MENGUBAH TAKDIR ARA'

MENGUBAH TAKDIR ARA'
EPISODE 9 KISAH YANG RUMIT


__ADS_3

🌸🌸🌸🌸


Dalam perjalan pulang Ara’ hanya terus diam tanpa berani menatap Reza yang duduk di sebelahnya,berusaha menghindar agar tidak selalu di tanya oleh Reza,hanya memandang ke luar jendela.


Reza yang dari tadi memiliki seribu pertanyaan pada Ara’ terlihat gelisah,tidak sabar ingin mendengarkan penjelasan dari Ara’ yang hanya menghindarinya dari tadi tanpa menjawab satu pun pertanyaannya,bahkan saat di panggil dia hanya menoleh, berdiri seperti patung lalau pergi begitu saja.


“Hmmm...kenapa pada diam.”Ucap Rika yang menyadari gerak-gerik Ara dan Reza.


“Iya,kenapa diam-diam kayak lagi marahan aja.”Sambung rendra.


“Tau nih...bukannya tadi baik-baik aja tapi sekarang kok diam-diam aja.”Balas rika penasaran.


“Tau nih..teman kamu dari tadi diam aja,seperti orang ketakutan.”Timpal Reza.


“Loh...kenapa Ra’,kamu takut sama Reza.” Tanya Rika penasaran.


“Iya...soalnya dia itu buaya.”Ucap Ara.


“Maksud kamu..?” Sedikit emosi dengan ucapan Ara.


“Iya Buaya darat.” Ucap Ara lagi.


“Oh kirain apa?” kalian ini sukanya bertengkar hati-hati nanti jatuh cinta loh. Goda Rika.


“Ogah.” Ucap Ara yang masih kesal dengan Reza.


“Yakin.”Tatap Reza.


“Apaan sih Za,kamu tuh aneh dari tadi.” Ucap Ara.


“Ya kamu sendiri menghindari aku dari tadi.” Reza memulai pembicaraan.


“Siapa yang menghindar,itu perasaan kamu saja.” Ara masih berusaha menghindar.


“Udah...ributnya nanti aja,ini udah mau sampai.”Ucap Rika.


“Akhirnya...” Terdengar Ara senang,tidak ingin berlama-lama bersama Reza,takut di tanya-tanya.


“Memang kamu udah nggak betah duduk di samping aku sampai senang begitu mau sampai.” Tanya Reza kesal.


“Emang,aku sangat tidak betah sama orang aneh.” Ucap Ara datar tanpa menyadari bahwa Reza kecewa mendengar itu.


“Udah sampai nih...turun yuk.”Ajak rika.

__ADS_1


“Eh kamu langsung pulang atau mau menginap di sini Za.” Ucap Rendra.


“Aku langsung pulang saja Ren,kayaknya ada yang tidak mengharapkan aku di sini.” Melirik Ara yang tadi hanya cuek padanya.


“Ok...hati-hati di jalan Za.Ucap Rendra.


Melihat Reza sudah pulang,Rika langsung melirik ke arah Ara.Merasa ada yang di tutupi selama perjalan tadi,dia menghampiri Ara.


“Ada apa sebenarnya?” Tanya Rika.


“Nggak ada apa-apa.”Jawab Ara.


“Nggak mungkin,dari tadi tingkah kamu itu aneh.pasti ada sesuatu.”Tanya Rika.


“Nggak kok,kamu masuk aja nanti di tunggu suami kamu.” Ucap Ara yang masih berusaha menutupi dari Rika.


“Nggak,aku udah ijin tadi.Jadi kenapa?” Riak tidak berhenti mendesak Ara sebelum mengetahui kebenarannya.


“Sepertinya Reza udah tau kalau aku Ara’.” Ucap Ara yang mulai ingin bicara.


“Oh ya,bagus dong itu berarti di sudah sadar.terus...” Rika malah antusias ingin mengetahui cerita selanjutnya.


“Ya terus aku langsung pergi pas dia panggil nama aku.” Ucap Ara santai.


“Memang aku mau dia mengenali aku Rik,tapi tidak tau kenapa tadi saat dia sudah tau, aku malah menghindar,aku merasa kecewa Rik kenapa dia baru mengenali aku sekarang bukan di saat pertama kali bertemu.” Curhat Ara mengeluarkan ke kecewakan nya terhadap Reza.


“Wajar lah Ra kalau dia tidak mengenali kamu kan sekarang kamu udah berubah,makin cantik jadi wajar kalau reza tidak menyadari itu.” Bela Rika.


“Ok lah kalau aku berubah tapi sikap aku kan nggak berubah.”Ucap Ara lagi.


“Mungkin reza menyadari itu tapi melihat penampilan kamu jadi dia tidak berani untuk bertanya,apa lagi kamu selalu jutek sama dia pastinya dia takut.” Bela Rika lagi.


“Entahlah Rik,sepertinya aku udah mau pulang besok.” Ucap Ara yang tidak ingin pusing lagi tentang Reza.


Loh kok gitu sih Ra,bukannya Lusa kamu mau pulang.” Rika masih ingin Ara untuk tinggal.


“Ya tapi aku nggak bisa kalau harus ketemu Reza lagi,aku nggak tau harus bilang apa.”Ucap Ara.


“Ya bilang yang sebenarnya lah Ra.”Usul Rika.


“Hmmm mungkin lebih baik aku nggak ketemu dia lagi toh sebelumnya dia baik-baik saja tanpa aku jadi kalau aku pergi lagi itu nggak akan berpengaruh untuk dia.” Ara' berpikir jika dia pergi itu tidak akan mempengaruhi Reza.


“Ra,sampai kapan kamu akan menyiksa diri kamu sendiri.” Rika mulai kesal dengan Ara yang tidak ingin jujur dengan perasaannya sendiri.

__ADS_1


“Nggak ada yang tersiksa Rik,aku baik-baik saja selama ini.” Ara mencoba meyakinkan Rika.


“Jujur aja Ra,kamu masih memiliki perasaan kan sama Reza dan kamu marah karena Reza tidak mengenali kamu.” Rika menyadarkan Ara tentang perasaan dan rasa kecewanya.


“Itu tidak ada artinya lagi Rik dari pada membahas yang tidak jelas lebih baik kita masuk istirahat.Capek kan habis perjalanan jauh.” Ara mencari alasan agar tidak membahasnya lagi.


“Ya udah Ra,kita masuk aja.” Mereka pun masuk beristirahat.


Di dalam kamar Rika hanya duduk diam di kasur memikirkan kisah cinta sahabatnya yang begitu rumit tapi dia tidak bisa melakukan apa-apa.


“Sayang...kamu kenapa melamun begitu,nggak ngantuk?” Tanya Rendra menghampiri istrinya yang sedang duduk termenung.


“Ini sayang,aku lagi mikirin Ara dan Reza.” Curhat Rika.


“Aduh.... kenapa lagi mereka?” Ucap Rendra yang juga ikut pusing mendengar kisah cinta Ara dan Reza.


“Reza udah tau nama Ara.” Ucap Rika.


“Bagus dong,terus masalahnya dimana?” Tanya Rendra.


“Masalahnya itu Ara tidak mau jujur tentang dia,malah menghindari Reza.Sampai-sampai besok dia udah mau pulang demi tidak ingin bertemu Reza lagi.” Cerita Rika yang masih bingung.


“Loh bukannya lusa dia bilang mau pulang.” Ucap Rendra.


“Itu dia sayang,aku bingung,masa harus berpisah lagi tanpa harus tau semuanya.” Ucap Rika.


“Terus kita harus bagaimana?” Mencari jalan keluar.


“Mmmm gimana kalau kamu bilang sama Reza tentang Ara yang ingin pulang besok.” Usul Rika.


“Emang besok Ara berangkatnya jam berapa.”Rendra berpikiran yang sama.


“Kayaknya agak siangan deh.” Jawab Rika.


“Kalau begitu besok pagi aku beritahu Reza,lebih baik kita tidur.” Akhirnya setelah menemukan jalan keluar mereka lalu tidur.


Di kamar sebelah Ara sedang merapikan pakaian,memasukkan ke dalam koper.Bersiap-siap untuk berangkat pulang besok.Ada rasa capek dan ngantuk tapi membuatnya tidak bisa tidur,selalu terbayang wajah Reza saat memanggil namanya tadi untuk pertama kalinya.


Melihat matanya tadi Ara merasa ada banyak tanya di benaknya tentang Ara dan dari tatapannya seperti ingin mengatakan sesuatu tapi Ara malah pergi.


REZA


Di tempat berbeda di dalam kamar,hanya berbaring di kasur memandangi langit-langit kamar,memikirkan Ara yang menjauhinya tadi.

__ADS_1


Namun ada rasa bahagia di benaknya mengingat wanita yang selama ini dia cari kini sudah dia temukan kembali,meskipun belum mendapatkan penjelasan dari Ara.


__ADS_2