
Enam bulan berlalu masih belum ada kabar dari Ara membuat Mirza berpikir,”Mungkinkah ini sudah berakhir ??? “.Namun pikiran itu segera di tepis olehnya,sebelum mendengar semua dari Ara maka dia tidak akan mengambil keputusan.
Selama enam bulan Mirza sudah berusaha untuk menghubungi bahkan menemui tunangannya itu tapi tetap tidak ada hasil.Kini Ara tidak tau pergi kemana,di kantor dan di rumahnya tidak ada,bahkan orang terdekatnya pun tidak tau keberadaannya.
Benda pipih yang ada terletak di meja kerjanya berdering,terlihat panggilan dari Reno.”Ada Ren ???” Ucap Mirza datar seolah tidak ada semangat.
“Ada kabar baik pak.”Reno terdengar bahagia di seberang telpon.
“Kabar apa ???” balas Mirza masih datar.
“Ara sudah kembali.”Ucap Reno.
Seketika Mirza mengubah posisi duduknya,matanya membulat dan terdengar begitu antusias,”Serius Ren ??? terus sekarang Ara di mana ???”
Reno tersenyum mendengarnya,”Sekarang dalam perjalanan ke rumahnya.”
Tanpa pikir panjang Mirza langsung meluncur ke rumah Ara,mengabaikan Reno di seberang telpon.
Dari kejauhan Mirza memperhatikan Ara yang baru turun dari Mobil,terlihat tunangannya itu makin cantik dan modis.”Kamu makin cantik sayang.” Batin Mirza.
Tak ingin membuang waktu,Mirza lalu memberanikan diri menemui Ara.Tidak peduli nantinya akan di tolak oleh tunangannya yang terpenting dia ada usaha.
Tok....tok...tok...
Mirza terdiam melihat seorang laki-laki membuka pintu sementara di dalam Ara terlihat bermain dengan seorang anak kecil,”Apa Ara sudah menikah ???” Batin Mirza.
“Maaf cari siapa ??? ” Tanya laki-laki yang sedan berdiri di depan Mirza.
“Maaf sepertinya saya datang di saat yang tidak tepat.”Mirza berbalik ingin segera pergi namun terhenti saat mendengar suara Ara,”Kak Mirza.” Tatap Ara.
Mirza berbalik memaksa tersenyum,”Maaf Ra,sepertinya aku menganggu jadi aku pergi dulu.”
Ara mencoba mengejarnya namun tidak berhasil karena Mirza sudah pergi jauh,”Sepertinya dia salah paham Ra.”Ucap Dika sepupu Ara.
“Hmmm nggak tau lah kak,makin ke sini sepertinya makin sulit.”Ucap Ara.
“Kamu yang sabar,dalam hubungan itu memang tidak ada yang mudah apalagi kalian itu sudah menuju ke pernikahan.”Saran Dika.
__ADS_1
Saat ingin masuk ke rumah,terlihat ada mobil yang masuk ke halaman rumah.”Sepertinya dia sudah sampai.”Ucap Dika tersenyum melihat mobil istrinya yang baru tiba.
“Loh kok kalian berdiri di luar,sengaja nungguin aku ya.”Ucap Kinan tersenyum.
“Iya tapi kamu datangnya telat jadi makin rumit.” Ara yang sudah dekat dengan istri sepupunya itu sudah terbiasa mengekspresikan kemarahannya tapi tidak benar marah hanya bercanda.
“Loh aku baru sampai udah kena omel,ada apa sih sayang.”Kinan bingung sendiri melihat sikap Ara.
“Udah,kamu masuk aja dulu sekalian kamu bujuk dia.”Dika menggandeng istrinya masuk ke rumah.
“Ada apa Ra ? cerita aja.”Ucap Kinan yang sudah tau jika Ara seperti itu berarti ada sesuatu.
“Hmmm tanya sama kak Dika aja soalnya aku mau istirahat,soal tadi maaf ya.”Ara beranjak ke kamar.
“Ada apa sayang ??? kenapa Ara galau begitu ??? baru juga pulang.”Pandangan Kinan beralih pada suaminya.
“Tadi tunangan Ara datang tapi hanya di depan langsung pergi.”Ucap Dika.
“Kenapa pergi ? bukannya mereka baru ketemu ?” Tanya Kinan lagi.
“Jadi itu sebabnya Ara marah sama aku,pantas saja.”Kinan tersenyum setelah mendengar penjelasan suaminya,sudah paham dengan alasan kemarahan Ara tadi.
“Iya sayang,makanya kamu hibur dia.”Ucap Dika.
“Nanti aja sayang,biarkan Ara menenangkan diri dulu apalagi dia baru pulang jadi biarkan saja.
Setelah selesai membersihkan diri Ara terdiam di tepi kasur memikirkan Mirza yang tiba-tiba pergi tanpa mendengar penjelasannya,” Aku pikir setelah kita ketemu semuanya akan kembali membaik Kak dan kamu sudah siap untuk menceritakan semuanya tapi sekarang kamu yang salah paham,hmmm dulu aja aku selalu di minta kamu untuk mengerti posisi kamu dengan Monika tapi sekarang kamu baru liat kak Dika aja udah langsung pergi tanpa mendengar penjelasan aku.Rasanya nggak adil kak,setidaknya dengarkan aku dulu.”Batin Ara.
Mobil Reno sudah terparkir sejak tadi sebelum kedatangan Ara dan Mirza tapi tidak terlihat oleh mereka karena terparkir jauh tapi percakapan meraka bisa terdengar jelas karena Reno sudah memasang penyadap suara di depan rumah Ara.”Sepertinya aku masih ada tugas lagi.”Ucap Reno setelah itu meninggalkan rumah Ara.
Seperti biasa Dika selalu mengecek pintu dan jendela saat ingin tidur dan melihat mobil yang sama parkir lalu pergi,”Mobil itu lagi.”Ucap Dika memperhatikan mobil yang sering di lihatnya itu.
“Ada apa kak ? serius amat ?” Ucap Ara santai.
“Itu mobil yang sering parkir di depan rumah semenjak kamu pergi.”Jawab Dika.
“Hha masa iya kak,terus mobilnya mana?” Ara ingin mengecek sendiri.
__ADS_1
“Udah pergi,baru aja.”
“Paling orang iseng Kak.”Ucap Ara.
“Tidak mungkin iseng Ra,kalau keseringan begitu.”
“Yang penting kakak dan yang lain aman,nggak usah di pedulikan.”senyum Ara.
“Iya,kakak pikir paling itu penjaga kamu atau fans kamu.”Goda Dika.
“Ih kak Dika.”Ara hanya tersenyum.
“Kalian masih di sini,ayo masuk sayang.Kiara udah tidur dari tadi nunggu kamu.”Ucap Kinan terlihat begitu mengantuk.
“Tuh udah di panggil sama pawangnya kak.”Giliran Ara yang menggoda Dika.
“Kamu juga tidur Ra,biar besok galaunya hilang.”Kini Kinan yang membalas Ara.
“Apa sih kinan ? orang nggak galau.”Tepis Ara.
“Hmmm iya deh percaya,tapi jangan ngambek kayak tadi lagi.”Ucap Kinan lalu meninggalkan Ara menuju kamarnya.
Sementara itu Mirza masih sibuk dengan pekerjaannya di kantor,memutuskan untuk terus bekerja agar tidak terus kepikiran dengan Ara dan laki-laki tadi.Tapi usahanya itu tidak berhasil karena rasa cemburu dan bayangan tadi di rumah Ara membuatnya di kuasai oleh emosi.Berkas yang ada di depannya pun kini tercecer di lantai.
Reno yang sudah tau,hanya bersikap santai dan mengerti ke adaan bosnya.”Ngapain Ren ? Udah bukan jam kerja lagi,kamu bisa pulang istirahat.”Ucap Mirza.
“Kamu sendiri ngapain jam segini masih di kantor,nggak seperti biasanya.”Ucap Reno yang terlihat berbicara dengan temannya sendiri bukan dengan bosnya,memang sudah kesepakatan mereka jika di luar jam kerja Reno nggak perlu memanggil Mirza dengan sebutan bapak tapi layaknya teman biasa karena mereka memang awalnya bersahabat tapi karena kebaikan Mirza membantu Reno maka keluarga Reno bisa hidup berkecukupan maka dari itu Reno selalu membantu Mirza meski tidak harus di minta.
“Bukan urusan kamu.”Ucap Mirza ketus.
“Yakin bukan urusan aku,tapi sepertinya setelah melihat ini kamu akan berterima kasih sama aku.”Reno melemparkan foto di hadapan Mirza.
“Ini apa Ren ???” Tanya Mirza memperhatikan satu persatu yang ada dalam foto tersebut.
Baru update lagi nik kak,terus dukung karya author ya kak biar makin semangat nulisnya😊😊
SELAMAT MEMBACA
__ADS_1