
🌸🌸🌸🌸
4 TAHUN KEMUDIAN....
Di dalam ruangan aku masih sibuk dengan pekerjaan,di kelilingi berkas-berkas yang harus aku tanda tangani.Sekarang aku bukan lagi Ara yang culun,semua penampilanku sudah berubah di tambah aku sudah menjadi pemimpin di perusahaan ku sendiri.
Tidak di sangka aku yang dulunya culun,norak dan tidak peduli dengan penampilan kini telah memiliki produk kecantikan yang bernama Ara Beauty.
Empat tahun merintis kini usahaku semakin maju dan berkembang,semua orang yang meremehkan ku dulu kini berbalik memujiku,tapi bukan itu yang ku harapkan karena aku hanya ingin tetap menjadi Ara yang sederhana tanpa membedakan siapa pun.
Telah ku lupakan semua masa laluku yang pahit,hanya saja untuk melupakan dia yang selalu ada di hati ini sepertinya aku masih belum bisa .Aku juga tidak tau kabar dia saat ini,setelah kejadian itu dia pun kembali menghilang.
“Maaf bu,ada yang ingin bertemu.”Ucap sekretaris ku.
“Siapa,nggak buat janji dulu.” Ucapku menatap ke arah Tina sekertaris ku.
“Katanya teman lama ibu.” Ucapnya lagi.
“Kalau begitu suruh masuk saja.” Ucapku tersenyum.
“Baik bu,saya panggilkan dulu.” Tina memanggil tamu yang sudah menunggu di luar untuk masuk.
“Tok...tok...”suara ketukan pintu
“Silahkan masuk.”Salamnya ku respon tapi pandanganku masih sibuk dengan pekerjaan.
“Selamat sore bu Ara.”Tersenyum masuk ruangan.
Melihat ke arah pintu,”Sore...eh Rika,kok nggak bilang-bilang mau ke sini kan bisa di jemput.”Aku tersenyum senang melihat teman lamaku berkunjung.
“Hmm sengaja nggak bilang biar jadi kejutan,hehehe.Kamu makin cantik aja Ra” Ucap Tiwi memperhatikan penampilanku yang banyak berubah.
“Biasa aja Rik ,jangan berlebihan tapi kok tiba-tiba ada di sini ada perlu apa nih?” Tanyaku penasaran mengingat dia jauh-jauh dari luar kota datang menemui ku.
“Aku lagi pengen liburan aja Ra,eh usaha kamu makin maju yaah sampai udah punya kantor sendiri.”Tiwi memperhatikan sekeliling ruangan.
__ADS_1
“Alhamdulillah rik usahaku semakin berkembang.”Tersenyum
“Hebat kamu Ra,bisa membuktikan bahwa kamu bisa jadi orang sukses.” Puji Rika,yang kagum pada temannya.
“Jangan terlalu memuji Rik nanti aku makin besar kepala lagi.”Hahaha.
“Iya deh...tapi kamu bisa temani aku jalan-jalan kan.” Pinta Rika.
“Bisa dong,kapan ?” Ucapku yang tidak sabar keluar bersama Rika lagi.
“Besok aja deh aku mau istirahat dulu,aku Cuma mau antar ini.”Tiwi Menunjukkan kartu undangan mengulurkan ke arah meja.
“Kamu mau menikah...alhamdulillah akhirnya temanku satu ini nikah juga.”Tertawa bahagia.
“Iya Ra...kamu datang yaah,aku sengaja loh bawain langsung biar kamu juga bisa datang.”Hehehe...bujuk Rika.
“Iya,aku pasti datang dong.tenang aja.”Tersenyum.
“Ya udah aku pulang dulu,besok baru kita jalan.”Ucap Rika lalu pamit keluar.
“Kenapa nggak tinggal di rumah aja rik? “ Menawarkan Rika untuk menginap di rumah.
‘Oh ok...asalkan besok-besok kita bisa jalan.” Aku setuju saja setidaknya sudah bertemu.
“Ok...aku pergi dulu ya Ra.”Berlalu pergi meninggalkan ruangan.
Ku pandangi undangan dari Rika,membayangkan bagaimana aku bisa kembali lagi ke tempat dimana aku pernah bertemu Reza.Tapi jika untuk beberapa hari mungkin tidak masalah,tidak mungkin juga dalam beberapa hari akan bertemu Reza.
Tiba saatnya aku berangkat ke kota itu,ku mencoba menguatkan diri agar tidak teringat dia saat sampai di sana dan berharap tidak bertemu dia lagi.
Kringgg...kringgg...
Telpon dari Rika,”Kamu jadi ke sini kan Ra.” Tanya Rika di seberang telpon.
“Iya rik,ini lagi sementara siap-siap berangkat ke bandara.” Ucapku yang masih sibuk packing.
__ADS_1
“Baiklah,nanti sampai di bandara kabarin aja biar bisa aku jemput.” Ucap Rika.
“Iya rik.”Ucapku.
“Ok....hati-hati di jalan.”menutup telpon.
Di perjalanan aku hanya termenung sendiri,teringat pertemuan aku dan Reza.Pertemuan terakhir kami di bandara yang membuat semuanya benar-benar berakhir,entah bagaimana dia sekarang aku hanya bisa bertanya-bertanya.Masih selalu terbayang akan dia yang membuat aku makin sulit untuk melupakannya.Namaun apalah daya ini bila sesungguhnya aku terlalu cinta dia,yang tak bisa menjauh dari angan tentangnya.
Tak terasa telah sampai di tujuan,ku langkahkan kaki keluar bandara mencari Rika yang sudah menungguku di pintu penjemputan.
“Hai Ra.” Rika tersenyum ke arahku melambaikan tangan.
“Hai.” Aku tersenyum melambai balik.
“Capek yaah.” Tanya Rika.
“Sedikit sih...selebihnya di nikmati aja.”😁😁
“Gimana rasanya Ra,kembali ke kota ini.” Tanya Rika yang mengerti ke khawatiran ku.
“😄😄Nggak tau lah rik.” Aku hanya menunduk.
“Masih teringat Ya?” Tanya Rika memastikan.
“Sudahlah...lupain aja.” Berusaha mengalihkan pembicaraan.
“Makanya di ungkapin jangan di pendam terus kan kamu yang tersiksa sendiri.” Usul Rika.
“Percuma juga Rik,tidak akan merubah ke adaan.Memang kami tidak akan bisa bersama.” Tidak ingin membahasnya lagi.
“Belum mencoba tapi sudah menyerah duluan,usaha dulu Ra.” Rika masih mendukung kami sementara kami sendiri sudah tidak pernah ada kabar.
“Stop bahas masa lalu,lebih baik fokus bahas kamu yang bentar lagi jadi istri orang.” Ucapku tersenyum.
“Aku jadi grogi kamu bilang jadi istri orang.”Giliran Rika yang aku bahas.
__ADS_1
"Padahal itu kan yang memang kamu tunggu.” Ucapku menggoda Rika.
“Iya dong.”😄😄