
🌸🌸🌸🌸
Mirza terlihat begitu khawatir melihat Ara masih belum sadarkan diri dan pucat,”Ara...bangun.”Ucap Mirza.
Ara lalu membuka matanya,menyadari ke adaan nya yang tadi dan melihat infus di tangannya membuatnya sadar bahwa dia sedang di rumah sakit,”Hmmmm maaf ya kak,aku merepotkan kakak.”Ucap Ara melirik Mirza.
“Kamu nggak perlu bilang begitu,kan sudah aku bilang tadi justru aku senangn kalau aku ada di samping kamu di saat kamu butuh.”Ucap Mirza.
“Ma Kasih ya kak,pasti kak Maya kan yang meminta kakak untuk menjaga aku makanya kakak sebaik ini.Kak maya memang begitu kak sama aku jadi jangan cemburu ya kak dengan perhatiannya kak Maya.”Ucap Ara yang masih tidak sadar akan perasaan Mirza.
“Iya...tapi memang wajar sih kalau kak maya peduli sama kamu karena kamu memang sebaik itu Ra dan kamu pantas untuk di perhatikan juga di sayangi.”Ucap Mirza.
“Ma kasih kak,aku bersyukur masih di kelilingi orang baik seperti kakak dan kak Maya.”Ucap Ara yang hanya menanggapi datar perhatian Mirza.
“Jika memang saat ini kamu hanya menganggap aku seperti itu,tidak maslah Ra.Aku akan sabar menunggu hingga hati kamu terbuka untuk aku,saat ini berada di dekatmu seperti ini terasa sudah cukup membuat aku bahagia dan aku janji akan selalu melindungi kamu dan berada di sampingmu.Jika pun nanti tak bersama kamu,maka aku akan tetap selalu ada untuk kamu,itu janji aku Ra.”Batin Mirza.
🌸🌸🌸🌸
Di TEMPAT REZA
Di lain tempat,Reza begitu terlihat tidak tenang.Pikirannya terus tertuju pada Ara yang terakhir terlihat begitu pucat,takut Ara tiba-tiba pingsan.
__ADS_1
Tanpa pikir panjang Reza langsung mengambil ponsel yang ada di sakunya,”Biarin aja Ara marah kalau aku telpon di saat dia meeting yang penting aku bisa memastikan kalau dia baik-baik saja.”Batin Reza menekan tombol Hijau di ponselnya atas nama Ara.
Kring....kring...
“Assalamualaikum.”Ucap Mirza menjawab telpon Reza menggunakan Ponsel Ara.
“Wa'alaikumsalam,Loh kok kamu yang angkat.Ara mana???” Reza makin khawatir mendengar suara Mirza.
“Oh Ara di dalam,lagi istirahat.Sengaja ponselnya aku pegang agar bisa istirahat tanpa di ganggu.”Ucap Mirza tenang.
“Maksudnya istirahat ? Memang Ara di mana dan kenapa???”Ucap Reza penasaran.
“Ara tadi pingsan setelah meeting dengan saya dan sekarang ada di rumah sakit jadi kamu ke sini saja jika ingin memastikan sendiri.”Ucap Mirza yang paham jika Reza pasti khawatir mendengar Ara masuk rumah sakit,mengesampingkan egoh nya yang hanya ingin Ara di perhatikan olehnya tapi Mirza sadar bahwa Ara juga butuh Reza dan sangat sadar jika ke dua sahabat itu memiliki perasaan satu sama lain.
Segera turun menuju kamar Ara,melihat Ara yang terbaring lemah membuat Reza tanpa sadar mendekati Ara dan memeluknya,”Reza....kok kamu bisa tau aku di sini.”Ucap Ara yang kaget melihat Reza yang tiba-tiba datang lalu memeluknya.
Reza bangkit menatap Ara,”Dari tadi itu aku sudah khawatir Ra makanya aku mencoba menelpon kamu tapi yang angkat malah Mirza dan bilang kamu lagi di rumah sakit.Makanya aku langsung meluncur ke sini.”
“Ya...nggak kak Mirza,kamu...semuanya aku repot kan.”Ucap Ara merasa tidak enak.
“Apaan sih Ra,justru aku akan marah kalau kamu sakit begini tapi tidak memberitahu aku.”Reza mulai kesal pada Ara.
__ADS_1
“Tapi kan...”Ucapan Ara terpotong oleh jari telunjuk Reza yang mendekap bibirnya.
“Utsss...lebih baik kamu diam dan istirahat biar cepat pulih.”Ucap Reza.
“Iya deh.”Ara menurut saja.
Sementara Mirza sudah memperhatikan mereka sejak tadi di balik pintu,sengaja menunggu di luar membiarkan mereka bicara dulu.Setelah melihat ke duanya saling diam barulah dia masuk meneyerahkan sebuah botol air pada Ara,”Ini air minumnya Ra.”Mirza meletakkannya di meja samping tempat tidur Ara.
“Terima kasih Kak.”Ucap Ara tersenyum.
“Iya.”Ucap Mirza singkat,entah kenapa ada rasa sesak di dadanya melihat Ara tersenyum bercanda bersama Reza padahal dia sendiri yang membiarkan mereka berdua.
“Ma kasih Ya Mirza,udah bawa Ara ke sini dan menjaganya.”Ucap Reza tersenyum pada Mirza.
“Nggak perlu berterima kasih,saya juga ikhlas dan senang berada di samping Ara di saat seperti ini.”Ucap Mirza datar tapi masih terlihat tenang.
“Tapi aku tetap berterima kasih dan aku harap di saat aku jauh,kamu bisa menjaga Ara seperti ini.”Ucap Reza yang terlihat mempercayakan Ara pada Mirza mengesampingkan perasaannya yang sebenarnya menyadari jika Mirza pun sebenarnya memiliki perasaan yang sama pada Ara seperti dia,tapi kali ini Reza tidak akan memaksakan perasaannya pada Ara karena buatnya yang terpenting itu selalu berada di samping Ara meski harus ada orang lain yang juga ikut andil memperhatikan Ara.
Ara merasa aneh dengan Reza yang tiba-tiba baik dan bersikap dewasa,”Tumben Za kamu nggak judes sama kak Mirza.”Tanya Ara.
Reza tertawa kecil,”Yang terpenting buat aku sekarang itu adalah kesehatan kamu Ra dan aku percaya Mirza bisa membantu aku untuk menjaga kamu,iya kan Mirza.”Reza melirik Mirza.
__ADS_1
“Iya Ra,yang penting sekarang itu kamu sehat dulu.Aku dan Reza yang akan bergantian menjaga kamu selama sakit.”Ucap Mirza tersenyum.
“Terima kasih ya kak,Reza...aku merasa beruntung punya kalian yang begitu baik sama kamu.”Ara tersenyum melirik Mirza dan Reza secara bergantian.