat ini Za.” Ucap Dara yang merasa tidak ada yang peduli dengannya.
“Sabar aja,nanti juga ada.” Tersenyum melirik Dara.
“Semoga aja.” Dara kembali tersenyum pada Reza,berharap senyum itu akan selalu untuknya.
Semakin hari Reza dan Dara semakin dekat,kadang lupa untuk menghubungi Ara.Tak terasa sudah satu bulan hubungan Ara dan Reza tapi sudah beberapa hari ini Reza tidak ada kabar seakan menjauh.
Tidak ada kabar dari Reza membuat Ara berpikir aneh-aneh apalagi dengan semakin dekatnya dia dengan Dara,perasaan aneh itulah yang membuat Ara memberanikan diri untuk menghubungi Reza.
“Assalamualaikum.” Ucap Ara.
“Wa'alaikum salam.”Jawab Reza.
“Kok baru di angkat telponnya Za,sibuk ???.” Tanya Ara di tengah kecurigaannya.
“Hmmm iya nih agak sibuk.”Terdengar kikuk.
“Kamu kenapa Za,tidak seperti biasanya.” Ara makin curiga.
“Hhaaa tidak seperti biasanya bagaimana?” perasaan biasa aja.” Reza mencoba mencari Alasan.
“Terus kenapa beberapa hari ini kamu nggak ada kabar,nggak seperti biasanya.” Tanya Ara yang sudah menyimpan banyak pertanyaan dalam benaknya.
“Aku agak sibuk aja dengan pekerjaan kantor.” Reza masih mencari alasan.
“Biasanya juga sibuk tapi masih sempat mengabari Aku.” Ara makin menekan,ingin mengetahui penyebab perubahan Reza.
“Aku benar-benar sibuk Ara." Reza masih beralasan.
“Kamu jujur aja karena aku merasa beberapa hari ini tuh kamu berubah seperti ada sesuatu yang kamu sembunyikan.” Ara tidak bisa lagi menahan diri untuk mengetahui yang sebenarnya.
Sejenak Reza terdiam,sepertinya tidak mungkin untuk dia menutupinya lagi apalagi Ara sudah punya firasat sendiri sebelum Dia jujur, “Aku minta maaf sebelumnya Ra’.”
“Minta maaf kenapa.” Sontak Ara kaget dengan Ucapan Reza,seakan itu pertanda yang tidak baik.
“Sebenarnya aku dan Dara sudah jadian kemarin.” Pada akhirnya Reza jujur.
“Apa?,kamu pacaran sama dara.Tega kamu za.” Ara tidak percaya jika Reza akan melukainya seperti ini.
“Aku benar-benar minta maaf Ra,dari awal aku hanya ingin membalaskan dendam Aku sama kamu yang pernah menolak aku dulu dan sekarang semuanya sudah berakhir,maaf Ra.” Kini Reza jujur dengan tujuan sebenarnya mendekati Ara,membuatnya merasa hancur dan sakit.
“Jadi itu tujuan kamu sebenarnya Za?” Meski sakit tapi Ara masih bersikap lembut.
“Maaf Ra.” Meski tujuan utamanya hanya untuk balas dendam tapi Reza sendiri merasa bersalah pada Ara.
“Baik,kalau memang itu maunya kamu.Semoga kamu dan Dara bisa bahagia.Terima kasih.” Tidak tahan lagi dengan rasa sakitnya membuat Ara memilih menutup telpon.
“Aku tidak pernah menyangka bahwa Reza sahabat yang dulunya ku anggap baik tega berbuat seperti itu sama aku dan hanya ingin membalas dendam.” Batin Ara.
Kringggg...kriiiinggg...kringggg.....
“Assalamualaikum Ra.” Ucap Rika di seberang telpon.
“Wa'alaikum salam Rik,ada apa?” Ucap Ara.
“Aku mau nanya sesuatu.” Tanya Rika agk ragu.
“Apa ???" Ucap Ara.
“Kamu udah nggak sama Reza? soalnya aku tadi liat dia sama cewek dan terlihat mesra gitu.” Ucap Rika.
“Iya,udah nggak.Paling itu dara pacar barunya sekaligus sekretarisnya.” Ucap Ara datar yang sebenarnya sudah tau.
“Jadi kamu udah tau.” Ucap Rika memastikan.
“Iya.” Ucap Ara yang menahan bulir bening jatuh di pipih nya.
“Sejak kapan.” Tanya Rika.
“Udah hampir satu bulan tapi biarin aja lah Rik,asal Reza bahagia aja.” Ara begitu pasrah,keinginannya hanya ingin melihat Reza bahagia meski dia sendiri sakit.Begitu tulusnya Ara mencintai Reza tapi justru di balas penghianatan oleh Reza.
“Kamu yakin Ra,kamu baik-baik aja.” Tanya Rika memastikan.
“Selama ini aku dan Reza kan memang selalu seperti ini jadi kalau dia merasa bahagia dengan pilihannya ya mau gimana lagi.” Ara berusaha tenang,menanggapi semuanya secara dewasa.
__ADS_1
“Yang sabar ya Ra,maaf aku belakangan ini sibuk jadi nggak hubungi kamu.” Ucap Rika menenangkan sahabatnya itu.
“Iya,aku ngerti kok.Terima kasih Rik atas perhatiannya.”Menutup telpon.