MENGUBAH TAKDIR ARA'

MENGUBAH TAKDIR ARA'
EPISODE 46 BERTEMU KEMBALI


__ADS_3

Tok...tok...tok...


Kinan yang sudah bangun sejak tadi mendengar ada ketukan pintu terlihat kaget,”Masih sepagi ini,sudah ada tamu,siapa ya ?” Tanpa pikir panjang Kinan langsung membuka pintu.


Kinan menatap orang yang ada di hadapannya dari ujung kaki hingga kepala,”Maaf bisa ketemu dengan Ara ?” Ucap Mirza tersenyum.


“Bisa tapi kamu siapa ? datang sepagi ini ?” Tanya Kinan penasaran.


“Saya Mirza,saya tu....Belum selesai kinan lalu mempersilahkan Mirza masuk.“Oh kamu yang Mirza itu ya,silahkan masuk.”


“Terima kasih.”Ucap Mirza.


“Panggil aja Kinan,aku istri sepupunya Ara yang kemarin kamu lihat itu.”Seolah ingin menjelaskan pada Mirza kalau kemarin dia salah paham.


“Saya sudah tau makanya saya datang ke sini untuk bertemu Ara.”Ucap Mirza.


“Oh jadi udah tau.padahal baru aku mau jelaskan kalau begitu aku panggil Ara dulu.”Kinan menuju kamar Ara.


“Ada apa Kinan ???” Lirik Ara.


“Itu,ada tamu di luar.”Ucap Kinan tersenyum.


Ara mengerutkan alisnya,”Siapa yang datang pagi-pagi begini ?”


“Siapa lagi kalau bukan pujaan hati kamu yang membuat kamu galau kemarin.”


“Maksud kamu Mirza.”Ara terlihat bersemangat.

__ADS_1


“Tadi aja nggak ada semangat,sekarang kayak kegirangan begitu.Aku turun duluan,sebaiknya kamu temui dia dulu sebelum salah paham lagi entar galau lagi.”Goda kinan.


Ara terlihat antusias ingin bertemu tunangannya itu tapi di depan Mirza dia mencoba untuk tenang agar terlihat oleh Mirza,”Kak Mirza.”Ucap Ara datar lalu duduk di sofa depan Mirza duduk.


“Ara.”Mirza hanya memperhatikan Ara duduk di depannya.


“Bukannya kemarin kakak Marah.”Ara langsung ke intinya.


“Aku datang ke sini untuk Minta maaf masalah kemarin dan sebelumnya Ra.”Ucap Mirza dengan raut wajah bersalah.


“Jadi kakak udah tau semuanya.”Tanya Ara memastikan.


“Iya Ra,makanya aku datang ke sini pagi-pagi untuk minta maaf.”


“Oh...”Ucap Ara singkat.


“Terus apa lagi kak ?” Ara terdengar masih marah.


“Kamu masih marah ya Ra ?” Tanya Mirza.


“Menurut kakak ??? aku pikir setelah kejadian kemarin kakak udah nggak mau lagi ketemu sama aku,habisnya aku baru mau jelasin semuanya kakak udah pergi begitu saja,giliran aku dulu di tuntut untuk mengerti ke adaan kakak sama Monika sementara kakak sendiri baru melihat kak Dika buka pintu udah pergi.Apa itu adil kak ???” Ara tidak bisa lagi membendung amarahnya yang sudah di tahan selama beberapa bulan.


“Aku ngerti Ra dan aku minta maaf,setelah kejadian kemarin aku juga sadar dengan perasaan kamu saat melihat aku bersama Monika dan ternyata itu nggak enak.”Ucap Mirza.


“Baguslah kalau sudah sadar.”Ara masih pura-pura marah.


“Hanya itu Ra,kamu nggak mau maafin aku?” Tatap Mirza.

__ADS_1


“Ya tergantung kalau urusan kemarin sudah selsai ya aku maafkan tapi kalau belum lebih baik nggak di lanjut.”Ucap Ara tegas.


“Monika sudah bersama Reno,dari sejak kamu pergi mereka sudah ada hubungan.Aku mencoba menghubungi kamu tapi tidak pernah kamu angkat dan saat datang ke rumah yang buka hanya asisten rumah tangga dan bilang kamu nggak di rumah.Kamu dari mana Ra ?”


“Sepertinya itu nggak perlu aku jawab kak.”Jawab Ara.


“Nggak apa-apa kalau kamu nggak mau bilang yang penting sekarang kamu sudah di sini.”Mirza tersenyum.


“Lalu tentang penyakit kakak ?” Ara masih penasaran.


“Aku sudah siap untuk cerita tapi sepertinya lebih bagus kalau kita ceritanya di tempat yang tidak ada yang bisa dengar.”


“Maksud kakak,mau cerita di luar.”Tanya Ara.


“Iya.”Mirza hanya menganggukkan kepalanya.


“Terus kerjaan kakak bagaiman ?”


“Tenang,ada Reno yang handle.”Mirza tersenyum.


“Tapi aku siap-siapnya lama kak,emang kak Mirza nggak apa-apa menunggu.”Ucap Ara.


“Menunggu kamu selama beberapa bulan aja aku sanggup apalagi hanya beberapa jam.” Goda Mirza.


“Ya udah,aku siap-siap dulu.”Ara meninggalkan Mirza menuju kamar.


Baru update lagi nik kak,terus dukung karya author ya kak biar makin semangat nulisnya😊😊

__ADS_1


SELAMAT MEMBACA


__ADS_2