
POV MIRZA
Sudah beberapa hari tak bertemu Ara,begitu sulit untuk bertemu dia.Jika seperti ini terus maka hubungan kami tidak akan ada ke jelasan dan aku tidak ingin jika Ara benar-benar pergi meninggalkan aku karena kesalahanku yang tidak bisa tegas selama ini.
Tak ingin membuang waktu maka segera ku datangi rumah Ara,namun ternyata yang ku temui hanya asisten rumah tangganya dan dengan jawaban yang sama mengatakan bahwa dia tidak tau keberadaan Ara.Entah ini di sengaja agar aku tidak bisa menemui Ara atau memang dia tidak mengetahuinya sama sekali.
Lagi-lagi aku pulang dalam ke adaan tidak menemukan hasil bahkan Reno yang biasanya cepat dalam bertindak juga tidak menemukan keberadaannya.
Di saat aku tidak ingin jujur karena takut jika mengetahui kebenarannya dia akan meninggalkanku namun ternyata pada akhirnya karena hal itulah dia pergi.
“Ara kamu kemana ? aku tidak bisa seperti ini terus sayang.”Batinku.
Wajahku terlihat lesu,tidak bersemangat.Segera ku ambil benda pipih di sakunya lalu memanggil Reno,”Bagaiman Ren,ada perkembangan ?” Tanyaku di seberang telpon.
“Belum ada bos tapi dari info yang ku dengar,setelah hari itu Ara pulang kampung bos.”Ucap Reno.
“Kalau begitu kita ke kampung Ara sekarang.”Ucapku tanpa pikir panjang.
“Yakin bos,ini sudah sore dan jika kita berangkat sekarang kemungkinan kita sampai malam,apa nggak sebaiknya besok saja.”Reno mencoba membujuk agar aku mengurungkan niatku hari itu juga tapi tidak berhasil karena tekad ku sudah bulat ingin segera bertemu Ara.
“Pokoknya kita berangkat sekarang,kita ketemu di rumah.Setelah itu kita berangkat.”Ucapku yang tak ingin di bantah.
“Baik bos.”Reno hanya bisa menurut setelah itu menuju rumah.
__ADS_1
Sesuai prediksi Reno bahwa kami akan sampai tengah malam,maka untuk memastikan sendiri keberadaan Ara maka kami memutuskan untuk tidur di mobil mengingat di kampung Ara penginapannya jauh.
Pagi telah menyapa sudah hampir 5 jam aku menunggu tapi tidak menemukan Ara sama sekali maka ku perintahkan Reno untuk bertanya langsung agar penantian kami tidak sia-sia,namun masih sama.Ara tidak di kampungnya lagi,entah kemana tunangan ku itu pergi membuatku begitu frustasi untuk mencarinya.
Tanpa ada hasil kami kembali ke kota,merenung dan memikirkan cara lain untuk menemukannya.Reno yang tidak tega melihat aku pun berusaha sebisa mungkin mencari Ara.
Hingga enam bulan kemudian aku mendapatkan kabar bahagia dari Reno bahwa Ara telah kembali,maka tanpa pikir panjang ku datangi rumahnya agar bisa bertemu,tapi saat ku mengetuk pintu dan melihat seorang laki-laki yang membuka pintu,lalu terlihat Ara sedang bermain dengan seorang anak kecil membuat ku berpikir jika Ara telah menikah dengan seorang pria yang sudah memiliki anak.Tanpa mendengarkan penjelasan Ara yang sedang mengejar ku tetap ku laju kan mobil dengan kecepatan tinggi hingga menjauh.
Pikiranku mulai kacau,memikirkan Ara dengan laki-laki tadi tapi tiba-tiba Reno datang menghampiriku memberikan bukti rekaman kegiatan Ara dan sepupunya selama ini yang ternyata selama ini menyadap rumah Ara tanpa sepengetahuanku agar lebih mudah untuk mengetahui keberadaan Ara.
Mendengar kebenarannya,aku tersenyum bahagia berterima kasih pada Reno yang sudah membantu aku.Hampir saja aku melakukan kesalahan lagi dan mungkin saja kali ini akan benar-benar kehilangan Ara selamanya hanya karena salah paham.
Dan aku sekarang sadar jika tak hanya tentang kejujuran tapi tentang kepercayaan pada pasangan,jika tidak ada itu maka hubungan tidak akan bisa bertahan lama.
Sebagai bukti keseriusanku maka ku putuskan dalam waktu dekat,ingin menemui kedua orang tua Ara untuk melamarnya secara resmi.
POV ARA
Sepertinya aku butuh waktu untuk memikirkan semua ini,lebih baik aku pulang kampung dulu untuk menenangkan diri sekalian agar kak Mirza bisa merenungi kesalahannya,jika dia memang kami berjodoh maka akan di pertemukan lagi.
Satu minggu di kampung tetap saja aku kepikiran dengan kak Mirza,ke adaan nya terakhir yang baru sembuh dan keluar dari rumah sakit membuat aku khawatir dengan ke adaan nya tapi untuk menghubunginya sepertinya tidak mungkin untuk saat ini.
Ku putuskan untuk mencari tau keberadaannya lewat kak Maya,untung saja kak Maya mau aku ajak kompromi untuk tidak memberitahu keberadaan kak Mirza setiap saat asal aku memberitahu keberadaan ku juga.
__ADS_1
Hanya satu minggu maka ku putuskan untuk kembali ke kota tapi besoknya aku langsung berangkat bersama temanku untuk melakukan perjalanan bisnis sekaligus liburan keliling Eropa dan itu berjalan hingga enam bulan.
Sepanjang perjalanan kak Maya selalu mengirim foto-foto kak kegiatan kak Mirza dan sekali-kali mengirim vidio membuat aku merasa tenang melihatnya baik-baik saja,sekaligus aku terhibur saat kak Maya mengirim vidio random kak Mirza yang terlihat lucu.
Mungkin yang ku lakukan ini tidak benar mengingat ke adaan kak Mirza yang baru sembuh tapi jika tidak seperti ini maka Kak Mirza tidak akan menyadari kesalahannya dan hanya terus menuntut aku untuk mengerti persahabatannya dengan Monika yang menurut aku sudah melewati batas persahabatan tapi Kak Mirza tidak menyadari itu.
Dalam perjalanan pulang kembali ke Indonesia,aku hanya terdiam dan tida ingin berharap lebih pada kak Mirza lagi.Meski aku dengar dari kak Maya bahwa adiknya itu masih mencintai aku tapi jika masih sama seperti saat terakhir bertemu,belum bisa jujur dan tegas maka mungkin pilihan terakhirnya akan berakhir.
Sampa di rumah,aku di sambut oleh sepupuku Dika yang memang selama beberapa bulan ini tinggal di rumah bersama anak dan istrinya,menjaga rumah selagi aku tidak ada di sana.Sekaligus menunggu rumahnya selesai di bangun yang kebetulan dekat dari rumah aku tapi saat Kak Mirza datang yang terlihat hanya aku,kiara dan kak Dika jadi terjadilah salah paham.
Kak Mirza yang sudah terlanjur cemburu dan salah paham,pergi begitu saja.Meninggalkan rumah tanpa mendengarkan aku yang berusaha mengejarnya untuk menjelaskan kebenarannya.
Tapi besoknya tiba-tiba dia datang sendiri lalu tersenyum menatapku seolah tidak ada masalah kemarin,dengan tenang aku duduk di depannya mencoba mendengarkan maksud kedatangannya yang tiba-tiba dan ternyata dia sudah tau kebenarannya tanpa harus aku jelaskan.
Dalam hati aku senang karena kak Mirza sudah tau tanpa harus aku jelaskan dan tak ingin banyak tanya dari mana dia tau,yang aku ingat hanyalah masalah kami kemarin-kemarin jadi ku pertegas lagi agar semuanya jelas dan ternyata Monika sudah bersama Reno.
Kak Mirza juga sudah mulai jujur dengan penyakitnya yang ternyata memiliki penyakit yang cukup serius,awalnya aku kecewa karena menyembunyikan semua itu dari aku tapi dengan menghilang selama beberapa bulan ini membuat aku tidak ingin memperpanjang masalah.
Apa pun ke adaan kak Mirza ,tidak pernah jadi masalah buat aku selama dia selalu jujur dan aku akan terus berada di sampingnya apa pun yang terjadi termasuk untuk menjadi istrinya.
Tidak peduli apa yang akan terjadi selanjutnya,kami akan tetap melanjutkan rencana awal dan ku biarkan kak Mirza untuk menemui orang tuaku.
Baru update lagi nik kak,terus dukung karya author ya kak biar makin semangat nulisnya😊😊
__ADS_1
SELAMAT MEMBACA