MENGUBAH TAKDIR ARA'

MENGUBAH TAKDIR ARA'
EPISODE 7 PERTEMUAN YANG TAK TERDUGA


__ADS_3

🌸🌸🌸🌸


Hari pernikahan Rika tiba,semua sibuk mempersiapkan diri untuk acara resepsi malam,termasuk aku yang sibuk menghias pengantin wanita sekaligus menjadi MUA dadakan atas request Rika yang ingin aku untuk make up dia saat pernikahannya,makanya aku di haruskan untuk hadir di acaranya.


Acara resepsi malamnya sebentar lagi akan di mulai,semua tamu undangan sudah berdatanangan.Detik-detik Rika keluar aku masih sibuk mempersiapkan diri,jadi keluar saat acaranya sedang berlangsung.


Dengan sedikit malu aku melangkahkan kaki menuju tempat pelaminan untuk memberikan ucapan selamat pada teman sekaligus sahabat yang selama ini selalu mendengarkan curhatan aku dan karena terlalu bersemangat aku tidak melihat di sekitarku sehingga tidak sengaja menabrak orang lain,”Aduh....bisa liat nggak sih kalau jalan.” Ucap pria yang tidak sengaja aku tabrak.


“Ma...maaf ,saya nggak liat.”Aku hanya menunduk malu.


“Makanya kalau jalan tuh liat kanan kiri biar nggak nabrak.”Sibuk merapikan jas.


“Iya,aya ngaku salah,tapi kan saya sudah minta maaf tadi.” Mulai emosi.


“Iya tapi kan lecet ini tangan saya.”Masih sibuk sendiri sementara aku hanya menunduk saat berbicara dengannya.


“Tapi kan nggak apa-apa,lala...giaan.” Mencoba menatap wajahnya.


“Lagian apa? Kenapa tiba-tiba diam.” Tanya pria yang ternyata adalah orang yang tidak ingin aku temui tapi justru sedang berdiri di hadapanku.


“Reza....”Mataku membulat menatap tidak percaya ,dia sudah lama tidak ku temui kini berdiri di hadapan aku.


“Iya,saya Reza.Kamu terpesona tapi wajar sih kalau semua cewek di dunia ini tau nama aku.”Dengan sombongnya tanpa menyadari bahwa aku ini Ara yang penampilannya sudah berbeda.


“Oh maaf,kayaknya saya salah orang karena orang yang saya kenal itu orangnya baik tidak seperti kamu yang angkuh.”Berlalu pergi.


🌸🌸🌸🌸


ARA


Lagi-lagi kamu tidak mengenali aku Za,entah apa yang salah dari aku sampai dua kali kita bertemu kamu tidak pernah mengenali aku bahkan bersikap seolah aku ini orang asing untuk kamu.


Semakin ke sini aku semakin sulit menemukan kamu yang dulu bahkan kamu yang dulu tidak aku dapatkan pada sosok kamu yang sekarang.


🌸🌸🌸🌸


Reza


Kenapa tatapan cewek tadi itu berbeda dari yang pernah aku temui,seakan dia kenal sama aku.Tapi kalau kenal kenapa dia tidak menyapa aku???


Melihat dia,aku tiba-tiba teringat Ara sahabatku.Tapi tidak mungkin itu Ara karena Ara penampilannya tidak seperti tadi.


Ara cantik dari hatinya,meski penampilannya tidak seperti cewek-cewek lain.Hmmmm jadi kangen sama kamu Ra.


🌸🌸🌸🌸


Sampai di pelaminan aku memberi selamat untuk Rika dan suami.


“Selamat ya rik,semoga selalu bahagia.” Ucapku tersenyum pada Rika dan suami.


“Terima kasih Ara,terima kasih juga sudah mempersiapkan semuanya.” Ucap Rika terlihat sangat bahagia.


“Iya...asalkan kamu bahagia.”☺☺☺


“Kamu memang sahabat terbaikku.”Berpelukan.


“Oh ya Rik,Reza kamu undang juga?” Tanyaku penasaran.


“Bukan aku yang ngundang tapi ini pas suami.” Melirik pria di sampingnya yang kini sudah menjadi suaminya.


“Memang suami kamu kenal?” Tanyaku lagi.


“Bukan kenal lagi,ternyata Reza itu teman baiknya.” Jawab Rika.


“Pantas dia datang,tapi kenapa nggak bilang dari awal,kan aku bisa mempersiapkan diri.” Ucapku kesal pada Rika


“Maaf,aku juga baru di beri tahu tadi saat Reza datang.hmm memprsiapkan diri untuk apa”Ledeknya.


“Untuk sembunyi biar nggak ketemu.”😁😁😁


“Oh...jadi udah ketemu nih?” Ledek Rika lagi.


“Iya,nggak sengaja tadi kesenggol.” Ucapku cemberut.


“Lalu...???” Tanya Rika.


“Ya lalu dia marah-marah,jadi aku pergi aja.” Ucapku yang masih malas saat mengingat kejadian bertemu Reza tadi.


“Jadi dia nggak mengenali kamu lagi.” Rika begitu antusias ingin tau.


“hmm sepertinya sih begitu.” Masih malas.


“Tapi wajar sih...kan sekarang kamu udah berubah jauh lebih cantik jadi sulit untuk di kenali,apa lagi mereka yang baru pertama kali melihat kamu setelah berubah begini.” Kalau di pikir-pikir,ucapan Rika ada benarnya.


“Kamu nih rik,masih sempat meledek aku.” Ucapku.


“Biar kamu nggak cemberut terus Ra.” Ucap Rika.


“Iya deh pengantin baru,aku turun dulu yaah nanti terlalu asik cerita kamu lupa lagi sama suami kamu.”😁😁😁 turun dari pelaminan.

__ADS_1


🌸🌸🌸🌸


DIKAMAR


Kenapa tadi harus ketemu Reza sih ???,padahal selama ini aku sudah berusaha untuk melupakannya tapi kenapa harus ketemu lagi ???.


Reza benar-benar sudah berubah,dia terlihat semakin angkuh ,pokoknya aku tidak ingin ketemu dia lagi dan tidak ingin mengingat dia lagi.Dari pada memikirkan dia lebih baik aku tidur biar besok bisa jalan-jalan mencari suasana baru.


Pancaran matahari pagi mulai terlihat,ku bangun dari tempat tidur menuju lantai bawah,tempat semua keluarga Rika sudah berkumpul di meja makan.


“Selamat pagi.” Sapa Rika.


“Selamat pagi pengantin baru.”tersenyum.


“Gimana udah siap untuk jalan-jalan.”Tanya rika.


“Jalan kemana???,bukannya kalian mau jalan berdua???” Tanyaku balik.


“Iya,memang kami mau jalan berdua tapi setelah aku pikir-pikir dari pada kamu jalan sendiri nanti nyasar mending kita ajak kamu juga.” Ajak Rika.


“Terus kalau aku ikut itu namanya bertiga doong.” Merasa tidak enak,tidak ingin mengganggu pengantin baru.


“Bukan bertiga tapi berempat.”Sambung rendra suami rika.


“Sama siapa sayang.”Tanya rika.


“Ada teman aku juga,dia orangnya baik kok nanti aku kenalin” Ucap Rendra.


“Siapa Rik.”Melirik rika.


“Sarapan aja dulu,kalau mas rendra bilang baik pasti itu baik.”Tersenyum.


Sekarang sudah sampai di tempat tujuan,di tempat yang romantis,sangat cocok bagi pasangan yang baru menikah dan aku hanya jadi penonton melihat keromantisan mereka.


“Untuk beberapa hari kita menginap di sini.”Ucap rendra.


“Bagus ya sayang.”Kata rika pada suaminya.


“Iya...kamu suka kan sayang.?” Tanya Rendra.


“Suka..” Rika terlihat sangat bahagia bersama suaminya.


“Kalau begini sih jadinya aku jadi obat nyamuk kalian.” Celetukku yang merasa di abaikan oleh sepasang pengantin baru itu.


“Ehhh..tenang Ra.Nanti kamu ada teman kok kebetulan dia sudah di sini dari tadi.Nanti aku kenalin.”Ucap Rendra.


“Kamu nggak keberatan kan Ra di kenalin cowok ??? toh selama ini kamu nggak pernah kenal sama cowok Cuma sibuk kerja.”Tanya rika.


“Kalau begitu kita kemar dulu istirahat,nanti jam makan malam kita ketemu dia soalnya sekarang dia lagi meeting.” Ucap Rendra.


“Ok.”Menuju kamar masing-masing.


Jam makan malam tiba,kami berjalan menuju tempat makan yang ternyata di sana sudah ada teman Rendra.


“Kamu udah di sini.”Sapa rendra ke temannya.


“Eh..rendra.aku juga baru datang.” Ucapnya.


“Iya...kenalin ini Rika istriku dan ini temannya a...”Rendra belum selesai bicara sudah di potong.


"Ehh bukannya dia cewek yang menabrak aku kemarin ?.” Tunjuk Rendra ke arahku.


Sadar ada yang membicarakan aku dari tadi,ku simpan ponsel lalu ku tatap wajahnya “Lohhh kamu lagi?” Ucapku tidak senang melihat odang yang sama.


“Iya,emang kenapa.cewek aneh.” Ucap Reza ketus.


“ Hmmmm dasar angkuh” Balasku ketus.


“Kalian ini,mau di kenalin malah bertengkar.Dari pada liat kalian bertengkar lebih baik pesan makanan,”Ucap rendra.


“Udah..biarin aja sayang.Siapa tau dari pertengkaran nanti jadi cinta.” Ucap Rika yang sudah mengenal bagaimana antara aku dan Reza.


“Ogahhhh...”Kompak.


Selesai makan malam aku memutuskan untuk kembali ke kamar,tidak tahan duduk lama-lama berhadapan dengan dia.


“Kku ke kamar duluan.” Ucapku meninggalkan mereka di meja makan.


“loh...kenapa nggak gabung di sini aja.”ucap Rendra.


“lain kali aja,aku lagi capek mau istirahat dulu.” Malas untuk berlama-lama.


“Biarin aja Ren,mungkin dia nggak biasa ada di tempat seperti ini.” Tingkah Reza makin membuat ku kesal.


“Terserah anda mau bilang apa,dasar menyebalkan.”Meninggalkan meja makan.


“Tumben kamu galak sama cewek,biasanya juga kamu gombal.” Tanya Rendra.


“Nggak tau juga nih Ren...sejak awal ketemu dia aku merasa aneh tapi juga suka melihat dia cemberut.” Reza tertawa.

__ADS_1


“Emang kamu kenal dia sebelumnya.”Ucap rika yang ingin memastikan sendiri.


“Nggak tau sih...kayaknya dia orang baru di sini soalnya baru aku liat.” Ucap Reza santai yang tidak menyadari bahwa dia adalah perempuan yang selalu di rindukan.


“Beneran nggak kenal ?”Tanya rika memastikan lagi.


“Nggak..emang kenapa???” Tanya Reza balik.


“Nggak apa-apa,siapa tau kamu pernah ketemu dimana gitu.” Rika memancing Reza.


“Baru ketemu kemarin dan di sini.” Ucap Reza lagi.


“Berarti emang nggak kenal.” Ucap Rika.


“Maksudnya?” Reza mulai bingung.


“Sudahlah...dari pada bahas itu lebih baik kita kembali ke kamar ,kan besok mau jalan-jalan.”Kata rendra yang sebenarnya pun belum tau kisah mereka.


“Kalian duluan aja ntar aku nyusul.” Ucap Reza.


🌸🌸🌸🌸


REZA


Sebenarnya siapa perempuan itu,kenapa seperti tidak asing buat aku dan juga melihat dia aku selalu teringat dengan Ara,tapi lucu juga sih kalau dia marah.Kayaknya kalau untuk jadi koleksi boleh tuh,mumpung lagi sendiri.


🌸🌸🌸🌸


PAGI HARI


Berdiri di depan jendela kamar,Ku pandangi di sekitar terlihat begitu indah dan sejuk di suasana pagi ini.Terasa seakan semua beban tiba-tiba menghilang memandanginya.


“Hai Ra,udah bangun.”Sapa Rika.


“Eh pengantin baru kok ke sini ?” Ucapku pada Rika.


“Pengen aja.” ☺☺


“Kamu jadi kan ikut kita jalan.” Tanya Rika.


“Bisa nggak aku jalan sendiri aja tanpa harus ada dia.” Ucapku pada Rika agar Reza nggak ikut.


“Jangan gitu dong Ra,kan rendra udah ngajak dia biar bisa temani kamu masa kamu mau pergi sendiri.” Rika membujuk aku untuk ikut bersama mereka.


“Tapi kamu tau kan Rik,aku nggak bisa selalu ketemu dia.” Ucapku.


“Aku ngerti Ra,saran aku kamu pura-pura aja nggak kenal dia sampai dia menyadarinya sendiri.”Ucap Rika.


“hehe...dia tidak akan mengenali aku.”Memandang ke luar jendela.


“Kalau pun nggak,anggap aja kalian kenalan kembali.”merangkul ku.


“Iya,ntar aku ikut.” Terpaksa aku menyetujui ajakan Rika.


“Gitu dong,aku kembali ke suamiku dulu yaa.”Tersenyum lalu pergi.


Kami menempuh perjalanan menuju tempat wisata,yang katanya lebih indah dari tempat kami menginap.Kami berempat di dalam mobil,Rika dan Rendra terlihat menikmati perjalan sementara Reza dan aku hanya diam-diam saja.


“Akhirnya sampai juga,indah.”Ucap rika.


“Wahhhh indahnya.”Ucapku.


“Benar kan yang aku bilang,pasti kamu suka.”Rangkul rika.


“Iya..suka banget.” Aku memandangi sekeliling dan memang sangat bagus.


“Baru pertama yaah ke sini.”Ucap reza ketus yang sudah berdiri di sampingku.


“Bukan urusan kamu.”Balasku ketus.


“Bisa nggak kalau bicara sama aku itu yang lembut.” Ucap Reza padahal dia yang memulai.


“Nggak bisa karena kamu yang mulai duluan.”Ucapku yang lagi ketus.


“Kamu yang duluan marah-marah.” Reza tidak ingin di salahkan.


“Udah lah...malas bicara sama orang sok kayak kamu.”Meninggalkan reza.


Berkeliling melihat pemandangan sekitar,mengabadikan momen sendiri membiarkan Reza yang hanya dari tadi mengikuti dari belakang tanpa berbicara sepatah kata pun.


Melihat cewek cantik lewat,dia mengabaikan ku lalu pergi mengejar cewek itu.Meski merasa kesal tapi aku bersikap tidak peduli dengan dia karena memang aku tau dia itu cowok playboy yang tidak tau kapan bisa serius pada satu cewek.


“Loh Reza mana Ra ???”Tanya rika.


“Biasa lah cowok,liat cewek cantik pasti di kejar.” Ucapku kesal.


“Jamu juga cantik,emang nggak cemburu.”Ledek Rika yang melihat ada rasa kesal di wajahku.


“Ngaak lah,udah biasa.” Berusaha bersikap biasa agar Rika tidak menyadari kekesalanku pada Reza.

__ADS_1


“Pulang yuk.” Melihatku bertingkah seperti itu,Rika mengajak pulang.


__ADS_2