
BAB 26
Andaikan waktu bisa diulang, ia siap menerima rasa sakit yang diderita Istrinya. Jangankan rasa sakit yang harus ia tanggungnya menaruhkan nyawanya pun demi sang istri Putra sanggup Asalkan Istrinya selamat dari berbagai macam bencana yang menghampiri dirinya.
Sudah hampir empat jam Putra dan keluarganya bercerita di ruang tamu, akhirnya Putra membawa Cici untuk beristirahat di dalam kamar mereka. Putra memapah Cici untuk menaiki tangga karena, takut jika sang istri menaiki tangga sendirian akan berakibat buruk terhadapnya.
Dikamar Putra membantu istrinya untuk berbaring. Setelahnya meninggalkan sang istri untuk membersihkan tubuhnya yang dirasa sudah tidak enak. Dalam waktu lima belas menit, Putra di dalam kamar mandi akhirnya ia keluar dengan handuk sepinggang. Cici yang melihat itu hanya biasa saja, meskipun dulu ia takut dengan Putra yang mengenakan handuk sepinggang tapi, dengan berjalannya waktu ia sadar jika tidak ada dosa baginya. Laki-laki itu melangkah menuju lemari, mengambil celana panjang serta baju kaos untuk dipakainya.
"Kenapa senyum-senyum Sayang?" tanya Putra saat dia sudah berada di dekat sang istri.
"Ahh, tidak apa-apa kok Mas. Aku bahagia saja karena, sudah beberapa hari aku tak melihat kamar ini," jawab Cici memperhatikan sekeliling kamar mereka.
"Beneran hanya rindu kamar ini Sayang?" Putra berusaha menggoda istrinya dengan menaik-turunkan alisnya.
"Iyalah Mas, terus apa lagi?" ujar Cici dengan sinis.
"Ya misalkan merindukan aku gitu, atau apalah," ujar Putra berusaha membuat istrinya malu.
"Emmm, rindu kamu juga kok Mas. Y, meskipun kamu nemenin aku di rumah sakit, tapi aku tetap saja rindu sama kamu. Apalagi rindu di peluk sana kamu, heheh," Wajah wanita itu tampak memerah saat mengatakan kalimat yang meluncur indah dari mulutnya.
"Uhhhh Sayang, kamu bikin Mas gemas aja deh," Putra mencubit pipi istrinya dengan gemas.
"Auuu, sakit Mas," ringis Cici dengan nada marah, dengan kelakuan suaminya.
"Heheh, maaf ya Sayang. Oh ya, kita makan yuk? Mas laper banget nih," ajak Putra yang di balas anggukan oleh sang istri.
__ADS_1
Putra kembali membatu Cici untuk turun dari ranjang. Membantu sang istri untuk ke dapur tepatnya meja makan. Bahkan Cici bergelayut manja di bahu suaminya. Tampaknya gadis itu semakin manja setelah pulang dari rumah sakit. Nini yang melihat tingkah menantunya hanya menggelengkan kepala. Nini tampak bahagia melihat hubungan rumah tangga anak dan menantunya. Nini juga berfikir jika dia tidak salah menjodohkan Putra dan Cici. Meskipun awalnya mereka saling tidak menyukai tapi lambat laun rasa cinta itu bisa mereka rasakan. Contoh seperti saat ini.
Malam hari
Putra dan Cici sedang duduk di atas ranjang
Banyak kata rindu yang keluar dari mulut laki-laki itu untuk istrinya. Bahkan Putra sampai mengatakan bahwa dia tak sanggup hidup tampan istrinya. Jika saja waktu itu istrinya sampai kehilangan nyawa. Begitu dalam cinta yang dirasakan laki-laki itu untuk sang istri.
Tak terasa air mata Cici menetes mendengar ungkapan suaminya yang membuat gadis itu bahagia. Cici tak menyangka Putra begitu mencintai dirinya. Seketika Cici memeluk Putra dengan sangat erat. Air matanya semakin deras keluar dalam pelukan laki-laki yang juga sangat dicintainya itu.
"Sayang kenapa nangis?" Putra melepaskan pelukannya dari sang istri, saat dirasa ada air hangat yang membasahi dada bidangnya.
"Hmmz, ngak apa-apa kok Mas, makasih ya Mas karena, kamu sudah mencintai aku begitu dalam," ungkap Cici yang tidak dapat membendung air matanya.
"Iya Sayang, bahkan Mas sangat bangga memiliki istri seperti kamu, Sayang. Andaikan dulu kita tidak di jodohkan maka Mas ngak akan pernah merasakan betapa bahagianya mencintai orang yang juga mencintai diri kita, Sayang. Kalau Mas boleh jujur, Mas tidak pernah ada niatan untuk pacaran Sayang, jangan kan untuk itu menikah saja ngak pernah ada dalam fikiran Mas waktu itu," ungkap Putra dengan jujur. Karena laki-laki itu hanya sibuk bekerja, bekerja dan bekerja. Hingga lupa akan masa depan yang mana dia pasti akan membutuhkan sosok seorang istri.
Tak terasa waktu begitu cepat berjalan, bahkan jam di atas nakas sudah menunjukkan pukul sepuluh malam. Mata Putra maupun Cici tidak mau berkompromi di ajak untuk tidur. Mereka sudah memaksakan mata mereka tapi, hasilnya tetap nihil. Mereka sama-sama berhadapan selama tidur. Cici tersenyum melihat wajah tampan suaminya yang begitu mengemaskan malam ini baginya. Malam ini merupakan malam yang sangat Putra rindukan karena, beberapa hari ini mereka tidak tidur satu ranjang, dan bahkan Putra sangat susah tidur di rumah sakit. Apalagi di atas sofa yang terlihat sangat sempit.
***
Hari demi hari sudah Cici lewati, dan luka yang berada di tangannya sudah hampir sembuh. Cici sudah bisa lagi beraktifitas seperti biasanya meskipun ia masih merasakan ngilu di bagian lengannya yang terkena sentrum tersebut.
Perihal Bella, ia sudah di tangkap oleh polisi setelah dua hari Cici keluar dari rumah sakit. Bella di tangkap oleh polisi saat ia mengajar di sekolah karena, ketika polisi datang mencari Bella ke rumahnya ia tak menemukan Bella.
Bella tidak tahu bahwa polisi datang ke rumahnya, dan bahkan polisi menyuruh setiap tetangga Bella untuk tutup mulut saat ia di cari polisi. Semua tetangga Bella menganggukkan kepalanya tanda mengerti atas perkataan mereka kepada sang polisi. Jika saja tetangganya memberitahu, bisa jadi Bella akan kabur.
__ADS_1
Flashback on
Siang itu tepatnya jam dua belas siang, polisi datang ke rumah Bella. Berulang kali polisi mengetuk pintu rumah itu, namun tak ada satupun yang membukakan pintu. Dari informasi yang didapatkan, jika Bella mengajar di sebuah SMA ternama di kota itu. Akhirnya berbekal informasi itu Polisi datang ke sekolah dimana Bella mengais rezki pada esok harinya.
Sebelum masuk ke dalam mobil, polisi yang berjumlah sekitar empat orang itu tengah melihat beberapa tentangga menggunjingkan Bella. Polisi tersebut berjalan ke arah ibu-ibu yang sedang bergunjing itu. Sampai disana polisi mengatakan kepada semua orang yang berada di sana untuk diam agar Bella tidak tahu bahwa mereka datang ke rumahnya. Semua ibu-ibu itu hanya membalas dengan menganggukkan kepala mereka. Karena polisi itu sempat memberi ancaman kepada mereka yang tadi menceritakan Bella.
Esok hari di sekolah
"Assalamu'alaikum Pak, maaf jika kehadiran kami disini menganggu waktu Bapak" ujar polisi kepada kepala sekolah. Saat ini polisi itu tengah berada di ruang kepala sekolah. Tak mungkin jika polisi itu langsung menangkap Bella, tanpa izin kepala sekolah itu. Apalagi ini merupakan ranah sekolah.
"Wa'alaikumsalam, oh tidak kok Pak," jawab Kepala sekolah dan mempersilahkan polisi tersebut untuk duduk. "Oh ya Pak, ada acara apa Bapak kesini?" tanya kepala sekolah saat kedua polisi tersebut telah duduk.
Polisi menjelaskan semuanya kepada kepala sekolah tanpa ada yang tertinggal. Tiba-tiba kepala sekolah merasa shock dengan penjelasan polisi. Bahkan kepala sekolah tidak percaya bahwa muridnya sendiri sudah menikah dengan sang guru. Raut wajah kepala sekolah menjadi masam perihal apa yang diungkapkan oleh polisi tentang Bella.
Selesai menceritakan semuanya, kepala sekolah mengantarkan polisi ke ruang dimana tempat Bella mengajar. Sampai di kelas Bella, Bella langsung terperanjat, bahkan wajahnya pun terlihat sangat pucat dengan kehadiran kedua polisi itu.
"Kenapa polisi datang kesini ya? apa semuanya sudah ketahuan?" batin Bella yang penuh tanda tanya dan kegelisahan.
"Maaf Buk, kehadiran kami kesini menganggu proses mengajar Ibuk. Tujuan kami kesini adalah untuk menangkap ibuk atas laporan yang kami dapat dari Pak Putra," ujar polisi yang langsung menyeret Bella dari dalam kelas tempatnya kini tengah mengajar. Bahkan banyak bisik-bisik para siswa tentang Bella. Membuat wanita ity tampak malu.
"Pak, saya mohon lepasin saya. Saya tidak bersalah Pak," ujar Bella yang berusaha membela dirinya.
"Ibu bisa jelasin kepada kami nanti di kantor." jawab polis yang membawa Bella menuju mobilnya.
Semua murid yang ada dikelas itu tak menyangka dengan Bella. Guru yang tampak Bain serta lemah lembut nyata visa berurusan dengan guru laki-laki yang terkenal tampan disekolah itu. Apalagi ini menyangkut dengan polisi. Bisa jadi ini masalah yang sangat berat.
__ADS_1
Flashback off